"Kenapa Kakak, berkata seperti itu. Burungku sehat walafiat, tidak panu apa lagi kurap. Burungku sangat mulus dengan kepalanya yang kemerahan." Lagi-lagi pria itu berkata polos. Astagha ingin rasanya Kyara menyumpal mulutnya sendiri dengan burung yang dimaksud oleh Dirga, Hey miliknya bahkan berdenyut saat membahasnya.
Kyara memijat pangkal hidungnya yang terasa sakit. "Kenapa kau masih di sini?"
"Inikan kamar Kakak itu artinya ini kamarku juga." Dirga mendudukan tubuhnya diranjang milik wanita itu, ia pikir kamar Kya akan seperti ciwi-ciwi pada umumnya berisi pernak pernik berwarna merah jambu atau ungu tapi ternyata kamar itu hanya di dominasi dengan warna abu-abu tua dan warna putih tidak ada banyak barang di kamar itu hanya televisi berukuran besar dan lemari penyimpanan barang yang tersusun rapi di sudut ruangan. Dirga juga mengira jika wanita anggun itu adalah orang yang perfectionist tapi ternyata Kyara orang yang biasa saja dan cukup sederhana.
Kyara berjalan menghampiri remaja itu, ia juga ikut duduk di ranjangnya. "Dirga dengar aku. Aku tau kau anak yang baik, seorang remaja yang tidak sengaja aku rusak karna kecerobohanku." Kyara menatap dalam manik indah yang seakan menenggelamkannya, manik dengan sangat Kyara sukai. "Aku menikah denganmu hanya sebagai bentuk tanggung jawabku, tidak lebih dari itu, kita bukan dua orang yang saling mencintai Dirga. Kita hanya dua orang asing yang terjebak dengan kesalahanku yang melecehkanmu. Jadi berhentilah berperan menjadi seorang suami yang sesungguhnya. Aku rasa kau cukup pintar untuk mengetahui apa maksudku."
Setelah mengatakan tujuannya Kyara berdiri dan hendak beranjak tapi tangannya di cekal, dan dengan sekali tarikan tubuh sintal itu terduduk di atas pahaa kiri Dirga yang terbuka.
"Apa aku tidak cukup menarik untuk Kakak?" Dirga semakin berani, ia mengambil tangan Kyara dan menuntun tangan itu untuk meraba dada serta perut kotaknya. "Apa otot tubuhku kurang merangsangg Kakak?" Dirga menurunkan tangan lentik itu kebawah pertnya. "Apa dia kurang memuaskan Kakak? Kakak tenang saja, aku adalah pemuda yang cukup cerdas dalam mempelajari sesuatu. Jika Kakak mau mengajariku aku pasti bisa memuaskan Kakak." Dirga menatap dalam manik yang kemarin malam menariknya untuk melampaui batas.
Hening.
Keduanya hanyut dalam pemikiran masing-masing.
"Kau sudah pernah berpacaran?" tanya Kyara pada akhirnya. Dirga menggelengkan kepala.
"Teman wanitaku memang banyak tapi tak satupun dari mereka yang menarik perhatianku."
"Kau normal?" Ceplos Kyara, ia seakan masih ragu jika remaja yang memangkunya belum pernah berpacaran padahal pemuda itu sangat tampan dan lumayan berada pikirnya.
"Tentu saja. Kakak pikir yang semalam memasuku labirin Kakak pentungah hansip." Dirga memutar matanya jengkel.
Kyara tertawa renyah apa katanya tadi? Dirga menamai miliknya labirin, ish terdengar menggelikan apa lagi dengan sebutan pentungan hansip.
"Ya, ya aku percaya kau normal hanya saja jam terbangmu masih rendah. Tapi wajar saja mengingat kau masih perjaka saat bersamaku semalam."
"Memangnya berapa lama idealnya seorang pria mencapai klimakss saat berhubungan?" Dirga tampak siap mendengarkan.
"Intinya, jika kau ingin pasanganmu ikut menikmati permainan, kau harus ikut aktif bermain menyenangkan pasanganmu. Dan ingat jangan keluar lebih dulu jika pasanganmu belum klimakss."
"Berarti semalam Kakak benar-benar tidak puas denganku." Dirga menundukan pandangannya ia tengah merasa menjadi seorang suami yang gagal.
"Hey jangan bersedih, aku akan mengajarimu agar kau bisa memuaskan wanita. Jadi saat kau memiliki pasangan baru setelah aku mereka akan merasa bangga memiliki teman ranjang sepertimu." Kyara menghibur remaja itu, ia segera berdiri untuk berganti pakaian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trussabsr
2024-02-24
0
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
momong ya kya....
2023-10-12
0
Uthie
Ajarin dehhh tuhhh 😂
2023-02-13
2