setibanya di apartemen mereka langsung sibuk menyusun segala barang dan kebutuhan Anna, dan juga bi arum sudah menyusun beberapa pakaian yang hendak dibawa oleh Jho ke mansion. sangkin asik nya mereka sampai lupa untuk makan malam, Jho yang merasa sudah lapar meminta bi arum untuk menyiapkan makan malam.
"istirahat lah kamu pasti lelah" ucap Jho.
"ahhh..... ini sedikit lagi kak" Anna
"kalau sekiranya masih ada yang kurang kamu bisa tinggal bilangkan sama bi arum aja ya" ucap Jho lembut.
"ini udah lebih dari cukup kak, bahkan aku sangat berterimakasih sama kak Jho sudah ngasih aku tumpangan. Dan satu lagi kak aku bisa tinggal sendiri aja tanpa bi arum. bukan bermaksud gimana tapi aku udah terbiasa melakukan sendiri." Anna
"aku mohon kak Jho, aku gak mau ngerepotin kak jho lagi dan bi arum" ucap Anna memohon.
"baiklah kalau begitu, tapi jika terjadi sesuatu atau kamu dalam masalah langsung hubungin aku ya" Jho
"ahh baiklah kak Jho" ucap Anna
"kak Jho" panggil Anna lagi
"iyaaa" Jho
"kemarin soal pekerjaan yang kak Jho maksud gimna?" tanya Anna
"ahhh... aku hampir lupa soal itu. jadi rencananya kamu bakal aku jadikan sebagai asisten pribadiku." ucap Jho.
"hahh??" Anna kebingungan
"iyaaa jadi asisten pribadi ku, nanti kita bisa atur jadwal kerja kamu dan apartemen ini sebagai inventaris dari kantor jadi kamu gak perlu sungkan. aku lakuin ini karna aku sudah anggap kamu sebagai teman aku (picsss)" ucap Jho sambil berpose jari dua.
Anna terharu mendengar penjelasan dari Jhonatan dan tak menyangka ternyata ada orang yang membantu nya sejauh ini.
"tuan nona makan malamnya sudah siap. silahkan" ucap bi arum.
"ohhh sudah selesai ternyata ayo kita makan dulu" ucap Jho
mereka makan begitu lahap karena sudah kelaparan dan juga makanan nya enak, bi arum juga ikut makan bersama Anna dan Jho karena Anna memaksa dan Jho tidak keberatan dengan itu.
setelah mereka selesai makan dan istirahat sebentar Jho akhirnya meminta untuk pamit pulang agar segera istirahat dan mengajak bi arum pulang ke mansion karna Anna yang meminta nya.
Mansion
"malam tuan" pelayan
"yaa... tolong siapkan kamar saya, karna mulai malam ini aku akan tinggal disini." Jho
"baik tuann" ucap pelayan itu dan langsung pergi merapi kan kamar Jho
Sedangkan Jho pergi ke taman belakang sembari menunggu kamarnya dirapikan, sebenarnya dirinya malas pulang ke mansion karna akan bertemu dengan ayah nya yang akan terus meminta nya menikah dan itu pasti akan menjadi pertengkaran antara ayah dan anak.
"tuan kamarnya sudah siap" ucap salah seorang pelayan mengacaukan lamunannya.
"baiklah... " ucap Jho langsung menuju kekamar nya.
sesampai nya Jho dikamar nya, ternyata semua masih sama tidak ada yang dirubah. kamar yang sudah lama dia tinggalkan karna selalu ribut dengan ayahnya. kemudian Jho langsung membersihkan tubuhnya agar segera istirahat.
Pagi hari di mansion
saat semua anggota keluarga Vittoria sudah berkumpul untuk sarapan pagi, karna keluarga mereka sangat taat peraturan di keluarga nya kecuali Jhonatan.
"hallo" ucap Jho membuat mereka terkejut.
"Jho" ucap ibunya.
"kak Jho" ucap Davin dan adik perempuan nya.
Derya adik perempuannya langsung berdiri dan memeluk jho sementara ayahnya hanya melirik saja.
"sudah sudah lanjutkan sarapannya" ucap Jho yang sudah meminum susu hangat yang ada di meja.
"tidak sarapan dulu nak? sarapan lah kita sudah rindu sarapan denganmu" ucap ibunya.
"iya kak Jho sarapan dulu ayooo ini makanan kesukaan kakak" ucap Derya
"kakak ada urusan pagi ini, kamu sarapan lah yang banyak okk" ucap Jho sambil mencium kepala Derya.
