pertemuan 2

Setelah semua kelas telah selesai, Anna langsung pulang tetapi seseorang menghadang nya, dan membuat Anna terkejut.

"heii gembel.. jangan kamu pikir aku tidak tau ya, kamu sudah menggoda Davin kan?" tanya seorang wanita yang tak lain ialah Bella.

"menurut kamu?" jawab Anna dengan nada menekan, membuat Bella semakin kesal.

"dasar sialan,, kamu pikir kamu itu siapa gembel. Davin itu hanya mencoba mempermainkan kamu saja, jangan harap kamu bisa memiliki nya." celoteh nya lagi.

"yaa.. ya... terserah kamu saja.. tapi kini kami sudah berteman!!" balas Anna mencoba memanas manasin. "ohh aku lupa tadi Davin menyalam tangan ku lebih dulu... apakah kamu mau menyentuh tangan ku yang bekas salaman davin?" Anna semakin memansi, lalu meninggalkan Bella yang sedang kebakaran emosional nya.

Bella mengepalkan tangan nya, begitu kesal melihat tingkah Anna yang angkuh dan sombong. "awas aja ya kamu gembelll" umpatnya dalam hati.

Anna yang sudah sampai dirumah merebahkan tubuhnya, dia merasa dirinya sebenarnya masih kurang stabil. Tapi kemarin dia sudah ijin tidak masuk, mungkin ini sudah merasa baikan sedikit. Setelah istirahat dan tertidur sekitar 1 jam, Anna terbangun dan beres beres untuk berangkat bekerja.

Restoran X@Z.

Anna mulai hilang keseimbangan nya, tapi mencoba tetap bertahan dia tidak ingin jadi pusat perhatian dan tidak ingin membebani orang orang sekitar. Tetapi ternyata Anna tak sekuat yang diperkirakan, dia akhirnya pingsan dan tak sadarkan diri.

Ternyata Jhonatan yang sedari tadi menyamar jadi tamu restoran duduk di sudut ruangan, memperhatikan Anna langsung berlari dan langsung membawanya kerumah sakit. Jho yang membawa nya merasakan tubuh Anna panas, dan pucat. Jho khawatir melihat keadaan Anna.

"apakah dia bodoh, memaksakan diri untuk bekerja, sedangkan keadaannya tidak sehat"batin Jho sesekali melihat Anna.

Rumah Sakit.

"dokter gimna keadaannya??" tanya Jho khawatir.

"jangan khawatir pak, dia baik baik saja hanya demam tinggi. dan mungkin akan dirawat satu malam saja."jelas dokter.

"baiklah terimakasih dok." ucap Jho lalu masuk ke dalam ruangan.

Jho mendekati Anna dan melihat Anna sedang mengigau, lalu Jho keluar untuk meminta air dingin dan handuk kecil untuk mengompres Anna.

"ayahhhh... ibu... jangan tinggalin Livy!" ngigau Anna tapi menyebutkan namanya yang dulu. "ibu Livy takutt sendirian,,, ayahh Livy ingin pulang.. jemput akuu!" lagi lagi Anna selalu menyebutkan namanya yang dulu.

"Livy??? siapa Livy? bukankah namanya Anna?" Jho yang mendengar kebingungan, dan teringat tentang data data yang dia liat tadi siang. Dimana datanya tidak terdapat ada informasi keluarga nya.

"siapa kamu sebenarnya Anna" ucapnya. sambil mengompres Anna.

Mencoba menelpon seseorang bawahannya untuk mencari data tentang Anna yang sesungguhnya.

"hallo Tuan, ada yang harus saya kerjakan?" tanya bawahannya.

"saya akan kirim data seseorang, tolong kamu periksa kembali dan cari tau tentang informasi nya yang akurat." perintah nya.

Kemudian Jho melihat Anna yang sudah siuman tapi masih stengah sadar.

"tuannn..." panggil Anna dengan suara parau.

Jho langsung mendekat ke Anna, mencoba menenangkan nya.

"aku baik baik saja tuan." sambung Anna lagi. Jho memeriksa kondisi Anna dan ternyata masih panas.

"Tuannnn.." panggil Anna lagi dengan suaranya sedikit berat. "orang tuaku" Anna langsung kembali terlelap dan meneteskan air matanya.

Jho penasaran dengan ucap Anna yang menggantung, mencoba menebak nebak.

"apa yang membuat mu seperti ini gadis kecil." ucap Jho.

