"Lepas tidak!" ujar Safira dengan suara tinggi nya.
Shine tetap tidak menjawab Safira, dia dengan setia mengobati tangan istri nya yang terluka.
"Berhenti lah bergerak, atau tangan mu akan terluka lebih banyak!" peringat Shine dengan suara bariton nya.
Safira hanya mendengus kesal. Bagaimana tidak dia bergerak, tangan nya di borgol di terali ranjang. Memang nya dia tahanan yang akan kabur dari jeruji besi.
Setelah semua nya selesai, Shine melepas kan borgol itu. Dengan kesal Safira berdiri dan meninggal kan Shine di sana. Sebelum keluar, Fira tidak lupa sesuatu.
"Dasar gila," maki Fira ke pada Shine.
Shine tertegun mendengar kata kasar sang istri. "Ada apa dengan nya," batin Shine.
Fira keluar dengan kesal di tambah lagi harus melihat wajah mengesal kan asisten suami nya.
"Nona, apa tangan anda sudah..."
"Urus saja urusan mu, dasar. Kau sama saja dengan nya!" kesal Fira bergegas keluar dari sana.
Dia harus segera pulang, dia sudah sangat lapar. Dia tidak makan pagi tadi karena ulah wanita bernama Sabrina itu, dan harus tidka makan juga saat ini karena ulah si suami gila nya.
Saat di lift, Fira mengguna kan masker.
Supir nya sudah menunggu di sana, dan siap membuka kan mobil untuk nya.
Namun Fira menyimpang dari jalan nya dan malah berdiri di depan mobil Lamborghini di depan nya. Melihat orang tidak ada yang melihat nya, dia langsung membanting tas nya dengan keras ke mobil itu. Jelas saja dia membanting nya, itu adalah mobil sang suami.
Otomatis mobil itu berbunyi dan membuat Fira kaget. Dia langsung berlari ke mobil yang di buka kan supir.
"cepat kita pergi, sebelum satpam datang," ucap Fira kaget.
Ternyata Shine pelaku nya, pria itu sudah melihat gerak gerak mencuriga kan sang istri.
Shien twrsne melihat tingkah konyol sang istri.
"Pari kan dia pulang ke mansion!" ucap Shine pada Xavier yang ada di belakang nya.
Fira terus saja mendesak sang sopir agar cepat mengendarai mobil.
"Nyonya, jika boleh tau kenapa anda ingin sekali mengebut?" tanya ang sopir mempercepat laju mobil.
"Aku sudah sangat lapar, cepat lah!" jawab Fira. Dia tidak perlu terlalu sopan karena supir itu kira-kira hanya seumuran dengan diri nya.
Sesampai nya di mansion rasa lapar Fira bertambah ketika melihat wajah seorang wanita menyebal kan yang berada di mansion. Fira mengabai kan nya dan meminta pelayan menyedia kan makanan.
"Cepat siap kan makanan untuk ku! Dan satu lagi jangan panggil aku nyonya di depan wanita itu, beritahu pelayan lain!" ujar Fira ke pada kepala pelayan.
"Dasar tidak tua diri, sudah menumpang di mansion orang lain masih saja tidak tau malu. Makan sudah seperti orang busung lapar!"
Fira menatap orang itu, lalu melanjut kan makan nya. Ternyata wanita itu adalah Sabrina si wanita murahan.
Setelah makan dan melap bibir nya, Fira merasa sangat lega. Dia kemudian menatap Sabrina yang berada di depan nya.
"Bagaiman dengan diri mu, apakah kau sudah tau diri?" tanya Fira enteng. Pernyataan sederhana di jawab dengan pertanyaan pedas.
"Kau?" Sabrina berdiri dari duduk nya.
"Ah aku lupa, sudah waktu nya kau pulang, kekasih mu seperti nya akan membawa wanita lain. Sedang kan aku harus menetap di mansion mewah ini, ah sangat menyedih kan hidup ku," ucap Fira tersenyum senang berlawanan dengan ucapan nya.
Sabrina mengangkat pot bunga yang ada di tangan nya hendak melempar kan nya ke arah Fira. Namun terhenti ketika mendengar suara bariton dari belakang nya.
"Apa yang kau laku kan?" ucap seorang pria dengan dingin.
"Shine, aku tidak bermaksud, maaf kan aku," ucap Sabrina.
Fira yang melihat drama membosan kan itu memilih untuk meninggal kan meja makan. Dia hanya melihat sekilas ke arah Shine dan jengah akan tindakan Sabrina.
"Keluar!" perintah Shine dengan tegas. Langkah Fira terhenti ketika Shine dengan terang-terangan mengusir wanita nya, tidak seperti biasa nya.
Mendengar suara Shine yang dingin dan tegas itu Sabrina memilih undur diri dan mengalah untuk keluar dari mansion besar itu.
Setelah Sabrina keluar, Shine berjalan ke arah sofa ruang tamu. Dia di susul oleh Safira dengan secangkir kopi untuk Shine.
"Di mana wanita mu yang baru?" tanya Fira celingak-celinguk. Dia tetap melayani sang suami meski pun tidak sepenuh nya
"Kau mengharap kan kedatangan mereka?" tanya Shine tidak percaya.
Tidak ada seorang istri yang mengingin kan suami nya dekat dengan istri lain. Tapi jika suami nya player, apa boleh buat?" seru Fira dengan santai.
