Ingin bayi

Kyara bangun pagi, Dirga sudah tidak ada di apartemen mereka. Entah kemana perginya remaja itu. Tampat tidur sebelahnyapun masih rapih mengkin Dirga semalam tidak tertidur di ranjangnya.

Kyara lebih memilih membersihkan dirinya terlebih dahulu.

"Non Kyara, sarapan dulu." tiba-tiba petugas yang selalu membersihkan apartemennya menyuruhnya sarapan, tidak biasanya. Padahal sebelumnya Kyara tidak pernah sarapan di tempat tinggalnya, wanita itu selalu sarapan di kantor bersama ayahnya Arman..

"Tumben Bibi bikin sarapan." Tanya Kyara heran.

"Bukan saya Non, yang membuat sarapan itu pemuda tampan yang juga tinggal di sini."

"Maksud Bibi, Dirga?"

"Ya, Non tadi Den Dirga jiga berpesan jika dia memiliki pekerjaan jadi harus pergi pagi." Kyara menatap meja makan hanya ada dua potong roti di sana, agaknya pria itu tidak pandai memasak sama sepertinya.

Tak ingin menganggurkan dan mengabaikan apa yang telah suaminya buat, Kyarapun langsung melahap roti itu dengan cepat juga dengan segelas susu coklat yang sudah mendingin di atas meja.

"Aku berangkat Bibi." Kyara pamit pada pekerja rumahnya.

"Ya, Nona hati-hati."

Kyara menendarai mobilnya sendiri ke kantornya, mobil mewah dengan edisi terbatas hadiah ulang tahun dari Papinya beberapa bulan yg lalu.

Kyara sudah turun dari mobilnya dengan mengenakan pakaian kerja serta sepatu yang menambah wibawanya sebagai pewaris keluarga Ligth. Kunci mobilnya ia lemparkan pada pihak keamanan yang bertugas.

"Sayang."

Arman sudah menunggu di Lobby dengan asiten Xavier di belakangnya dengan sebuah kotak makan di tangannya.

"Papi." Kyara membuka tangannya dan menghadiahi ayah biologisnya dengan pelukan hangat.

"Ayo keruangan Papi kita sarapan bersama." Arman menuntun putri semata wayangnya memasuki ruangannya.

Xavier mengikuti bos dan putrinya memasuki ruangan.

Kyara tidak begitu akrab dengan asisten Papinya, meskipun mereka pernah menghabiskan malam bersama. Xavier terang-terangan tidak menyukainya terbukti saat setelah malam itu pria itu makin terlihat dingin padanya. Tidak masalah, bagi Kyara tidak terpengaruh dengan itu sama sekali. Asalkan Xavier masih bekerja dengan baik pada Papinya.

Xavier mengundurkan dirinya. Tanpa melirik ke arah Kyara sama sekali, sedangkan Kyara masih tenang menikmati makanan yang di bawa ayahnya.

Meskipun tadi pagi sudah memakan dua potong roti dan segelas susu bagi Kyara ia belum makan sebelum ia memakan nasi, itu sebabnya sang ayah selalu membawakannya sarapan berupa nasi dan lauk pauknya.

"Sayang bagai mana Xavier menurutmu?" Arman membuka suara di tengah kesibukannya makan.

"Maksud Papi apa?"

"Kya,, kau sudah dewasa Papi tak ingin melihatmu terus melajang seperti ini. Banyak pria rekan kerja yang sudah Papi kenalkan tapi sepertinya kau tidak tertarik dengan mereka padahal pria yang Papi kenalkan sangat tampan-tampan dan juga kaya raya. Jadi Papi pikir kau kau berminat dengan Xavier." Arman menyimpulkan seperti itu, bukan tanpa alasan Arman menyimpulkan hal itu tapi memang Armnan kedapatan beberapa kali menanggui putrinya tampak memperhatikan Xavier asistennya.

"Tidak, Pi Xavier bukan tipeku, aku menyikai pria yang hangat bukan pria dingin seperti itu." Kyara berbohong, sebenarnya dulu Kyara sempat tertarik dengan asisten Papinya sayang cintanya bertepuk sebelah tangan, bahkan Pria itu memakinya setelah menghabiskan malam bersama, untung saja tidak tercipta Kyara selanjutnya karna kepintaran dirinya. juga dengan seringnya Kyara melakukan one nigth stand ia sudah tidak tertarik lagi dengan pernikahan.

Di samping itu dia juga tak berniat untuk melukai pemuda malang yang terjebak pernikahan dengannya.

"Kau normal kan sayang?" tanya Arman hati-hati, ia tak ingin jika putrinya menjadi manusia tidak normal seperti dirinya.

Kyara melotot mendengar pernyataan Papinya, ingin sekali Kyara berteriak jika sebenarnya ia sangat normal juga sudah menikah dengan Abegeh yang rupawan yang telah ia nodai.

"Papi pikir aku tidak normal, apa aku terlalu rapat dalam masalah pergaulan bebas?" Kyara malah kembali bertanya.

"Menikahlah Sayang, Papi ingin cucu." Arman menatap teduh putrinya.

