Setelah semua kelas telah selesai, Anna langsung pulang tetapi seseorang menghadang nya, dan membuat Anna terkejut.
"heii gembel.. jangan kamu pikir aku tidak tau ya, kamu sudah menggoda Davin kan?" tanya seorang wanita yang tak lain ialah Bella.
"menurut kamu?" jawab Anna dengan nada menekan, membuat Bella semakin kesal.
"dasar sialan,, kamu pikir kamu itu siapa gembel. Davin itu hanya mencoba mempermainkan kamu saja, jangan harap kamu bisa memiliki nya." celoteh nya lagi.
"yaa.. ya... terserah kamu saja.. tapi kini kami sudah berteman!!" balas Anna mencoba memanas manasin. "ohh aku lupa tadi Davin menyalam tangan ku lebih dulu... apakah kamu mau menyentuh tangan ku yang bekas salaman davin?" Anna semakin memansi, lalu meninggalkan Bella yang sedang kebakaran emosional nya.
Bella mengepalkan tangan nya, begitu kesal melihat tingkah Anna yang angkuh dan sombong. "awas aja ya kamu gembelll" umpatnya dalam hati.
Anna yang sudah sampai dirumah merebahkan tubuhnya, dia merasa dirinya sebenarnya masih kurang stabil. Tapi kemarin dia sudah ijin tidak masuk, mungkin ini sudah merasa baikan sedikit. Setelah istirahat dan tertidur sekitar 1 jam, Anna terbangun dan beres beres untuk berangkat bekerja.
Restoran X@Z.
Anna mulai hilang keseimbangan nya, tapi mencoba tetap bertahan dia tidak ingin jadi pusat perhatian dan tidak ingin membebani orang orang sekitar. Tetapi ternyata Anna tak sekuat yang diperkirakan, dia akhirnya pingsan dan tak sadarkan diri.
Ternyata Jhonatan yang sedari tadi menyamar jadi tamu restoran duduk di sudut ruangan, memperhatikan Anna langsung berlari dan langsung membawanya kerumah sakit. Jho yang membawa nya merasakan tubuh Anna panas, dan pucat. Jho khawatir melihat keadaan Anna.
"apakah dia bodoh, memaksakan diri untuk bekerja, sedangkan keadaannya tidak sehat"batin Jho sesekali melihat Anna.
Rumah Sakit.
"dokter gimna keadaannya??" tanya Jho khawatir.
"jangan khawatir pak, dia baik baik saja hanya demam tinggi. dan mungkin akan dirawat satu malam saja."jelas dokter.
"baiklah terimakasih dok." ucap Jho lalu masuk ke dalam ruangan.
Jho mendekati Anna dan melihat Anna sedang mengigau, lalu Jho keluar untuk meminta air dingin dan handuk kecil untuk mengompres Anna.
"ayahhhh... ibu... jangan tinggalin Livy!" ngigau Anna tapi menyebutkan namanya yang dulu. "ibu Livy takutt sendirian,,, ayahh Livy ingin pulang.. jemput akuu!" lagi lagi Anna selalu menyebutkan namanya yang dulu.
"Livy??? siapa Livy? bukankah namanya Anna?" Jho yang mendengar kebingungan, dan teringat tentang data data yang dia liat tadi siang. Dimana datanya tidak terdapat ada informasi keluarga nya.
"siapa kamu sebenarnya Anna" ucapnya. sambil mengompres Anna.
Mencoba menelpon seseorang bawahannya untuk mencari data tentang Anna yang sesungguhnya.
"hallo Tuan, ada yang harus saya kerjakan?" tanya bawahannya.
"saya akan kirim data seseorang, tolong kamu periksa kembali dan cari tau tentang informasi nya yang akurat." perintah nya.
Kemudian Jho melihat Anna yang sudah siuman tapi masih stengah sadar.
"tuannn..." panggil Anna dengan suara parau.
Jho langsung mendekat ke Anna, mencoba menenangkan nya.
"aku baik baik saja tuan." sambung Anna lagi. Jho memeriksa kondisi Anna dan ternyata masih panas.
"Tuannnn.." panggil Anna lagi dengan suaranya sedikit berat. "orang tuaku" Anna langsung kembali terlelap dan meneteskan air matanya.
Jho penasaran dengan ucap Anna yang menggantung, mencoba menebak nebak.
"apa yang membuat mu seperti ini gadis kecil." ucap Jho.
Anna terbangun dari tidurnya karena cahaya yang masuk lewat sela sela gorden. Anna kebingungan lagi kenapa dia bisa di ruangan yang tampak seperti rumah sakit. Tiba tiba dua orang perawat masuk untuk memeriksa kondisinya.
