setelah beberapa bulan berlalu setelah Anna pindah ke apartemen dan tanpa ada masalah. bahkan Anna bisa membagi waktunya kuliah dan juga sebagai asisten nya Jho .juga Anna begitu semangat bekerja dan tak pernah berniat dan meminta untuk libur bekerja.
"kak Jho" ucap Anna yang menunggu Jho menjemput nya untuk bekerja. karena mereka sudah menyepakati untuk berangkat bersama ke kantor.
"hari ini kamu cantik sekali" ucap Jho yang terpana melihat Anna.
"dan juga bajunya juga sangat cocok kamu kenakan" ucap Jho lagi.
"tapi lain kali jangan pakai gaun ya. takut jadi pusat perhatian nanti" ucap Jho lagi penuh perhatian.
deg... deg... deg...
Anna yang mendengarkan ucapan jho berdebar debar membuat nya ingin menghilang, dan kini pipi anna juga sudah seperti tomat yang menempel wajah nya.
"astaga Anna kamu sungguh konyol sekali. ayo ayoo anggap saja kak Jho hanya menggurau ." ucap Anna dalam hati.
"imutt" batin Jho.
Makan siang
"pak waktunya makan siang" ucap Anna. karena posisinya sedang di kantor mereka menggunakan bahasa formal.
"yaa baikkah, Anna tolong bantu rapikan yang ini" ucap Jho
"hah" Anna terkejut karena Jho berbahasa seperti biasanya diluar.
"(tersenyum) disini tidak ada orang" bisik Jho. dan ingin tertawa melihat reaksi lucu Anna seolah mereka sedang bermain petak umpet.
"tapi kak, gimana kalau ada yang mendengar" bisik Anna lagi.
"hahahah" Jho akhirnya tertawa melihat reaksi Anna yang polos.
"kak sttt" tiba tiba Anna menutup mulut Jho dengan kedua tangan nya, sedangkan Anna melihat kearah jendela dan pintu takut ada yang mendengar pembicaraan mereka.
Jho yang melihat Anna dengan seksama karena tepat di depan matanya dan jarak mereka hanya satu jengkal tangan.
"cantikk" batin jho. dan membiarkan Anna tetap dengan posisinya karena sejujurnya Jho juga tertarik dengan Anna.
"maaf... maaf... pak saya terlalu lancang" ucap Anna yang tidak sadar dengan perbuatan nya yang menutup mulut Jho dengan tangan nya sendiri.
Jho semakin tertawa karena tidak tahan dengan tingkah lucu dan polos Anna. sampai sampai Jho menahan perutnya karena kesakitan tertawa, dan Anna kebingungan melihat bosnya itu tertawa tanpa alasan menurut nya.
"astaga Anna kamu polos sekali. ini tuh ruangan kedap suara. jadi orang luar tidak akan bisa mendengar percakapan kita. sebaliknya juga kita tidak bisa mendengar suara dari luar" ucap Jho yang sudah tidak tahan lagi dengan keluguan Anna
"benarkah??" ucap Anna terkejut.
"ya Anna" ucap Jho
kemudian mereka pergi untuk makan siang.
"mungkin untuk satu minggu kedepan kamu tidak usah kekantor." ucap Jho membuka pembicaraan saat makan siang.
"kenapa kak?" tanya Anna.
"aku dan Eric(sekretaris) akan pergi keluar kota" ucap Jho
"ahhh... soal proyek baru itu" Anna.
"yappp benar. aku ingin lihat sendiri gimana perkembangan nya disana" Jho
"baiklah kak." ucap Anna
ke esokan harinya Anna sudah mendapat pesan singkat berupa foto tiket penerbangan dari pangeran tampannya.
"siapa pagi pagi begini ngirim pesan" Anna
"kak Jho sudah berangkat." ucap Anna dengan nada sedikit sedih karena dalam waktu seminggu dia tidak bertemu dengan pujaan hati nya.
sesungguhnya Anna sudah menaruh hati pada Jho, namun dirinya sangat merasa kecil hati dan minder karna menurut nya dia tidak layak untuk mendapatkan sosok seperti Jho.
Kemudian Anna memikirkan acara apa yang cocok untuk mengisi waktu kosongnya selama satu minggu kedepan.
ke kampus untuk pendalaman materi dan mengumpulkan tugas tugas.
*apalagi yaa... hmmm ingin bermain tapi aku tidak punya teman" batin Anna
"Davin!!" tiba tiba Anna kepikiran sama Davin.
kemudian Anna membuka ponsel nya dan mencoba menghubungi Davin, namun karena Anna tidak sadar yang dia hubungi malah Jho.
"nomor yang anda tuju sedang tidak aktif bla bla bla"
"ehh" Anna bingung kenapa nomor davin tidak aktif dan melihat kembali ponselnya dan terkejut melihat layarnya ternyata jho bukan davin.
"astaga Anna!" ucap Anna panik.
sesampai Anna di kampus langsung mencari sosok Davin. orang orang yang sudah melihat Anna tidak penasaran dan tidak berani lagi mengganggu setelah ada kejadian dimana sekelompok geng ciwi ciwi yang iri terhadap Anna dan mereka mencoba melukai Anna namun langsung dikeluarkan dari kampus.
dan tak butuh waktu lama bereka langsung bertemu, Davin juga yang sampai dikampus.
"vin" panggil Anna.
Davin yang mengenal suara itu langsung menoleh kebelakang.
"Anna, astaga aku merindukan mu" ucap Davin
"ckk." kesal Anna lalu memukul bahu Davin.
"(tersenyum)" Davin hanya tersenyum dan Davin.
"kak Jho... gimana bisa senyuman mereka bisa sama" batin Anna yang melihat senyuman Davin mirip dengan Jho.