"Tenang saja, untuk membuktikan aku normal, aku akan memberikan Papi cucu." Kyara berujar santai ia tidak khawatir sama sekali jika harus memiliki bayi akhir-akhir ini. Lagi pula jika ia memiliki anak tidak masalah selain pernikahannya yang sah di mata negara dan hukum. Juga, jika seandainya Dirga meninggalkan dirinya di kemudian hari Kyara sudah siap membesarkan anaknya seorang diri. Pasti keluarganya akan menyayangi anaknya seperti menyayangi dirinya.

"Aku juga ingin bayi." batin Kyara. Ia bertekad untuk menyudahi kontraseprinya ia membayamgkan anaknya akan sangat rupawan karna calon ayah mereka sangan tampan.

"Sayang nanti malam ikut Papi pergi makan malam bersama keluarga Xavier."

Apa maksudnya? Pikir Kyara.

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

Kyara pasti trauma dengan gagalnya pernikahan ortunya makanya setidak percaya dengan pernikahan

2025-02-23

0

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

russemangat

2024-02-24

0

lihat semua
Episodes
1 Awal pertemuan
2 Mau kamu
3 Keras kepala
4 Deal
5 Calon istri
6 Kurapan kau!
7 Hey jangan bersedih
8 Mengagumi ciptaan Tuhan
9 Bagai mana?
10 Hubungan rumit
11 Wanita beruntung
12 Ingin bayi
13 Sangat setuju
14 Terkejut
15 Calon mantu
16 Kau cemburu?
17 Kau belajar dimana?
18 Maaf, aku tidak bermaksud.
19 Rahasia kita saja
20 Sosok bermata biru
21 Dasar bujangan lapuk
22 Baru calon!
23 Apa kakak berubah pikiran?
24 Kakak I love you
25 Astaga, ceroboh sekali mulutnya.
26 Jangan memarahiku
27 Menikmati kelancangan
28 Akan memantaskan diri
29 Cepat sembunyi
30 Aku mau di sunat
31 Pastikan bentuknya sesuai
32 Balita kolokan
33 Balita kolokan
34 Berhenti memanggilku Kakak.
35 Luruskan dulu
36 Janji?
37 Di bawah ranjang
38 Memikirkan Kyara
39 Roket baru
40 Jangan lakukan apapun
41 Pertahankan apapun milikmu
42 Memanfaatkannya
43 Aku tidak perduli
44 Kedua alasannya benar
45 Semoga kau bahagia Kyara.
46 Rasa tak biasa.
47 Aku akan serakah
48 Tak apa
49 Tidak menjajikan apapun
50 Ingin menciptakan kenangan
51 Limpahi aku dengan cintamu
52 Mari berdoa bersama
53 Dia sudah pintar
54 Jangan menyangkal Sayang
55 Tak ingin gagal
56 Tuhan salah paham
57 Aku Akan menunggumu
58 Kyaraku Hilang
59 Xander Ivarez
60 Pergi Untuk Kebaikannya
61 Terkejut
62 Bekas Luka
63 Jangan Main Pisau!
64 Terima Ini
65 Ceraikan istrimu
66 Kelemahan
67 Kebiasaan Xander
68 Papa Aku Di Sini
69 Monster Kecil
70 Baby
71 Tidak Suka Bercanda
72 Kabooorrr
73 Promooo
74 Silahkan mampir
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Awal pertemuan
2
Mau kamu
3
Keras kepala
4
Deal
5
Calon istri
6
Kurapan kau!
7
Hey jangan bersedih
8
Mengagumi ciptaan Tuhan
9
Bagai mana?
10
Hubungan rumit
11
Wanita beruntung
12
Ingin bayi
13
Sangat setuju
14
Terkejut
15
Calon mantu
16
Kau cemburu?
17
Kau belajar dimana?
18
Maaf, aku tidak bermaksud.
19
Rahasia kita saja
20
Sosok bermata biru
21
Dasar bujangan lapuk
22
Baru calon!
23
Apa kakak berubah pikiran?
24
Kakak I love you
25
Astaga, ceroboh sekali mulutnya.
26
Jangan memarahiku
27
Menikmati kelancangan
28
Akan memantaskan diri
29
Cepat sembunyi
30
Aku mau di sunat
31
Pastikan bentuknya sesuai
32
Balita kolokan
33
Balita kolokan
34
Berhenti memanggilku Kakak.
35
Luruskan dulu
36
Janji?
37
Di bawah ranjang
38
Memikirkan Kyara
39
Roket baru
40
Jangan lakukan apapun
41
Pertahankan apapun milikmu
42
Memanfaatkannya
43
Aku tidak perduli
44
Kedua alasannya benar
45
Semoga kau bahagia Kyara.
46
Rasa tak biasa.
47
Aku akan serakah
48
Tak apa
49
Tidak menjajikan apapun
50
Ingin menciptakan kenangan
51
Limpahi aku dengan cintamu
52
Mari berdoa bersama
53
Dia sudah pintar
54
Jangan menyangkal Sayang
55
Tak ingin gagal
56
Tuhan salah paham
57
Aku Akan menunggumu
58
Kyaraku Hilang
59
Xander Ivarez
60
Pergi Untuk Kebaikannya
61
Terkejut
62
Bekas Luka
63
Jangan Main Pisau!
64
Terima Ini
65
Ceraikan istrimu
66
Kelemahan
67
Kebiasaan Xander
68
Papa Aku Di Sini
69
Monster Kecil
70
Baby
71
Tidak Suka Bercanda
72
Kabooorrr
73
Promooo
74
Silahkan mampir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!