Rahasia kita saja

Hening untuk beberapa waktu.

"Kak."

Tanpa menyaut Kyara menoleh.

"Berapa kali Kakak tidur dengan Bang Xavier?"

"Semalam, hanya semalam dan tidak ada malam lagi yang ku habiskan dengan Xavier." ucap Kayla setengah hati.

"Ck, yang aku tanyakan kali bukan berapa malam?" Dirga mendengkus kasar.

"He, anu. Anu, emm Xavier keluar dua kali. " cicit Kyara pelan sambil menundukan pandangan, ia meringis akan tanggapan remaja itu.

"Sudah ku duga." jawab Dirga datar.

"Apa maksudmu?" tanya Kyara dengan nada sedikit tak terima.

"Kakak, juga memperkosahnya?"

Dirga menjawab pertanyaan Kyara dengan pertanyaan lagi.

"Tidak, aku tidak memperkosahnya. Kami melakukannya atas dasar suka sama suka, meskipun besoknya dia memaki dan menghinaku habis-habisan." Kyara mencoba tersenyum waloupun ia sedikit ngilu jika mengingat makian demi makian dari mulut pria dingin itu mengerikan sungguh, Xavier adalah pria pendiam yang mematikan karna setiap ucapannya seakan mengandung bisa mematikan melebihi bisa ular kobra yang akan membunuh setiap sesuatu yang mengganggunya.

"Apa kalian mabuk?"

"Tidak. Tapi sepertinya Xavier dalam pengaruh obat. oleh sebab itu dia sangat marah padaku." terang Kyara. "Juga dengan sentuhannya yang tak terkendali semakin menguatkan dugaanku."

"Apa Kak Kya juga pernah tidur dengan Kak Dion?" bukan tanpa sebab Dirga bertanya seperti itu, mengingat Kyara kenal dekat dengan kakak iparnya.

"Kau pikir aku meniduri setiap pria yang ku kenali?" Kyara tersinggung dengan pertanyaan anak baru gede itu.

"Aku hanya bertanya apa susahnya tinggal jawab pernah atau tidak. "

"Tidak."

"Baguslah."

"Dion itu temanku, dia pria yang baik dan bertanggung jawab, terbukti saat dia menghamili Sena kakakmu dia langsung menikahinya meskipun bayi mereka harus keguguran, bahkan dia sampai meminjam uang padaku dan menggadaikan mobilku hanya agar membuatkan pesta yang meriah agar keluarga istrinya tidak malu memiliki menantu seperti Dion yang kerja paruh waktu sebagai model. Sena beruntung dan aku turut bahagia atas kebahagiaan mereka." Kyara menyayangi teman-temannya layaknya saudara sendiri.

"Sejak umur berapa tahun Kakak mengenal se xx?" tanya Dirga penasaran.

"Sejak umur delapan belas tahun. Tepat di acara kelulusan sekolah menengah atas, aku melakukan itu untuk pertama kalinya dengan mantan kekasihku."

"Tapi sepertinya aku memiliki kelainan Dirga."

"Maksud Kakak?"

"Aku tidak bisa jika tidak bercinta dalam kurun waktu lebih dari satu bulan, aku selalu menginginkan seorang pria untuk menyentuhku, bahkan jika aku tidak memiliki kekasih, aku kadang melakukan one nigth stand dengan pria lajang lainnya, itu lah sebabnya aku menganggap diriku sendiri sebagai wanita rusak. Bahkan Xavier terang-terangan mengatakan aku seorang lacurr." Lagi, dan lagi hati Kyara terasa sedang diremat paksa oleh tangan yang tak kasat mata, meskipun pada kenyataan demikian tapi tetap saja ia terluka jika ada yang mengatainya lacurr di hadapan mukanya sendiri apalagi dengan orang yang kita kenal.

"Separah itu Bang Xavier berkata."

"Ya, dia sangat kecewa padaku, bahkan dia menampar wajah dan menjambak rambutku." ujar Kyara kemudian.

"Lalu Kak Kya diam saja? tak melakukan pembelaan?"

"Pembelaan seperti apa yang harus ku lakukan? aku hanya diam, jika aku berkata hal-hal yang tidak berdasar justru akan menjadi pembenaran untukku. Beruntung ada Gio waktu itu, jika dia tak ada mungkin aku mati kehabisan nafas saat di cekek oleh Xavier." Mata Kyara mulai mengembun jika mengingat kejadian itu, tadinya Gio ingin melaporkan Xavier kepihak yang berwajib, tapi Kyara menahannya. Ia tak ingin jika malah semuanya jadi runyam terlebih ia juga bersalah karna tidak menolak sentuhan Xavier.

"Aku heran mengapa Abang bisa semurka itu. " Dirga masih berpikir sendiri.

"Xavier marah karna dia pikir aku yang menyebabkan Xavier dan kekasinya putus, Abangmu juga menuduhku menjebaknya."

"Harusnya Abang tidak semarah itu apa lagi abis di kasih yang enak-enak untuk pertama kali. Malah nambah pula. Aneh banget marahnya." Dirga geleng-geleng kepala atas kelakuan Abangnya.

"Xavier memang marah tapi setidaknya dia tidak menangis dan minta kunikahi." ledek Kyara.

