merindukan ayah & ibu

sepulang nya Anna dari mall ke rumah nya, dia melihat orang orang yang disekitar memasuki mall dari sepasang kekasih, sepasang suami istri, dan lainnya. Hingga Anna tertuju pada 1 keluarga kecil, yang sedang menemani anak nya bermain permainan dimall itu. Mereka begitu bahagia dengan senyum dan tawa yang tulus, dan Anna tersenyum lalu meninggalkan tempat itu.

Jhonatan yang masih memperhatikan Anna dari kejauhan, ikut tersenyum saat melihat Anna tersenyum seolah ada magnetnya.

Rumah Anna.

Pukul 23.30 Anna baru sampai di rumahnya, dan seperti biasa Anna langsung melempar kan tubuh nya ke kasur. Mencoba memejamkan matanya untuk menenangkan tubuhnya, tapi yang malah terlintas dibenak nya ialah tentang, apa yang dia lihat tadi siang dan di restoran tempat dia bekerja.

Tentang keluarga bahagia yang menemani anak nya bermain, dan mengajak keluarga kecil nya untuk menikmati makan malam. Membuat Anna membuka matanya lalu bergegas kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket akibat keringat nya.

srakkk... srakkk...srakkk.. (suara cipratan air)

Anna yang menyiram tubuh dengan air, mencoba menenangkan dirinya. Mencoba untuk tidak mengingat ingat kenangan pahit nya, meskipun ada momen yang membuatnya bahagia diwaktu kecilnya. Anna sudah menganggap itu hanya sebuah ilusinya.

"ayolah Anna... jangan mengingat mereka lagi. mereka bukan orang tua mu lgi." Anna berbicara dengan dirinya sendiri.

selesai mandi Anna langsung merebahkan tubuh dikasur untuk tidur, dan tak butuh waktu lama dia langsung terpejam.

Saat hampir menjelang pagi, Anna bermimpi. Bermimpi dimana dia begitu bahagia selalu bersama dengan kedua orangtuanya. Anna begitu tertawa lepas, dan begitu gembira seolah dialah makhluk yang paling bahagia dibumi. Dan tiba tiba Anna seperti berada didalam ruangan yang gelap, yang tidak ada cahayanya. Dia hanya mendengar suara keributan ayah dan ibunya yang tidak ingin merawat nya.

"ayahhh.... ibu....(panggil Anna kecil)." sambil meraba raba sekeliling karna begitu gelap gulita.

"pokoknya aku tidak ingin membawa Livy, kamu saja yang mengurus nya"suara ibunya.

"aku juga tidak ingin mengurusnya, aku tidak sudi merawat anak yang lahir dari rahim wanita murahan seperti mu." suara ayah.

Suara itu terus bergema di telinga Anna, dan membuat Anna terbangun dan sudah seperti habis lari maraton. Keringanya bercucuran dari wajahnya, sontak membuat Anna termenung.

Tetapi kini Anna begitu demam, panas tinggi. Setiap tahunnya di tanggal 10 November Anna akan demam tinggi dan bermimpi kejadian yang membuatnya trauma akan ayah dan ibunya.

"astaga... ini... ahhh badanku begitu panas, dan aku tidak sanggup berdiri."ucapnya.

Ditempat lain.

Davin yang selalu menumpang naik mobil kakaknya jika akan berangkat kuliah dan dijemput jika sudah selesai kelasnya. Karena orangtua nya tidak mengijinkan nya mengendarai kendaraan sendiri. Takut jika kejadian yang pernah menimpannya dan hampir merenggut nyawanya.

Davin sedang melihat lihat kearah trotoar jalan mencari sosok seorang Anna, tapi tidak melihatnya merasa seperti ada yang kurang. Dan sementara Jho kakaknya Davin memperhatikan adiknya yang kegelisahan melihat kanan dan kiri yang sedang mencari cari seseorang. Dan dia tau jika adiknya mencari sosok Anna.

"gadis itu dimana ya?" batin Davin sedang bertanya tanya.

"apa mungkin dia pergi duluan ya, takut aku ganggu lagi."

"apa aku dia begitu membenciku, sampai sampai tidak ingin bertemu denganku" lirihnya lagi dalam hati.

sambil melihat liat trotoar, sampai akhirnya dia tiba dikampus. Dan hasilnya nol, dia tidak menemukan Anna.

"apa mungkin dia tidak kelas ya hari ini?" tanya nya lagi dalam hati.

Sedangkan Jhonatan yang juga mencari sosok Anna tidak melihatnya, membuatnya bertanya tanya. Yang dimana Anna selalu berjalan diwaktu yang sama jika dirinya berangkat kekantor.

"mungkin dia tidak ada jadwal kelas hari ini." ucapnya dalam hati.

Dirumah Anna.

Anna memutuskan untuk tidak Kekampus hari ini, karna keadaannya yang kurang sehat. Dia hanya bisa berjalan sekitar rumahnya saja, untuk ambilkan minum, kekamar mandi lalu berbaring lagi. Bahkan untuk sarapan nya Anna hanya menyeduhkan secangkir susu dan roti selai.

"aku harus sehat dan tidak boleh lemah.,, ayo Anna semangat kamu pasti bisa!!" ucap Anna untuk menyemangati dirinya sendiri.

drettt...drettt...drett... hp Anna berdering seseorang menelponnya.

"hallo Anna" panggil dari seberang.

"ibu... ibu apa kabar?." balas Anna

"gimana keadaan kamu nak... apakah demam mu sudah reda?" tanya ibu panti Anna yang paham jika tanggal 10 November Anna akan demam tinggi.

"aku baik baik saja bu. tidak perlu khawatir, Anna sudah dewasa sekarang." saut Anna mencoba menenangkan ibu panti nya yang khawatir akan keadaannya.

"ibu lega mendengarnya, tapi nak... pergilah berobat supaya demam kamu mereda." pinta dari seberang telponan.

Lalu mereka memutuskan panggilannya.

Seharian Anna hanya berbaring dikasurnya, bahkan untuk makan siang Anna sudah memesan lewat aplikasi online, Hingga akhirnya sore pun menjelang, dan sudah mengabari ke staff untuk ijin tidak masuk malam ini. Karena Anna merasa jenuh seharian dirumah, mencoba berjalan jalan untuk mencari hiburan.

Anna menaiki angkutan umum untuk sekitar kota, karena badannya masih kurang tenaga untuk jalan kaki. Hingga akhirnya Anna memutuskan untuk bersantai ke taman yang berada di tengah tangah kota.

Anna yang awalnya ingin mencari hiburan dan mencoba menghilangkan jenuhnya, mencoba menenangkan diri di taman malah membuat dirinya semakin terluka.

Anna melihat kembali sebuah keluarga kecil yang sedang asyik dengan kegiatan mereka, begitu bahagianya dan bahkan tertawa lepas tanpa memperdulikan keadaan sekeliling. Dan juga sepasang kekasih yang sedang asyik bercanda dan bercerita sambil tertawa riang. Anna yang melihat itu tanpa terasa air matanya menetes perlahan lahan.

"Menangislah jika ingin menangis, jangan ditahan tahan akan menjadi luka buatmu nona." ucapan Pria yang berada diujung bangku. dimna Anna juga berada diujung bangku.

Anna langsung menoleh kearah suara itu, dan ternyata Pria itu juga menoleh kearahnya. dan Anna yang mendengar ucapan nya itu langsung menangis sejadi jadinya. Dan terdengar begitu kenceng sehingga membuatnya menjadi pusat perhatian sekitar.

Pria itu terkejut mendengar tangisan Anna yang meledak, sontak membuat orang disekitar berpikiran bahwa Pria itu yang membuat menangis.

"heii.... nona bisakah kamu diam, lihatlah kita sudah menjadi pusat perhatian orang." ucap pria itu lagi..

Tetapi lagi lagi Anna semakin mengencangkan tangisan nya. sehingga membuat orang orang yang tadi di taman pergi, dan hanya menyisahkan Pria itu. Anna yang sudah merasakan sunyi berhenti menangis, lalu mengusap tangisan nya melihat lagi kearah Pria itu.

Pria itu langsung pergi meninggalkan taman itu, dan tinggal Anna sendirian.

Anna lalu meneteskan kembali air matanya, mengingat betapa merindu nya dirinya pada kedua orangtua nya. Tangis nya kembali menjadi lagi, sehingga membuat Pria yang tadi meninggalkan nya berhenti dan memperhatikan Anna dari balik pepohonan.

"kalian jahat... kalian tega..." ucap Anna lalu kembali menangis lagi.

"ayah... ibu... aku merindukan kalian" ucapan nya lagi. kemudian menangis lagi. "kalian membuangku dan membuat aku menjadi anak sebatang kara"ucap Anna dalam hati dengan nada menekan.

Setelah lama mengutarakan isi hatinya dan menangis sepuasnya, Anna memutuskan untuk pulang. Tetapi tiba tiba Anna merasakan seolah olah bumi berputar dan penglihatan nya buram. Dan kemudian terjatuh, Pria yang masih memperhatikan Anna dari balik pohon langsung keluar menghampiri Anna.

"nona...nonna... tolong sadarlah..." pangil Pria itu sambil menepuk nepuk pipi Anna untuk menyadarkan nya. Tetapi masih belum sadar juga, dan pria itu merasakan bahwa tubuh Anna panas dan langsung membawa nya kerumah sakit.

Rumah sakit.

"Tolong pak, pasien harus di temani oleh seseorang keluarga, tidak boleh ditinggal begitu aja." ucapan salah seorang perawat rumah sakit yang menahan Pria yang ingin pergi meninggalkan Anna.

"tapi saya bukan keluarga sus, saya juga tidak mengenal nya. saya tidak sengaja melihatnya tergeletak di tanah jadi saya membawa nya kesini." ucap Pria itu menjelaskan pada perawat itu.

"tapi tetap saja pak, bapak saksi utama yang membawa nya. jadi tolong untuk tetap tinggal sampai beliau sadar." tegas perawat itu lagi lalu meninggalkan ruangan itu.

"sialll.. aku hanya menolong nya bukan menyakiti nya.." Pria kesal karna dirinya ingin pulang tapi tidak diperbolehkan.

Episodes
1 prolog
2 kehidupan baru
3 Kehidupan baru 2
4 pertemuan 1
5 merindukan ayah & ibu
6 Berteman
7 pertemuan 2
8 Anna yang malang
9 Masalah 1
10 masalah 2
11 Tempat tinggal baru
12 12
13 Bertemu teman lama
14 bersama sahabat
15 sitampan dan sicantik
16 ciuman pertama
17 Berjanji
18 siapa Albert?
19 Ternyata.
20 Bahagia
21 bertemu Selena ibunya
22 Depresi Anna
23 Wanita gila
24 Sang mantan
25 kegabutan cindy
26 membuat onar
27 27
28 kekasihnya dan mantannya bertemu
29 Bingung
30 Penjelasan
31 rencana chelsea
32 32
33 Anna tertusuk
34 34
35 35
36 Cindy patah hati
37 Cindy dan Gabriel
38 Cindy dan Gabriel 2
39 persiapan magang
40 permasalahan Anna
41 Hari bahagia
42 Hari kerja
43 perdebatan
44 pertemuan
45 Selena ibuku
46 kebingungan
47 Berdebat dengan ibuku
48 Anna ingin mengakhiri
49 mencari Anna
50 Kecelakaan Selena
51 Ternyata kamu juga Putrinya
52 Tuan Aaron
53 Anna pergi
54 Anna pergi 2
55 Anna dijodohkan
56 Anna setuju
57 perpisahan sesungguhnya
58 mansion Edward
59 bertemu setelah berpisah
60 Rencana ipar dan calon mertua
61 memilih gaun pengantin
62 Ziva kekasihnya
63 pernikahan
64 masa lalu
65 mertua dan Menantu
66 Tuan Edward meninggal
67 kericuhan
68 pemakaman
69 Calon pewaris
70 Berdebat dengan Adryan
71 Anna dibebaskan
72 Anna pindah kamar
73 Ziva hamil
74 Ziva dengan seorang pria
75 perjamuan malam
76 Inez dan Anna bermain
77 kecurigaan Liora
78 tertarik dengan Anna
79 kekhawatiran Ziva
80 interogasi
81 menjebak Adryan
82 malam pertama Anna
83 keluar bersama kakak ipar
84 Anna hamil
85 Liora mulai bereaksi
86 Anna Depresi
87 makan mie instan bersama
88 Masa kecil.
89 mual mual (ngidam)
90 Tidak suka aroma parfum
91 Anna dan Adryan
92 Misi Liora
93 menggantikan sekretaris
94 Anna ketahuan hamil
95 Ziva melahirkan
96 Bima akan mengungkapkan kebenaran
97 kecelakaan Liora dan Bima
98 Ziva pergi bersantai
99 seperti suami istri yang saling mencintai
100 ketahuan paparazi
101 Ziva menyemprot racun tanaman Anna
102 Ziva menduga Anna menggunakan guna guna
103 Proses pencarian Livy
104 Keributan Anna dan Ziva
105 menenangkan pikiran
106 Adryan marah
107 Anna mendapatkan kabar ayahnya.
108 Bima tau siapa Livy
109 perhatian Bima
110 surat perceraian
111 Liora siuman
112 Anna dan kepala pelayan kecelakaan
113 kecelakaan 2
114 kecelakaan 3
115 Selena dan masa lalunya
116 Masa lalu 2
117 kisah romantis
118 masa lalu 3
119 Masa lalu 4
120 Anna siuman
121 Mencurigai Ziva
122 Anna pulang
123 perubahan Anna
124 Perubahan Anna 2
125 Anna dan kepala pelayan.
126 Pertama bekerja
127 Cemburu Ziva
128 Cemburu Adryan
129 Adryan mabuk
130 Memeluk Livy
131 menggantikan Ziva
132 membujuk Ziva
133 Kalung permata yang indah
134 berkunjung kerumah Eric
135 Bima datang menemui Livy
136 Ziva dan segala kekhawatiran nya
137 khawatir Ziva 2
138 mengajak Anna pulang bersama
139 Kecemburuan suami
140 Ciuman diruangan kantor
141 Berdiskusi dengan Ziva
142 Pernyataan cinta dari sang Suami
143 Eric menolong Anne
144 Anna cemburu
145 Anna meminta kepastian
146 Adryan berbuat onar
147 Anna diculik
148 Kecelakaan Anna dan Ziva
Episodes

Updated 148 Episodes

1
prolog
2
kehidupan baru
3
Kehidupan baru 2
4
pertemuan 1
5
merindukan ayah & ibu
6
Berteman
7
pertemuan 2
8
Anna yang malang
9
Masalah 1
10
masalah 2
11
Tempat tinggal baru
12
12
13
Bertemu teman lama
14
bersama sahabat
15
sitampan dan sicantik
16
ciuman pertama
17
Berjanji
18
siapa Albert?
19
Ternyata.
20
Bahagia
21
bertemu Selena ibunya
22
Depresi Anna
23
Wanita gila
24
Sang mantan
25
kegabutan cindy
26
membuat onar
27
27
28
kekasihnya dan mantannya bertemu
29
Bingung
30
Penjelasan
31
rencana chelsea
32
32
33
Anna tertusuk
34
34
35
35
36
Cindy patah hati
37
Cindy dan Gabriel
38
Cindy dan Gabriel 2
39
persiapan magang
40
permasalahan Anna
41
Hari bahagia
42
Hari kerja
43
perdebatan
44
pertemuan
45
Selena ibuku
46
kebingungan
47
Berdebat dengan ibuku
48
Anna ingin mengakhiri
49
mencari Anna
50
Kecelakaan Selena
51
Ternyata kamu juga Putrinya
52
Tuan Aaron
53
Anna pergi
54
Anna pergi 2
55
Anna dijodohkan
56
Anna setuju
57
perpisahan sesungguhnya
58
mansion Edward
59
bertemu setelah berpisah
60
Rencana ipar dan calon mertua
61
memilih gaun pengantin
62
Ziva kekasihnya
63
pernikahan
64
masa lalu
65
mertua dan Menantu
66
Tuan Edward meninggal
67
kericuhan
68
pemakaman
69
Calon pewaris
70
Berdebat dengan Adryan
71
Anna dibebaskan
72
Anna pindah kamar
73
Ziva hamil
74
Ziva dengan seorang pria
75
perjamuan malam
76
Inez dan Anna bermain
77
kecurigaan Liora
78
tertarik dengan Anna
79
kekhawatiran Ziva
80
interogasi
81
menjebak Adryan
82
malam pertama Anna
83
keluar bersama kakak ipar
84
Anna hamil
85
Liora mulai bereaksi
86
Anna Depresi
87
makan mie instan bersama
88
Masa kecil.
89
mual mual (ngidam)
90
Tidak suka aroma parfum
91
Anna dan Adryan
92
Misi Liora
93
menggantikan sekretaris
94
Anna ketahuan hamil
95
Ziva melahirkan
96
Bima akan mengungkapkan kebenaran
97
kecelakaan Liora dan Bima
98
Ziva pergi bersantai
99
seperti suami istri yang saling mencintai
100
ketahuan paparazi
101
Ziva menyemprot racun tanaman Anna
102
Ziva menduga Anna menggunakan guna guna
103
Proses pencarian Livy
104
Keributan Anna dan Ziva
105
menenangkan pikiran
106
Adryan marah
107
Anna mendapatkan kabar ayahnya.
108
Bima tau siapa Livy
109
perhatian Bima
110
surat perceraian
111
Liora siuman
112
Anna dan kepala pelayan kecelakaan
113
kecelakaan 2
114
kecelakaan 3
115
Selena dan masa lalunya
116
Masa lalu 2
117
kisah romantis
118
masa lalu 3
119
Masa lalu 4
120
Anna siuman
121
Mencurigai Ziva
122
Anna pulang
123
perubahan Anna
124
Perubahan Anna 2
125
Anna dan kepala pelayan.
126
Pertama bekerja
127
Cemburu Ziva
128
Cemburu Adryan
129
Adryan mabuk
130
Memeluk Livy
131
menggantikan Ziva
132
membujuk Ziva
133
Kalung permata yang indah
134
berkunjung kerumah Eric
135
Bima datang menemui Livy
136
Ziva dan segala kekhawatiran nya
137
khawatir Ziva 2
138
mengajak Anna pulang bersama
139
Kecemburuan suami
140
Ciuman diruangan kantor
141
Berdiskusi dengan Ziva
142
Pernyataan cinta dari sang Suami
143
Eric menolong Anne
144
Anna cemburu
145
Anna meminta kepastian
146
Adryan berbuat onar
147
Anna diculik
148
Kecelakaan Anna dan Ziva

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!