Masalah 1

Anna yang kini sudah mau pulang dari perpustakaan, ternyata dia di kejutkan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab. Anna disiram air dan dilempari telor beserta tepung, Anna yang mencoba melawan tapi tidak bisa karena matanya terkena serbuk serbuk tepung.

"ya Tuhan siapa mereka?, kenapa mereka berlaku kasar padaku?" lirih Anna dalam hati.

"heii gembell,,, masih berani merayu Davin. huhhh dasar wanita ******, sialan." ucap Bella yang kesal karena sedari tadi Davin mencari Anna tapi Bella tidak memberi tau jika Anna ada di perpustakaan.

"kamu..."ucap Anna

"yaaa... kamu kenal kan dengan aku, ingat ini hanya peringatan jika kamu berani menggoda Davin lagi maka lebih dari ini akan kamu rasakan!" ucap Bella sombong.

"kurang ajar sekali kalian." ucap seseorang yaitu Davin. "kamu tidak apa apa Anna?" tanya Davin lembut.

"kaliannnn... berani sekali kalian melakukan itu padanya, apa kalian sudah bosan hidup?" ucap Davin dengan marah, membuat mereka ketakutan.

"bukan seperti itu Davin, kami hanya bercanda kok buk.." jawab Bella mencari alasan.

"bercanda!!! Ini yang kamu bilang bercanda" Davin semakin marah.

"pergilah sekarang aku tidak ingin melihat kalian lagi.. dan liat apa yang akan terjadi atas perbuatan kalian ini." sambung Davin lagi.

"tunggu vin, kamu jangan salah paham." ucap Bella dengan lembut mencoba merayu Davin, yang masih berdiri di tempatnya sedangkan teman temannya yang lain sudah pergi.

"pergi aku bilang!! kamu tuli kah tidak mendengar ucapan ku?" tegas Davin lagi.

Kemudian Davin membawa Anna ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya dulu karna penuh dengan serbuk serbuk tepung. Orang orang yang melihatnya heran, jika seorang Davin yang arogan itu peduli dengan seseorang. Tapi mereka penasaran siapa wanita yang ditolong oleh davin, wajahnya tertutup membuat mereka semakin penasaran.

Anna yang sudah membasuh seluruh tubuhnya, dan kini dia sudah basah kuyup. Kemudian keluar dengan keadaan yang masih basah, dan Davin yang melihat Anna sudah keluar merasa terkejut, karena baju Anna yang basah membuat bentuk tubuhnya kelihatan dan bajunya tipis membuat kulit dalam nya terlihat dan hanya tertutup bagian dadanya saja.

"apa yang kamu lakukan!" ucap Davin sambil memalingkan wajahnya.

"hahhh... aku, emang nya kenapa? aku cuman" saut Anna

"lihat lah tubuh mu sekarang!" ucap Davin langsung memotong ucapan Anna.

Kemudian Anna heran lalu melihat tubuhnya, dann Anna begitu malu dan terkejut. "kenapa aku tidak menyadari nya dari tadii..." umpat anna dalam hati. " dasar bodoh kamu Anna" lagi lagi Anna bicara sendiri sambil menotokokan kepala dinding. Anna yang bingung harus ngapain, bajunya semua basah, dan tidak mungkin keluar dengan keadaan seperti ini. namun jika tidak keluar maka akan terlambat bekerja dan juga Anna sudah kedinginan.

"nihh kamu ambil" ucap Davin menyodorkan jaketnya.

"tapiii!!" Anna

"sudah kamu pakai ini dan tutupi tubuhmu lalu keluar lahh.." Davin, tapi Anna terdiam saja.

"apakah kamu mau didalam saja sampai baju kamu kering?" Davin.

Kemudian tanpa suara Anna langsung mengambil jaketnya, setelah selesai memakai nya Anna keluar, dengan sikap malu malu. "baunya sangat harum" batin Anna yang mencium aroma dari jaketnya Davin.

Kemudian mereka keluar dari kamar mandi, lagi lagi orang terkejut Davin meminjam kan jaketnya pada seseorang, perempuan perempuan yang melihat nya merasa iri, berharap juga mereka bisa seperti Anna.

"aku akan mengantar mu pulang!" Davin.

"hahhh!!" Anna terkejut dengan ucapan Davin.

"ayoo jalan! malah bengong..." ucap Davin.

"sikapnya begitu dingin, tapi sebenernya dia begitu baik." ucap anna dalam hati .

Kemudian Anna menuntun jalan, dan dalam berjalan kerumah Anna tidak ada pembicaraan diantara mereka. Sedangkan Bella dan juga kawan kawannya yang tadi mengerjai Anna sudah di skor selama 1 bulan. Sebab Davin sudah melaporkan mereka.