"Kakak, berhentilah meledekku aku malu." Dirga menhembunyikan wajahnya di pangkuan istrinya.

"Soal aku yang meminta Kakak untuk menikahiku, cukup hanya menjadi rahasia kita saja ya Kak, jangan sampai ada orang yang tau, aku malu. " Dirga semakin menduselkan wajahnya ke perut rata istrinya.

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

jahat banget Xavier sampai menghina Kyara seperti itu

2025-02-23

0

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussabar

2024-02-25

0

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

suerrr sepanjang baca emak ketawa mulu.... trs pas bacaan dirga kenapa emak ikutan kaya bocil bawaanya....

2023-10-12

0

lihat semua
Episodes
1 Awal pertemuan
2 Mau kamu
3 Keras kepala
4 Deal
5 Calon istri
6 Kurapan kau!
7 Hey jangan bersedih
8 Mengagumi ciptaan Tuhan
9 Bagai mana?
10 Hubungan rumit
11 Wanita beruntung
12 Ingin bayi
13 Sangat setuju
14 Terkejut
15 Calon mantu
16 Kau cemburu?
17 Kau belajar dimana?
18 Maaf, aku tidak bermaksud.
19 Rahasia kita saja
20 Sosok bermata biru
21 Dasar bujangan lapuk
22 Baru calon!
23 Apa kakak berubah pikiran?
24 Kakak I love you
25 Astaga, ceroboh sekali mulutnya.
26 Jangan memarahiku
27 Menikmati kelancangan
28 Akan memantaskan diri
29 Cepat sembunyi
30 Aku mau di sunat
31 Pastikan bentuknya sesuai
32 Balita kolokan
33 Balita kolokan
34 Berhenti memanggilku Kakak.
35 Luruskan dulu
36 Janji?
37 Di bawah ranjang
38 Memikirkan Kyara
39 Roket baru
40 Jangan lakukan apapun
41 Pertahankan apapun milikmu
42 Memanfaatkannya
43 Aku tidak perduli
44 Kedua alasannya benar
45 Semoga kau bahagia Kyara.
46 Rasa tak biasa.
47 Aku akan serakah
48 Tak apa
49 Tidak menjajikan apapun
50 Ingin menciptakan kenangan
51 Limpahi aku dengan cintamu
52 Mari berdoa bersama
53 Dia sudah pintar
54 Jangan menyangkal Sayang
55 Tak ingin gagal
56 Tuhan salah paham
57 Aku Akan menunggumu
58 Kyaraku Hilang
59 Xander Ivarez
60 Pergi Untuk Kebaikannya
61 Terkejut
62 Bekas Luka
63 Jangan Main Pisau!
64 Terima Ini
65 Ceraikan istrimu
66 Kelemahan
67 Kebiasaan Xander
68 Papa Aku Di Sini
69 Monster Kecil
70 Baby
71 Tidak Suka Bercanda
72 Kabooorrr
73 Promooo
74 Silahkan mampir
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Awal pertemuan
2
Mau kamu
3
Keras kepala
4
Deal
5
Calon istri
6
Kurapan kau!
7
Hey jangan bersedih
8
Mengagumi ciptaan Tuhan
9
Bagai mana?
10
Hubungan rumit
11
Wanita beruntung
12
Ingin bayi
13
Sangat setuju
14
Terkejut
15
Calon mantu
16
Kau cemburu?
17
Kau belajar dimana?
18
Maaf, aku tidak bermaksud.
19
Rahasia kita saja
20
Sosok bermata biru
21
Dasar bujangan lapuk
22
Baru calon!
23
Apa kakak berubah pikiran?
24
Kakak I love you
25
Astaga, ceroboh sekali mulutnya.
26
Jangan memarahiku
27
Menikmati kelancangan
28
Akan memantaskan diri
29
Cepat sembunyi
30
Aku mau di sunat
31
Pastikan bentuknya sesuai
32
Balita kolokan
33
Balita kolokan
34
Berhenti memanggilku Kakak.
35
Luruskan dulu
36
Janji?
37
Di bawah ranjang
38
Memikirkan Kyara
39
Roket baru
40
Jangan lakukan apapun
41
Pertahankan apapun milikmu
42
Memanfaatkannya
43
Aku tidak perduli
44
Kedua alasannya benar
45
Semoga kau bahagia Kyara.
46
Rasa tak biasa.
47
Aku akan serakah
48
Tak apa
49
Tidak menjajikan apapun
50
Ingin menciptakan kenangan
51
Limpahi aku dengan cintamu
52
Mari berdoa bersama
53
Dia sudah pintar
54
Jangan menyangkal Sayang
55
Tak ingin gagal
56
Tuhan salah paham
57
Aku Akan menunggumu
58
Kyaraku Hilang
59
Xander Ivarez
60
Pergi Untuk Kebaikannya
61
Terkejut
62
Bekas Luka
63
Jangan Main Pisau!
64
Terima Ini
65
Ceraikan istrimu
66
Kelemahan
67
Kebiasaan Xander
68
Papa Aku Di Sini
69
Monster Kecil
70
Baby
71
Tidak Suka Bercanda
72
Kabooorrr
73
Promooo
74
Silahkan mampir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!