"nakk" ucap ibunya.
"sudahh biarkan saja dia pergi, dia bisa sarapan dan makan dimana saja kalian jangan terlalu berlebihan, lihat lah dia sudah lama tidak pulang tapi dia baik baik saja." ucap Lucas Vittoria dengan nada menekan sehingga mereka yang disana terdiam dan melanjutkan sarapannya. sedangkan Jho sudah keluar dari mansion.
"Dasar anak kurang ajar" ucap Lucas karena kesal melihat tingkah anak sulung nya tidak pernah berubah selalu jadi pembangkang.
Jho terburu buru kekantor nya karna ada meeting dadakan, dan itu dikabarin oleh sekertaris nya subuh subuh. sedangkan Anna juga sudah berangkat ke kampus, dia berangkat lebih awal dari biasanya karena jaraknya ke kampus sudah semakin jauh dan dia harus naik angkutan umum.
Kampus.
Davin kini sudah tiba lebih awal dirinya ingin menunggu seseorang. sehingga membuat kehebohan terutama bagi para perempuan yang mengagumi nya. mereka penasaran siapa yang sedang Davin tunggu tunggu. dan ternyata mereka melihat Davin menghampiri seseorang yang baru saja tiba di kampus.
"Anna" panggil Davin.
"hmmm..." Anna
"kamu sekarang tinggal dimana? kemarin aku kerumah mu tapi katanya kamu sudah pindah. trus aku juga ke tempat kerja mu katanya kamu ada masalah kenapa kamu tidak cerita samaku." ucap Davin tanpa basa basi dan segera ingin tau
"apakah kita sedekat itu sampai aku harus cerita semua denganmu" Anna
Davin terdiam mendengar jawaban dari Anna, dirinya merasa kecewa ternyata hanya dirinya yang menganggap Anna sebagai teman.
"ayolahh nanti akan aku ceritakan" ucap Anna yang melihat ekspresi sedih dari Davin.
"benarkah?" tanya Davin.
"ayolah nanti aku berubah pikiran" ucap Anna
"baiklah aku tunggu nanti makan siang. okk" Davin
Anna hanya berpose ok lalu meninggalkan Davin, davin juga sudah penuh semangat ternyata Anna juga menganggap nya teman.
"siapa wanita itu. sampai membuat Davin menunggu nya." wanita 1
"cihhh... cantikan juga aku, tapi kenapa Davin malah memilih wanita seperti itu" wanita 2
"mungkin si Davin sudah mulai rabun" wanita 3
Mereka tak habis habisnya mengosipi Davin dan juga Anna, mereka juga ingin mencari tahu identitas Anna karena penasaran.
Dikelas
"heh gembel, jangan sok yaaa mentang mentang Davin begitu peduli terhadap mu. kamu itu tidak pantas buatnya kamu itu pantasnya jadi pembantu nya." ucap Bella
"ohh yaa!!" ucap Anna cuek tanpa memperdulikan ucapan Bella.
"hehhhh aku itu lagi bicara dengan mu" ucap Bella yang kesal dengan sikap cuek anna.
"benarkah??? tapi aku tidak peduli" ucap Anna dengan angkuh dan sudah duduk di bangkunya
"good morning!" ucap dosen yang membuat Bella terkejut.
"morning sir" ucap semuanya sedangkan Bella langsung menuju ke bangku nya sambil mengepalkan tangan nya karena geram melihat tingkah angkuh Anna.
"awass aja kamu ya ******! jangan karna Davin peduli denganmu aku tidak berani terhadap mu" batin Bella.
saat mata kuliah sudah selesai, Anna hendak keluar dari kelas yang ingin menemui Davin di kantin sesuai kesepakatan mereka tadi pagi. tiba tiba saja Anna terkejut karena davin sudah langsung menemui nya di kelas.
"Davin??" tanya Anna
"ahh iyaa aku baru saja mau ke kantin trus lihat kamu masih disini" jawab Davin terbata bata seolah dirinya kepergok.
"ya sudahh ayo aku sudah lapar" Anna.
kemudian sesampai nya dikantin Anna dan Davin sedang makan siang sambil mengobrol tentang apa yang dialami oleh Anna mereka begitu serius. sedangkan yang lainnya juga sedang sibuk membicarakan mereka, ada yang semakin membenci Anna ada yang iri dan ada juga yang mengatakan mereka cocok.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments