Jalanan yang begitu padat dan macet membuat orang orang kewalahan untuk menempuh perjalanan mereka. Tetapi tidak dengan Anna yang berjalan kaki untuk ke kampus.
"heiii tunggu...!!!" teriak seseorang dari belakang.
Tetapi Anna tidak mendengar karena memakai handset.
"heii nona tunggu!!" semakin mengeras dan berlari mengejar Anna, hingga menarik tali tas Anna dan membuat Anna terkejut.
Anna yang terkejut, takut jika itu seorang pencopet membuat perlawanan hingga lelaki itu kesakitan karena tangan nya di cekal oleh Anna.
"sakit... tolong berhenti saya bukan orang jahat nona." mencoba menyakinkan Anna
"lantas kenapa kamu menarik tas saya jika bukan mencopet." tegas Anna yang masih mencekal tangan nya.
"Saya Davin, teman satu kampus kamu. kamu mungkin lupa dengan aku." jawab Davin.
"hahh..." Anna terkejut karna mencoba berfikir buruk tentang Davin. "ma..maaff.. saya tidak tau. saya pikir kamu pencopet." Anna melepas cekalan nya. Dan mencoba membantu Davin yang kesakitan karna Anna begitu kuat mencekalnya.
"astaga... kamu itu wanita apa lelaki kenapa tenaga mu kuat sekali." Davin heran melihat Anna yang bertubuh mungil tapi bisa saja mematahkan tangan nya.
Anna hanya terdiam dan merasa bersalah karna dia tau cekalan nya begitu kuat, Dan Anna bingung kenapa Davin mengejarnya.
"kamu ngapain disini??,...maksud aku kamu kenapa tiba tiba narik tas aku" tanya Anna yang kebingungan.
"ehh itu...mobil kakak aku kejebak macet, disitu (menunjuk ke tengah jalan) dan aku liat kamu jalan. jadi aku ikutin, tapi kamu aku panggilin gak dengar jadi aku tarik tas kamu." jawab Davin mencoba menyakinkan Anna.
Anna yang mencoba tenang mendengar penjelasan nya langsung berjalan meninggalkan Davin. "membuang waktu saja" batin Anna, dan memasang kembali handset ke daun telinga nya.
"heiii... nona tunggu" Davin mengejar Anna kembali karna kesal di tinggal begitu aja, sedangkan tangan nya masih kesakitan. karna diabaikan begitu aja Davin menarik sebelah handset Anna, dan itu membuat tali nya putus, sebab Anna berjalan cukup cepat. membuat Davin merasa was was sewaktu waktu Anna membuat perlawanan.
"no..nonaaa.. maaff!! saya tidak sengaja." Davin mundur selangkah karena Anna menghentikan langkahnya.
Anna menarik nafas panjang nya menandakan dia emosi dan ingin berteriak tapi Anna masih sadar akan situasi mereka sedang di tepi trotoar. Anna takut bila berteriak dan menghajar Davin akan menjadi puncak perhatian orang.
Davin yang melihat Anna sudah di puncak amarah nya, langsung berlari meninggalkan Anna "kok mata nya serem ya kalau marah, lari aja tinggalin dia. dia juga tidak kenal dengan ku" batin Davin dan sedang berlari secepat mungkin.
Anna yang sudah kesal dengan Davin mencoba tenang, dan mengingat wajah nya sewaktu waktu bertemu di kampus. "satu kampus?? okk pasti ketemu. awas aja kamu ya pria gila.." pikiran Anna sedang memanas akibat emosi nya.
Dan di satu sisi seseorang memperhatikan perseteruan Anna dan Davin lewat kaca mobil yang terjebak di jalan. Dan tau jika adik nya Davin sudah membuat seseorang kesal.
"Davin kamu tidak berubah,selalu saja kamu membuat rusuh dan mengganggu orang." membatin, dan memperhatikan Anna dari jauh.
Dan ternyata Anna hampir saja terlambat karena kejadian tadi, membuat Anna semakin kesal dengan Davin dan mencoba memikirkan perhitungan buat membalas nya.
"Anna kenapa kamu telat datang, biasanya kamu datang 10 menit sebelum masuk." tanya salah satu teman sekelas Anna
"tadi di jalan ada kecoa yang bikin rusuh." jawab Anna
Kelas hampir selesai, namun Anna masih belum bisa melupakan kejadian pagi itu. Berharap agar kelas ini cepat selesai dan mencari Davin yang dia anggap laki laki gila. Mencoba memikirkan mencari dimana Davin Anna kepikiran dengan salah satu teman kelas nya yang lumayan terkenal karena cantik dan sexy membuat lelaki mana pun ingin mengenal nya.
"Bella.." panggil Anna sambil melambaikan tangan karna tubuh nya kecil takut Bella tidak melihat nya.
