Edward awalnya hanya tertawa pelan, tapi lambat laun tawanya itu jadi semakin keras saja.
Ini adalah kali pertamanya dia tidak bisa membaca pikiran orang dan ternyata itu sangat menarik.
Dia tahu jika sejak tadi pagi pertemuan mereka hingga sekarang Bella terus menatapnya dengan ketakutan, tapi Siapa sangka bahwa di dalam pikiran gadis ini malah memikirkan tentang mallam perttama.
"Astaga, lucu sekali," ucap Edward, di antara tawanya yang masih tersisa.
Sementara Bella sudah menurunkan pandangannya, wajah dia kini merah padam, malu bukan main.
Bagaimana bisa dia berpikir bahwa mereka akan melewati malam yang panas, sementara Edward sedikitpun Tidak terpikirkan tentang hal itu.
Astaga, aku malu sekali. Batin Bella, jika bisa rasanya saat ini juga dia ingin pingsan, lalu bangun di tempat lain, bukan berada di bawah tindihan pria berwajah dingin ini.
Saat suara tawa Edward tidak terdengar lagi, jantung Bella jadi semakin berdegup. Dia baru sadar jika posisi mereka sangat intim.
"Dengarkan aku baik-baik," ucap Edward.
Bella sontak melihat ke atas, membalas tatapan sang suami.
"Pernikahan kontrak kita batal, kita akan menikah sungguhan, mengerti?"
Bella terpaku, seperti terhipnotis dia menganggukkan kepalanya. Bukan apa-apa, Bella hanya merasa dia telah memakai uang Edward, karena itulah dia akan menuruti apapun perintah sang Tuan.
"Istri pertama ku ya kamu, semua baju itu milik mu. Tidak perlu bertanya kenapa aku memilih mu untuk jadi istri, anggap saja kita saling membutuhkan satu sama lain, jadi akan coba untuk menerima satu sama lain juga, mengerti?" tanya Edward setelah menjelaskan panjang lebar.
Dan Bella lagi-lagi mengangguk.
Penjelasan kali ini terasa lebih mudah untuk dia terima, Bella membutuhkan uang Edward, sementara Edward ...
Tunggu dulu,
Bella mulai berpikir, apa yang dibutuhkan Edward dari dirinya?
"Tu-tunggu dulu, apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Bella, dia tak bisa banyak bergerak, karena sejak tadi Edward masih setia menindihnya.
Dadda polos Edward adalah satu-satunya pemandangan yang sejak tadi coba dia hindari.
"Hem, kamu mau tanya apa?"
"Ma-maaf harus mengatakan ini, aku memang membutuhkan uang Tuan. Tapi, apa yang Tuan butuhkan dari ku?" tanya Bella.
Mendengar itu Edward tersenyum kecil, dia tahu Bella tak ingin untung sendiri, gadis ini terlalu baik untuk memikirkan orang lain. Takut jika dia tidak bermanfaat bagi Edward.
"Aku adalah pria kesepian, aku butuh kehangatan dari mu, perasaan tulus dan cinta, bisakah kamu memberikannya?" tanya Edward, kedua matanya menatap sayu, seperti sedang menjual kesedihan pada gadis ini.
Dan mendengar pertanyaan itu, hati Bella seketika berdesir.
Jantungnya berdegup tida beraturan.
Dia hanya bisa terpaku saat Edward kembali mengikis jarak dan menjangkau bibirnya dengan begitu lembut.
Ciuman lembut yang lama-lama berubah jadi sangat dalam.
Ciuman yang awalnya hanya menguasai bibirnya namun lambat laun turun dan menyesap lehernya begitu kuat.
Ahk! Desah Bella lolos begitu saja, dan Edward makin menciumi aroma tubuh sang istri yang begitu manis.
Malam itu memang tak ada penyatuan diantara mereka, tapi semua tubuh Bella telah berada dalam kuasa Edward. Di seluruh tubuh gadis itu telah membekas banyak tanda merah ciuman sang vampir.
Leher, dua dadda, perut, bahkan pangkal pahanya.
Bella hanya bisa pasrah, kini mulai memposisikan dirinya sendiri sebagai istri sungguhan Edward Lim.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
RossyNara
panas panas kipas mana kipas
2024-04-03
0
secret_01
Rawrrrrrrr arhhhhhh 🤣😍❤️
2023-12-19
5
🌈Yulianti🌈
untuk GK d hisap tuh darah d leher Bella bisa," Bella jg jd keluarga vampir sungguhan
2023-11-26
1