Bella yang melihat tangan Anna di gandeng oleh Davin, merasa sangat panas dan risih. Sehingga dalam pikiran nya Anna telah menggoda Davin, "dasar kampungan, awas aja kamu ya gembel." Bella membatin sedangkan dipikiran nya menyumpahi Anna.
Anna yang mengikuti langkah Davin mencoba memberontak, karna dirinya tidak tau kemana akan di bawa Davin.
"kita akan kemana???." tanya Anna
Davin"...." terus berjalan tanpa peduli dengan yang dia bawa.
"heii manusia kecoa.." Anna mencoba melawan tetapi Davin terus menarik tangan nya hingga mereka sampai di suatu counter hp terdekat di kampus mereka.
"harusnya ngomong dulu kalau mau kesini kecoa." Anna berbicara dengan nada kecil, membuat Davin menoleh kearah nya.
"pilihlah.." saut Davin
Anna yang merasa canggung dan bingung, "harusnya aku tidak minta di ganti... uhhh dasar Anna tolol..." Anna membatin menyumpahi dirinya sendiri.
"pak... mau handset yang bagus 1!!" langsung bertindak karena Anna hanya diam.
"nihhh...handset nya" Davin mencoba menyerahkan pada Anna, kemudian di tarik kembali oleh Davin.
"tunggu... aku sudah mengganti barang mu yang rusak. lantas gimana dengan tangan ku nona, ini sangat sakit." davin mencoba merayu Anna.
"ohhh apakah tangan mu patah tuan kecoa." balas Anna yang tidak mau kalah dan melihat handset yang di pegang Davin di sembunyikan di belakang nya.
"heii ini hampir patah, gimana biss..." belum selesai Davin melanjutkan ucapan nya Anna langsung mencekal tangan nya.
"hiyaa.. noonnaa.. au.. tolong ini sakit." menahan sakit Anna mencekal nya dengan kuat.
"jika tangan mu tidak patah lantas harus aku apakan tuan kecoa yang mulia." Anna semakin keras mencekal nya. membuat Davin semakin berteriak. Dan menjadi pusat perhatian di sekitar dan Anna melepas cekalan nya, dan mengambil handset yang jatuh dari tangan Davin.
"makasih.." saut Anna dengan singkat lalu meninggalkan Davin yang kesakitan..
Davin yang melihat Anna semakin jauh, merasa tertarik dengan Anna. Merasa Anna berbeda dengan wanita wanita yang selalu mendekati nya.
"tunggu....Tuan kecoa,, maksudnya aku tuan kecoa..... heiii nona tunggu.." saat Davin hendak mengejar Anna, akan tetapi sudah menghilang.
sepulang dari kampus Anna pulang sebentar untuk mandi, kemudian dia berangkat lagi untuk bekerja.
Restoran.
saat Anna sedang sibuk melayani para tamu dan pelanggan, hingga Anna tidak menyadari bahwa seseorang dari tamu yang dia layani sedang memperhatikan nya.
"bukannya ini wanita yang Davin ganggu tadi pagi ya?" tanya pria itu dalam hati, sambil memperhatikan tanpa kedip mata membuat korban menoleh kearah nya.
Anna yang melihat sepasang mata pria itu seketika terbuai, lalu Anna menggeleng kan kepalanya.
"ayolahh Anna, kamu sadar bukan saat nya mencari pria tampan" batin Anna mencoba menyadarkan dirinya, lalu mencoba melirik kearah pria itu. Dan ternyata Pria belum melepaskan pandangan nya dari Anna, membuat Anna gugup dan hampir menambrak tiang.
"menarik" batin Pria itu. Saat Anna sudah menghilang dari pandangan nya kini dia fokus pada rekan rekan nya.
Waktu menandakan pukul 23.00 dimana restoran akan tutup, para pelayan dan karyawan restoran sudah mulai membersihkan dan merapikan segala tempat. Tapi sepertinya para tamu yang Anna layani tadi sedang asik dan belum ingin keluar dari restoran.
"Anna kamu kemari" panggil salah satu staff restoran.
"iya pak. ada apa. ada yang perlu saya kerjakan?" balas Anna
"tolong kamu ke atas dan minta kepada tamu untuk segera keluar karna restoran kita akan segera tutup." titah staff restoran.
"hahh" Anna terkejut mendengar perintah dari atasan nya itu,
"ahhh.. baik pak akan saya laksanakan." saut Anna kembali, takut membuat staff nya marah.
"(menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya) huuhhhh..."lalu Anna berjalan dengan terpaksa dan berat. membuat staff nya kebingungan, "apakah terlalu sulit melakukannya padahal hanya untuk meminta tamu pulang saja." isi pikiran staff.
Anna melangkah dengan sangat gugup, jantung nya berdegup kencang seolah jantung mau pindah ke ginjal.
"Anna kamu kenapa.. ayolah jantung... hei kaki kenapa kamu gemeteran." Anna berbicara dengan dirinya sendiri lewat batin dan pikiran nya.
Begitu Anna tiba di atas, pandangan Anna tiba tiba saja tertuju pada Pria yang tadi menatap nya. Sontak membuat Anna semakin gugup dikarenakan Pria itu bahkan menatap nya sekarang.
"Tuan tuan maaf jika saya terlalu lancang, restoran akan segera tutup mohon untuk kerja sama nya. agar segera meninggalkan restoran." pinta Anna, mencoba untuk tidak kelihatan gugup Anna menunduk kepala dan tidak berani melihat para pelanggan.
Para tamu mencoba bangkit dan keluar satu persatu, sedangkan Anna masih berdiri dengan menundukkan kepala layaknya seorang pelayan. Tiba tiba saja salah seorang tamu itu mengelus kepala Anna dengan lembut, sontak itu membuat Anna terkejut dan memandang tamu yang mengelus kepalanya. Dan itu membuat nya semakin gugup sebab pandangan mereka beradu, dan Anna melihat ada kehangatan dari tatapan Pria itu.
"ku harap kita akan bertemu lagi nona" ucap Pria itu tersenyum lalu pergi meninggalkan restoran. "(semoga kita bisa berteman nona)" batin Pria itu
Deg... deg... deg....
Jantung Anna kembali mengguncang, di tambah dengan senyuman Pria itu. "tampan sekali..." batin Anna mencoba tenang, dan santai agar tidak ketahuan oleh rekan yang lain nya bahwa dirinya sedang berbunga bunga.
Setibanya Anna sampai dirumah, dia langsung melempar kan tubuh nya ke kasur. Dan tersenyum mengingat kejadian di restoran itu, dan mulai menghalu mungkin Pria itu jatuh cinta padanya. Mungkin mereka akan berjodoh, mungkin juga mereka akan menjadi sepasang kekasih apakah ini yang namanya pandangan pertama.
Hingga Anna melihat ada kecoa yang sedang berjalan jalan di lantai nya.
"dasar kecoa busuk ganggu halu ku saja" kesal Anna lalu menginjak kecoa sampi mati.
Anna kembali menghalu tapi kini yang di halukan nya bukan tentang Pria tampan itu, tapi dia teringat dengan tuan kecoa yang tadi pagi dan siang.
"apa aku terlalu kasar ya padanya?" dia kan sudah mengganti handset ku tapi kenapa aku malah mencekal tangan nya!! Anna merasa bersalah dan kasian.
"biarlah anna, tidak perlu merasa bersalah itu juga kesalahan nya" bantah pikiran Anna lagi.
Seiring berjalannya waktu, Anna kini sudah terbiasa dengan aktivitas dan kehidupan barunya di kota. Walau terkadang dirinya rindu ingin ke panti, tapi dia sering mengirim sumbangan berupa uang untuk membantu perekonomian anak anak panti. Karna dia tau apa saja yang menjadi kebutuhan dan kekurangan disana. Hingga Anna memiliki teman di kampus dan rekan kerja yang jiwa jiwa nya berbagai macam. Tapi Anna cukup bisa mengatasi nya karna dirinya sudah terbiasa dengan manusia manusia yang bermuka dua tiga mungkin lebih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Djo M
Jatuh cintanya biasa ya Anna..kejar cita²mu dulu
2023-09-09
0
Yem
Manusia kecoa 😁
Lucu sekali si Anna
2023-03-26
0