"yaa.." jawab nya singkat karna jika perempuan yang menyapa nya maka dia akan cuek.
"maaf mengganggu, aku mau nanya kamu kenal yang namanya Davin tidak???" tanya nya, sebenarnya Anna malas berurusan dengan nya tapi Anna bingung harus mencari kemana di Davin gila itu.
"Davin!!!" Bella merasa nama itu familiar dan mengingat nama itu kemudian Bella dengan cepat mengingat karna Davin adalah pria tampan yang banyak dikagumi kaum wanita di kampus ini. Dan melihat ke Anna dengan tatapan penuh tanya, soalnya dirinya saja tidak mampu menaklukkan seorang Davin. Sedangkan wanita kampungan dan lusuh mencari sosok davin. Pikiran nya memandang rendah Anna.
"aku tau!!" jawab nya dengan sombong
"tapi kenapa kamu mencari nya" tanya nya dengan nada penasaran.
"apakah kamu pikir dia akan tertarik dengan wanita sepertimu yang hanya berpenampilan gembel." celoteh nya dengan merendahkan Anna
"aku hanya bertanya kamu kenal dengan Davin, tapi kenapa kamu malah merendahkan aku." tanya Anna santai, sedangkan kata katanya membuat Anna sakit hati.
"emang aku peduli, kan emang penampilan kamu murahan." semakin merendahkan Anna
"nih ya aku kasih tau Davin itu orang penting jadi kalau modelan seperti kamu nyari Davin jangan harap bisa ketemu sama dia, toh kamu bakal di tend...." jelasnya dengan panjang lebar belum selesai bicara Anna langsung meninggalkan Bella yang masih ingin melanjutkan ucapan nya.
"heii gadis kampungan, berani nya kamu mengabaikan aku bicara."teriak nya dengan keras, membuat orang di sekitarnya terganggu sampai menegurnya. "sialan, awas aja kamu gembel" batin Bella.
Sedangkan Anna berlari meninggalkan Bella karena melihat sosok yang di cari nya keluar dari arah lain.
"Ehm... ehmm... hallo tuan gila, kita bertemu lagi." Anna langsung mencekal tangan Davin seperti pagi tadi agar tidak bisa lari lagi.
"aduhh sakit... dasar keparat gila. woi tolong bantu sakit...!" Davin kesakitan dan mencoba meminta tolong pada teman teman nya. Tetapi teman teman nya diam saja, karena wanita yang mencekal nya. jadi mereka mengira itu adalah salah satu dari penggemar Davin.
"hohhh.. sakit ya." saut Anna dengan nada mengejek.
Davin yang langsung teringat dengan kejadian tadi pagi langsung sadar wanita itu menemukan nya, padahal dia dengan percaya diri tidak akan bertemu dengan nya.
"noonnnaaa... tolong lepas dulu baru kita bicarakan baik baik." mohon nya
"aku tidak dengar kamu bilang apaaaa!!!" ejek Anna lagi mencekal tangan nya semakin kuat.
"hehhh gembel... lepaskan Davin." Bella yang melihat Anna berlari mengejar Davin itu mengejar, karena penasaran kenapa Anna mengejarnya.
"berani sekali kamu melakukan itu padanya, kamu pikir kamu siapa berani menyentuh nya." mencari muka mencoba membantu Davin supaya dapat perhatian dari Davin.
Anna yang melepas cekalannya dari Davin tapi masih memegang erat lengan nya supaya tidak kabur lagi.
"bukan urusan mu jugakan. jadi tutup mulut mu itu terlalu berisik." bantah Anna yang merasa muak mendengar suara cempreng Bella. Lalu Anna menarik tangan Davin mencoba keluar dari gedung itu, agar orang orang seperti Bella tidak ikut campur.
"cepat ganti handset ku." tegas Anna yang langsung tanpa basa basi begitu sampai di tempat sepi.
"hahahaha.... kamu mencari ku hanya untuk minta ganti rugi??" davin tertawa yang menurut nya itu sangat lucu, hanya karena perkara handset Anna mencari nya.
"baiklah aku akan ganti." mencoba mengambil dompet dari sakunya.
"aku tidak minta uang mu." tegas Anna lagi.
"trus aku ganti pakai apa kalau tidak pakai duit." jawab Davin dengan sedikit kebingungan, karena menurut nya aneh, jika orang menuntut ganti rugi maka yang di minta adalah uang, tapi beda dengan Anna.
"kamu ganti dengan handset bukan uang." bantah Anna lagi.
Davin yang mendengar perkataan Anna langsung menarik tangan nya menuju ke suatu tempat, dan Anna yang merasa tangan nya di tarik hanya boleh mengikuti pergerakan Davin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments