Anna yang malang

Setelah beberapa waktu mereka sibuk dengan aktifitas nya masing masing, kini jam istirahat sudah tiba. Jho yang tidak sabaran untuk bertemu Anna dan langsung menghubunginya, dan mereka sudah memutuskan untuk bertemu disuatu tempat.

"kak Jho.." panggil Anna yang sudah tiba duluan karna dekat dengan kampusnya.

"sudah lama ya menunggu" balas Jho.

"tidak kok kak, baru 5 menitan sih, belom lama." sambung Anna

Kemudian Jho mengangkat tangan sebagai kode memanggil pelayan ditempat tersebut.

"silahkan, mau pilih menu apa Tuan, Nona." ucap pelayan.

"saya mau pesan menu yang paling spesial disini, untuk dua porsi ya!" ucap Jho "kalau minuman nya??,, kamu mau minum apa Anna?" tanya Jho..

"aku.. ohhh.... apa aja terserah kak Jho aja." balas Anna sedikit gugup.

"baiklah, saya mau pesan ini aja, dua yaa" ucap Jho ke pelayan.

"baikk terimakasih, mohon ditunggu ya." ucap pelayan itu ramah.

Setelah pelayan itu meninggal kan mereka suasana nya kembali hening dan canggung. Anna yang bingung harus bilang apa, dan Jho sedang mencari topik pembahasan.

"gimana tadi ka...". Jho.

"kak soal kema..." Anna

Mereka langsung mengeluarkan suara bersamaan.

"kamu dulu Anna" ucap Jho

"tidakk.. tidak.. kak Jho aja duluan." balas Anna yang sudah mulai gugup.

"tadi kelasnya gimana, ada yang bermasalah?" tanya Jho

"semua baik baik saja kak." balas Anna.

Kemudian tiba tiba ponsel Jhonatan berbunyi, membuat suasana hening. Jho yang melihat ponselnya ternyata dari bawahannya yang disuruh nya untuk mencari informasi tentang Anna.

"kenapa dimatikan kak, siapa tau itu penting." ucap Anna yang melihat jho mematikan ponsel nya.

"ini tidak penting kok Anna, paling cuman informasi laporan. nanti setelah dikantor bisa dibicarakan." balas Jho, namun pikiran nya sedang menebak nebak kenapa bawahannya menelpon.

Kemudian pesanan nya datang, lalu mereka menikmati hidangan nya. Anna begitu senang melihat makanan begitu banyak di meja, dan begitu lahap.

"kak Jho ini enak banget!" ucap Anna sambil mengunyah makanan yang di mulutnya.

"maka mari kita menghabiskan nya Anna" balas Jho. "dia begitu lucu" batin jho yang memperhatikan Anna yang sedang makan.

"kak Jho, aku tidak pernah makan makanan seenak ini" ucap Anna lagi, dengan polosnya.

"benarkah?? kalau begitu aku akan sering mengajak mu kemari!" jawab Jho membuat Anna terkejut.

"uhukk.. uhukk.." Anna tersendat mendengar perkataan Jho.

"kitakan sudah berteman, maka tidak salah jika aku sering mengajak seorang teman untuk makan kan" terang Jho supaya Anna tidak salah paham.

Kemudian jho melihat kearah Anna, dan melihat ada sedikit saus yang berserakan di dekat bibir Anna, kemudian langsung mengambil tisu dan melapnya. Lagi lagi Anna terkejut, dan membuat mata mereka beradu.

deg... deg...deg... suara jantung Anna yang sudah tidak terkontrol, dan pipinya sudah memerah, kepalanya hampir ingin meledakk.

"Oh Tuhan, apa apaan ini, dia tampan sekali juga baikk. bisa bisa aku jatuh hati padanya" isi pikiran Anna.

"kenapa dia begitu imutt." isi pikiran Jho yang melihat pipi Anna memerah.

Setelah beberapa waktu, mereka selesai menikmati makan siang. Mereka kembali hening lagi.

"apa kamu masih ada kelas Anna?" ucap Jho memecahkan keheningan itu.

"tidak kak,, tapi biasanya aku ke perpustakaan untuk belajar." balas Anna.

"bukankah kak Jho harus kembali ke kantor lagi, tidak masalah jika kak Jho pergi duluan. lagian kampus ku dekat, jadi kak jho gak perlu repot buat ngantar." Anna langsung mengerti saat melihat Jho melirik arlojinya.

"baiklah Anna, aku pamit lebih dulu, tapi Anna bisakan kita lain waktu bertemu kembali." ucap Jho.