Shine langsung berdiri dan mencekik Fira.
"Jaga batasan mu, ingat..."
"Enam Minggu lagi!" jawab Fira cepat melepas kan tangan Shine dengan kasar.
Kemudian dia langsung berjalan ke kamar nya. Tiga puluh menit setelah itu, Fira keluar dengan setelah yang berbeda, dia ingin pergi menjernih kan pikiran nya.
Fira lewat begitu saja dari ruang tamu tanpa menyapa sang suami yang masih berada di sofa sejak tadi.
"Kemana?" tanya Shine.
"Bukan urusan mu," jawab Fira tetap berjalan dengan santai.
Dia membawa mobil sendiri, untung saja Megan mengajari nya saat itu. Ternya Fira pergi ke sebuah pantai, dia duduk di sana sambil bersantai. Dia melihat ke arah mobil yang terparkir di belakang nya.
Dia teringat dengan sahabat nya yang selalu mengajari nya membawa mobil saat itu.
"Ah, Megan, aku sangat merindu kan mu," batin Fira tersenyum ke arah mobil itu.
Sayang sekali dia tidak bisa menghubungi Megan, dia memegang ponsel nya yang baru. Dia sama sekali tidak bisa menghubungi siapa pun teman dekat nya di China.
Sebuah kalimat melintas di pikiran Fira.
"Kau tidak menghilang kan stress di sini?" itu adalah ucapan Megan saat Fira putus dengan Patrick di bar tempat Patrick berc inta dengan sahabat SMA nya.
Fira tersenyum, "terimakasih pesan nya Megan," ucap Fira. Dia langsung mencari Bar terdekat melalui ponsel nya. Dia langsung memasuki mobil dan bergegas menuju ke sana. Setelah sampai di bar Safira benar-benar sangat senang. Dia akan sama dengan Megan sahabat nya, sama-sama bisa menikmati dunia malam meski pun hanya melepas kan penat.
Tiba-tiba sebuah notifikasi masuk ke dalam ponsel Fira. Wanita itu penasaran dan melihat siap yang mengirimi dia pesan. Setau nya belum ada kenalan di Miami ini.
Dia melihat isi dari pesan itu. Ternyata sebuah foto. Safira samar mengenal foto itu, dia menzoom foto itu. Dia mengenal nya , ternyata Shine yang seperti nya masih berumur remaja bersama dengan seorang gadis cantik. Mereka terlihat sangat bahagia.
"CK, memuak kan!" batin Fira.
Dia melihat apa saja yang bisa di laku kan di tempat ini. Dia tidak ingin mengingat apa pun tentang pria itu. Dia melihat wanita menari-nari di tengah suara yang memekik telinga itu.
Ternyata ada beberapa pria yang memantau Fira di sana. Para pria itu menyamar sambil mendekati Fira yang sedang menari. Lama wanita itu di sana, dia pergi ke arah mandi.
Para pria itu tidak ikut masuk ke dalam kamar mandi dan menunggu di tempat menari. Tidak mungkin mereka ikut ke kamar mandi, itu sama saja mengantar kan nyawa.
Safira yang sudah sampai di kamar mandi langsung di bekap oleh seseorang. Sebuah pistol di arah kan ke dahi Fira.
Wanita itu bersikap tenang dan menghadap si penembak. Dia tidak menunduk menghadapi masalah di depan nya seperti biasa.
Dia melihat pakaian pria di depan nya sudah tidak jelas lagi. Darah terlihat mengucur dari perut nya.
"Apa yang kau ingin kan dari ku," tanya Fira.
Dia dengan cepat mengambil pistol itu dari si pria hendak menendang perut nya namun tidak tega. Karena pria itu hampir tumbang.
"Bisa kah aku berpura-pura sedang berc inta dengan ku?" tanya pria itu. Dahi Fira mengerut. Terdengar suara henta kan kaki yang ramai dari luar.
"Mmmm, ahhh, pelan-pelan, ahhh, lebih cepat...ah...ah."
Orang-orang berada di luar sana mendengar itu merasa malu. Mereka langsung keluar dari sana.
"Seperti nya kau sudah banyak pengalaman," seru pria itu ke pada Fira.
Wanita itu mengambil tas nya dan meletak kan pistol itu ke tangan pria yang memakai Hoodie di depan nya.
"Tuan.." Tiba-tiba terdengar suara di sekitar kamar mandi.
"Kau membuat ku dalam masalah," ucap Fira. Dia tau pria di depan nya salah orang penting. Jelas saja dia akan masuk dalam masalah besar nanti nya.
Fira membuka kamar mandi. Bertepatan dengan itu pengawal yang di perintah kan Shine juga ada di sana.
"Nyonya?" ucap mereka serempak. Mereka membelalak kan mata karena melihat seorang pria juga keluar dari sana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Lhia Tamor
💪🙏
2023-02-06
0
Titin Itin
lnjuuuut thooooor
2023-02-06
0
As Lamiah
🤔🤔🤔 jadi penasaran dan tambah keponih siapa lawan safir yg d toilet ayo tour semangat up nya pengen tau reaksi Shin terhadap keberanian safir yg melawan apakah dia akan merasakan jd seorang istri yg sesungguh nya 🤔🤔🤔 semangat tour semoga sehat selalu 💪💪💪😘
2023-02-06
1