12

setibanya di apartemen mereka langsung sibuk menyusun segala barang dan kebutuhan Anna, dan juga bi arum sudah menyusun beberapa pakaian yang hendak dibawa oleh Jho ke mansion. sangkin asik nya mereka sampai lupa untuk makan malam, Jho yang merasa sudah lapar meminta bi arum untuk menyiapkan makan malam.

"istirahat lah kamu pasti lelah" ucap Jho.

"ahhh..... ini sedikit lagi kak" Anna

"kalau sekiranya masih ada yang kurang kamu bisa tinggal bilangkan sama bi arum aja ya" ucap Jho lembut.

"ini udah lebih dari cukup kak, bahkan aku sangat berterimakasih sama kak Jho sudah ngasih aku tumpangan. Dan satu lagi kak aku bisa tinggal sendiri aja tanpa bi arum. bukan bermaksud gimana tapi aku udah terbiasa melakukan sendiri." Anna

"aku mohon kak Jho, aku gak mau ngerepotin kak jho lagi dan bi arum" ucap Anna memohon.

"baiklah kalau begitu, tapi jika terjadi sesuatu atau kamu dalam masalah langsung hubungin aku ya" Jho

"ahh baiklah kak Jho" ucap Anna

"kak Jho" panggil Anna lagi

"iyaaa" Jho

"kemarin soal pekerjaan yang kak Jho maksud gimna?" tanya Anna

"ahhh... aku hampir lupa soal itu. jadi rencananya kamu bakal aku jadikan sebagai asisten pribadiku." ucap Jho.

"hahh??" Anna kebingungan

"iyaaa jadi asisten pribadi ku, nanti kita bisa atur jadwal kerja kamu dan apartemen ini sebagai inventaris dari kantor jadi kamu gak perlu sungkan. aku lakuin ini karna aku sudah anggap kamu sebagai teman aku (picsss)" ucap Jho sambil berpose jari dua.

Anna terharu mendengar penjelasan dari Jhonatan dan tak menyangka ternyata ada orang yang membantu nya sejauh ini.

"tuan nona makan malamnya sudah siap. silahkan" ucap bi arum.

"ohhh sudah selesai ternyata ayo kita makan dulu" ucap Jho

mereka makan begitu lahap karena sudah kelaparan dan juga makanan nya enak, bi arum juga ikut makan bersama Anna dan Jho karena Anna memaksa dan Jho tidak keberatan dengan itu.

setelah mereka selesai makan dan istirahat sebentar Jho akhirnya meminta untuk pamit pulang agar segera istirahat dan mengajak bi arum pulang ke mansion karna Anna yang meminta nya.

Mansion

"malam tuan" pelayan

"yaa... tolong siapkan kamar saya, karna mulai malam ini aku akan tinggal disini." Jho

"baik tuann" ucap pelayan itu dan langsung pergi merapi kan kamar Jho

Sedangkan Jho pergi ke taman belakang sembari menunggu kamarnya dirapikan, sebenarnya dirinya malas pulang ke mansion karna akan bertemu dengan ayah nya yang akan terus meminta nya menikah dan itu pasti akan menjadi pertengkaran antara ayah dan anak.

"tuan kamarnya sudah siap" ucap salah seorang pelayan mengacaukan lamunannya.

"baiklah... " ucap Jho langsung menuju kekamar nya.

sesampai nya Jho dikamar nya, ternyata semua masih sama tidak ada yang dirubah. kamar yang sudah lama dia tinggalkan karna selalu ribut dengan ayahnya. kemudian Jho langsung membersihkan tubuhnya agar segera istirahat.

Pagi hari di mansion

saat semua anggota keluarga Vittoria sudah berkumpul untuk sarapan pagi, karna keluarga mereka sangat taat peraturan di keluarga nya kecuali Jhonatan.

"hallo" ucap Jho membuat mereka terkejut.

"Jho" ucap ibunya.

"kak Jho" ucap Davin dan adik perempuan nya.

Derya adik perempuannya langsung berdiri dan memeluk jho sementara ayahnya hanya melirik saja.

"sudah sudah lanjutkan sarapannya" ucap Jho yang sudah meminum susu hangat yang ada di meja.

"tidak sarapan dulu nak? sarapan lah kita sudah rindu sarapan denganmu" ucap ibunya.

"iya kak Jho sarapan dulu ayooo ini makanan kesukaan kakak" ucap Derya

"kakak ada urusan pagi ini, kamu sarapan lah yang banyak okk" ucap Jho sambil mencium kepala Derya.

"nakk" ucap ibunya.

"sudahh biarkan saja dia pergi, dia bisa sarapan dan makan dimana saja kalian jangan terlalu berlebihan, lihat lah dia sudah lama tidak pulang tapi dia baik baik saja." ucap Lucas Vittoria dengan nada menekan sehingga mereka yang disana terdiam dan melanjutkan sarapannya. sedangkan Jho sudah keluar dari mansion.

"Dasar anak kurang ajar" ucap Lucas karena kesal melihat tingkah anak sulung nya tidak pernah berubah selalu jadi pembangkang.

Jho terburu buru kekantor nya karna ada meeting dadakan, dan itu dikabarin oleh sekertaris nya subuh subuh. sedangkan Anna juga sudah berangkat ke kampus, dia berangkat lebih awal dari biasanya karena jaraknya ke kampus sudah semakin jauh dan dia harus naik angkutan umum.

Kampus.

Davin kini sudah tiba lebih awal dirinya ingin menunggu seseorang. sehingga membuat kehebohan terutama bagi para perempuan yang mengagumi nya. mereka penasaran siapa yang sedang Davin tunggu tunggu. dan ternyata mereka melihat Davin menghampiri seseorang yang baru saja tiba di kampus.

"Anna" panggil Davin.

"hmmm..." Anna

"kamu sekarang tinggal dimana? kemarin aku kerumah mu tapi katanya kamu sudah pindah. trus aku juga ke tempat kerja mu katanya kamu ada masalah kenapa kamu tidak cerita samaku." ucap Davin tanpa basa basi dan segera ingin tau

"apakah kita sedekat itu sampai aku harus cerita semua denganmu" Anna

Davin terdiam mendengar jawaban dari Anna, dirinya merasa kecewa ternyata hanya dirinya yang menganggap Anna sebagai teman.

"ayolahh nanti akan aku ceritakan" ucap Anna yang melihat ekspresi sedih dari Davin.

"benarkah?" tanya Davin.

"ayolah nanti aku berubah pikiran" ucap Anna

"baiklah aku tunggu nanti makan siang. okk" Davin

Anna hanya berpose ok lalu meninggalkan Davin, davin juga sudah penuh semangat ternyata Anna juga menganggap nya teman.

"siapa wanita itu. sampai membuat Davin menunggu nya." wanita 1

"cihhh... cantikan juga aku, tapi kenapa Davin malah memilih wanita seperti itu" wanita 2

"mungkin si Davin sudah mulai rabun" wanita 3

Mereka tak habis habisnya mengosipi Davin dan juga Anna, mereka juga ingin mencari tahu identitas Anna karena penasaran.

Dikelas

"heh gembel, jangan sok yaaa mentang mentang Davin begitu peduli terhadap mu. kamu itu tidak pantas buatnya kamu itu pantasnya jadi pembantu nya." ucap Bella

"ohh yaa!!" ucap Anna cuek tanpa memperdulikan ucapan Bella.

"hehhhh aku itu lagi bicara dengan mu" ucap Bella yang kesal dengan sikap cuek anna.

"benarkah??? tapi aku tidak peduli" ucap Anna dengan angkuh dan sudah duduk di bangkunya

"good morning!" ucap dosen yang membuat Bella terkejut.

"morning sir" ucap semuanya sedangkan Bella langsung menuju ke bangku nya sambil mengepalkan tangan nya karena geram melihat tingkah angkuh Anna.

"awass aja kamu ya ******! jangan karna Davin peduli denganmu aku tidak berani terhadap mu" batin Bella.

saat mata kuliah sudah selesai, Anna hendak keluar dari kelas yang ingin menemui Davin di kantin sesuai kesepakatan mereka tadi pagi. tiba tiba saja Anna terkejut karena davin sudah langsung menemui nya di kelas.

"Davin??" tanya Anna

"ahh iyaa aku baru saja mau ke kantin trus lihat kamu masih disini" jawab Davin terbata bata seolah dirinya kepergok.

"ya sudahh ayo aku sudah lapar" Anna.

kemudian sesampai nya dikantin Anna dan Davin sedang makan siang sambil mengobrol tentang apa yang dialami oleh Anna mereka begitu serius. sedangkan yang lainnya juga sedang sibuk membicarakan mereka, ada yang semakin membenci Anna ada yang iri dan ada juga yang mengatakan mereka cocok.

Episodes
1 prolog
2 kehidupan baru
3 Kehidupan baru 2
4 pertemuan 1
5 merindukan ayah & ibu
6 Berteman
7 pertemuan 2
8 Anna yang malang
9 Masalah 1
10 masalah 2
11 Tempat tinggal baru
12 12
13 Bertemu teman lama
14 bersama sahabat
15 sitampan dan sicantik
16 ciuman pertama
17 Berjanji
18 siapa Albert?
19 Ternyata.
20 Bahagia
21 bertemu Selena ibunya
22 Depresi Anna
23 Wanita gila
24 Sang mantan
25 kegabutan cindy
26 membuat onar
27 27
28 kekasihnya dan mantannya bertemu
29 Bingung
30 Penjelasan
31 rencana chelsea
32 32
33 Anna tertusuk
34 34
35 35
36 Cindy patah hati
37 Cindy dan Gabriel
38 Cindy dan Gabriel 2
39 persiapan magang
40 permasalahan Anna
41 Hari bahagia
42 Hari kerja
43 perdebatan
44 pertemuan
45 Selena ibuku
46 kebingungan
47 Berdebat dengan ibuku
48 Anna ingin mengakhiri
49 mencari Anna
50 Kecelakaan Selena
51 Ternyata kamu juga Putrinya
52 Tuan Aaron
53 Anna pergi
54 Anna pergi 2
55 Anna dijodohkan
56 Anna setuju
57 perpisahan sesungguhnya
58 mansion Edward
59 bertemu setelah berpisah
60 Rencana ipar dan calon mertua
61 memilih gaun pengantin
62 Ziva kekasihnya
63 pernikahan
64 masa lalu
65 mertua dan Menantu
66 Tuan Edward meninggal
67 kericuhan
68 pemakaman
69 Calon pewaris
70 Berdebat dengan Adryan
71 Anna dibebaskan
72 Anna pindah kamar
73 Ziva hamil
74 Ziva dengan seorang pria
75 perjamuan malam
76 Inez dan Anna bermain
77 kecurigaan Liora
78 tertarik dengan Anna
79 kekhawatiran Ziva
80 interogasi
81 menjebak Adryan
82 malam pertama Anna
83 keluar bersama kakak ipar
84 Anna hamil
85 Liora mulai bereaksi
86 Anna Depresi
87 makan mie instan bersama
88 Masa kecil.
89 mual mual (ngidam)
90 Tidak suka aroma parfum
91 Anna dan Adryan
92 Misi Liora
93 menggantikan sekretaris
94 Anna ketahuan hamil
95 Ziva melahirkan
96 Bima akan mengungkapkan kebenaran
97 kecelakaan Liora dan Bima
98 Ziva pergi bersantai
99 seperti suami istri yang saling mencintai
100 ketahuan paparazi
101 Ziva menyemprot racun tanaman Anna
102 Ziva menduga Anna menggunakan guna guna
103 Proses pencarian Livy
104 Keributan Anna dan Ziva
105 menenangkan pikiran
106 Adryan marah
107 Anna mendapatkan kabar ayahnya.
108 Bima tau siapa Livy
109 perhatian Bima
110 surat perceraian
111 Liora siuman
112 Anna dan kepala pelayan kecelakaan
113 kecelakaan 2
114 kecelakaan 3
115 Selena dan masa lalunya
116 Masa lalu 2
117 kisah romantis
118 masa lalu 3
119 Masa lalu 4
120 Anna siuman
121 Mencurigai Ziva
122 Anna pulang
123 perubahan Anna
124 Perubahan Anna 2
125 Anna dan kepala pelayan.
126 Pertama bekerja
127 Cemburu Ziva
128 Cemburu Adryan
129 Adryan mabuk
130 Memeluk Livy
131 menggantikan Ziva
132 membujuk Ziva
133 Kalung permata yang indah
134 berkunjung kerumah Eric
135 Bima datang menemui Livy
136 Ziva dan segala kekhawatiran nya
137 khawatir Ziva 2
138 mengajak Anna pulang bersama
139 Kecemburuan suami
140 Ciuman diruangan kantor
141 Berdiskusi dengan Ziva
142 Pernyataan cinta dari sang Suami
143 Eric menolong Anne
144 Anna cemburu
145 Anna meminta kepastian
146 Adryan berbuat onar
147 Anna diculik
148 Kecelakaan Anna dan Ziva
Episodes

Updated 148 Episodes

1
prolog
2
kehidupan baru
3
Kehidupan baru 2
4
pertemuan 1
5
merindukan ayah & ibu
6
Berteman
7
pertemuan 2
8
Anna yang malang
9
Masalah 1
10
masalah 2
11
Tempat tinggal baru
12
12
13
Bertemu teman lama
14
bersama sahabat
15
sitampan dan sicantik
16
ciuman pertama
17
Berjanji
18
siapa Albert?
19
Ternyata.
20
Bahagia
21
bertemu Selena ibunya
22
Depresi Anna
23
Wanita gila
24
Sang mantan
25
kegabutan cindy
26
membuat onar
27
27
28
kekasihnya dan mantannya bertemu
29
Bingung
30
Penjelasan
31
rencana chelsea
32
32
33
Anna tertusuk
34
34
35
35
36
Cindy patah hati
37
Cindy dan Gabriel
38
Cindy dan Gabriel 2
39
persiapan magang
40
permasalahan Anna
41
Hari bahagia
42
Hari kerja
43
perdebatan
44
pertemuan
45
Selena ibuku
46
kebingungan
47
Berdebat dengan ibuku
48
Anna ingin mengakhiri
49
mencari Anna
50
Kecelakaan Selena
51
Ternyata kamu juga Putrinya
52
Tuan Aaron
53
Anna pergi
54
Anna pergi 2
55
Anna dijodohkan
56
Anna setuju
57
perpisahan sesungguhnya
58
mansion Edward
59
bertemu setelah berpisah
60
Rencana ipar dan calon mertua
61
memilih gaun pengantin
62
Ziva kekasihnya
63
pernikahan
64
masa lalu
65
mertua dan Menantu
66
Tuan Edward meninggal
67
kericuhan
68
pemakaman
69
Calon pewaris
70
Berdebat dengan Adryan
71
Anna dibebaskan
72
Anna pindah kamar
73
Ziva hamil
74
Ziva dengan seorang pria
75
perjamuan malam
76
Inez dan Anna bermain
77
kecurigaan Liora
78
tertarik dengan Anna
79
kekhawatiran Ziva
80
interogasi
81
menjebak Adryan
82
malam pertama Anna
83
keluar bersama kakak ipar
84
Anna hamil
85
Liora mulai bereaksi
86
Anna Depresi
87
makan mie instan bersama
88
Masa kecil.
89
mual mual (ngidam)
90
Tidak suka aroma parfum
91
Anna dan Adryan
92
Misi Liora
93
menggantikan sekretaris
94
Anna ketahuan hamil
95
Ziva melahirkan
96
Bima akan mengungkapkan kebenaran
97
kecelakaan Liora dan Bima
98
Ziva pergi bersantai
99
seperti suami istri yang saling mencintai
100
ketahuan paparazi
101
Ziva menyemprot racun tanaman Anna
102
Ziva menduga Anna menggunakan guna guna
103
Proses pencarian Livy
104
Keributan Anna dan Ziva
105
menenangkan pikiran
106
Adryan marah
107
Anna mendapatkan kabar ayahnya.
108
Bima tau siapa Livy
109
perhatian Bima
110
surat perceraian
111
Liora siuman
112
Anna dan kepala pelayan kecelakaan
113
kecelakaan 2
114
kecelakaan 3
115
Selena dan masa lalunya
116
Masa lalu 2
117
kisah romantis
118
masa lalu 3
119
Masa lalu 4
120
Anna siuman
121
Mencurigai Ziva
122
Anna pulang
123
perubahan Anna
124
Perubahan Anna 2
125
Anna dan kepala pelayan.
126
Pertama bekerja
127
Cemburu Ziva
128
Cemburu Adryan
129
Adryan mabuk
130
Memeluk Livy
131
menggantikan Ziva
132
membujuk Ziva
133
Kalung permata yang indah
134
berkunjung kerumah Eric
135
Bima datang menemui Livy
136
Ziva dan segala kekhawatiran nya
137
khawatir Ziva 2
138
mengajak Anna pulang bersama
139
Kecemburuan suami
140
Ciuman diruangan kantor
141
Berdiskusi dengan Ziva
142
Pernyataan cinta dari sang Suami
143
Eric menolong Anne
144
Anna cemburu
145
Anna meminta kepastian
146
Adryan berbuat onar
147
Anna diculik
148
Kecelakaan Anna dan Ziva

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!