"anda sudah bangun nona" sapa seorang perawat.
"anda beruntung nona, memiliki kekasih yang perhatian, dia tidak tidur semalaman hanya untuk merawat nona." ucap perawat yang lain.
Anna yang mendengar nya terkejut, lalu melihat kesamping ternyata benar ada seseorang yang tertidur disamping ranjangnya. Anna terkejut melihat sosok itu ternyata adalah Jhonatan, dia begitu bingung kenapa bisa ada Jhonatan disini. Kemudian Jho terbangun mendengar suara perawat itu berbincang bincang. Anna langsung memalingkan wajahnya.
"kamu sudah bangun Anna?" tanya Jho.
"emm..." jawab Anna malu.
"sus gimana keadaannya?" tanya Jho yang sudah berdiri.
"aku.."Anna
"sudah membaik tuan, bahkan sudah bisa pulang". jawab salah seorang perawat yang memotong ucapan Anna.
"syukurlah..." jawab Jho.
Dalam perjalanan pulang ke rumah Anna suasana begitu hening dan canggung, Anna yang bingung kenapa bisa jho yang menemani nya. sedangkan Jho juga bingung untuk memulai percakapan dari mana.
Hingga akhirnya sampai di tujuan yang hanya ada keheningan sepanjang jalan.
"mari kak Jho!" ajak Anna untuk masuk. sebenarnya Anna enggan untuk menerima tamu apalagi seorang Pria, Tapi Anna tidak enak jika membiarkan begitu aja.
"maaf ya kak, rumah ku terlalu sempit." ucap Anna.
"tidak masalah Anna" ucap Jho.
Kemudian Anna pergi ke dapur untuk membuatkan teh buat Jhonatan, sementara jho memperhatikan sekeliling, dan jho tertuju pada dinding yang di tempeli bingkai foto. foto tentang anak kecil yang ceria, Jho memperhatikan dengan serius.
awal awalnya tidak ada yang aneh dari foto foto itu, tapi setelah diperhatikan lagi ternyata itu bukan foto tunggal. melainkan foto bertiga bahkan ada yang berdua.
"sepertinya ini foto dilipat" batin Jho soalnya kelihatan jika diperhatikan dengan teliti fotonya seperti keluarga kecil yang bahagia namun dilipat dan hanya disisahkan foto Anna yang kecil.
kemudian Anna yang keluar dari dapur melihat jho melihat lihat foto fotonya.
"ini teh nya ka Jho" ucap Anna tiba tiba.
"ahhh... iya terimakasih Anna" jawabnya menghampiri Anna.
"itu foto semasa kecilku kak" sambung Anna lagi.
"tapi kenapa hanya ada kamu sendiri, keluarga mu, atau orangtua mu??" tanya Jho penasaran.
"mereka sudah meninggal kak" jawab Anna lalu menundukkan kepalanya.
"maaf... bukan bermaksud menyinggung masa lalu mu." ucap jho lagi.
"tidak masalah kak, lagian itu sudah lama dan aku sudah melupakan nya." ucapnya pura pura tegar. "kak tunggu sebentar ya, aku ingin beres beres dulu." sambung Anna lagi.
"emangnya mau kemana?? bukan kah kamu baru sembuh, istirahat aja dulu." bantah Jho yang merasa khawatir.
"hanya ke kampus kok, kak jho tenang aja." ucap Anna langsung pergi ke kamar.
Setelah Anna selesai, kemudian meminta tolong untuk mengantar kan dirinya kekampus. Jho mencoba melarang Anna untuk istirahat dirumah tapi Anna tetap memaksa untuk ke kampus.
"makasih ya kak buat bantuannya,, aku tidak tau harus membalasnya dengan apa.. tapi suatu saat jika kak jho butuh bantuan bilang saja, aku akan berusaha membantu kak jho" ucap Anna dengan tulus.
Saat hendak keluar dari mobil, jho langsung menangkap pergelangan tangan Anna mencoba menahan.
"bolehkah nanti siang temani aku makan??" ucap Jho...
"hahhhh...?"Anna sedikit terkejut.
"jika kamu mauu, jika kamu gak mau juga...." Jho
"bolehh, kabarin saja kak jika sudah ingin makan siang." langsung di saut Anna
Kemudian mereka bertukar nomor, lalu mereka berpisah. Anna sibuk dengan mata kuliahnya, sedangkan Jho sibuk dengan pekerjaannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments