sepulang nya Anna dan Davin, Anna melihat dari raut wajahnya Davin penuh dengan pertanyaan pertanyaan.
"vin" panggil Anna
"ya" sautnya
"soal tadi mungkin kamu bertanya tanya, tentang namaku Livy." Anna
"yaa namaku memang Livy. Livy pamela, aku dulunya tinggal di pantai asuhan. aku mengubahnya setelah keluar dari panti" ucapnya lagi.
"ahh yang tadi itu sahabat aku cindy sewaktu kami tinggal di panti tapi kami berpisah karena dia diadopsi" ucap Anna lagi.
"orang tuamu?" tanya Davin.
"mereka ada.. namun aku sudah anggap mereka sudah tiada bagiku" jawab Anna
" dan aku tidak tauu mereka ada dimana sekarang" jawab Anna.
"lantas kenapa kamu mengubah nama mu" tanya Davin lagi
"sengaja..." Anna
"supaya nanti kami bertemu mereka tidak mengenal ku" sambung Anna lagi.
"kenapa?? kenapa tidak mencoba mencari mereka?" tanya Davin semakin penasaran.
"buat apa? aku tidak membutuhkan mereka lagi vin." Anna
"dulu aku memang sangat membutuhkan mereka. namun... sekarang aku sudah sadar mereka tidak menginginkan ku jadi aku tidak berniat mencari mereka" ucap Anna lagi.
"ayolah vin jangan melihat ku dengan tatapan seperti itu. aku tidak se menyedihkan yang kamu bayangkan." ucap Anna yang melihat tatapan Davin merasa kasihan terhadap nya
"bukan begitu Na, aku salut melihat mu ternyata kamu sehebat itu, aku pikir selama ini kamu anak manja" ucap Davin
"hahahaha...." Anna tertawa mendengar ucapan Davin.
"kamu kenapa?" ucap Davin yang kebingungan melihat Anna tiba tiba tertawa.
"yaa aku memang anak yang manja vin, tapi itu dulu sepuluh tahun yang lalu. aku diperlakukan seperti tuan putri." ucap Anna
"ahhh iya vin aku mau lihat hasil rekaman mu tadii. aku penasaran" ucap Anna mengalihkan pembicaraan.
"itu... dibelakang ambillah." ucap Davin yang begitu fokus menyetir.
"hahahah... astaga ini lucu banget vin.. lihat" ucap Anna yang melihat kegiatan mereka dan menunjukkan nya pada Davin.
"hahaha... itu kamu terlalu liar seperti kucing ngereok" ucap Davin.
setelah sekitar 2 jam perjalanan pulang dan akhirnya mereka tiba di kota, dan Anna sudah sampai didepan gedung apartemen nya.
"kamu tinggal disini na?" tanya Davin
"iya vin" jawab Anna.
"ahhh kakak ku juga apartemen nya disni mungkin saja kalian tetangga an" ucapan Davin.
"ya sudah kamu masuklah, tapi lain kali ijinkan aku singgah yaa" sambung Davin.
"baiklah kamu hati hati yaa" ucap Anna.
begitu masuk kedalam Anna langsung membersihkan tubuhnya yang sudah lengket keringat. dan langsung ingin istirahat karena sudah lelah. namun tiba tiba Anna teringat sesuatu dan membuka ponsel nya.
"gimana liburannya?" pukul 17.00
"kabarin aku jika sudah pulang" pukul 18.00
Isi pesan dari Jhonatan yang membuat Anna bahagia, dan langsung kegirangan seperti orang kesurupan. bahkan Anna tanpa sadar sudah menghubungi Jho karena tertekan salah satu jarinya.
"hallo" panggil dari sebelah.
"na.. na.. na.. hoooo...." Anna tidak mendengar dan tidak sadar jika panggilan nya sudah terhubung.
"Anna?" panggil Jho lagi.
"astaga..." Anna terkejut karena ponsel nya bisa bicara dan tak sengaja terjatuh karena reflek.
"Anna??? kamu kenapa?" tanya Davin khawatir karena mendengar suara ambruk.
"ahh yaaa..." ucap Anna
"gimana tadi. seru?" tanya Jho
"ahha iya kak, kkak mau lihat gak? tadi teman aku itu ngerekam nya" ucap Anna
"boleh... aku juga penasaran," Jho
"kak Jho" panggil Anna.
"yaa" Jho
"aku bahagia sekali hari ini." ucap Anna
"hmm" Jho
"tadi aku bertemu sahabat aku sewaktu di panti kak, dia tinggal dikota ini juga" ucap Anna
"aku ikut senang mendengarnya.. ahh mungkin kamu kecapean istirahat lah lebih awal." sambung nya lagi.
"baiklah kak Jho. ini aku kirimkan yaa" ucap Anna.
"emm... Anna?" panggil Jho dengan lembut.
"iya kak?" Anna
"good night" ucap Jho.
Karena tidak ada jawaban dari Anna Jho memutuskan panggilan nya, karena Jho juga merasa seperti tak terkontrol karna rasa rindunya terhadap Anna. karena biasanya bertemu setiap hari dan merasa ada kehilangan.
"astaga Jho apa yang baru saja kamu katakan. pasti dia terkejut karena kamu tiba tiba mengatakan hal konyol itu." ucap Jho pada dirinya sendiri
sedangkan Anna sudah ngereok kembali setelah mendengar kata kata lembut dari sang pujaan hatinya. yang tadinya merasa kecapean, ini bahkan seperti ada tenaga super lgi.
"hmm.. apakah aku pantas bersamanya, dia seorang pangeran dan aku hanya rakyat biasa." ucap Anna yang tiba tiba melemah kembali setelah sadar.
kemudian Anna mengirim kan sebuah vidio saat dirinya bermain di pantai dan Davin. dan juga sebuah pesan singkat.
"good night kak" pesan Anna.
Jho yang menerima pesan itu juga kegirangan membaca nya. dan memutar vidio yang Anna kirim.
"astaga Davin. kenapa kamu terlalu dekat dengan Anna, astaga itu tangan Davin selalu menyentuh tangan Anna tunggu saja kamu ya vin." ucap Jho cemburu melihat adiknya dekat dengan Anna.
drett... drett.. drett... ponsel Anna berbunyi seseorang menelpon nya. saat masih setengah sadar Anna langsung mengangkat nya tanpa melihat nama sipenelepon.
"hallo kak" Anna
"heiii. sejak kapan aku jadi kakak kamu..." teriak seseorang yang tak lain cindy
"hahhh?? astaga kamu ternyata cin." ucap Anna yang sudah mulai sadar
"astaga... aku sudahh dari tadi berdiri didepan apartemen muu cepat bukaaaa" teriaknya
"hahhh?" Anna
"hah hoh hah hoh.. cepatttt" teriaknya lagi.
"ya.. ya.. " ucap Anna
Anna langsung berdiri dan berlari membukakan pintu bahkan sampai menabrak sesuatu karna masih belum sadar sepenuhnya.
"astaga kamu datang nya pagi sekali." Anna.
"ya ampun vy ini dah jam 8" ucap cindy
"benarkah. tapi aku masih sangat mengantuk" ucap Anna yang kembali rebahan.
Cindy membiarkan Anna kembali tertidur dan segera menyiapkan sarapan buat sahabat nya itu dengan bahan bahan seadanya yang tersedia di kulkas nya
"vy bangun... ayo sarapan" Cindy.
"hmmm aku masih ingin tidur." Anna
"hiyaaaa.. ini sudah mau jam 10 ayoo.. bangkit..." tegas cindy.
"kalau tidak bangkit aku gelitiki yaaa. satu... dua..." Cindy
"ya.. ya.. ya.. aku bangkit aku bangkit." ucap Anna yang langsung berdiri dan menuju kekamar mandi.
sementara cindy yang menunggu Anna mandi sambil menyiapkan sarapan mereka.
"wahh ternyata sahabatku begitu perhatian. sampai sampai menyiapkan sarapan ku" Anna
"yahhh... makanya buruan aku sudah lapar" Cindy
"yahh ayooo makan" ucap Anna yang sudah duduk mengambil posisi untuk makan.
"emm enakk... astaga ini juga..." puji Anna.
"yaaa... sejak kapan kamu belajar memasak.. ini enak banget" puji Anna lagi.
"makan lah jangan terlalu banyak bicara nanti kamu tersendak" cindy.
"tadi ada yang nelpon kamu." ucap cindy yang sudah siap sarapan.
"siapa??" tanya Anna.
"namanya kak Jho" Cindy.
Anna yang mendengar nama itu langsung berlari mengambil ponsel.
"hallo kak" ucap Anna yang menghubungi Jho kembali.
"ahh aku pasti mengganggu ya" ucap Jho
"enggak kok kak, tadi itu aku lgi dikamar mandi dan tidak mendengar nya" jelas Anna.
"ahhh begitu. apa kamu tidak ada kegiatan hari ini?" tanya Jho
"enggak sih kak. mungkin nanti aku akan keluar sebentar bersama cindy sahabat yang aku ceritain kemarin kak dia berkunjung hari ini." ucap Anna
"baiklah kamu hati hati ya.. dan kabarin jika ada masalah terjadi." ucap Jho penuh perhatian.
"baiklah kak... oh ya kapan kak Jho pulangnya" tanya Anna
"hmmm... sudah rindu yaa!" Jho
"bukan begitu kak.. aku hanya bosan kak tidak ada kegiatan jika tidak bekerja" ucap Anna mengelak.
"aku bercanda.. mungkin sekitar 4 hari lagi, kalau kamu merasa bosan datang lah ke kantor" Jho.
"baiklah kak." Anna.
"ehmm.. ehmm... sahabat ku lagi kasmaran" ledek cindy yang menguping pembicaraan sahabat nya lewat pintu.
"hiyaaaa... kamu menguping pembicaraan ku tidak sopan" ucap Anna malu malu.
"boleh aku tau seperti apa rupanya. emm biar aku tebak! pasti tampannn" ledek cindy.
"ayolah cin... jgan dibahas." Anna
"ayoo coba ceritakan seperti apa diaa." tanya cindy penasaran dengan orang yang bikin sahabat nya klepek klepek.
" yaa nanti aku ceritain" ucap Anna pasrah
Anna dan cindy memutuskan untuk keluar jalan jalan sambil menikmati suasana diluar. dan mereka singgah di sebuah cafe dan bersantai.
"aku akan menginap di tempat mu malam ini." ucap cindy.
"Tidak masalah." Anna.
"vy coba ceritakan padaku kenapa kamu bisa menyewa apartemen semewah itu. bukan aku iri tapi aku khawatir jika kamu melakukan pekerjaan yang kotor (open BO) itu." Cindy
"aishhh.. kamu perlu ke skiater dehh cin jangan konyol sahabat mu ini tidak seburuk itu." jelas Anna.
"iya tapi dari mana? itu apartemen kamu kamar VIP " ucap cindy
"ok.. ok.. akan aku ceritakan semua satu persatu. ok kamu dengarkan. pertama kamu jangan panggil aku Livy lagi tapi Anna."
"kenapa?" potong cindy.
"diam dulu jangan dipotong, kedua itu apartemen bukan milik ku, aku hanya menumpang. dan yang bernama Jho itu adalah pemilik nya."
"ok sekarang tanyakan lah apa lagi" ucap Anna
"kenapa kamu mengubah nama! " tanya cindy.
"agar aku tidak dikenali oleh mereka saat kami tidak Sengaja bertemu." jawab Anna
"okk dan Jho itu siapa? dan kenapa dia memberi mu ijin untuk menumpang di apartemen nya." tanya cindy lagi
"dia orang baikk... dia orang yang selalu menolong ku saat aku ada masalah." terang Anna.
"tapi vy.. kamu sekarang tinggal di kota bukan di tempat panti yang dulu. dan disini tuh banyak orang yang awalnya ingin menolong tapi ternyata punya maksud tertentu." Cindy.
"secara kamu di ijinkan menempati apartemen nya dengan cuma cuma dan kamu mengiyakan. ayolah Anna aku mengkhawatirkan mu" sambung cindy.
" ckkk... jangan menyebut nama itu lagi. dan lagi aku paham dan aku mengerti kamu mengkhawatirkan ku tapi kamu tenang saja. Jho bukan orang seperti itu dia orang baik percayalah." ucap Anna meyakinkan cindy .
"baiklah tapi kapan kapan aku ingin bertemu langsung dengan nya aku ingin melihat apakah dia tulus atau ingin berniat sesuatu." cindy.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Djo M
Ternyata davin tanya juga ya...hehehe ,lanjuutlah
2023-09-09
0