"sayang" ucap Jho
"emm" saut Anna yang sedang mencuci piring bekas makan mereka.
tiba tiba saja Jho beranjak dari tempat duduk nya dan menghampiri Anna, tapi yang bikin Anna terkejut karena Jho memeluk nya dari belakang.
"astaga.. kamu!" Anna terkejut.
"kamu kenapa?" tanya Anna bingung dengan sikap Jho yang seperti manja tidak biasanya.
Jho menggeleng kepala dan tidak menjawab pertanyaan Anna.
"kamu ada masalah" ucap Anna yang sudah selesai mencuci piring dan berbalik menghadap Jho.
"astaga... ayolah jangan bikin aku khawatir" ucap Anna lagi karena Jho tidak menjawab semua ucapan Anna dan hanya menggeleng kepala.
Jho melepaskan pelukan nya dan pergi kearah ruang tamu, dan diikuti oleh Anna.
"kamu kenapa?? jangan diam gitu sayang kan aku jadi bingung sendiri" ucap Anna
"kemarin aku bermimpi" ucap Jho perlahan lahan.
"aku bermimpi kita berpisah dan kamu menikah dengan yang lain." ucap Jho.
"hahahah.... ya ampun" Anna tertawa mendengar ucapan Jho.
"ternyata kamu galau karena mimpi.. hahahah..."
"tapi itu bisa saja jadi nyata Anna" ucap Jho serius.
"ok ok.. aku paham dengan perasaan mu sekarang.. tapi lihat saat ini aku ada dihadapan mu." Anna.
"Anna" ucap Jho
"dulu sebelum ibu ku meninggal, aku bermimpi kami berpisah dan itu terjadi nyata" ucap nya lagi.
"dan aku takut Anna" ucap nya lagi.
"Jho tenang lahh.. aku akan disini bersama mu" ucap Anna dan langsung memeluk Jho.
"aku juga takut kehilangan mu." lanjut Anna lagi.
keesokan nya cindy datang menemui Anna ke apartemen nya.
"sebentar." ucap Anna yang sedang berpakaian karena habis mandi.
"ceklekk" suara pintu.
"bisakah sedikit lebih cepat jika membuka pintu" ucap cindy kesal...
"hiyaa.. lihat lahh wajah mu semakin lama semakin keriput" ucap Anna.
"hei... apa maksud mu" tanya cindy yang tidak terima ucapan Anna
"makanya berhenti lah marah marah sahabat ku... itu akan mempengaruhi wajah mu" ledek Anna.
"hari ini kamu tidak ke kampus kan" tanya Cindy.
"kenapa?" tanya Anna balik.
"jawab dulu pertanyaan ku heii." ucap cindy.
"hahhaa... astaga... mungkin kesabaran mu setipis tisu yang dibagi dua." ucap Anna.
"hhhaa kamu pikir aku melawak makanya kamu tertawa" ucap cindy.
mereka berdebat saja terus, apalagi di tambah dengan Davin mungkin mereka bisa seharian berdebat.
sekitar pukul 10 Anna dan Cindy berangkat ke kampus Anna hanya sekedar memberikan tugas nya pada dosen. karna Anna tidak ada jadwal kelas hari ini, saat Anna hendak ingin menemui dosen tiba tiba seseorang sengaja mencekal kaki Anna hingga membuat Anna terjatuh.
"aduhhh..." ucap Anna yang kesakitan.
"upss sorry yaa" ucap seseorang yang sengaja mencekal kaki Anna dan langsung pergi tanpa membantu Anna berdiri.
"aduhhh sakit... " ucap nya lagi karna seseorang menjambak rambut nya.
"ohhh kamu bisa merasakan sakit juga yaa" ucap Cindy yang menjambak rambut wanita itu. karena tidak terima sahabat nya di tindas.
"siapa kamu... lepas rambut ku sialan" ucap nya sambil mencoba melepas kan tangan Cindy dari kepala nya.
"maka minta maaf lah pada nya" ucap Cindy yang sudah melepaskan tangannya dan mendorong nya kuat hingga terjatuh. dan itu menjadi pusat perhatian.
"Cindy sudahh.. lihat lah kita sudah di pertontonkan." ucap Anna mencoba meredakan situasi.