"astaga Anna apa yang kamu pikirkan, wajah orang saja bisa mirip meskipun tidak saudara apalagi senyuman dan kenapa kamu trus memikirkan nya." umpat nya lagi dalam hati karena terlalu memikirkan pujaan hatinya.
kemudian Davin mendorong bahu Anna dengan bahunya, membuat Anna hampir terjatuh padahal Davin mendorong nya begitu pelan. namun dikarenakan Anna melamun jadi kehilangan keseimbangan, dan untung nya Davin langsung memegang tubuh Anna agar tidak terjatuh.
"plakk" lagi lagi Anna menabok bahu Davin.
"jika saja tadi aku jatuh maka kamu tidak akan selamat. hmmm apa kamu sudah ingin mati" ucap Anna.
"hahaha.... ayolah Anna aku tidak sengaja dan juga tubuhmu saja yang lemah tidak tahan banting" ucap Davin bercanda.
"ohhh kamu nantangin yaa" ucap Anna lagi.
Meraka memang sudah dekat tapi hanya sebatas teman dan Davin begitu senang berteman dengan Anna yang terlalu lugu. Anna juga begitu bisa berteman dengan Davin, yang kelihatan dari luar seperti bad boy namun nyatanya tidak.
begitu Anna selesai kelas karna hanya sebentar saja dan ingin ke perpustakaan tiba tiba ponselnya berdering, namun tidak didengar.
"Na.. ponsel mu tu angkat" ucap Davin.
"hahhh... aku tidak mendengar nya." ucap Anna lalu mengambil ponsel dari tasnya.
"hallo kak" ucap Anna.
"ya hallo" ucap Jho yang menghubungi Anna
"yaa ada sesuatu yang penting kak" saut Anna lagi.
"tadi kamuu" Jho
"ahh yang tadi pagi ya kak. hmmm itu cuman mau bilang hati hati tapi kakak sudah tidak aktif lagi." ucap Anna gugup dan berbohong mencari alasan.
"baiklah Anna terimakasih perhatian nya." ucap Jho, namun disana Jho sudah baper mendengar ucapan Anna.
"ohh ya ini kamu lagi dimana. sepertinya di keramaian?" tanya Jho
"iya kak ini aku lagi di kampus" Anna.
"baiklah Anna. kalau begitu kamu juga hati hati ya disana." ucap Jho
"OK kak" ucap Anna lalu tersenyum bahagia setelah telepon nya terputus.
"hmmm pasti dari gebetan nya yaa!" ucap Davin.
"sok tau." balas Anna.
keesokan harinya Anna juga Davin sudah janjian bakalan berlibur ke sebuah pantai, karena Anna kosong kelas hari ini juga Davin.
"kak hari ini aku akan bermain ke pantai dengan temanku Davin" isi pesan Anna ke Jhonatan
"ok nikmati lah dan tetap harus hati hati" balasan dari Jho.
Anna senang karena Jho langsung membalas pesannya, yang awalnya ragu untuk mengirim nya. dan disana juga Jho sangat senang Anna memberi kabar tentang kegiatan Anna. juga Jho tidak khawatir karena Anna pergi bersama adiknya.
kemudian Anna sudah menunggu Davin didepan gedung apartemen nya.
"masuklah nona" ucap Davin yang sudah membukakan pintu mobil nya.
"astaga Davin kamu bikin aku terkejut." ucap Anna yang tidak menyadari kehadiran Davin karna terlalu memikirkan Jho.
kemudian mereka berangkat, dan hanya menempuh perjalanan satu setengah jam saja dan mereka sudah sampai. Mereka terlalu asik bermain dengan ombak pansir dan batu batu karang yang ada disana.
Davin yang merekam kegiatan mereka dengan kamera yang sudah dia siapkan, dan sesekali mengambil foto Anna diam diam.
Tiba tiba saja seseorang memperhatikan Anna dari jauh dan menghampiri Anna.
"Livy"
Anna terkejut mendengar seseorang memanggil nya dengan nama aslinya dan menoleh kearah sumber suara.
"benar... kamu Livy kan?" ucap nya lagi dengan senang
"kamu siapa???" tanya Anna bingung dan sepertinya tidak mengenal orang ini.
"astaga mungkin kamu sudah tidak kenal aku, aku cindy." ucap Cindy
"Cindy... Cindy..." Anna mencoba mengingat dan
"Cindy!!! kamu cindy..." ucap Anna yang sudah mengingatny.
"astaga kamu berubah drastis cin.. kamu makin cantik sekarang bahkan sampai aku tidak mengenal mu." ucap Anna
Cindy langsung memeluk Anna dan menangis karena meraka sudah begitu lama tidak bertemu.
"kamu juga semakin canggung vy" ucap cindy.
"Livy???" ucap Davin yang kebingungan mendengar panggilan Anna
"ahhh vin itu nama ku sewaktu di panti." ucap Anna
"kamu mengubah nama vy?" tanya cindy.
"ahh iya cin" jawab Anna.
"kenapa???" tanya cindy penasaran
"lupakan lah nanti bakal aku ceritain. coba sekarang gimana kabar kamu, dan dimana kamu tinggal." ucap Anna
"vinn kenalin ini teman aku namanya cindy, dan cin ini teman aku namanya Davin." ucap Anna lagi
kemudian mereka bersalam dan kini cindy dan Anna tidak lepas sedetik pun karena mereka masih begitu sangat rindu. Davin yang kini profesi nya sebagai fotografer😂, dan akhirnya mereka akan berpisah karna akan pulang ketempat masing masing.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Djo M
Thor apa davin gak curiga ya saat jemput anna di apartemen , kan itu punya kakaknya ?
2023-09-09
0