pertemuan 1

Seperti biasa Anna mulai berjalan membelah kota, dari rumah dengan semangat Anna berjalan memulai hari nya.

"semoga tidak ada masalah hari ini."batin Anna sambil berjalan kekampus.

Davin yang melihat Anna dari kejauhan meminta supir kakak nya untuk berhenti, lalu kemudian dia turun untuk berjalan. Tetapi di hadang oleh kakak nya.

"kamu mau kemana??" tanya kakak nya sambil menahan tangan adik nya.

"ayolah kak, kampus dekat lagi aku ingin berjalan saja. kakak gak usah khawatir aku gak akan bolos..." jawab nya memohon supaya kakak nya mengijikan nya.

"kamu pikir kakak tidak tau kamu mau mengganggu wanita yang berjalan itu (menunggu ke arah Anna yang di pinggir jalan)." bantah kakak nya

"kak itu teman satu kampus aku, aku hanya ingin berteman dengan nya." jelasnya.

Kakaknya yang mendengar langsung terdiam ternyata itu teman adiknya. Lalu mengijinkan adik nya untuk keluar dari mobil nya, sementara mobil nya sudah berjalan membelah kota lagi. "haii nona aku menemukan mu" batin nya yang melihat Anna dari balik jendela mobilnya.

Davin yang mengikuti Anna dari belakang takut untuk menyapanya, dan mengikuti trus langkah nya. Sedangkan Anna yang merasakan ada yang mengikuti nya langsung berbalik melihat kearah belakang. Sontak mereka berdua terkejut, membuat Anna heran dan melepaskan handset.

"kamu..." tegas Anna yang ingin menendang Davin, tapi Davin menghindar.

"kamu penguntit ya... dasar sialan" tegas Anna lagi mencoba memukul Davin tapi langsung di tangkap oleh Davin.

"bukannn... saya bukan pengintit, saya hanya berjalan untuk ke kampus apakah saya salah...."saut Davin sambil menahan tenaga super Anna

Anna yang mendengar langsung tenang, tapi mata nya tetap memandang Davin alih alih mencurigai nya.

"ayolah nona jangan berpikiran buruk, saya anak yang baik baikk.. percayalah" terang nya lagi yang mengetahui bahwa Anna mencurigai nya.

"baiklah.. ku anggap ini kesalah pahamanku" saut nya langsung meninggal kan Davin.

"nona..." panggil Davin dan mencoba melaraskan jalan nya agar seimbang dengan Anna. Tetapi Anna diam saja berjalan trus tanpa memperdulikan disamping nya.

"nona.." panggil Davin lagi, tapi kini Davin menghadang Anna membuat langkah mereka berhenti. Anna menatap tajam Davin, seolah ingin menerkam nya langsung. Davin langsung menepi kembali karena sudah di pelotot oleh Anna.

"bisakah kamu jangan cuek nona..." Davin

"Anna... BRIANNA... itu nama ku bukan nona" langsung di potong Anna

"Anna!!!" sebut Davin lalu memikirkan sesuatu.

"ya sebut saja Anna bukan nona paham!!" tegas Anna dengan nada menekan

"Davin... nama ku Davin" saut Davin lagi sambil menyodorkan tangan nya untuk salaman. Tapi diabaikan oleh Anna dan di tinggal begitu aja.

"heiii nonaaa. maksud nya Anna... tunggu!" mengejar Anna kembali.

Kampus.

"sialan.. ini karena si tuan kecoa itu, andai saja dia tidak mengganggu ku di jalan mungkin aku tidak terlambat." kesal Anna sambil duduk di taman kampus dirinya tidak di ijinkan masuk karena telat 10 menit. Dosennya memang terkenal kejam tidak boleh ada yang terlambat tidak boleh ada yang berisik di kelas nya.

karena Anna sudah tidak mood untuk melanjutkan kelas nya lagi, memutuskan untuk berjalan jalan saja mengelilingi mall untuk mencoba mengembalikan mood yang hilang tadi.

Mall...

deg...deg...deg....

Anna menangkap sosok Pria yang kemarin malam membuat nya gugup. Jantung kembali berdegup membuat sang pemilik tidak nyaman,

"apakah ini takdir atau..." belum selesai melanjutkan ucapan nya dia menangkap sosok wanita yang juga bersama dengan pria itu. Ternyata Pria itu berjalan dengan salah seorang wanita, membuat Anna patah hati. Mematahkan semangat nya lagi melihat Pria itu berbincang bincang dengan lembut kepada wanita itu.

"kenapa aku sakit hati ya melihat nya, dia aja bukan siapaku dan kami bahkan tidak saling mengenal. Tapi kenapa hatiku sakit." Anna berbicara dengan dirinya sendiri sambil memperhatikan dua insan itu berjalan keluar dari mall.

Anna mengingat kembali kejadian kemarin malam dimana Pria itu mengelus kepala nya.

"kenapa kemarin dia mengelus kepala ku... kan aku jadi salah tingkah." ucap nya sendiri sambil mengelus kepala nya seperti yang di lakukan pria itu kemarin.

Tiba tiba Anna kembali terkejut karena seseorang mengelus kepala nya dengan lembut, sontak Anna mengangkat kepala nya dan melihat siapa pelaku yang mengelus kepala nya. Lalu mata mereka bertemu, dan mereka saling diam untuk beberapa saat. kemudian Anna tersadar dan langsung mundur satu langkah, sebab jarak mereka terlalu dekat.

"maaf nona membuat kamu terkejut." ucap Pria itu.

"ahh.. iya.. yaa..." jawab Anna dengan gugup. lalu mata nya mencari sosok wanita yang tadi bersama pria itu.

"itu client ku.. kami baru selesai membahas kontrak kerja." jelas Pria itu yang mengerti dengan tujuan Anna mencari cari sosok insang.

"hahhh..." Anna terkejut lagi karna ketahuan dirinya mencari wanita tadi.

(pria itu tersenyum) "mau berdiri terus?" tanyanya.

"ahhh.. iya... disana( menunjukkan sebuah cafe ) mari Tuan!." Anna berjalan kearah cafe itu, mencoba menuntun jalan layaknya seperti pelayan restoran.

Tapi Pria itu langsung menggenggam tangan nya, lalu menuntun kembali jalannya. Layaknya seorang kekasih yang menggenggam tangan pasangannya.

deg...deg...deg... lagi lagi Anna terbuai dan jantung nya mungkin sudah ingin meloncat keluar dari tubuhnya. Dia tetap mengikuti langkah dari Pria itu dan memandangi Pria itu dari belakang dan memandang tangan mereka yang saling merangkul. "dia begitu sempurna Tuhan, apakah aku pantas memiliki nya?" lirihnya dalam hati sambil memperhatikan Pria itu,.

"silahkan nona.." Pria mempersilakan untuk duduk, tetapi Anna masih belum sadar dari lamunannya.

"nona... hallo..." sapa pria itu lagi sambil melambai kan tangan nya ke wajah Anna.

"ahhh... iya makasih Tuan!" jawab nya begitu canggung.

Lalu Pria itu memanggil pelayan cafe itu, kemudian mereka memesan sesuatu yang untuk mereka makan dan minum. Kemudian pelayan itu pergi, membuat suasana mereka hening dan canggung.

"apa yang sedang nona lakukan di sini?" tanya Pria itu membuka percakapan.

"maksud saya, apakah nona tidak ada kegiatan seperti kampus atau lainnya." tanya nya lagi, penasaran kenapa tidak masuk kelas. padahal tadi pagi jelas dia melihat Anna berjalan ke kampus bersama adiknya.

"Anna... namaku Anna Tuan (tersenyum)." Anna memperkenalkan dirinya agar tidak dipanggil nona lagi.

"ahhh.. Anna??? ... Anna!!!" (mencoba mengingat ingat namanya). Jhonatan.. " memperkenalkan dirinya lalu mengulur kan tangan nya untuk bersalaman.

Anna yang melihat Jhonatan mengulurkan tangan langsung menyambut nya.

"senang bisa bertemu dengan mu Tuan Jhonatan" ucap Anna dengan senyum manis nya.

"ahh iyaa saya harap kita bisa menjadi teman nona Anna." sambung nya.

"panggil Anna aja Tuan jangan nona, saya tidak nyaman jika dipanggil nona." minta Anna.

"kalau begitu aku juga ingin di panggil jho saja, gimana... adil kan Anna?" sambung Jho yang tak ingin kalah dari Anna.