"diam lah Anna biar aku yang urus dia." ucap Cindy.
"heii kenapa diam saja cepat minta maaf padanya atau kamu mau aku hajar" ucap Cindy.
"aku tidak akan pernah minta maaf pada wanita ****** sepertinya." ucap nya angkuh yang sudah bangkit berdiri.
"plakkkk" suara tamparan yang sangat keras di pipinya.
"astaga cindy cukup... kamu akan terkena masalah." ucap Anna
dan orang orang sudah pada ramai mengerumuni disana, ada juga yang sambil merekam. Davin yang melihat banyak orang berkumpul membuat penasaran dan menghampiri keramaian itu.
"ini ada apa" tanya Davin.
"tidak tau broo.. tapi sepertinya ada 3 orang wanita sedang berkelahi." ucap nya
"Anna??" tiba tiba Davin terfikir sma Anna, dan langsung berlari. karna Davin tau jika banyak perempuan dikampus ini tidak menyukai Anna dan menganggap Anna sebagai wanita penggoda dan pelacur yang akan mendekati pria pria kaya.
"Anna?" ucap Davin yang melihat ada Anna yang berdiri disana.
"ini ada apa Anna" ucap Davin yang sudah menghampiri Anna.
"apa kamu bilang... dia ******... kamu yang ****** dasar sampah" ucap Cindy kelas dan sangat marah.
"Cindy??, kenapa ada dia disini" tanya Davin pada Anna.
"Davin diamlah... tolong tenang kan Cindy sebelum semuanya tambah ruwet" ucap Anna.
"cepat minta maaf atau aku akan melakukan lebih dari yang tadi" teriak cindy.'
"apa kamu tuli.. cepat minta maaf" ucap Davin yang ikut ikutan tujuan untuk segera menyelesaikan nya meski Davin tidak tau alur ceritanya.
"ada apa ini" ucap dosen yang baru saja tiba dan melihat kejadian itu.
"pakk tolong saya... saya di aniaya." adu wanita yang membuat Anna itu terjatuh.
"lihatlah bukan lahh tadi kamu begitu keras kepala tapi sekarang tiba tiba kamu memelas dihhh dasar sampah." ucap Cindy blak blakan.
"mari kalian ikut ke ruangan ku.. kalian sungguh memalukan." ucap dosen itu.
sementara orang orang sudah bubar, pertunjukan nya akhirnya selesai. dan Anna Cindy Davin dan wanita itu mengikuti langkah dosen itu ke ruangan nya.
"siapa wanita yang galak itu.. aku tidak pernah melihat nya dsini" ucap seseorang.
"iya juga yaaa. dan sepertinya dia dekat dengan Anna dan Davin." ucap yang lainnya.
mereka mulai lagi menggibah dan menjadi topik dalam seharian itu.
"apakah kalian sungguh tidak punya moral dan ribut diluaran sana." ucap dosen itu.
"tapi dia dulu yang mencekal kaki Anna dan membuat nya terjatuh.. udah itu tidak minta maaf malah mengatai Anna ******" ucap Cindy langsung keburu dipotong wanita itu.
"bukan pakk... itu tidak benar dia hanya memfitnah ku" ucap wanita itu.
"fitnah kamu bilang." ucap Cindy sambil menghampiri wanita itu. dan mencoba menjambak rambut nya.
"sudahh sudah." ucap dosen itu yang menghadang langkah Cindy dan kini mereka saling memandang karna mereka saling berhadapan.
"aku sudah melihat rekaman cctv nya, kamu cepatlah minta maaf" ucap dosen itu membelakangi wanita itu dan masih berhadapan dengan Cindy.
"ayooo minta maaf" ucap Cindy geram.. karna wanita itu hanya diam meski sudah kepergok.
"tenanglah..." ucap dosen itu.
"cihhh dasar sampah..." ucap Cindy.
"aku minta maaf anna, dan aku tidak sengaja melakukannya " ucap wanita itu.
"tidak sengaja..." ucap Cindy yang semakin emosi.
"minta maaf lah yang benar... atau kamu mau aku skors satu bulan" ucap dosen itu.