Rumah Anna

"masuklah ini rumahku, jika tidak bersedia ya silahkan pulang saja." ucap Anna yang melihat Davin hanya berdiri saja melihat rumah Anna yang kecil dan sempit.

"kamu tinggal disini??" tanya Davin yang tidak percaya

"menurut mu!" ucap Anna yang meninggalkan Davin tetap berdiri.

Kemudian Davin masuk kedalam, melihat lihat keadaan isi rumah Anna. sedangkan Anna sudah datang dari dapur membawakan teh hangat.

"minumlah selagi hangat!" ucap Anna. "aku tinggal dulu ya aku mau mandi dulu" sambung Anna lagi langsung meninggalkan davin sendirian.

Tak butuh waktu lama Anna sudah keluar dari kamarnya, dengan mengenakan handuk dikepalanya yang rambutnya masih basah.

"ada apa?? kenapa menatap ku seperti itu.!" tanya Anna.

" kamu tinggal sendirian disini?." tanya Davin.

"yaa aku sendiri, kenapa??" Anna

"keluarga kamu?? orang tua kamu?" tanya Davin.

"mereka sudah meninggal. sekarang aku yatim piatu" Anna. "ohh iya nama kamu siapa?, aku lupaa." sambung anna lagi.

"Davin! ucap Davin merasa gak nyaman karna telah menyinggung masalah keluarga nya.

"makasih ya vin, tadi udah nolongin aku." ucap anna.

"ahh itu.. santai aja Anna, lagian mereka ngelakuin itu juga pasti karna aku." davin.

"aku heran deh lihat mereka bisa begitu tergila gila denganmu, padahal kalau dilihat lihat biasa aja." ucap anna.

"aku juga bingung.." ucap davin.

Setelah lama mereka berbincang bincang Davin akhirnya memutuskan untuk pulang. sedangkan Anna pergi ke restoran untuk bekerja.

para pelayan yang selalu sibuk untuk menjamu para pengunjung, dimana para pengunjung/pelanggan merupakan para pejabat pejabat pengusaha dan orang orang kaya.

Saat Anna sedang mengantarkan sebuah pesanan di ruang VIP, dimana didalamnya para pengusaha yang sedang berdiskusi. kemudian salah seorang dari mereka tertarik dengan penampilan Anna.

"hai nonaaa!" ucap salah satu dari mereka sambil berdiri menghampiri Anna.

sedangkan Anna sudah gemeteran takut melihat para hidung belang itu dimana kebanyakan bapak bapak mungkin yang masih muda/ lajang 2 atau 3 orang.

"ayolahh cantikk, bisakan temani aku malam ini!" ucapnya pas ditelinga Anna

kemudian Anna melempar botol minuman itu pas mengenai kepala pria hidung belang itu. Anna semakin ketakutan melihat kepala pria itu berdarah. tanpa pikir panjang Anna langsung berlari keluar dari ruangan itu, dan bingung harus bagaimana!.

sedang pria itu sudah keluar dari ruangan itu dan di bawa ke rumah sakit untuk segera ditangani. sontak membuat kehebohan dan menjadi pusat perhatian di dalam restoran.

sedangkan Anna sudah bersembunyi diruangan istirahat khusus pelayan, sedangkan Anna begitu ketakutan dan menangis. kemudian Anna memikirkan seseorang yang tak lain adalah Jhonatan, Anna berpikir mungkin dia bisa membantu.

tutt... tutt...

"hallo Anna!" Jho

"suara tangisan anna"

"Anna? hallo kamu kenapa?? ada masalah atau.. atau kamu sekarang dimna?" Jho keliatan khawatir.

"aku di resto kak... aku ketakutan."jawab Anna sambil menangis.

"oke kamu tunggu disana aku akan datang jangan khawatir." Jho langsung mematikan telepon nya.

Anna yang mendengar ucapan Jho sedikit lega, ada orang yang menolong nya. dan setelah panggilan nya terputus staff restoran nya begitu marah dan mencari keberadaan Anna. membuat Anna ketakutan hebat.

"apa yang kamu lakukannnn... huhhh... tidakkah kamu tau kalau itu tamu VIP dan sudah berlangganan." ucap staff yang membentak Anna.

"maaf pakk tapii saya.." ucap anna gelagapan.

"tapi apaa??? lihat lah atas perbuatan kamu, kamu akan di tuntut karna telah melukai nya. apa salahnya dia hanya ingin menyentuh sedikit bagian tubuhmu tapi kamu." staff

"tapi apaa?? bukankah itu sebuah pelecehan!" ucap Jho yang sudah tiba dan mendengar sedikit pembicaraan mereka.

"apakah itu sebuah aturan pelayan restoran disini boleh disentuh oleh para pengunjung atau tamu tamu disini!" sambung jho lagi dengan nada dingin.

Anna yang melihat Jho langsung berlari kebelakang nya bersembunyi, dan tangannya memegang erat lengan jho. sehingga jho bisa merasakan begitu Anna sangat ketakutan hingga badannya bergetar.

"kamu tenang saja Anna tidak ada yang perlu kamu takutkan kamu benar jadi kamu gak usah khawatir, pengacara ku sudah mengurus semuanya." ucap Jho begitu lembut.

"maaf tapi ini urusan kami tuan, ini masalah.." staff

"itu masalah mu. mulai sekarang Anna berhenti bekerja disini dan kamu sudah tidak berhak untuk mengatur nya." ucap jho dengan tegas lalu menarik tangan Anna meninggal kan restoran.

Episodes
1 prolog
2 kehidupan baru
3 Kehidupan baru 2
4 pertemuan 1
5 merindukan ayah & ibu
6 Berteman
7 pertemuan 2
8 Anna yang malang
9 Masalah 1
10 masalah 2
11 Tempat tinggal baru
12 12
13 Bertemu teman lama
14 bersama sahabat
15 sitampan dan sicantik
16 ciuman pertama
17 Berjanji
18 siapa Albert?
19 Ternyata.
20 Bahagia
21 bertemu Selena ibunya
22 Depresi Anna
23 Wanita gila
24 Sang mantan
25 kegabutan cindy
26 membuat onar
27 27
28 kekasihnya dan mantannya bertemu
29 Bingung
30 Penjelasan
31 rencana chelsea
32 32
33 Anna tertusuk
34 34
35 35
36 Cindy patah hati
37 Cindy dan Gabriel
38 Cindy dan Gabriel 2
39 persiapan magang
40 permasalahan Anna
41 Hari bahagia
42 Hari kerja
43 perdebatan
44 pertemuan
45 Selena ibuku
46 kebingungan
47 Berdebat dengan ibuku
48 Anna ingin mengakhiri
49 mencari Anna
50 Kecelakaan Selena
51 Ternyata kamu juga Putrinya
52 Tuan Aaron
53 Anna pergi
54 Anna pergi 2
55 Anna dijodohkan
56 Anna setuju
57 perpisahan sesungguhnya
58 mansion Edward
59 bertemu setelah berpisah
60 Rencana ipar dan calon mertua
61 memilih gaun pengantin
62 Ziva kekasihnya
63 pernikahan
64 masa lalu
65 mertua dan Menantu
66 Tuan Edward meninggal
67 kericuhan
68 pemakaman
69 Calon pewaris
70 Berdebat dengan Adryan
71 Anna dibebaskan
72 Anna pindah kamar
73 Ziva hamil
74 Ziva dengan seorang pria
75 perjamuan malam
76 Inez dan Anna bermain
77 kecurigaan Liora
78 tertarik dengan Anna
79 kekhawatiran Ziva
80 interogasi
81 menjebak Adryan
82 malam pertama Anna
83 keluar bersama kakak ipar
84 Anna hamil
85 Liora mulai bereaksi
86 Anna Depresi
87 makan mie instan bersama
88 Masa kecil.
89 mual mual (ngidam)
90 Tidak suka aroma parfum
91 Anna dan Adryan
92 Misi Liora
93 menggantikan sekretaris
94 Anna ketahuan hamil
95 Ziva melahirkan
96 Bima akan mengungkapkan kebenaran
97 kecelakaan Liora dan Bima
98 Ziva pergi bersantai
99 seperti suami istri yang saling mencintai
100 ketahuan paparazi
101 Ziva menyemprot racun tanaman Anna
102 Ziva menduga Anna menggunakan guna guna
103 Proses pencarian Livy
104 Keributan Anna dan Ziva
105 menenangkan pikiran
106 Adryan marah
107 Anna mendapatkan kabar ayahnya.
108 Bima tau siapa Livy
109 perhatian Bima
110 surat perceraian
111 Liora siuman
112 Anna dan kepala pelayan kecelakaan
113 kecelakaan 2
114 kecelakaan 3
115 Selena dan masa lalunya
116 Masa lalu 2
117 kisah romantis
118 masa lalu 3
119 Masa lalu 4
120 Anna siuman
121 Mencurigai Ziva
122 Anna pulang
123 perubahan Anna
124 Perubahan Anna 2
125 Anna dan kepala pelayan.
126 Pertama bekerja
127 Cemburu Ziva
128 Cemburu Adryan
129 Adryan mabuk
130 Memeluk Livy
131 menggantikan Ziva
132 membujuk Ziva
133 Kalung permata yang indah
134 berkunjung kerumah Eric
135 Bima datang menemui Livy
136 Ziva dan segala kekhawatiran nya
137 khawatir Ziva 2
138 mengajak Anna pulang bersama
139 Kecemburuan suami
140 Ciuman diruangan kantor
141 Berdiskusi dengan Ziva
142 Pernyataan cinta dari sang Suami
143 Eric menolong Anne
144 Anna cemburu
145 Anna meminta kepastian
146 Adryan berbuat onar
147 Anna diculik
148 Kecelakaan Anna dan Ziva
Episodes

Updated 148 Episodes

1
prolog
2
kehidupan baru
3
Kehidupan baru 2
4
pertemuan 1
5
merindukan ayah & ibu
6
Berteman
7
pertemuan 2
8
Anna yang malang
9
Masalah 1
10
masalah 2
11
Tempat tinggal baru
12
12
13
Bertemu teman lama
14
bersama sahabat
15
sitampan dan sicantik
16
ciuman pertama
17
Berjanji
18
siapa Albert?
19
Ternyata.
20
Bahagia
21
bertemu Selena ibunya
22
Depresi Anna
23
Wanita gila
24
Sang mantan
25
kegabutan cindy
26
membuat onar
27
27
28
kekasihnya dan mantannya bertemu
29
Bingung
30
Penjelasan
31
rencana chelsea
32
32
33
Anna tertusuk
34
34
35
35
36
Cindy patah hati
37
Cindy dan Gabriel
38
Cindy dan Gabriel 2
39
persiapan magang
40
permasalahan Anna
41
Hari bahagia
42
Hari kerja
43
perdebatan
44
pertemuan
45
Selena ibuku
46
kebingungan
47
Berdebat dengan ibuku
48
Anna ingin mengakhiri
49
mencari Anna
50
Kecelakaan Selena
51
Ternyata kamu juga Putrinya
52
Tuan Aaron
53
Anna pergi
54
Anna pergi 2
55
Anna dijodohkan
56
Anna setuju
57
perpisahan sesungguhnya
58
mansion Edward
59
bertemu setelah berpisah
60
Rencana ipar dan calon mertua
61
memilih gaun pengantin
62
Ziva kekasihnya
63
pernikahan
64
masa lalu
65
mertua dan Menantu
66
Tuan Edward meninggal
67
kericuhan
68
pemakaman
69
Calon pewaris
70
Berdebat dengan Adryan
71
Anna dibebaskan
72
Anna pindah kamar
73
Ziva hamil
74
Ziva dengan seorang pria
75
perjamuan malam
76
Inez dan Anna bermain
77
kecurigaan Liora
78
tertarik dengan Anna
79
kekhawatiran Ziva
80
interogasi
81
menjebak Adryan
82
malam pertama Anna
83
keluar bersama kakak ipar
84
Anna hamil
85
Liora mulai bereaksi
86
Anna Depresi
87
makan mie instan bersama
88
Masa kecil.
89
mual mual (ngidam)
90
Tidak suka aroma parfum
91
Anna dan Adryan
92
Misi Liora
93
menggantikan sekretaris
94
Anna ketahuan hamil
95
Ziva melahirkan
96
Bima akan mengungkapkan kebenaran
97
kecelakaan Liora dan Bima
98
Ziva pergi bersantai
99
seperti suami istri yang saling mencintai
100
ketahuan paparazi
101
Ziva menyemprot racun tanaman Anna
102
Ziva menduga Anna menggunakan guna guna
103
Proses pencarian Livy
104
Keributan Anna dan Ziva
105
menenangkan pikiran
106
Adryan marah
107
Anna mendapatkan kabar ayahnya.
108
Bima tau siapa Livy
109
perhatian Bima
110
surat perceraian
111
Liora siuman
112
Anna dan kepala pelayan kecelakaan
113
kecelakaan 2
114
kecelakaan 3
115
Selena dan masa lalunya
116
Masa lalu 2
117
kisah romantis
118
masa lalu 3
119
Masa lalu 4
120
Anna siuman
121
Mencurigai Ziva
122
Anna pulang
123
perubahan Anna
124
Perubahan Anna 2
125
Anna dan kepala pelayan.
126
Pertama bekerja
127
Cemburu Ziva
128
Cemburu Adryan
129
Adryan mabuk
130
Memeluk Livy
131
menggantikan Ziva
132
membujuk Ziva
133
Kalung permata yang indah
134
berkunjung kerumah Eric
135
Bima datang menemui Livy
136
Ziva dan segala kekhawatiran nya
137
khawatir Ziva 2
138
mengajak Anna pulang bersama
139
Kecemburuan suami
140
Ciuman diruangan kantor
141
Berdiskusi dengan Ziva
142
Pernyataan cinta dari sang Suami
143
Eric menolong Anne
144
Anna cemburu
145
Anna meminta kepastian
146
Adryan berbuat onar
147
Anna diculik
148
Kecelakaan Anna dan Ziva

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!