Flashback 2

Pagi hari nya Safira bangun. Dia sangat kesal karena tidak bisa menikmati tidur nya, dia semalaman merasa ada yang mengganggu tidur nya seperti nyamuk yang menggigiti.

"Ahhh, percuma minum pil tidur, sangat tidak berguna. Apa ini juga hari sial, tidak bisa tidur, ahh sungguh menyedih kan " ucap Safira. Mata nya masih saja tertutup, dia mengoceh karena rasa kesal nya.

Safira membuka mata nya tiba-tiba ketika merasa kan perut nya berat seperti ada yang menimpa.

"Apa ular," kaget Safira langsung menyibak kan selimut nya.

Safira semakin kaget ketika melihat ada pria di ranjang nya, pria itu pun sudah telanjang dada, begitu pun dia juga hanya memakai dalaman saja.

Safira ingin menangis sekali, tapi apa boleh buat. Yah seperti nya kesialan selalu menghinggapi nya akhir-akhir ini. Tak terasa air mata nya menetes begitu saja, dia tidak tau apa salah nya di dunia ini, selalu saja keberuntungan berlari dari nya.

Bahkan saat ini kehormatan nya sebagi seorang wanita di direnggut begitu saja.

Tidak ada lagi beda nya dengan wanita malam yang di lihat nya di bar semalam.

Safira menatap ke arah samping, dia terlonjak kaget lagi melihat jam dinding, dia terlambat. Saat ini dia harus mengikuti interview di perusahaan tempat yang ia lamar. Dengan cepat dia menghapus air mata nya, hidup selalu berjalan terus bukan?

Dia lulusan D3, dia mendapat beasiswa dalam negeri dan sangat terbatas hanya sampai di di D3 saja, bisa saja dia mendaftar beasiswa luar negeri, tapi dia tidak yakin bisa bertahan di sana karena harus menghadapi dunia baru. Jadi dia memutus kan tetap berada di negeri tirai bambu saja.

Dia mengambil ponsel nya dan mengambil beberapa gambar pria di ranjang nya. Dalam pikiran nya dia harus meminta pertanggung jawaban, dia tidak mau di klaim sebagai wanita murahan, harkat dan martabat nya sebagai wanita sangat lah penting.

Setelah mengambil beberapa gambar pria yang sedang tidur itu, Safira langsung berlari ke arah meja di sudut sana. Dia menulis sesuatu lalu berlari ke ranjang. Dia meletak kan kertas itu dan mengambil dompet sang pria.

Dia meletak kan kertas itu di atas dompet, agar lebih mudah di baca.

Kemudian dia dengan cepat berlari ke arah kamar mandi dan membersih kan diri. Dia tidak boleh terlambat, dia harus mendapat kan pekerjaan ini.

Saat mandi, Safira membayang kan tubuh wajah pria yang berada di kamar nya, sangat tampan, bahkan seperti ciptaan Tuhan yang tidak di bair kan menyimpang sedikit pun.

"Ah, kenapa aku menjadi bodoh. Fokus Safira, kau harus mencari pekerjaan," ucap wanita itu membersih kan tubuh nya.

Dia sudah membawa pakaian nya ke dalam kamar mandi, setelah itu dia langsung pergi dan meninggal kan apartemen.

Sebenar nya juga dia berada di kawasan elit apartemen seperti ini karena bantuan dari Megan. Wanita itu sama sekali tidak memandang status nya yang hidup sebatang kara, miskin dan lain nya.

Dia langsung berlari menuju basement dan mulai berjalan, ojek online atau taksi online sama sekali tidak bisa masuk ke kawasan ini karena ini merupa kan kawasan elit.

Safira berjalan dengan cepat, taksi yang di pesan nya sudah berada di depan sana, dengan semangat bercampur sedih Safira berlari menuju taksi yang di sana.

Baru saja keluar dari gerbang besar itu, Safira yang berjalan di pinggir jalan langsung terkena siraman air dari mobil yang melaju kencang. Dan sial nya mobil itu sama sekali tidak berhenti dan membiar kan diri nya seperti itu.

Safira berteriak, namun sama sekali tidak di dengar. Dia tertunda meratapi nasib sial nya, dia kemudian naik ke dalam taksi d Ngan lemas. Semangat yang sebelum nya membara kini tidak terlihat lagi, bahkan setelah memasuki taxi dia menangis sejadi-jadi nya.

"Nona, mohon maaf tapi tolong jaga baju anda agar tidak mengotori taxi saya," ucap supir dengan baik-baik.

Safira mengerti itu dan melipat rok nya ke paha agar tidak terkena kursi taxi. Dia masih terisak meratapi nasib nya ini.

Sesampai nya di perusahaan tempat Safira melamar, dia langsung berlari masuk ke dalam perusahaan. Tapi langkah nya di henti kan oleh seorang satpam.

"Nona, anda di larang masuk!" ucap satpam itu. Dia melihat Fira dari atas sampai bawah, sangat kotor.

"Pak, tolong izin kan saya masuk, saya adalah kandidat yang mendapat panggilan interview, saya harus segera masuk," ujar Dira dengan memohon.

"Tidak bisa Nona, pekerjaan saya yang akan menjadi taruhan nya jika anda bersikeras," ucap si satpam.

"Ada apa ini?" seorang manajer datang karena melihat keributan yang sangat menggangu itu.

"Maaf ibu , dia mengaku sebagai kandidat yang di panggil interview," jawab si satpam.

ia yang di panggil melihat tajam ke arah Safira

"Meski pun kau telah di panggil interview, jika rasa hormat mu pada perusahaan ini hanya sebatas itu, saya memutus kan kau tidak di terima sama sekali," jelas sang manajer.

Manajer itu heran melihat Fira yang mengguna kan baju kotor, bahkan terlambat satu jam dari waktu yang di tentu kan. Apa itu nama nya seorang o lamar kerja?

Lagi-lagi Safira harus pulang dengan tangan kosong, seharus nya dia sudah bisa mendapat kan pekerjaan saat ini, namun karena kejadian tadi dia tidak bisa berbuat apa-apa.

Dia pulang dengan lemas, bahkan ada orang yang menganggap Safira gila karena penampilan Safira.

Disi lain, di sebuah apartemen tepat nya di di apartemen Safira, seorang pria bangun dari tidur nya. Dia merasa kan kepala nya sangat berat. Ternyata itu akibat pengar nya semalam.

Bunyi dering ponsel Shine membuat nya terbangun, dia mencari air minum karena sudah merasa sangat haus. Namun tidak ada, dia mengedar kan pandangan nya.

"Sial, ini bukan apartemen ku," batin Shine bangkit dari tidur nya.

Dia memutar memori nya, ternyata ada seorang wanita bernama nya semalam. Dia mengingat seluruh kejadian itu.

Dia mengambil pi sel dan menekan tombol hijau di ponsel nya.

"Son kau di mana, kenapa tidak memberi kabar, Xavier mengata kan ada masalah." Lawan bicara Shine langsung merepet seperti radio membuat pria itu tersenyum.

Dia bersyukur mommy kandung nya masih hidup. "Come on Mom, i'm okay. Hanya masalah kecil," ucap Shine.

"Sayang, lepas kan dulu tangan mu geli. aku lagi berbicara pada anak kita," ucap Ros terdengar di telinga Shine membuat dia jengah.

"Aku akan kembali mom, dan tolong nasehati pria tua itu agar tau sopan santu," ejek Shine.

"Kau, apa yang...tut.tut..tut," suami Rosaline ketika mendengar suara BIP dari ponsel.

Shine tersenyum mendengar keharmonisan ayah dan Dad nya. Hal yang ia impikan dulu sudah terjadi di depan mata nya.

Dia kemudian mengambil kameja nya dan hendak mengambil dompet nya yang berada di atas meja.

Dia melihat secarik kertas berada di sana, dan membaca isi surat itu. Dia tersenyum smirk, "wanita murahan!" ucap Shine.

Tiba-tiba pintu di dobrak dengan keras, ternyata itu adalah sang asisten.

"Tuan anda...,"

"Kita pulang!" ucapan si sekertaris berhenti ketika mendengar ucapan Shine.

"Bagaiman dengan wanita yang berada di sini?" tanya Xavier.

"Tidak terlalu penting, mommy sudah menunggu ku. Pria tua itu juga akan memberi kan pekerjaan baru untuk ku," ucap Shine berjalan meninggal kan Xavier di sana.

Shine berjalan dengan santai, sedang kan Xavier sibuk menghapus jejak Shine yang berada di apartemen ini.

Jangan lupa like nya 😊😊👍

Horas ✋✋✋

Terpopuler

Comments

DHFrejelian

DHFrejelian

daddy dan mommy kayaknya yah Thor,bkn dan dan ayah 😁

2023-06-05

0

Natalina Renes

Natalina Renes

Horas baru mampir Thor

2023-03-28

0

lihat semua
Episodes
1 Flashback 1
2 Flashback 2
3 Flashback 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 51
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 90
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Flashback 1
2
Flashback 2
3
Flashback 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 51
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 90
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!