Anna terbangun dari tidurnya karena cahaya yang masuk lewat sela sela gorden. Anna kebingungan lagi kenapa dia bisa di ruangan yang tampak seperti rumah sakit. Tiba tiba dua orang perawat masuk untuk memeriksa kondisinya.

"anda sudah bangun nona" sapa seorang perawat.

"anda beruntung nona, memiliki kekasih yang perhatian, dia tidak tidur semalaman hanya untuk merawat nona." ucap perawat yang lain.

Anna yang mendengar nya terkejut, lalu melihat kesamping ternyata benar ada seseorang yang tertidur disamping ranjangnya. Anna terkejut melihat sosok itu ternyata adalah Jhonatan, dia begitu bingung kenapa bisa ada Jhonatan disini. Kemudian Jho terbangun mendengar suara perawat itu berbincang bincang. Anna langsung memalingkan wajahnya.

"kamu sudah bangun Anna?" tanya Jho.

"emm..." jawab Anna malu.

"sus gimana keadaannya?" tanya Jho yang sudah berdiri.

"aku.."Anna

"sudah membaik tuan, bahkan sudah bisa pulang". jawab salah seorang perawat yang memotong ucapan Anna.

"syukurlah..." jawab Jho.

Dalam perjalanan pulang ke rumah Anna suasana begitu hening dan canggung, Anna yang bingung kenapa bisa jho yang menemani nya. sedangkan Jho juga bingung untuk memulai percakapan dari mana.

Hingga akhirnya sampai di tujuan yang hanya ada keheningan sepanjang jalan.

"mari kak Jho!" ajak Anna untuk masuk. sebenarnya Anna enggan untuk menerima tamu apalagi seorang Pria, Tapi Anna tidak enak jika membiarkan begitu aja.

"maaf ya kak, rumah ku terlalu sempit." ucap Anna.

"tidak masalah Anna" ucap Jho.

Kemudian Anna pergi ke dapur untuk membuatkan teh buat Jhonatan, sementara jho memperhatikan sekeliling, dan jho tertuju pada dinding yang di tempeli bingkai foto. foto tentang anak kecil yang ceria, Jho memperhatikan dengan serius.

awal awalnya tidak ada yang aneh dari foto foto itu, tapi setelah diperhatikan lagi ternyata itu bukan foto tunggal. melainkan foto bertiga bahkan ada yang berdua.

"sepertinya ini foto dilipat" batin Jho soalnya kelihatan jika diperhatikan dengan teliti fotonya seperti keluarga kecil yang bahagia namun dilipat dan hanya disisahkan foto Anna yang kecil.

kemudian Anna yang keluar dari dapur melihat jho melihat lihat foto fotonya.

"ini teh nya ka Jho" ucap Anna tiba tiba.

"ahhh... iya terimakasih Anna" jawabnya menghampiri Anna.

"itu foto semasa kecilku kak" sambung Anna lagi.

"tapi kenapa hanya ada kamu sendiri, keluarga mu, atau orangtua mu??" tanya Jho penasaran.

"mereka sudah meninggal kak" jawab Anna lalu menundukkan kepalanya.

"maaf... bukan bermaksud menyinggung masa lalu mu." ucap jho lagi.

"tidak masalah kak, lagian itu sudah lama dan aku sudah melupakan nya." ucapnya pura pura tegar. "kak tunggu sebentar ya, aku ingin beres beres dulu." sambung Anna lagi.

"emangnya mau kemana?? bukan kah kamu baru sembuh, istirahat aja dulu." bantah Jho yang merasa khawatir.

"hanya ke kampus kok, kak jho tenang aja." ucap Anna langsung pergi ke kamar.

Setelah Anna selesai, kemudian meminta tolong untuk mengantar kan dirinya kekampus. Jho mencoba melarang Anna untuk istirahat dirumah tapi Anna tetap memaksa untuk ke kampus.

"makasih ya kak buat bantuannya,, aku tidak tau harus membalasnya dengan apa.. tapi suatu saat jika kak jho butuh bantuan bilang saja, aku akan berusaha membantu kak jho" ucap Anna dengan tulus.

Saat hendak keluar dari mobil, jho langsung menangkap pergelangan tangan Anna mencoba menahan.

"bolehkah nanti siang temani aku makan??" ucap Jho...

"hahhhh...?"Anna sedikit terkejut.

"jika kamu mauu, jika kamu gak mau juga...." Jho

"bolehh, kabarin saja kak jika sudah ingin makan siang." langsung di saut Anna

Kemudian mereka bertukar nomor, lalu mereka berpisah. Anna sibuk dengan mata kuliahnya, sedangkan Jho sibuk dengan pekerjaannya.

Episodes
1 prolog
2 kehidupan baru
3 Kehidupan baru 2
4 pertemuan 1
5 merindukan ayah & ibu
6 Berteman
7 pertemuan 2
8 Anna yang malang
9 Masalah 1
10 masalah 2
11 Tempat tinggal baru
12 12
13 Bertemu teman lama
14 bersama sahabat
15 sitampan dan sicantik
16 ciuman pertama
17 Berjanji
18 siapa Albert?
19 Ternyata.
20 Bahagia
21 bertemu Selena ibunya
22 Depresi Anna
23 Wanita gila
24 Sang mantan
25 kegabutan cindy
26 membuat onar
27 27
28 kekasihnya dan mantannya bertemu
29 Bingung
30 Penjelasan
31 rencana chelsea
32 32
33 Anna tertusuk
34 34
35 35
36 Cindy patah hati
37 Cindy dan Gabriel
38 Cindy dan Gabriel 2
39 persiapan magang
40 permasalahan Anna
41 Hari bahagia
42 Hari kerja
43 perdebatan
44 pertemuan
45 Selena ibuku
46 kebingungan
47 Berdebat dengan ibuku
48 Anna ingin mengakhiri
49 mencari Anna
50 Kecelakaan Selena
51 Ternyata kamu juga Putrinya
52 Tuan Aaron
53 Anna pergi
54 Anna pergi 2
55 Anna dijodohkan
56 Anna setuju
57 perpisahan sesungguhnya
58 mansion Edward
59 bertemu setelah berpisah
60 Rencana ipar dan calon mertua
61 memilih gaun pengantin
62 Ziva kekasihnya
63 pernikahan
64 masa lalu
65 mertua dan Menantu
66 Tuan Edward meninggal
67 kericuhan
68 pemakaman
69 Calon pewaris
70 Berdebat dengan Adryan
71 Anna dibebaskan
72 Anna pindah kamar
73 Ziva hamil
74 Ziva dengan seorang pria
75 perjamuan malam
76 Inez dan Anna bermain
77 kecurigaan Liora
78 tertarik dengan Anna
79 kekhawatiran Ziva
80 interogasi
81 menjebak Adryan
82 malam pertama Anna
83 keluar bersama kakak ipar
84 Anna hamil
85 Liora mulai bereaksi
86 Anna Depresi
87 makan mie instan bersama
88 Masa kecil.
89 mual mual (ngidam)
90 Tidak suka aroma parfum
91 Anna dan Adryan
92 Misi Liora
93 menggantikan sekretaris
94 Anna ketahuan hamil
95 Ziva melahirkan
96 Bima akan mengungkapkan kebenaran
97 kecelakaan Liora dan Bima
98 Ziva pergi bersantai
99 seperti suami istri yang saling mencintai
100 ketahuan paparazi
101 Ziva menyemprot racun tanaman Anna
102 Ziva menduga Anna menggunakan guna guna
103 Proses pencarian Livy
104 Keributan Anna dan Ziva
105 menenangkan pikiran
106 Adryan marah
107 Anna mendapatkan kabar ayahnya.
108 Bima tau siapa Livy
109 perhatian Bima
110 surat perceraian
111 Liora siuman
112 Anna dan kepala pelayan kecelakaan
113 kecelakaan 2
114 kecelakaan 3
115 Selena dan masa lalunya
116 Masa lalu 2
117 kisah romantis
118 masa lalu 3
119 Masa lalu 4
120 Anna siuman
121 Mencurigai Ziva
122 Anna pulang
123 perubahan Anna
124 Perubahan Anna 2
125 Anna dan kepala pelayan.
126 Pertama bekerja
127 Cemburu Ziva
128 Cemburu Adryan
129 Adryan mabuk
130 Memeluk Livy
131 menggantikan Ziva
132 membujuk Ziva
133 Kalung permata yang indah
134 berkunjung kerumah Eric
135 Bima datang menemui Livy
136 Ziva dan segala kekhawatiran nya
137 khawatir Ziva 2
138 mengajak Anna pulang bersama
139 Kecemburuan suami
140 Ciuman diruangan kantor
141 Berdiskusi dengan Ziva
142 Pernyataan cinta dari sang Suami
143 Eric menolong Anne
144 Anna cemburu
145 Anna meminta kepastian
146 Adryan berbuat onar
147 Anna diculik
148 Kecelakaan Anna dan Ziva
Episodes

Updated 148 Episodes

1
prolog
2
kehidupan baru
3
Kehidupan baru 2
4
pertemuan 1
5
merindukan ayah & ibu
6
Berteman
7
pertemuan 2
8
Anna yang malang
9
Masalah 1
10
masalah 2
11
Tempat tinggal baru
12
12
13
Bertemu teman lama
14
bersama sahabat
15
sitampan dan sicantik
16
ciuman pertama
17
Berjanji
18
siapa Albert?
19
Ternyata.
20
Bahagia
21
bertemu Selena ibunya
22
Depresi Anna
23
Wanita gila
24
Sang mantan
25
kegabutan cindy
26
membuat onar
27
27
28
kekasihnya dan mantannya bertemu
29
Bingung
30
Penjelasan
31
rencana chelsea
32
32
33
Anna tertusuk
34
34
35
35
36
Cindy patah hati
37
Cindy dan Gabriel
38
Cindy dan Gabriel 2
39
persiapan magang
40
permasalahan Anna
41
Hari bahagia
42
Hari kerja
43
perdebatan
44
pertemuan
45
Selena ibuku
46
kebingungan
47
Berdebat dengan ibuku
48
Anna ingin mengakhiri
49
mencari Anna
50
Kecelakaan Selena
51
Ternyata kamu juga Putrinya
52
Tuan Aaron
53
Anna pergi
54
Anna pergi 2
55
Anna dijodohkan
56
Anna setuju
57
perpisahan sesungguhnya
58
mansion Edward
59
bertemu setelah berpisah
60
Rencana ipar dan calon mertua
61
memilih gaun pengantin
62
Ziva kekasihnya
63
pernikahan
64
masa lalu
65
mertua dan Menantu
66
Tuan Edward meninggal
67
kericuhan
68
pemakaman
69
Calon pewaris
70
Berdebat dengan Adryan
71
Anna dibebaskan
72
Anna pindah kamar
73
Ziva hamil
74
Ziva dengan seorang pria
75
perjamuan malam
76
Inez dan Anna bermain
77
kecurigaan Liora
78
tertarik dengan Anna
79
kekhawatiran Ziva
80
interogasi
81
menjebak Adryan
82
malam pertama Anna
83
keluar bersama kakak ipar
84
Anna hamil
85
Liora mulai bereaksi
86
Anna Depresi
87
makan mie instan bersama
88
Masa kecil.
89
mual mual (ngidam)
90
Tidak suka aroma parfum
91
Anna dan Adryan
92
Misi Liora
93
menggantikan sekretaris
94
Anna ketahuan hamil
95
Ziva melahirkan
96
Bima akan mengungkapkan kebenaran
97
kecelakaan Liora dan Bima
98
Ziva pergi bersantai
99
seperti suami istri yang saling mencintai
100
ketahuan paparazi
101
Ziva menyemprot racun tanaman Anna
102
Ziva menduga Anna menggunakan guna guna
103
Proses pencarian Livy
104
Keributan Anna dan Ziva
105
menenangkan pikiran
106
Adryan marah
107
Anna mendapatkan kabar ayahnya.
108
Bima tau siapa Livy
109
perhatian Bima
110
surat perceraian
111
Liora siuman
112
Anna dan kepala pelayan kecelakaan
113
kecelakaan 2
114
kecelakaan 3
115
Selena dan masa lalunya
116
Masa lalu 2
117
kisah romantis
118
masa lalu 3
119
Masa lalu 4
120
Anna siuman
121
Mencurigai Ziva
122
Anna pulang
123
perubahan Anna
124
Perubahan Anna 2
125
Anna dan kepala pelayan.
126
Pertama bekerja
127
Cemburu Ziva
128
Cemburu Adryan
129
Adryan mabuk
130
Memeluk Livy
131
menggantikan Ziva
132
membujuk Ziva
133
Kalung permata yang indah
134
berkunjung kerumah Eric
135
Bima datang menemui Livy
136
Ziva dan segala kekhawatiran nya
137
khawatir Ziva 2
138
mengajak Anna pulang bersama
139
Kecemburuan suami
140
Ciuman diruangan kantor
141
Berdiskusi dengan Ziva
142
Pernyataan cinta dari sang Suami
143
Eric menolong Anne
144
Anna cemburu
145
Anna meminta kepastian
146
Adryan berbuat onar
147
Anna diculik
148
Kecelakaan Anna dan Ziva

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!