Berteman

Dirumah sakit.

Malam itu Anna harus dirawat dirumah sakit. Pria itu juga tidak di peroleh kan pulang, terpaksa menunggu Anna siuman agar bisa dirinya pulang.

"ayahhhh...jangan pergi. ibuu...."Anna terus mengigau menyebutkan ayah dan ibunya. Sesekali air matanya menetes, Pria itu penasaran apa yang membuatnya terpukul seperti ini.

"malang sekali nasipmu gadis kecil" ucap pria itu sambil menaruh kompres kedahi Anna.

Saat fajar mulai menyongsong, tampak seseorang dengan pakaian rapi memasuki ruangan yang Anna tempati.

"salam Tuan, " sapanya....

"kamu tunggu dsini sampai wanita itu siuman, lalu antarkan dia kerumahnya." bangkit dari tempatnya yang dimana Pria itu tertidur di kursi tepat disamping ranjang nya Anna.

"baiklah Tuan akan saya laksanakan." jawabnya, sesungguhnya ia ingin bertanya siapa wanita ini namun diurung nya, takut membuat masalah.

Kemudian Pria itu keluar dari rumah sakit, dan tak berapa lama setelah Pria itu pergi Anna siuman. Dan bingung kenapa kamar nya berbeda.

Anna melihat kesana kemari yang sedang kebingungan, dan menyadari dirinya sedang diinfus dan berada di rumah sakit.

"hallo nona."sapa pengawal itu.

"kamu.. maksud aku, aku kenapa bisa disini dan kamu siapa?" tanya Anna bingung, kenapa juga ada pria berpakaian rapi mengenakan jas.

"saya diperintah kan oleh Tuan saya untuk menemani nona sampai siuman,." jawab nya

Anna mencoba mengingat ingat kejadian tadi malam, dimana dia menangis ditaman lalu mencoba pulang, dan akhirnya dia sadar dirinya langsung terjatuh. Tapi dia penasaran siapa yang menolong nya, seingat nya tidak ada siapapun lagi disana. Pria yang juga duduk sebangku dengannya sudah pergi.

"Pria itu...! atau jangan jangan?? ahhh ya sudahh gak usah dipikirin yang penting aku udahh selamat." batinnya yang bertanya tentang Pria yang kemarin malam.

Kemudian perawat datang dan sudah melihat Anna siuman.

"apakah anda sudah baikan nona." tanya nya sambil memeriksa kondisi Anna

"sudah enakan sus," jawab Anna "sus??" panggil Anna lagi. "saya boleh bertanya sesuatu?" sambung nya.

"(senyum) silahkan nona." jawab perawat

"kemarin malam..' Anna berhenti untuk bertanya karena pengawal itu melihat kearahnnya. "tidak jadi sus.." sambung nya lagi.

"anda sudah diperbolehkan pulang nona." ucap perawat itu.

"baiklah sus.. maaf merepotkan mu." ucap Anna

"sudah pekerjaan ku nona untuk melayani pasien." jawab perawat itu lalu meninggal kan ruangan.

Anna yang turun dari ranjang nya dan bangkit ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. setelah Anna keluar dia pikir pengawal itu sudah pergi ternyata masih ada didalam.

"kamu... tidak pergi Tuan, saya sudah baik baik saja." ucap Anna.

"tapi saya diperintah kan oleh Tuan ku untuk mengantar nona sampai pulang." jawab pria itu.

Anna yang ingin menolak merasa tidak nyaman karena sudah ditolong tapi masih mau ngantar pulang. Tapi Anna juga berpikir untuk ikut saja, karena jarak nya kerumah cukup jauh.

Butuh waktu 20 menit perjalanan Anna sudah sampai rumahnya. Kemudian Anna terpikir untuk meminta bantuan pria pengawal ini untuk mengantar nya ke kampus, takut jika dia berjalan maka akan terlambat. Dan jika menggunakan angkutan umum juga terlambat karena macet.

"Tuan?" panggil Anna sebelum keluar dari mobil.

"iya nona!" jawab pria itu.

"bisakah kamu menolong ku lgi" ucap Anna.

"tidak masalah nona, akan saya bantu sebisaku." ucapnya

"bisakah kamu menunggu ku sebentar, aku ingin ke kampus tapi jalanan sudah padat." pinta Anna.

"baiklah nona akan saya tunggu" jawab nya

Setelah butuh 15 menit Anna keluar dari rumahnya, dan memasuki mobil yang sedang menunggunya..

"sudah siap nona?" tanya pria itu.

"sudah Tuan... maaf membuat mu menunggu." ucap Anna.

"tidak masalah nona, dan aku senang bisa membantu mu." jawab pria itu.

Kemudian mereka berangkat untuk kekampus yang sudah Anna beri tahu alamatnya. Dan sepertinya Pria tau tentang lika likunya sehingga mereka bisa menghindar dari kemacetan. Dan sampai tanpa butuh lama.

"wahhh... kita sampai tak sesuai dengan perkiraan ku tuan. aku pikir kita akan terjebak macet, tapi Tuan mencari jalan pintas, kerenn." ucap Anna yang memuji Pria itu, sambil mengacungkan kedua jempol nya.

"(senyum melihat kepolosan Anna) makasih nona. " ucap Pria itu.

"terimakasih Tuan sudah membantu ku, aku tidak akan melupakan jasa mu." ucap Anna setelah keluar dari mobil dan bicara lewat kaca jendela.

"tidak perlu sungkan nona, aku senang bisa membantu mu." ucap pria itu.

" baiklah aku masuk dulu Tuan, sekali lagi makasih buat bantuannya. Tuan hati hati.. dahhhh" ucap Anna sambil melambai kan tangannya serta senyuman yang indah.

"cantikk..." isi pikiran Pria pengawal itu sambil membalas lambaian Anna.

Disisi lain.

Dalam sebuah mobil yang sedang terjebak macet, tampak dua kakak beradik mencari sosok Ann. Namun mereka tidak melihat nya dari kemarin.

"gadis itu tidak ada lgi." batin Jho "apakah terjadi sesuatu padanya" batin dan pikirkan nya sedang meradu memikirkan Anna.

Sedangkan Davin juga sibuk memikirkan Anna kenapa tidak muncul dari kemarin. Hingga dia merasa mungkin Anna menghindari nya.

sesampai nya Jhonatan dikantor nya, jho langsung nelpon salah seorang kenalan dosen di kampus adiknya. Karena seingatnya adiknya Davin menyebut itu teman kampus nya.

"hallo Tuan Jho, ada keperluan apa yang membuat Tuan menghubungi saya di pagi begini." saut dosen.

"maaf pak mengganggu sedikit waktu nya, saya ingin mencari data seseorang mahasiswa di kampus bapak." jawab jho yang tanpa basa basi.

"ahhh... tidak masalah Tuan, siapa nama yang ingin aku cari Tuan." ucap dosen.

"Nama nya Anna. tapi saya tidak tau nama kepanjangan nya pak." ucap Jho.

"Anna?? baiklah akan saya kirim data data yang berhubungan dengan nama Anna, tapi mungkin lumayan banyak Tuan." ucap dosen.

"baiklah tidak masalah pak, saya akan periksa satu persatu nanti." balas Jho lagi.

"tapi sebelum nya, apakah itu membuat masalah Tuan, membuat anda mencari nya?." tanya dosen.

"bukan pak, tidak ada masalah hanya ingin tau identitas nya saja." jawab jho.

Tak butuh waktu lama data data yang bernama Anna Anna sudah masuk ke emailnya Jho. Dan Jho begitu fokus melihat nya mungkin ada puluhan yang ada nama Anna nya.

"ketemu!!!" ucap jho tiba tiba. "BRIANNA... hmmm nama yang bagus." ucapnya lagi sambil memperhatikan setiap data Anna. Dan Jho heran kenapa data keluarganya tidak ada, bahkan nama ayah dan ibunya tidak ada. Bahkan jika meninggal juga akan tercantum disana.

Sedangkan seorang pengawal yang mengantar Anna tiba di sebuah mansion megah dan sangat indah itu. Dan melaporkan bahwa dirinya sudah mengantarkan wanita itu dengan selamat.

"salam Tuan" ucapnya sambil menundukkan kepalanya memberi hormat.

"sudah pulang!, apakah ada masalah membuat kamu datang cukup lama?" tanyanya.

"ahh.. tadi wanita itu meminta saya mengantarkan nya ke kampus nya Tuan, jadi saya antarkan." jawabnya

"kampus.. seorang mahasiswa ternyata." ucapnya dalam hati.

" apakah ada masalah Tuan??" tanya pengawal itu. membuat sedikit gugup takut jika dirinya membuat masalah.

"tidak... kamu persiapkan saja mobil, aku akan langsung ke kantor sekarang." perintah nya.

Pengawal itu langsung melaksanakan perintah tuanya, dan tak butuh lama tuannya sudah masuk ke mobil dan bergegas pergi.

Ditempat lain.

Davin yang melihat Anna dari kejauhan, mengejarnya sampai menabrak seseorang. Tapi Davin tidak memperdulikan dia tetap mengejar Anna.

"Nonaaa.." panggil nya sambil menangkap pergelangan tangan Anna.

Anna terkejut melihat seseorang menahan tangannya, Tapi Davin menundukkan kepalanya karena kecapean mengejarnya. Anna kemudian melihat wajah Davin setelah beberapa saat Davin mengangkat kepalanya.

"kamu...?" ucap Anna terkejut.

"maaf... maaff... tunggu nona..." ucap Davin ngosngosan.

"kamu kenapa??" tanya Anna penasaran.

"kamu pasti dua hari ini menghindari aku ya." jawabnya tapi nafasnya belom stabil.

"hahh?? maksud kamu apa?" Anna kebingungan.

"dua hari ini aku mencari mu, tapi kamu tidak ada, kamu sengaja ya berangkat lebih awal supaya menghindar dariku, maaf jika aku membuat kamu kesal atau marah, tapi aku hanya ingin berteman saja denganmu. sumpahhh." ucapnya panjang lebar.

"baiklah... aku memaafkan mu.!" ucap Anna lalu meninggalkan Davin.

"tunggu dulu..." hadang Davin lagi.

Anna hanya diam saja melihat Davin yang menghadang nya.

"bisakah kita berteman nona..." bujuk Davin

"Anna... sekali lagi Anna.. namaku Anna bukan nona" tegas Anna.

"Davin...Davin..." ucap davin mempraktekkan nada Anna sambil mengulurkan tangannya.

Anna yang merasa mulai risih terpaksa menyalam tangan Davin agar cepat selesai urusanya.

"senang berteman denganmu Anna, tapi ku mohon jangan bersikap cuek padaku." ucap Davin.

"baiklah... sekarang biarkan aku pergi.." ucap Anna.

Davin yang begitu senang akhirnya dia berteman juga dengan Anna, dia heran sejak pertama bertemu dengannya rasanya ingin berteman dengan Anna. Sedangkan pada wanita yang mengagumi Davin begitu iri dan benci melihat Davin yang menawarkan ingin berteman dengan. Apalagi dengan Bella, dia sudah mengepalkan tangannya karna iri melihat Anna yang dia anggap gembel dikampus.

Episodes
1 prolog
2 kehidupan baru
3 Kehidupan baru 2
4 pertemuan 1
5 merindukan ayah & ibu
6 Berteman
7 pertemuan 2
8 Anna yang malang
9 Masalah 1
10 masalah 2
11 Tempat tinggal baru
12 12
13 Bertemu teman lama
14 bersama sahabat
15 sitampan dan sicantik
16 ciuman pertama
17 Berjanji
18 siapa Albert?
19 Ternyata.
20 Bahagia
21 bertemu Selena ibunya
22 Depresi Anna
23 Wanita gila
24 Sang mantan
25 kegabutan cindy
26 membuat onar
27 27
28 kekasihnya dan mantannya bertemu
29 Bingung
30 Penjelasan
31 rencana chelsea
32 32
33 Anna tertusuk
34 34
35 35
36 Cindy patah hati
37 Cindy dan Gabriel
38 Cindy dan Gabriel 2
39 persiapan magang
40 permasalahan Anna
41 Hari bahagia
42 Hari kerja
43 perdebatan
44 pertemuan
45 Selena ibuku
46 kebingungan
47 Berdebat dengan ibuku
48 Anna ingin mengakhiri
49 mencari Anna
50 Kecelakaan Selena
51 Ternyata kamu juga Putrinya
52 Tuan Aaron
53 Anna pergi
54 Anna pergi 2
55 Anna dijodohkan
56 Anna setuju
57 perpisahan sesungguhnya
58 mansion Edward
59 bertemu setelah berpisah
60 Rencana ipar dan calon mertua
61 memilih gaun pengantin
62 Ziva kekasihnya
63 pernikahan
64 masa lalu
65 mertua dan Menantu
66 Tuan Edward meninggal
67 kericuhan
68 pemakaman
69 Calon pewaris
70 Berdebat dengan Adryan
71 Anna dibebaskan
72 Anna pindah kamar
73 Ziva hamil
74 Ziva dengan seorang pria
75 perjamuan malam
76 Inez dan Anna bermain
77 kecurigaan Liora
78 tertarik dengan Anna
79 kekhawatiran Ziva
80 interogasi
81 menjebak Adryan
82 malam pertama Anna
83 keluar bersama kakak ipar
84 Anna hamil
85 Liora mulai bereaksi
86 Anna Depresi
87 makan mie instan bersama
88 Masa kecil.
89 mual mual (ngidam)
90 Tidak suka aroma parfum
91 Anna dan Adryan
92 Misi Liora
93 menggantikan sekretaris
94 Anna ketahuan hamil
95 Ziva melahirkan
96 Bima akan mengungkapkan kebenaran
97 kecelakaan Liora dan Bima
98 Ziva pergi bersantai
99 seperti suami istri yang saling mencintai
100 ketahuan paparazi
101 Ziva menyemprot racun tanaman Anna
102 Ziva menduga Anna menggunakan guna guna
103 Proses pencarian Livy
104 Keributan Anna dan Ziva
105 menenangkan pikiran
106 Adryan marah
107 Anna mendapatkan kabar ayahnya.
108 Bima tau siapa Livy
109 perhatian Bima
110 surat perceraian
111 Liora siuman
112 Anna dan kepala pelayan kecelakaan
113 kecelakaan 2
114 kecelakaan 3
115 Selena dan masa lalunya
116 Masa lalu 2
117 kisah romantis
118 masa lalu 3
119 Masa lalu 4
120 Anna siuman
121 Mencurigai Ziva
122 Anna pulang
123 perubahan Anna
124 Perubahan Anna 2
125 Anna dan kepala pelayan.
126 Pertama bekerja
127 Cemburu Ziva
128 Cemburu Adryan
129 Adryan mabuk
130 Memeluk Livy
131 menggantikan Ziva
132 membujuk Ziva
133 Kalung permata yang indah
134 berkunjung kerumah Eric
135 Bima datang menemui Livy
136 Ziva dan segala kekhawatiran nya
137 khawatir Ziva 2
138 mengajak Anna pulang bersama
139 Kecemburuan suami
140 Ciuman diruangan kantor
141 Berdiskusi dengan Ziva
142 Pernyataan cinta dari sang Suami
143 Eric menolong Anne
144 Anna cemburu
145 Anna meminta kepastian
146 Adryan berbuat onar
147 Anna diculik
148 Kecelakaan Anna dan Ziva
Episodes

Updated 148 Episodes

1
prolog
2
kehidupan baru
3
Kehidupan baru 2
4
pertemuan 1
5
merindukan ayah & ibu
6
Berteman
7
pertemuan 2
8
Anna yang malang
9
Masalah 1
10
masalah 2
11
Tempat tinggal baru
12
12
13
Bertemu teman lama
14
bersama sahabat
15
sitampan dan sicantik
16
ciuman pertama
17
Berjanji
18
siapa Albert?
19
Ternyata.
20
Bahagia
21
bertemu Selena ibunya
22
Depresi Anna
23
Wanita gila
24
Sang mantan
25
kegabutan cindy
26
membuat onar
27
27
28
kekasihnya dan mantannya bertemu
29
Bingung
30
Penjelasan
31
rencana chelsea
32
32
33
Anna tertusuk
34
34
35
35
36
Cindy patah hati
37
Cindy dan Gabriel
38
Cindy dan Gabriel 2
39
persiapan magang
40
permasalahan Anna
41
Hari bahagia
42
Hari kerja
43
perdebatan
44
pertemuan
45
Selena ibuku
46
kebingungan
47
Berdebat dengan ibuku
48
Anna ingin mengakhiri
49
mencari Anna
50
Kecelakaan Selena
51
Ternyata kamu juga Putrinya
52
Tuan Aaron
53
Anna pergi
54
Anna pergi 2
55
Anna dijodohkan
56
Anna setuju
57
perpisahan sesungguhnya
58
mansion Edward
59
bertemu setelah berpisah
60
Rencana ipar dan calon mertua
61
memilih gaun pengantin
62
Ziva kekasihnya
63
pernikahan
64
masa lalu
65
mertua dan Menantu
66
Tuan Edward meninggal
67
kericuhan
68
pemakaman
69
Calon pewaris
70
Berdebat dengan Adryan
71
Anna dibebaskan
72
Anna pindah kamar
73
Ziva hamil
74
Ziva dengan seorang pria
75
perjamuan malam
76
Inez dan Anna bermain
77
kecurigaan Liora
78
tertarik dengan Anna
79
kekhawatiran Ziva
80
interogasi
81
menjebak Adryan
82
malam pertama Anna
83
keluar bersama kakak ipar
84
Anna hamil
85
Liora mulai bereaksi
86
Anna Depresi
87
makan mie instan bersama
88
Masa kecil.
89
mual mual (ngidam)
90
Tidak suka aroma parfum
91
Anna dan Adryan
92
Misi Liora
93
menggantikan sekretaris
94
Anna ketahuan hamil
95
Ziva melahirkan
96
Bima akan mengungkapkan kebenaran
97
kecelakaan Liora dan Bima
98
Ziva pergi bersantai
99
seperti suami istri yang saling mencintai
100
ketahuan paparazi
101
Ziva menyemprot racun tanaman Anna
102
Ziva menduga Anna menggunakan guna guna
103
Proses pencarian Livy
104
Keributan Anna dan Ziva
105
menenangkan pikiran
106
Adryan marah
107
Anna mendapatkan kabar ayahnya.
108
Bima tau siapa Livy
109
perhatian Bima
110
surat perceraian
111
Liora siuman
112
Anna dan kepala pelayan kecelakaan
113
kecelakaan 2
114
kecelakaan 3
115
Selena dan masa lalunya
116
Masa lalu 2
117
kisah romantis
118
masa lalu 3
119
Masa lalu 4
120
Anna siuman
121
Mencurigai Ziva
122
Anna pulang
123
perubahan Anna
124
Perubahan Anna 2
125
Anna dan kepala pelayan.
126
Pertama bekerja
127
Cemburu Ziva
128
Cemburu Adryan
129
Adryan mabuk
130
Memeluk Livy
131
menggantikan Ziva
132
membujuk Ziva
133
Kalung permata yang indah
134
berkunjung kerumah Eric
135
Bima datang menemui Livy
136
Ziva dan segala kekhawatiran nya
137
khawatir Ziva 2
138
mengajak Anna pulang bersama
139
Kecemburuan suami
140
Ciuman diruangan kantor
141
Berdiskusi dengan Ziva
142
Pernyataan cinta dari sang Suami
143
Eric menolong Anne
144
Anna cemburu
145
Anna meminta kepastian
146
Adryan berbuat onar
147
Anna diculik
148
Kecelakaan Anna dan Ziva

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!