Axel bersama dengan Safira tampak memasuki rumah sakit dan menuju depo Farmasi.
"Fira, obat nya habis. Kita coba pergi ke apotik rumah sakit," ucap Alex dengan bingung. Tidak biasa nya rumah sakit kebahsian obat itu, karena di zaman sekarang sudah banyak yang mencari obat seperti itu remaja mau pun orang yang sudah dewasa.
Sama, mereka.juga tidak.menemu kan ada obat kontrasepsi di apotik rumah sakit.
"Mau ku bantu cari di rumah sakit lain?" tanya Alex.
Tiba-tiba seorang suster datang menemui Alex dengan tergesa-gesa.
"Dok ada pasien yang harus segera di tangani," ucap suster itu.
"Tidak perlu, tangani pasien mu saja. Aku bisa sendiri," ujar Safira. dia menjadi tidak enak hati karena sudah mengganggu jam kerja Alex.
Alex mengangguk dan berjalan mengikuti suster itu. "Semangat Lex!" sebuah teriakan dari belakang membuat hati Alex berdetak dengan cepat. Dia berbalik dan melihat senyuman tulus yang di beri kan oleh Safira.
"Baik, hati-hati di jalan," ucap Alex lalu fokus pada jalan nya.
Safira masih duduk di sana ketika Alex sudah pergi. "Di mana aku harus mencari obat itu. Sudah sejauh bumi dari langit ku jalani tapi tak satu pun ku dapat kan." Safira berbicara sendiri.
"Permisi Nona, apa anda yang bernama Safira?" tanya seorang suster.
"Ya benar. Kenapa?" tanya Safira.
"Dokter Alex meminta saya untuk meminta nomor telepon Nona," seru wanita itu.
Tidak salah juga bukan? Dia juga butuh teman di rumah sakit ini. Safira memberi kan nomor ponsel nya. Bersamaan dengan itu, dia menerima telepon dari nomor tak di kenal.
"Mungkin orang iseng" batin Safira. Namun lagi-lagi ponsel Safira berdering.
"Halo Nona, apa benar ini dengan Nona Safira?" tanya orang di seberang sana.
"Iya benar, dengan saya sendiri," jawab Safira.
"Anda di beri kan kesempatan untuk mengikuti wawancara, untuk syarat berikut nya silah kan mencari info lebih lengkap."
"Baik, baik ibu. Terimakasih banyak," ucap Safira dengan senang.
Bisa-bisa nya Safira mengira itu adalah orang iseng. Otak nya yang hanya sebatas IQ normal Memeng tidak bisa bekerja dengan normal. Dia bisa lupa bahwa dia sudah mengirim kan beberapa lamaran ke perusahaan.
"Yes yes yes," Safira sangat senang mendengar kan berita ini.
Dia langsung menuju perusahaan Anggara, dia berharap dan akan di terima agar tidak jadi pengangguran setelah keluar dari mansion Shine.
Dia juga tidak mendapat kan dispensasi apa pun, jadi di Pati kan tidak akan memiliki uang jika keluar dari sana.
**
Elvio yang ada di samping HRD mendengar percakapan itu sangat senang.
Yah dia akan menginterview wanita yang di sukai nya sendiri.
"Jika dia datang, suruh dia ke ruangan ku," perintah Elvio.
Bebrapa jam kemudian Safira sudah sampai di perusahaan raksasa yang hampir sama dengan milik Shine.
Dia tidak mengingat tentang kejadian semalam lagi. Mendengar kata interview dia lebih semangat.
Safira berjalan ke arah meja resepsionis.
"Permisi Nona, saya mendapat panggilan interview, boleh saya tau di mana bagian HRD?" tanya Safira dengan sopan.
Beberapa orang langsung bergosip mendengar Safira yang interview.
Ya mereka mendapat kan informasi itu dari HRD. Mereka langsung merasa sirik karena bisa naik ke ruangan CEO yang berada di atas.
"Interview atau mencari muka agar bisa menjadi salah satu wanita direktur?" tanya resepsionis itu dengan jutek.
"Maaf Nona, maksud anda apa?" tanya Safira masih dengan sopan.
"CK, trik wanita murahan," jawab resepsionis itu.
Safira yang di pancing mulai menggertak kan gigi nya. Dia memukul meja itu dengan keras.
"Nona, saya datang baik-baik ke sini. Apa anda takut kalah saing dengan saya? CK, perusahaan macam apa pelayanan seperti ini," ucap Safira. Dia menjadi perhatian semua orang.
"Safira," terdengar suara seorang pria dari belakang sana.
"Kau, apa yang kau laku kan di sini?" tanya Safira dengan malas. Kenapa dia harus bertemu lagi dengan pria ini.
Dia sangat malas berhubungan dengan orang-orang kaya termasuk Shine, Alex dan terakhir pria satu ini.
"Boleh kita bicara di ruangan kita saja?" tanya nya pada Safira. Siapa lagi orang itu jika bukan Elvio lvio.
"Kau pergilah ke pihak HRD, mungkin akan di beri kan tunjangan atau mungkin sama sekali tidak," ucap Elvio lalu pergi dari sana.
"Kau semakin cantik," ujar Elvio pada Safira. Meraka saat ini berada di lift.
"Sudah basi," jawab Safira. Dia sudah kenyang dengan godaan pria musiman seperti ini.
Safira melihat lift yangs Edang berjalan. Mereka berhenti di lantai teratas.
"Jangan bilang kau pemilik perusahaan ini," tanya Safira.
"Yah, sesuai tebakan mu."
"Aku tidak jadi interview," seru Safira ketus.
Dia berdiri dan hendak mengambil tas nya.
Elvio tersenyum mendengar ucapan Safira.
Dia mengambil sesuatu dari saku nya dan meletak kan nya di meja.
"Baik lah, jika tidak ingin bekerja di perusahaan ku, it's okay. Tapi jika ada waktu datang lah ke club ku," ucap Elvio
Safira melihat foto itu dengan intens.
"Kenapa dia bersama mu?" tanya Safira antusias.
Jangan lupa like nya 😊👍👍👍
Horas ✋✋✋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Titin Itin
lnjuuuut thoooor
2023-02-15
0
As Lamiah
yah mulai g terkondisikan tuh hidup bebas dari orang kaya eh malah terbelenggu bundet ruwet jadi satu semoga safir sabar dan tegar menghadapi mereka 💪💪💪 semangat safir 😘😘😘😘😘😘😘💪 semangat juga untuk mu tour semoga sehat selalu 💪💪😘 semangat tour
2023-02-15
0
Desilia Chisfia Lina
foto siapa nih
2023-02-15
0