"baikklahh... Kak Jho." balas Anna

Kemudian pesanan mereka sudah tiba, lalu mereka menikmati makanan dan minuman yang tersedia di meja nya. Anna yang lahap makanya dikarenakan memang kelaparan. Dan juga karena baru ini menikmati hidangan yang menurut nya cukup mewah dan enak.

Jho yang melihat Anna makan dengan lahap begitu senang, karena wanita ini menurut nya tidak memilih milih makanan. Dan Jho selalu memperhatikan setiap lahapan Anna yang menurut nya juga membuat selera makan nya naik.

Dan akhirnya mereka selesai makan dan suasana nya kembali hening dan canggung. Anna yang merasa sangat malu karena tidak menjaga image nya didepan seorang Pria, Anna merasa dirinya sangat rakus sehingga hampir menghabiskan semua makanan itu. dan hanya menyisakan sedikit untuk Jho.

"terimakasih buat makanannya, lainkali ijinkan aku yang mentraktir mu, dan maaf kak Jho aku terlalu rakus." ucap Anna dengan jujur, "dan jujur ini enak banget!!" sambung nya lagi.

"(senyum) bolehh Anna... kapan pun itu aku akan siap menemani mu makan seperti ini, dan justru aku senang Anna, kita bisa menghabiskan nya bersama." balas Jho. mencoba membuat suasana tidak canggung.

"apakah kak Jho tidak ada kegiatan lain, aku takut membuat waktu mu terbuang." Anna

"ahhh... aku baru saja selesai bertemu client, dan aku lapar belum sarapan dari rumah. untung ada Anna yang menemani." saut Jho.

"kamu sendiri???" sambung Jho.

"aku... ahhh.. hanya ingin berkeliling saja." jawab Anna dengan mencari alasan.

"bukan kah kamu sedang ada kelas hari ini??" tanya Jho, membuat Anna heran darimana jho tahu jika dirinya sedang ada kelas hari ini.

"kak jho tau darimana??" tanya Anna penasaran.

"ahhh... itu.. aku hanya menebaknya saja." jawab Jho dengan gugup, mencoba mencari alasan lain.

"bukankah kamu bekerja di restoran X@Z itu?" tanya Jho supaya Anna tidak mencurigai nya.

"itu.. aku hanya kerja paruh waktu. Dan kamu tidak salah kok tadi, aku emang ada kelas hari ini, tapi aku terlambat 10 menit jadi dosennya tidak mengijinkan aku untuk masuk. Jadi aku memutuskan untuk berkeliling saja." saut Anna

Jho yang mendengar ucapan Anna tingak ingin mengungkit masalah kelasnya takut membuat mood nya hilang.

"lalu ini apakah Anna ada agenda lain?" Jho

"mungkin habis ini aku akan pulang kak." jawab Anna

"emm... bagaimana jika aku mengantarkan Anna pulang." tawar Jho mencari kesempatan untuk mendekati Anna.

"tidak perlu repot kak jho, aku terbiasa dengan berjalan kaki." Anna menolak karena merasa tidak enak, takut membuat Jhonatan repot.

"udah Anna gak usah sungkan. aku.."Jho

"maaf kak tapi aku menolak nya, dan makasih kak buat makanan nya." Anna langsung memotong ucapan Jho, dan langsung hendak meninggalkan cafe itu.

"tunggu Anna..." Jho mencoba menahan Anna

"aku bisa Minta nomor kamu?? kita kan sudah berteman." Jho

"ohhh.. maaf kak bukan aku tidak ingin, tapi jika kedepannya kita bertemu lagi maka aku harap itu bukan suatu kebetulan tapi takdir." balas Anna

Anna langsung meninggalkan Jho yang masih berdiri memperhatikan kepergian Anna. "yahh.. aku harap kita bertemu lagi dan itu bukan suatu kebetulan Anna" batin jho

Terpopuler

Comments

Yem

Yem

Semangat nulisnya kak



Jangan lupa mampir ya
(Diujung Pembalasan*

2023-03-26

1

lihat semua
Episodes
1 prolog
2 kehidupan baru
3 Kehidupan baru 2
4 pertemuan 1
5 merindukan ayah & ibu
6 Berteman
7 pertemuan 2
8 Anna yang malang
9 Masalah 1
10 masalah 2
11 Tempat tinggal baru
12 12
13 Bertemu teman lama
14 bersama sahabat
15 sitampan dan sicantik
16 ciuman pertama
17 Berjanji
18 siapa Albert?
19 Ternyata.
20 Bahagia
21 bertemu Selena ibunya
22 Depresi Anna
23 Wanita gila
24 Sang mantan
25 kegabutan cindy
26 membuat onar
27 27
28 kekasihnya dan mantannya bertemu
29 Bingung
30 Penjelasan
31 rencana chelsea
32 32
33 Anna tertusuk
34 34
35 35
36 Cindy patah hati
37 Cindy dan Gabriel
38 Cindy dan Gabriel 2
39 persiapan magang
40 permasalahan Anna
41 Hari bahagia
42 Hari kerja
43 perdebatan
44 pertemuan
45 Selena ibuku
46 kebingungan
47 Berdebat dengan ibuku
48 Anna ingin mengakhiri
49 mencari Anna
50 Kecelakaan Selena
51 Ternyata kamu juga Putrinya
52 Tuan Aaron
53 Anna pergi
54 Anna pergi 2
55 Anna dijodohkan
56 Anna setuju
57 perpisahan sesungguhnya
58 mansion Edward
59 bertemu setelah berpisah
60 Rencana ipar dan calon mertua
61 memilih gaun pengantin
62 Ziva kekasihnya
63 pernikahan
64 masa lalu
65 mertua dan Menantu
66 Tuan Edward meninggal
67 kericuhan
68 pemakaman
69 Calon pewaris
70 Berdebat dengan Adryan
71 Anna dibebaskan
72 Anna pindah kamar
73 Ziva hamil
74 Ziva dengan seorang pria
75 perjamuan malam
76 Inez dan Anna bermain
77 kecurigaan Liora
78 tertarik dengan Anna
79 kekhawatiran Ziva
80 interogasi
81 menjebak Adryan
82 malam pertama Anna
83 keluar bersama kakak ipar
84 Anna hamil
85 Liora mulai bereaksi
86 Anna Depresi
87 makan mie instan bersama
88 Masa kecil.
89 mual mual (ngidam)
90 Tidak suka aroma parfum
91 Anna dan Adryan
92 Misi Liora
93 menggantikan sekretaris
94 Anna ketahuan hamil
95 Ziva melahirkan
96 Bima akan mengungkapkan kebenaran
97 kecelakaan Liora dan Bima
98 Ziva pergi bersantai
99 seperti suami istri yang saling mencintai
100 ketahuan paparazi
101 Ziva menyemprot racun tanaman Anna
102 Ziva menduga Anna menggunakan guna guna
103 Proses pencarian Livy
104 Keributan Anna dan Ziva
105 menenangkan pikiran
106 Adryan marah
107 Anna mendapatkan kabar ayahnya.
108 Bima tau siapa Livy
109 perhatian Bima
110 surat perceraian
111 Liora siuman
112 Anna dan kepala pelayan kecelakaan
113 kecelakaan 2
114 kecelakaan 3
115 Selena dan masa lalunya
116 Masa lalu 2
117 kisah romantis
118 masa lalu 3
119 Masa lalu 4
120 Anna siuman
121 Mencurigai Ziva
122 Anna pulang
123 perubahan Anna
124 Perubahan Anna 2
125 Anna dan kepala pelayan.
126 Pertama bekerja
127 Cemburu Ziva
128 Cemburu Adryan
129 Adryan mabuk
130 Memeluk Livy
131 menggantikan Ziva
132 membujuk Ziva
133 Kalung permata yang indah
134 berkunjung kerumah Eric
135 Bima datang menemui Livy
136 Ziva dan segala kekhawatiran nya
137 khawatir Ziva 2
138 mengajak Anna pulang bersama
139 Kecemburuan suami
140 Ciuman diruangan kantor
141 Berdiskusi dengan Ziva
142 Pernyataan cinta dari sang Suami
143 Eric menolong Anne
144 Anna cemburu
145 Anna meminta kepastian
146 Adryan berbuat onar
147 Anna diculik
148 Kecelakaan Anna dan Ziva
Episodes

Updated 148 Episodes

1
prolog
2
kehidupan baru
3
Kehidupan baru 2
4
pertemuan 1
5
merindukan ayah & ibu
6
Berteman
7
pertemuan 2
8
Anna yang malang
9
Masalah 1
10
masalah 2
11
Tempat tinggal baru
12
12
13
Bertemu teman lama
14
bersama sahabat
15
sitampan dan sicantik
16
ciuman pertama
17
Berjanji
18
siapa Albert?
19
Ternyata.
20
Bahagia
21
bertemu Selena ibunya
22
Depresi Anna
23
Wanita gila
24
Sang mantan
25
kegabutan cindy
26
membuat onar
27
27
28
kekasihnya dan mantannya bertemu
29
Bingung
30
Penjelasan
31
rencana chelsea
32
32
33
Anna tertusuk
34
34
35
35
36
Cindy patah hati
37
Cindy dan Gabriel
38
Cindy dan Gabriel 2
39
persiapan magang
40
permasalahan Anna
41
Hari bahagia
42
Hari kerja
43
perdebatan
44
pertemuan
45
Selena ibuku
46
kebingungan
47
Berdebat dengan ibuku
48
Anna ingin mengakhiri
49
mencari Anna
50
Kecelakaan Selena
51
Ternyata kamu juga Putrinya
52
Tuan Aaron
53
Anna pergi
54
Anna pergi 2
55
Anna dijodohkan
56
Anna setuju
57
perpisahan sesungguhnya
58
mansion Edward
59
bertemu setelah berpisah
60
Rencana ipar dan calon mertua
61
memilih gaun pengantin
62
Ziva kekasihnya
63
pernikahan
64
masa lalu
65
mertua dan Menantu
66
Tuan Edward meninggal
67
kericuhan
68
pemakaman
69
Calon pewaris
70
Berdebat dengan Adryan
71
Anna dibebaskan
72
Anna pindah kamar
73
Ziva hamil
74
Ziva dengan seorang pria
75
perjamuan malam
76
Inez dan Anna bermain
77
kecurigaan Liora
78
tertarik dengan Anna
79
kekhawatiran Ziva
80
interogasi
81
menjebak Adryan
82
malam pertama Anna
83
keluar bersama kakak ipar
84
Anna hamil
85
Liora mulai bereaksi
86
Anna Depresi
87
makan mie instan bersama
88
Masa kecil.
89
mual mual (ngidam)
90
Tidak suka aroma parfum
91
Anna dan Adryan
92
Misi Liora
93
menggantikan sekretaris
94
Anna ketahuan hamil
95
Ziva melahirkan
96
Bima akan mengungkapkan kebenaran
97
kecelakaan Liora dan Bima
98
Ziva pergi bersantai
99
seperti suami istri yang saling mencintai
100
ketahuan paparazi
101
Ziva menyemprot racun tanaman Anna
102
Ziva menduga Anna menggunakan guna guna
103
Proses pencarian Livy
104
Keributan Anna dan Ziva
105
menenangkan pikiran
106
Adryan marah
107
Anna mendapatkan kabar ayahnya.
108
Bima tau siapa Livy
109
perhatian Bima
110
surat perceraian
111
Liora siuman
112
Anna dan kepala pelayan kecelakaan
113
kecelakaan 2
114
kecelakaan 3
115
Selena dan masa lalunya
116
Masa lalu 2
117
kisah romantis
118
masa lalu 3
119
Masa lalu 4
120
Anna siuman
121
Mencurigai Ziva
122
Anna pulang
123
perubahan Anna
124
Perubahan Anna 2
125
Anna dan kepala pelayan.
126
Pertama bekerja
127
Cemburu Ziva
128
Cemburu Adryan
129
Adryan mabuk
130
Memeluk Livy
131
menggantikan Ziva
132
membujuk Ziva
133
Kalung permata yang indah
134
berkunjung kerumah Eric
135
Bima datang menemui Livy
136
Ziva dan segala kekhawatiran nya
137
khawatir Ziva 2
138
mengajak Anna pulang bersama
139
Kecemburuan suami
140
Ciuman diruangan kantor
141
Berdiskusi dengan Ziva
142
Pernyataan cinta dari sang Suami
143
Eric menolong Anne
144
Anna cemburu
145
Anna meminta kepastian
146
Adryan berbuat onar
147
Anna diculik
148
Kecelakaan Anna dan Ziva

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!