"seperti yang sudah pernah aku katakan kak Jho jika takdir mempertemukan kita maka kita akan bertemu." balas Anna

"baiklah Anna,, aku senang kamu bisa bisa menemani ku makan siang. dan aku harap jika kita dipertemukan takdir kembali kita bisa berteman baik." ucap Jho

"baiklah kak Jho, semoga kita bertemu kembali!" ucap Anna. "ahh hampir lupa.. makasih kak buat makanan nya, jika nanti kita bertemu lagi maka aku yang akan membayar makanannya." sambung Anna lagi.

Mereka akhirnya kembali pada kesibukan nya masing masing, Anna kembali ke kampus lagi untuk belajar di perpustakaan, karna hanya disana dia bisa fokus belajar dan mempelajari materi materi yang sudah di terapkan oleh dosennya.

sedangkan Jhonatan kembali ke kantornya dengan terburu buru karena mungkin anak buahnya akan memberikan informasi tentang Anna.

Perpustakaan.

deg...deg...deg...

"kenapa aku kepikiran kak Jho terus sihh, mana aku selalu degdegan kalau memikirkan nya. mana dia baik banget, ganteng.. yahhhh Tuhan kenapa aku trus memikirkannya yang bahkan tidak pantas untukku, aku yang mungkin pantas sebagai pembantu nya saja." Anna tidak fokus untuk belajar dan hanya duduk termenung, pikiran dan hatinya sedang berperang. Yang mungkin hatinya sudah mulai bersemi semi sedangkan pikiran nya mencoba melupakan nya karna mustahil jika dia bisa mendapatkan Jho.

Kantor Jhonatan.

Sesampai nya Jho di kantor, karyawan yang melihat nya menundukkan kepalanya tanda menghormati. Jho langsung masuk ke ruangan nya dimana anak buahnya sudah menunggu nya didalam.

"bagaimana hasilnya?" tanya Jho.

"ini Tuan berkas nya!" ucap nya sambil menyerahkan amplop yang berisi data tentang Anna.

Begitu Jho membuka dan melihat agak sedikit heran, kenapa namanya berbeda, dan juga tidak ada data data tentang keluarga nya.

"darimana kamu mendapatkan informasi ini?" tanya Jho.

"awalnya aku mencari informasi nya yang sesuai dengan KTP nya tuan, dan ternyata dia mengubah namanya. Dan saya nengetahui itu dari teman saya yang bekerja dikantor sipil Tuan. kemudian saya meminta data nya yang lama dan mencoba pergi ke alamatnya di panti asuhan tuan. Menurut ibu panti asuhan itu katanya dia di tinggalkan begitu saja oleh orangtuanya. jelasnya panjang lebar.

Jho yang mengamati ucapan bawahannya itu sesekali mengingat kejadian dimana Anna di opname yang mengigau menyebutkan jangan tinggalkan Livy ibu, Livy takutt ayahhh..

"sudah berapa lama dia tinggal di panti?" tanya Jho lagi.

"9tahun Tuan, sejak umur 9 tahun juga dia ditinggalkan oleh orang tuanya. Dan ibu panti bilang Anna dulu memiliki data tentang keluarga nya tapi dibakar olehnya saat ingin keluar dari panti Tuan." jelasnya lagi.

Jho yang mendengar penjelasan dari bawahannya itu ikut emosi, dan merasa iba melihat Anna.

"malang sekali nasib mu Anna, ternyata anak seceria kamu memiliki kehidupan kelam, dan menutupi dengan senyuman." isi pikiran Jho

"aku berjanji akan memberi mu kehangatan yang tidak diberikan oleh orang tuamu." batin Jho.

"astaga... kenapa bisa aku bicara begitu dalam hati.." isi pikiran jho yang terkejut dengan kata hatinya itu.

"Tuann." panggil bawahannya itu sambil melambai kan tangannya kehadapan Jho, karna sedari tadi sudah dipanggil panggil tapi tidak disaut.

"ahh.. iyaa. ada lagi yang lain.! ucap Jho yang tersadar dari lamunannya

"justru saya yang bertanya tuan, apakah ada lagi yang saya kerjakan!" jawab bawahannya.

"sudahh, tidak ada lagi" Jho

"baiklah Tuan kalau begitu saya permisi." langsung pergi.

Lagi lagi Jho memikirkan tentang Anna yang dimana pas di opname, Anna memanggil nya dan berkata "orangtuaku" mungkin dia lagi rindu orangtuanya pikir Jho.

.Sedangkan bawahan Jho yang baru saja keluar dari ruangan Tuan nya bertanya tanya, dengan seribu pertanyaan.

"anehh.. tidak biasanya tuan begitu."

"biasanya dia tidak peduli dengan orang orang, bahkan saudara nya saja dia masa bodo kecuali tuan Davin."

"apakah wanita itu buronan?, tapi tidak mungkin,, tapi bisa saja,, tapi tidak mungkin juga tidak."

Karena sibuk dengan pertanyaan pertanyaan yang timbul di ubun ubun nya hingga menabrak seorang karyawan disana.

Episodes
1 prolog
2 kehidupan baru
3 Kehidupan baru 2
4 pertemuan 1
5 merindukan ayah & ibu
6 Berteman
7 pertemuan 2
8 Anna yang malang
9 Masalah 1
10 masalah 2
11 Tempat tinggal baru
12 12
13 Bertemu teman lama
14 bersama sahabat
15 sitampan dan sicantik
16 ciuman pertama
17 Berjanji
18 siapa Albert?
19 Ternyata.
20 Bahagia
21 bertemu Selena ibunya
22 Depresi Anna
23 Wanita gila
24 Sang mantan
25 kegabutan cindy
26 membuat onar
27 27
28 kekasihnya dan mantannya bertemu
29 Bingung
30 Penjelasan
31 rencana chelsea
32 32
33 Anna tertusuk
34 34
35 35
36 Cindy patah hati
37 Cindy dan Gabriel
38 Cindy dan Gabriel 2
39 persiapan magang
40 permasalahan Anna
41 Hari bahagia
42 Hari kerja
43 perdebatan
44 pertemuan
45 Selena ibuku
46 kebingungan
47 Berdebat dengan ibuku
48 Anna ingin mengakhiri
49 mencari Anna
50 Kecelakaan Selena
51 Ternyata kamu juga Putrinya
52 Tuan Aaron
53 Anna pergi
54 Anna pergi 2
55 Anna dijodohkan
56 Anna setuju
57 perpisahan sesungguhnya
58 mansion Edward
59 bertemu setelah berpisah
60 Rencana ipar dan calon mertua
61 memilih gaun pengantin
62 Ziva kekasihnya
63 pernikahan
64 masa lalu
65 mertua dan Menantu
66 Tuan Edward meninggal
67 kericuhan
68 pemakaman
69 Calon pewaris
70 Berdebat dengan Adryan
71 Anna dibebaskan
72 Anna pindah kamar
73 Ziva hamil
74 Ziva dengan seorang pria
75 perjamuan malam
76 Inez dan Anna bermain
77 kecurigaan Liora
78 tertarik dengan Anna
79 kekhawatiran Ziva
80 interogasi
81 menjebak Adryan
82 malam pertama Anna
83 keluar bersama kakak ipar
84 Anna hamil
85 Liora mulai bereaksi
86 Anna Depresi
87 makan mie instan bersama
88 Masa kecil.
89 mual mual (ngidam)
90 Tidak suka aroma parfum
91 Anna dan Adryan
92 Misi Liora
93 menggantikan sekretaris
94 Anna ketahuan hamil
95 Ziva melahirkan
96 Bima akan mengungkapkan kebenaran
97 kecelakaan Liora dan Bima
98 Ziva pergi bersantai
99 seperti suami istri yang saling mencintai
100 ketahuan paparazi
101 Ziva menyemprot racun tanaman Anna
102 Ziva menduga Anna menggunakan guna guna
103 Proses pencarian Livy
104 Keributan Anna dan Ziva
105 menenangkan pikiran
106 Adryan marah
107 Anna mendapatkan kabar ayahnya.
108 Bima tau siapa Livy
109 perhatian Bima
110 surat perceraian
111 Liora siuman
112 Anna dan kepala pelayan kecelakaan
113 kecelakaan 2
114 kecelakaan 3
115 Selena dan masa lalunya
116 Masa lalu 2
117 kisah romantis
118 masa lalu 3
119 Masa lalu 4
120 Anna siuman
121 Mencurigai Ziva
122 Anna pulang
123 perubahan Anna
124 Perubahan Anna 2
125 Anna dan kepala pelayan.
126 Pertama bekerja
127 Cemburu Ziva
128 Cemburu Adryan
129 Adryan mabuk
130 Memeluk Livy
131 menggantikan Ziva
132 membujuk Ziva
133 Kalung permata yang indah
134 berkunjung kerumah Eric
135 Bima datang menemui Livy
136 Ziva dan segala kekhawatiran nya
137 khawatir Ziva 2
138 mengajak Anna pulang bersama
139 Kecemburuan suami
140 Ciuman diruangan kantor
141 Berdiskusi dengan Ziva
142 Pernyataan cinta dari sang Suami
143 Eric menolong Anne
144 Anna cemburu
145 Anna meminta kepastian
146 Adryan berbuat onar
147 Anna diculik
148 Kecelakaan Anna dan Ziva
Episodes

Updated 148 Episodes

1
prolog
2
kehidupan baru
3
Kehidupan baru 2
4
pertemuan 1
5
merindukan ayah & ibu
6
Berteman
7
pertemuan 2
8
Anna yang malang
9
Masalah 1
10
masalah 2
11
Tempat tinggal baru
12
12
13
Bertemu teman lama
14
bersama sahabat
15
sitampan dan sicantik
16
ciuman pertama
17
Berjanji
18
siapa Albert?
19
Ternyata.
20
Bahagia
21
bertemu Selena ibunya
22
Depresi Anna
23
Wanita gila
24
Sang mantan
25
kegabutan cindy
26
membuat onar
27
27
28
kekasihnya dan mantannya bertemu
29
Bingung
30
Penjelasan
31
rencana chelsea
32
32
33
Anna tertusuk
34
34
35
35
36
Cindy patah hati
37
Cindy dan Gabriel
38
Cindy dan Gabriel 2
39
persiapan magang
40
permasalahan Anna
41
Hari bahagia
42
Hari kerja
43
perdebatan
44
pertemuan
45
Selena ibuku
46
kebingungan
47
Berdebat dengan ibuku
48
Anna ingin mengakhiri
49
mencari Anna
50
Kecelakaan Selena
51
Ternyata kamu juga Putrinya
52
Tuan Aaron
53
Anna pergi
54
Anna pergi 2
55
Anna dijodohkan
56
Anna setuju
57
perpisahan sesungguhnya
58
mansion Edward
59
bertemu setelah berpisah
60
Rencana ipar dan calon mertua
61
memilih gaun pengantin
62
Ziva kekasihnya
63
pernikahan
64
masa lalu
65
mertua dan Menantu
66
Tuan Edward meninggal
67
kericuhan
68
pemakaman
69
Calon pewaris
70
Berdebat dengan Adryan
71
Anna dibebaskan
72
Anna pindah kamar
73
Ziva hamil
74
Ziva dengan seorang pria
75
perjamuan malam
76
Inez dan Anna bermain
77
kecurigaan Liora
78
tertarik dengan Anna
79
kekhawatiran Ziva
80
interogasi
81
menjebak Adryan
82
malam pertama Anna
83
keluar bersama kakak ipar
84
Anna hamil
85
Liora mulai bereaksi
86
Anna Depresi
87
makan mie instan bersama
88
Masa kecil.
89
mual mual (ngidam)
90
Tidak suka aroma parfum
91
Anna dan Adryan
92
Misi Liora
93
menggantikan sekretaris
94
Anna ketahuan hamil
95
Ziva melahirkan
96
Bima akan mengungkapkan kebenaran
97
kecelakaan Liora dan Bima
98
Ziva pergi bersantai
99
seperti suami istri yang saling mencintai
100
ketahuan paparazi
101
Ziva menyemprot racun tanaman Anna
102
Ziva menduga Anna menggunakan guna guna
103
Proses pencarian Livy
104
Keributan Anna dan Ziva
105
menenangkan pikiran
106
Adryan marah
107
Anna mendapatkan kabar ayahnya.
108
Bima tau siapa Livy
109
perhatian Bima
110
surat perceraian
111
Liora siuman
112
Anna dan kepala pelayan kecelakaan
113
kecelakaan 2
114
kecelakaan 3
115
Selena dan masa lalunya
116
Masa lalu 2
117
kisah romantis
118
masa lalu 3
119
Masa lalu 4
120
Anna siuman
121
Mencurigai Ziva
122
Anna pulang
123
perubahan Anna
124
Perubahan Anna 2
125
Anna dan kepala pelayan.
126
Pertama bekerja
127
Cemburu Ziva
128
Cemburu Adryan
129
Adryan mabuk
130
Memeluk Livy
131
menggantikan Ziva
132
membujuk Ziva
133
Kalung permata yang indah
134
berkunjung kerumah Eric
135
Bima datang menemui Livy
136
Ziva dan segala kekhawatiran nya
137
khawatir Ziva 2
138
mengajak Anna pulang bersama
139
Kecemburuan suami
140
Ciuman diruangan kantor
141
Berdiskusi dengan Ziva
142
Pernyataan cinta dari sang Suami
143
Eric menolong Anne
144
Anna cemburu
145
Anna meminta kepastian
146
Adryan berbuat onar
147
Anna diculik
148
Kecelakaan Anna dan Ziva

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!