Seperti biasa Anna mulai berjalan membelah kota, dari rumah dengan semangat Anna berjalan memulai hari nya.
"semoga tidak ada masalah hari ini."batin Anna sambil berjalan kekampus.
Davin yang melihat Anna dari kejauhan meminta supir kakak nya untuk berhenti, lalu kemudian dia turun untuk berjalan. Tetapi di hadang oleh kakak nya.
"kamu mau kemana??" tanya kakak nya sambil menahan tangan adik nya.
"ayolah kak, kampus dekat lagi aku ingin berjalan saja. kakak gak usah khawatir aku gak akan bolos..." jawab nya memohon supaya kakak nya mengijikan nya.
"kamu pikir kakak tidak tau kamu mau mengganggu wanita yang berjalan itu (menunggu ke arah Anna yang di pinggir jalan)." bantah kakak nya
"kak itu teman satu kampus aku, aku hanya ingin berteman dengan nya." jelasnya.
Kakaknya yang mendengar langsung terdiam ternyata itu teman adiknya. Lalu mengijinkan adik nya untuk keluar dari mobil nya, sementara mobil nya sudah berjalan membelah kota lagi. "haii nona aku menemukan mu" batin nya yang melihat Anna dari balik jendela mobilnya.
Davin yang mengikuti Anna dari belakang takut untuk menyapanya, dan mengikuti trus langkah nya. Sedangkan Anna yang merasakan ada yang mengikuti nya langsung berbalik melihat kearah belakang. Sontak mereka berdua terkejut, membuat Anna heran dan melepaskan handset.
"kamu..." tegas Anna yang ingin menendang Davin, tapi Davin menghindar.
"kamu penguntit ya... dasar sialan" tegas Anna lagi mencoba memukul Davin tapi langsung di tangkap oleh Davin.
"bukannn... saya bukan pengintit, saya hanya berjalan untuk ke kampus apakah saya salah...."saut Davin sambil menahan tenaga super Anna
Anna yang mendengar langsung tenang, tapi mata nya tetap memandang Davin alih alih mencurigai nya.
"ayolah nona jangan berpikiran buruk, saya anak yang baik baikk.. percayalah" terang nya lagi yang mengetahui bahwa Anna mencurigai nya.
"baiklah.. ku anggap ini kesalah pahamanku" saut nya langsung meninggal kan Davin.
"nona..." panggil Davin dan mencoba melaraskan jalan nya agar seimbang dengan Anna. Tetapi Anna diam saja berjalan trus tanpa memperdulikan disamping nya.
"nona.." panggil Davin lagi, tapi kini Davin menghadang Anna membuat langkah mereka berhenti. Anna menatap tajam Davin, seolah ingin menerkam nya langsung. Davin langsung menepi kembali karena sudah di pelotot oleh Anna.
"bisakah kamu jangan cuek nona..." Davin
"Anna... BRIANNA... itu nama ku bukan nona" langsung di potong Anna
"Anna!!!" sebut Davin lalu memikirkan sesuatu.
"ya sebut saja Anna bukan nona paham!!" tegas Anna dengan nada menekan
"Davin... nama ku Davin" saut Davin lagi sambil menyodorkan tangan nya untuk salaman. Tapi diabaikan oleh Anna dan di tinggal begitu aja.
"heiii nonaaa. maksud nya Anna... tunggu!" mengejar Anna kembali.
Kampus.
"sialan.. ini karena si tuan kecoa itu, andai saja dia tidak mengganggu ku di jalan mungkin aku tidak terlambat." kesal Anna sambil duduk di taman kampus dirinya tidak di ijinkan masuk karena telat 10 menit. Dosennya memang terkenal kejam tidak boleh ada yang terlambat tidak boleh ada yang berisik di kelas nya.
karena Anna sudah tidak mood untuk melanjutkan kelas nya lagi, memutuskan untuk berjalan jalan saja mengelilingi mall untuk mencoba mengembalikan mood yang hilang tadi.
Mall...
deg...deg...deg....
Anna menangkap sosok Pria yang kemarin malam membuat nya gugup. Jantung kembali berdegup membuat sang pemilik tidak nyaman,
"apakah ini takdir atau..." belum selesai melanjutkan ucapan nya dia menangkap sosok wanita yang juga bersama dengan pria itu. Ternyata Pria itu berjalan dengan salah seorang wanita, membuat Anna patah hati. Mematahkan semangat nya lagi melihat Pria itu berbincang bincang dengan lembut kepada wanita itu.
"kenapa aku sakit hati ya melihat nya, dia aja bukan siapaku dan kami bahkan tidak saling mengenal. Tapi kenapa hatiku sakit." Anna berbicara dengan dirinya sendiri sambil memperhatikan dua insan itu berjalan keluar dari mall.
Anna mengingat kembali kejadian kemarin malam dimana Pria itu mengelus kepala nya.
"kenapa kemarin dia mengelus kepala ku... kan aku jadi salah tingkah." ucap nya sendiri sambil mengelus kepala nya seperti yang di lakukan pria itu kemarin.
Tiba tiba Anna kembali terkejut karena seseorang mengelus kepala nya dengan lembut, sontak Anna mengangkat kepala nya dan melihat siapa pelaku yang mengelus kepala nya. Lalu mata mereka bertemu, dan mereka saling diam untuk beberapa saat. kemudian Anna tersadar dan langsung mundur satu langkah, sebab jarak mereka terlalu dekat.
"maaf nona membuat kamu terkejut." ucap Pria itu.
"ahh.. iya.. yaa..." jawab Anna dengan gugup. lalu mata nya mencari sosok wanita yang tadi bersama pria itu.
"itu client ku.. kami baru selesai membahas kontrak kerja." jelas Pria itu yang mengerti dengan tujuan Anna mencari cari sosok insang.
"hahhh..." Anna terkejut lagi karna ketahuan dirinya mencari wanita tadi.
(pria itu tersenyum) "mau berdiri terus?" tanyanya.
"ahhh.. iya... disana( menunjukkan sebuah cafe ) mari Tuan!." Anna berjalan kearah cafe itu, mencoba menuntun jalan layaknya seperti pelayan restoran.
Tapi Pria itu langsung menggenggam tangan nya, lalu menuntun kembali jalannya. Layaknya seorang kekasih yang menggenggam tangan pasangannya.
deg...deg...deg... lagi lagi Anna terbuai dan jantung nya mungkin sudah ingin meloncat keluar dari tubuhnya. Dia tetap mengikuti langkah dari Pria itu dan memandangi Pria itu dari belakang dan memandang tangan mereka yang saling merangkul. "dia begitu sempurna Tuhan, apakah aku pantas memiliki nya?" lirihnya dalam hati sambil memperhatikan Pria itu,.
"silahkan nona.." Pria mempersilakan untuk duduk, tetapi Anna masih belum sadar dari lamunannya.
"nona... hallo..." sapa pria itu lagi sambil melambai kan tangan nya ke wajah Anna.
"ahhh... iya makasih Tuan!" jawab nya begitu canggung.
Lalu Pria itu memanggil pelayan cafe itu, kemudian mereka memesan sesuatu yang untuk mereka makan dan minum. Kemudian pelayan itu pergi, membuat suasana mereka hening dan canggung.
"apa yang sedang nona lakukan di sini?" tanya Pria itu membuka percakapan.
"maksud saya, apakah nona tidak ada kegiatan seperti kampus atau lainnya." tanya nya lagi, penasaran kenapa tidak masuk kelas. padahal tadi pagi jelas dia melihat Anna berjalan ke kampus bersama adiknya.
"Anna... namaku Anna Tuan (tersenyum)." Anna memperkenalkan dirinya agar tidak dipanggil nona lagi.
"ahhh.. Anna??? ... Anna!!!" (mencoba mengingat ingat namanya). Jhonatan.. " memperkenalkan dirinya lalu mengulur kan tangan nya untuk bersalaman.
Anna yang melihat Jhonatan mengulurkan tangan langsung menyambut nya.
"senang bisa bertemu dengan mu Tuan Jhonatan" ucap Anna dengan senyum manis nya.
"ahh iyaa saya harap kita bisa menjadi teman nona Anna." sambung nya.
"panggil Anna aja Tuan jangan nona, saya tidak nyaman jika dipanggil nona." minta Anna.
"kalau begitu aku juga ingin di panggil jho saja, gimana... adil kan Anna?" sambung Jho yang tak ingin kalah dari Anna.
"baikklahh... Kak Jho." balas Anna
Kemudian pesanan mereka sudah tiba, lalu mereka menikmati makanan dan minuman yang tersedia di meja nya. Anna yang lahap makanya dikarenakan memang kelaparan. Dan juga karena baru ini menikmati hidangan yang menurut nya cukup mewah dan enak.
Jho yang melihat Anna makan dengan lahap begitu senang, karena wanita ini menurut nya tidak memilih milih makanan. Dan Jho selalu memperhatikan setiap lahapan Anna yang menurut nya juga membuat selera makan nya naik.
Dan akhirnya mereka selesai makan dan suasana nya kembali hening dan canggung. Anna yang merasa sangat malu karena tidak menjaga image nya didepan seorang Pria, Anna merasa dirinya sangat rakus sehingga hampir menghabiskan semua makanan itu. dan hanya menyisakan sedikit untuk Jho.
"terimakasih buat makanannya, lainkali ijinkan aku yang mentraktir mu, dan maaf kak Jho aku terlalu rakus." ucap Anna dengan jujur, "dan jujur ini enak banget!!" sambung nya lagi.
"(senyum) bolehh Anna... kapan pun itu aku akan siap menemani mu makan seperti ini, dan justru aku senang Anna, kita bisa menghabiskan nya bersama." balas Jho. mencoba membuat suasana tidak canggung.
"apakah kak Jho tidak ada kegiatan lain, aku takut membuat waktu mu terbuang." Anna
"ahhh... aku baru saja selesai bertemu client, dan aku lapar belum sarapan dari rumah. untung ada Anna yang menemani." saut Jho.
"kamu sendiri???" sambung Jho.
"aku... ahhh.. hanya ingin berkeliling saja." jawab Anna dengan mencari alasan.
"bukan kah kamu sedang ada kelas hari ini??" tanya Jho, membuat Anna heran darimana jho tahu jika dirinya sedang ada kelas hari ini.
"kak jho tau darimana??" tanya Anna penasaran.
"ahhh... itu.. aku hanya menebaknya saja." jawab Jho dengan gugup, mencoba mencari alasan lain.
"bukankah kamu bekerja di restoran X@Z itu?" tanya Jho supaya Anna tidak mencurigai nya.
"itu.. aku hanya kerja paruh waktu. Dan kamu tidak salah kok tadi, aku emang ada kelas hari ini, tapi aku terlambat 10 menit jadi dosennya tidak mengijinkan aku untuk masuk. Jadi aku memutuskan untuk berkeliling saja." saut Anna
Jho yang mendengar ucapan Anna tingak ingin mengungkit masalah kelasnya takut membuat mood nya hilang.
"lalu ini apakah Anna ada agenda lain?" Jho
"mungkin habis ini aku akan pulang kak." jawab Anna
"emm... bagaimana jika aku mengantarkan Anna pulang." tawar Jho mencari kesempatan untuk mendekati Anna.
"tidak perlu repot kak jho, aku terbiasa dengan berjalan kaki." Anna menolak karena merasa tidak enak, takut membuat Jhonatan repot.
"udah Anna gak usah sungkan. aku.."Jho
"maaf kak tapi aku menolak nya, dan makasih kak buat makanan nya." Anna langsung memotong ucapan Jho, dan langsung hendak meninggalkan cafe itu.
"tunggu Anna..." Jho mencoba menahan Anna
"aku bisa Minta nomor kamu?? kita kan sudah berteman." Jho
"ohhh.. maaf kak bukan aku tidak ingin, tapi jika kedepannya kita bertemu lagi maka aku harap itu bukan suatu kebetulan tapi takdir." balas Anna
Anna langsung meninggalkan Jho yang masih berdiri memperhatikan kepergian Anna. "yahh.. aku harap kita bertemu lagi dan itu bukan suatu kebetulan Anna" batin jho
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Yem
Semangat nulisnya kak
Jangan lupa mampir ya
(Diujung Pembalasan*
2023-03-26
1