"jangan pak... saya akan minta maaf. aku minta maaf anna, aku tidak akan melakukan nya lagi. " ucap nya
"baiklah..." ucap Anna lembut.
"jangan pernah mengulangi nya lagi, pergilah." ucap dosen itu.
"baikk terimakasih pak" ucap nya lalu pergi.
Cindy langsung ikut keluar dan mencoba mengejar wanita itu.
"maaf pak sudah mengganggu bapak, kami permisi" ucap Davin dan Anna lalu keluar mengejar Cindy.
"ckckck... dasar anak jaman sekarang temperamen nya sangat buruk" ucap dosen itu mengarah pada Cindy.
"kemana larinya wanita itu" ucap Cindy yang tidak menemukan wanita itu lagi.
"sudahlah cindy biarkan saja.. ayo" ucap Anna.
"kalian mau kemana?? apa aku boleh ikut." ucap Davin.
karena kedua nya diam saja, Davin akhirnya memutuskan untuk mengikuti mereka. dan yang lainnya hanya memandangi mereka dan bertanya tanya tentang siapa wanita yang bersama Anna dan Davin itu.
mereka pergi ke tempat cafe untuk makan siang dan mencairkan keadaan yang tadi sempat membeku.
"Anna kamu jangan mau di tindas kek tadi dehh.. jangan bego" ucap Cindy masih kesal.
"sudahh sudahhh jangan lagi dibahas ini kita mau makan" ucap Anna mengalihkan pembicaraan.
"lagian aku ada Davin dikampus kok.. yang bisa aku andalkan." ucap Anna sambil melirik kearah Davin
"emm itu benar. biasanya kalau Anna ada masalah aku yang membereskan." ucap Davin membanggakan dirinya
"ckckck..." kesal Anna karena tidak bisa melawan keduanya karena Anna dan Davin saling membela.
setelah selesai makan Davin pamit duluan karena di hubungi oleh teman teman nya untuk beain futsal. sedangkan Anna dan cindy memutuskan untuk berjalan jalan sebentar lalu setelah sore Anna pulang diantar cindy dan cindy langsung pamit pulang tanpa mampir.
ting.. nong... ting... nong...
"siapa yang datang bertamu kesini" tanya Anna bingung. karna tidak ada yang mengetahui alamatnya selain Cindy dan kekasih nya.
"ceklekk." suara pintu terbuka.
"Davin?" ucap Anna
"Anna?? kenapa kamu?" tanya Davin bingung, ini apartemen kakaknya tapi malah temannya yang membuka pintu
"harusnya aku yang bertanya kamu tau dari mana alamat ku" ucap Anna sambil mempersilakan masuk.
"maksud kamu, kamu tinggal disini na?" ucap Davin.
"ya seperti yang kamu lihat." ucap Anna.
"tunggu.. tunggu.... jangan bilang pacar yang selalu kamu ceritain ke aku dan yang kamu katakan kamu tinggal di apartemen pacarmu itu." ucap Davin
"ada siapa sayang" tanya Jho yang baru pulang dari kantor, awalnya Jho langsung masuk ke apartemen nya yang baru disebelah Anna tinggal, tapi Jho mendengar ada suara laki laki di tempat Anna dan langsung menghampiri nya.
"sayang??" tanya Davin semakin penasaran
"Davin kamu sedang apa disini." tanya Jho.
"kalian saling kenal" tanya Anna lagi.
"dia kakak ku yang aku ceritakan tinggal di gedung ini" jelas Davin.
"kakak?? maksud kamu kalian saudara?? bukan.. maksud kakak beradik?" tanya Anna yang bingung.
"Anna dia adik ku" ucap Jho.
"jadi selama ini yang kamu ceritakan soal pacar mu ini naa? kak Jho... astaga...." ucap Davin yang masih tidak percaya
"vin.. apa yang ketahui jangan sampai ayah dan ibu tau kamu paham. aku hanya tidak ingin mereka mengetahui nya sekarang." ucap Jho.
"dan lagi ini sudah bukan apartemen ku.. aku tinggal disebelah. marii jangan mengganggu nya." ucap Jho langsung menarik Davin.
Anna yang masih tidak percaya apa yang sebenarnya, dan masih kebingungan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Djo M
Nah lho...hehehe
2023-09-09
0