Anna yang kini sudah mau pulang dari perpustakaan, ternyata dia di kejutkan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab. Anna disiram air dan dilempari telor beserta tepung, Anna yang mencoba melawan tapi tidak bisa karena matanya terkena serbuk serbuk tepung.
"ya Tuhan siapa mereka?, kenapa mereka berlaku kasar padaku?" lirih Anna dalam hati.
"heii gembell,,, masih berani merayu Davin. huhhh dasar wanita ******, sialan." ucap Bella yang kesal karena sedari tadi Davin mencari Anna tapi Bella tidak memberi tau jika Anna ada di perpustakaan.
"kamu..."ucap Anna
"yaaa... kamu kenal kan dengan aku, ingat ini hanya peringatan jika kamu berani menggoda Davin lagi maka lebih dari ini akan kamu rasakan!" ucap Bella sombong.
"kurang ajar sekali kalian." ucap seseorang yaitu Davin. "kamu tidak apa apa Anna?" tanya Davin lembut.
"kaliannnn... berani sekali kalian melakukan itu padanya, apa kalian sudah bosan hidup?" ucap Davin dengan marah, membuat mereka ketakutan.
"bukan seperti itu Davin, kami hanya bercanda kok buk.." jawab Bella mencari alasan.
"bercanda!!! Ini yang kamu bilang bercanda" Davin semakin marah.
"pergilah sekarang aku tidak ingin melihat kalian lagi.. dan liat apa yang akan terjadi atas perbuatan kalian ini." sambung Davin lagi.
"tunggu vin, kamu jangan salah paham." ucap Bella dengan lembut mencoba merayu Davin, yang masih berdiri di tempatnya sedangkan teman temannya yang lain sudah pergi.
"pergi aku bilang!! kamu tuli kah tidak mendengar ucapan ku?" tegas Davin lagi.
Kemudian Davin membawa Anna ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya dulu karna penuh dengan serbuk serbuk tepung. Orang orang yang melihatnya heran, jika seorang Davin yang arogan itu peduli dengan seseorang. Tapi mereka penasaran siapa wanita yang ditolong oleh davin, wajahnya tertutup membuat mereka semakin penasaran.
Anna yang sudah membasuh seluruh tubuhnya, dan kini dia sudah basah kuyup. Kemudian keluar dengan keadaan yang masih basah, dan Davin yang melihat Anna sudah keluar merasa terkejut, karena baju Anna yang basah membuat bentuk tubuhnya kelihatan dan bajunya tipis membuat kulit dalam nya terlihat dan hanya tertutup bagian dadanya saja.
"apa yang kamu lakukan!" ucap Davin sambil memalingkan wajahnya.
"hahhh... aku, emang nya kenapa? aku cuman" saut Anna
"lihat lah tubuh mu sekarang!" ucap Davin langsung memotong ucapan Anna.
Kemudian Anna heran lalu melihat tubuhnya, dann Anna begitu malu dan terkejut. "kenapa aku tidak menyadari nya dari tadii..." umpat anna dalam hati. " dasar bodoh kamu Anna" lagi lagi Anna bicara sendiri sambil menotokokan kepala dinding. Anna yang bingung harus ngapain, bajunya semua basah, dan tidak mungkin keluar dengan keadaan seperti ini. namun jika tidak keluar maka akan terlambat bekerja dan juga Anna sudah kedinginan.
"nihh kamu ambil" ucap Davin menyodorkan jaketnya.
"tapiii!!" Anna
"sudah kamu pakai ini dan tutupi tubuhmu lalu keluar lahh.." Davin, tapi Anna terdiam saja.
"apakah kamu mau didalam saja sampai baju kamu kering?" Davin.
Kemudian tanpa suara Anna langsung mengambil jaketnya, setelah selesai memakai nya Anna keluar, dengan sikap malu malu. "baunya sangat harum" batin Anna yang mencium aroma dari jaketnya Davin.
Kemudian mereka keluar dari kamar mandi, lagi lagi orang terkejut Davin meminjam kan jaketnya pada seseorang, perempuan perempuan yang melihat nya merasa iri, berharap juga mereka bisa seperti Anna.
"aku akan mengantar mu pulang!" Davin.
"hahhh!!" Anna terkejut dengan ucapan Davin.
"ayoo jalan! malah bengong..." ucap Davin.
"sikapnya begitu dingin, tapi sebenernya dia begitu baik." ucap anna dalam hati .
Kemudian Anna menuntun jalan, dan dalam berjalan kerumah Anna tidak ada pembicaraan diantara mereka. Sedangkan Bella dan juga kawan kawannya yang tadi mengerjai Anna sudah di skor selama 1 bulan. Sebab Davin sudah melaporkan mereka.
Rumah Anna
"masuklah ini rumahku, jika tidak bersedia ya silahkan pulang saja." ucap Anna yang melihat Davin hanya berdiri saja melihat rumah Anna yang kecil dan sempit.
"kamu tinggal disini??" tanya Davin yang tidak percaya
"menurut mu!" ucap Anna yang meninggalkan Davin tetap berdiri.
Kemudian Davin masuk kedalam, melihat lihat keadaan isi rumah Anna. sedangkan Anna sudah datang dari dapur membawakan teh hangat.
"minumlah selagi hangat!" ucap Anna. "aku tinggal dulu ya aku mau mandi dulu" sambung Anna lagi langsung meninggalkan davin sendirian.
Tak butuh waktu lama Anna sudah keluar dari kamarnya, dengan mengenakan handuk dikepalanya yang rambutnya masih basah.
"ada apa?? kenapa menatap ku seperti itu.!" tanya Anna.
" kamu tinggal sendirian disini?." tanya Davin.
"yaa aku sendiri, kenapa??" Anna
"keluarga kamu?? orang tua kamu?" tanya Davin.
"mereka sudah meninggal. sekarang aku yatim piatu" Anna. "ohh iya nama kamu siapa?, aku lupaa." sambung anna lagi.
"Davin! ucap Davin merasa gak nyaman karna telah menyinggung masalah keluarga nya.
"makasih ya vin, tadi udah nolongin aku." ucap anna.
"ahh itu.. santai aja Anna, lagian mereka ngelakuin itu juga pasti karna aku." davin.
"aku heran deh lihat mereka bisa begitu tergila gila denganmu, padahal kalau dilihat lihat biasa aja." ucap anna.
"aku juga bingung.." ucap davin.
Setelah lama mereka berbincang bincang Davin akhirnya memutuskan untuk pulang. sedangkan Anna pergi ke restoran untuk bekerja.
para pelayan yang selalu sibuk untuk menjamu para pengunjung, dimana para pengunjung/pelanggan merupakan para pejabat pejabat pengusaha dan orang orang kaya.
Saat Anna sedang mengantarkan sebuah pesanan di ruang VIP, dimana didalamnya para pengusaha yang sedang berdiskusi. kemudian salah seorang dari mereka tertarik dengan penampilan Anna.
"hai nonaaa!" ucap salah satu dari mereka sambil berdiri menghampiri Anna.
sedangkan Anna sudah gemeteran takut melihat para hidung belang itu dimana kebanyakan bapak bapak mungkin yang masih muda/ lajang 2 atau 3 orang.
"ayolahh cantikk, bisakan temani aku malam ini!" ucapnya pas ditelinga Anna
kemudian Anna melempar botol minuman itu pas mengenai kepala pria hidung belang itu. Anna semakin ketakutan melihat kepala pria itu berdarah. tanpa pikir panjang Anna langsung berlari keluar dari ruangan itu, dan bingung harus bagaimana!.
sedang pria itu sudah keluar dari ruangan itu dan di bawa ke rumah sakit untuk segera ditangani. sontak membuat kehebohan dan menjadi pusat perhatian di dalam restoran.
sedangkan Anna sudah bersembunyi diruangan istirahat khusus pelayan, sedangkan Anna begitu ketakutan dan menangis. kemudian Anna memikirkan seseorang yang tak lain adalah Jhonatan, Anna berpikir mungkin dia bisa membantu.
tutt... tutt...
"hallo Anna!" Jho
"suara tangisan anna"
"Anna? hallo kamu kenapa?? ada masalah atau.. atau kamu sekarang dimna?" Jho keliatan khawatir.
"aku di resto kak... aku ketakutan."jawab Anna sambil menangis.
"oke kamu tunggu disana aku akan datang jangan khawatir." Jho langsung mematikan telepon nya.
Anna yang mendengar ucapan Jho sedikit lega, ada orang yang menolong nya. dan setelah panggilan nya terputus staff restoran nya begitu marah dan mencari keberadaan Anna. membuat Anna ketakutan hebat.
"apa yang kamu lakukannnn... huhhh... tidakkah kamu tau kalau itu tamu VIP dan sudah berlangganan." ucap staff yang membentak Anna.
"maaf pakk tapii saya.." ucap anna gelagapan.
"tapi apaa??? lihat lah atas perbuatan kamu, kamu akan di tuntut karna telah melukai nya. apa salahnya dia hanya ingin menyentuh sedikit bagian tubuhmu tapi kamu." staff
"tapi apaa?? bukankah itu sebuah pelecehan!" ucap Jho yang sudah tiba dan mendengar sedikit pembicaraan mereka.
"apakah itu sebuah aturan pelayan restoran disini boleh disentuh oleh para pengunjung atau tamu tamu disini!" sambung jho lagi dengan nada dingin.
Anna yang melihat Jho langsung berlari kebelakang nya bersembunyi, dan tangannya memegang erat lengan jho. sehingga jho bisa merasakan begitu Anna sangat ketakutan hingga badannya bergetar.
"kamu tenang saja Anna tidak ada yang perlu kamu takutkan kamu benar jadi kamu gak usah khawatir, pengacara ku sudah mengurus semuanya." ucap Jho begitu lembut.
"maaf tapi ini urusan kami tuan, ini masalah.." staff
"itu masalah mu. mulai sekarang Anna berhenti bekerja disini dan kamu sudah tidak berhak untuk mengatur nya." ucap jho dengan tegas lalu menarik tangan Anna meninggal kan restoran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments