Pagi hari nya Safira bangun. Dia sangat kesal karena tidak bisa menikmati tidur nya, dia semalaman merasa ada yang mengganggu tidur nya seperti nyamuk yang menggigiti.
"Ahhh, percuma minum pil tidur, sangat tidak berguna. Apa ini juga hari sial, tidak bisa tidur, ahh sungguh menyedih kan " ucap Safira. Mata nya masih saja tertutup, dia mengoceh karena rasa kesal nya.
Safira membuka mata nya tiba-tiba ketika merasa kan perut nya berat seperti ada yang menimpa.
"Apa ular," kaget Safira langsung menyibak kan selimut nya.
Safira semakin kaget ketika melihat ada pria di ranjang nya, pria itu pun sudah telanjang dada, begitu pun dia juga hanya memakai dalaman saja.
Safira ingin menangis sekali, tapi apa boleh buat. Yah seperti nya kesialan selalu menghinggapi nya akhir-akhir ini. Tak terasa air mata nya menetes begitu saja, dia tidak tau apa salah nya di dunia ini, selalu saja keberuntungan berlari dari nya.
Bahkan saat ini kehormatan nya sebagi seorang wanita di direnggut begitu saja.
Tidak ada lagi beda nya dengan wanita malam yang di lihat nya di bar semalam.
Safira menatap ke arah samping, dia terlonjak kaget lagi melihat jam dinding, dia terlambat. Saat ini dia harus mengikuti interview di perusahaan tempat yang ia lamar. Dengan cepat dia menghapus air mata nya, hidup selalu berjalan terus bukan?
Dia lulusan D3, dia mendapat beasiswa dalam negeri dan sangat terbatas hanya sampai di di D3 saja, bisa saja dia mendaftar beasiswa luar negeri, tapi dia tidak yakin bisa bertahan di sana karena harus menghadapi dunia baru. Jadi dia memutus kan tetap berada di negeri tirai bambu saja.
Dia mengambil ponsel nya dan mengambil beberapa gambar pria di ranjang nya. Dalam pikiran nya dia harus meminta pertanggung jawaban, dia tidak mau di klaim sebagai wanita murahan, harkat dan martabat nya sebagai wanita sangat lah penting.
Setelah mengambil beberapa gambar pria yang sedang tidur itu, Safira langsung berlari ke arah meja di sudut sana. Dia menulis sesuatu lalu berlari ke ranjang. Dia meletak kan kertas itu dan mengambil dompet sang pria.
Dia meletak kan kertas itu di atas dompet, agar lebih mudah di baca.
Kemudian dia dengan cepat berlari ke arah kamar mandi dan membersih kan diri. Dia tidak boleh terlambat, dia harus mendapat kan pekerjaan ini.
Saat mandi, Safira membayang kan tubuh wajah pria yang berada di kamar nya, sangat tampan, bahkan seperti ciptaan Tuhan yang tidak di bair kan menyimpang sedikit pun.
"Ah, kenapa aku menjadi bodoh. Fokus Safira, kau harus mencari pekerjaan," ucap wanita itu membersih kan tubuh nya.
Dia sudah membawa pakaian nya ke dalam kamar mandi, setelah itu dia langsung pergi dan meninggal kan apartemen.
Sebenar nya juga dia berada di kawasan elit apartemen seperti ini karena bantuan dari Megan. Wanita itu sama sekali tidak memandang status nya yang hidup sebatang kara, miskin dan lain nya.
Dia langsung berlari menuju basement dan mulai berjalan, ojek online atau taksi online sama sekali tidak bisa masuk ke kawasan ini karena ini merupa kan kawasan elit.
Safira berjalan dengan cepat, taksi yang di pesan nya sudah berada di depan sana, dengan semangat bercampur sedih Safira berlari menuju taksi yang di sana.
Baru saja keluar dari gerbang besar itu, Safira yang berjalan di pinggir jalan langsung terkena siraman air dari mobil yang melaju kencang. Dan sial nya mobil itu sama sekali tidak berhenti dan membiar kan diri nya seperti itu.
Safira berteriak, namun sama sekali tidak di dengar. Dia tertunda meratapi nasib sial nya, dia kemudian naik ke dalam taksi d Ngan lemas. Semangat yang sebelum nya membara kini tidak terlihat lagi, bahkan setelah memasuki taxi dia menangis sejadi-jadi nya.
"Nona, mohon maaf tapi tolong jaga baju anda agar tidak mengotori taxi saya," ucap supir dengan baik-baik.
Safira mengerti itu dan melipat rok nya ke paha agar tidak terkena kursi taxi. Dia masih terisak meratapi nasib nya ini.
Sesampai nya di perusahaan tempat Safira melamar, dia langsung berlari masuk ke dalam perusahaan. Tapi langkah nya di henti kan oleh seorang satpam.
"Nona, anda di larang masuk!" ucap satpam itu. Dia melihat Fira dari atas sampai bawah, sangat kotor.
"Pak, tolong izin kan saya masuk, saya adalah kandidat yang mendapat panggilan interview, saya harus segera masuk," ujar Dira dengan memohon.
"Tidak bisa Nona, pekerjaan saya yang akan menjadi taruhan nya jika anda bersikeras," ucap si satpam.
"Ada apa ini?" seorang manajer datang karena melihat keributan yang sangat menggangu itu.
"Maaf ibu , dia mengaku sebagai kandidat yang di panggil interview," jawab si satpam.
ia yang di panggil melihat tajam ke arah Safira
"Meski pun kau telah di panggil interview, jika rasa hormat mu pada perusahaan ini hanya sebatas itu, saya memutus kan kau tidak di terima sama sekali," jelas sang manajer.
Manajer itu heran melihat Fira yang mengguna kan baju kotor, bahkan terlambat satu jam dari waktu yang di tentu kan. Apa itu nama nya seorang o lamar kerja?
Lagi-lagi Safira harus pulang dengan tangan kosong, seharus nya dia sudah bisa mendapat kan pekerjaan saat ini, namun karena kejadian tadi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Dia pulang dengan lemas, bahkan ada orang yang menganggap Safira gila karena penampilan Safira.
Disi lain, di sebuah apartemen tepat nya di di apartemen Safira, seorang pria bangun dari tidur nya. Dia merasa kan kepala nya sangat berat. Ternyata itu akibat pengar nya semalam.
Bunyi dering ponsel Shine membuat nya terbangun, dia mencari air minum karena sudah merasa sangat haus. Namun tidak ada, dia mengedar kan pandangan nya.
"Sial, ini bukan apartemen ku," batin Shine bangkit dari tidur nya.
Dia memutar memori nya, ternyata ada seorang wanita bernama nya semalam. Dia mengingat seluruh kejadian itu.
Dia mengambil pi sel dan menekan tombol hijau di ponsel nya.
"Son kau di mana, kenapa tidak memberi kabar, Xavier mengata kan ada masalah." Lawan bicara Shine langsung merepet seperti radio membuat pria itu tersenyum.
Dia bersyukur mommy kandung nya masih hidup. "Come on Mom, i'm okay. Hanya masalah kecil," ucap Shine.
"Sayang, lepas kan dulu tangan mu geli. aku lagi berbicara pada anak kita," ucap Ros terdengar di telinga Shine membuat dia jengah.
"Aku akan kembali mom, dan tolong nasehati pria tua itu agar tau sopan santu," ejek Shine.
"Kau, apa yang...tut.tut..tut," suami Rosaline ketika mendengar suara BIP dari ponsel.
Shine tersenyum mendengar keharmonisan ayah dan Dad nya. Hal yang ia impikan dulu sudah terjadi di depan mata nya.
Dia kemudian mengambil kameja nya dan hendak mengambil dompet nya yang berada di atas meja.
Dia melihat secarik kertas berada di sana, dan membaca isi surat itu. Dia tersenyum smirk, "wanita murahan!" ucap Shine.
Tiba-tiba pintu di dobrak dengan keras, ternyata itu adalah sang asisten.
"Tuan anda...,"
"Kita pulang!" ucapan si sekertaris berhenti ketika mendengar ucapan Shine.
"Bagaiman dengan wanita yang berada di sini?" tanya Xavier.
"Tidak terlalu penting, mommy sudah menunggu ku. Pria tua itu juga akan memberi kan pekerjaan baru untuk ku," ucap Shine berjalan meninggal kan Xavier di sana.
Shine berjalan dengan santai, sedang kan Xavier sibuk menghapus jejak Shine yang berada di apartemen ini.
Jangan lupa like nya 😊😊👍
Horas ✋✋✋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
DHFrejelian
daddy dan mommy kayaknya yah Thor,bkn dan dan ayah 😁
2023-06-05
0
Natalina Renes
Horas baru mampir Thor
2023-03-28
0