Xavier saat ini sangat bingung tentang kejadian di bar semalam. Baru kali ini dia merasa pusing dengan apa yang ahrus di laku kan nya, bukan karena masalah pekerjaan, tapi ini masalah tuan nya.
Dia mengingat perkataan Elvio saat di bar.
"Aku tau Shine dan istri nya tidak baik-baik saja. Bukan kah mereka akan bercerai Minggu depan?" tanya Elvio tersenyum lebar.
Xavier menatap Elvio dengan tajam. "Dari mana kau mengetahui nya?" tanya Xavier.
Setau nya hanya dia, sang Nyonya dan ruang nya saja yang mengetahui itu.
"Kami memang pasangan yang cocok, Safira mencerita kan nya sendiri pada ku. Pernikahan kontrak bukan?" tanya Elvio lagi semakin membuat Xavier emosi.
"Ah satu lagi, peluang ku untuk memiliki Safira sangat besar. Tolong beritahu pada Tuan mu," ucap Elvio lagi memancing amarah Xavier.
Dia langsung maju dan memukul Elvio dengan brutal. Elvio tidak bisa membalas karena luka di tubuh nya belum sembuh. Ini pun luka nya sudah terbuka kembali.
Para pengawal Elvio tidka terima dan langsung mengeroyok Xavier. Dia memilih kembali ke mobil karena mengetahui tuan nya sudah kembali. Ingin bercerita langsung tapi Xavier melihat tuan nya sedang sibuk, jadi dia memilih untuk diam saja.
**
Xavier kembali menatap artikel yang berada di ponsel nya.
Elvio Anggara, Putra tunggal dari pemilik perusahaan Tambang terbesar di Miami. Putra satu-satu nya yang bernama Alvio Anggara baru saja pulang dari luar negeri dan akan menjadi CEO saja dari Anggara Grup.
Xavier tidak bisa menyingkir kan perusahaan itu begitu saja karena Anggara Grup adalah partner bisnis Ax Coorperation yang berada di Spanyol. Jadi tidak tau apa yang harus di laku kan.
**
Pagi hari nya Safira terbangun dari tidur nya. Sinar matahari yang masuk dari jendela transparan membuat kulit nya terasa terbakar. Dia terbangun dan melihat sekitaran nya.
Dia berdecak ketika melihat ini adalah kamar utama. "Kenapa aku tidur di sini?" ucap Safira kesal sambil memegangi kepala nya yang sedikit pusing. Dia ingin bangun dari sana namun merasa kan tubuh nya serasa ingin remuk.
"Kenapa?" batin Safira sambil menyibak kan selimut nya.
Safira langsung menutup mulut ketika melihat tubuh nya telanjang tidak tertutupi sehelai benang pun.
"Apa yang terjadi?" ucap Safira. Sial dia tidak bisa mengingat apa pun, dia benar-benar sial,.pada hal sebentar lagi dia akan bercerai.
Bagaimana jika dia hamil,"tidak, tidak, itu tidak akan terjadi," ucap Safira.
Dia bergerak secara perlahan ke arah kamar mandi meski pun dia merasa sedikit sakit di bagian intim nya.
Dia melaku kan acara mandi nya secepat mungkin agar segera keluar dari mansion. Dia harus mencari obat kontrasepsi.
Setelah keluar dari walk in closet, Safira di temui kepala pelayan.
"Nyonya, anda di panggil Tuan ke dalam ruangan nya," ujar pelayan itu dan di angguki Safira.
Dia juga harus memperjelas apa yang terjadi.
Dia langsung bergegas menuju ke arah ruangan Shine.
Baru membuka pintu, Safira sudah di suguhi sebuah layar besar sekitar dinding membuat tangan nya terhenti.
Ternyata itu adalah Vidio permainan panas mereka tadi malam, tapi suara nya di nonaktif kan.
"Percaya atau tidak, itu terjadi di bawah alam sadar ku," ucap Safira ketika melihat diri nya lah yang agresif di sana.
"Tenag, tonton Vidio nya dulu. Apa kau ingin mendengar suara Vidio ini?" tanya Shine santai tanpa berbalik. Dia duduk di kursi sambil menghadap Vidio itu.
Safira di buat malu sekaligus Malu di buat permainan Shine.
Dia berjalan cepat ke arah Shine dan mengambil remote di tangan Shine yang hendak memperbesar volume Vidio.
"Apa yang kau ingin kan?" tanya Safira dengan marah, dia benar-benar dia anggap murahan seperti ini.
"Kau hanya punya dua pilihan. tandatanganj surat ceria yang berada di meja atau sekali klik Vidio ini akan ku bagi kan ke media, atau bisa beberapa potongan Vidio saja," ucap Shine.
Safira melihat surat cerai yang berada di meja. Dia tidak segan-segan ingin menandatangani surat itu, namun satu poin membuat nya berhenti.
"Aku tidak ingin kompensasi apa lain, tunjangan atau apa pun itu. Segera ubah surat nya, aku ada urusan," ucap Safira.
Yah, dia tidak akan meminta apa pun jika dia bercerai. Dia tidak Sudi bersentuhan dengan milik Shine.
Xavier yang berada di sana langsung mengganti isi surat itu.
Shine melihat Safira sedang panik, pria itu bisa menebak apa yang akan di laku kan oleh wanita nya.
"Apakah sudah di ganti?" tanya Safira, dia tidak membaca isi surat itu lagi. Obat kontrasepsi lebih penting dari segala nya.
"Sudah Nyonya, anda bis membaca nya," ucap Xavier.
"Tidak sempat," jawab Safira langsung menandatangani surat itu.
Safira menatap Shine, "Bisa di kata kan itu hadiah atau bonus untuk mu selama kita menikah, itu pertama kali nya untuk ku," ucap Fira frontal.
Setelah selesai Safira langsung bergegas dari sana, tapi saat pintu Safira berhenti.
"Aku bukan Nyonya mu lagi," ucap Safira pada Xavier.
Shine tersenyum smirk mendengar ucapan wanita nya
Jangan lupa mampir ke novel baru ku ya ges
Wanita cupu? Milik sang CEO
Jangan lupa like nya 😊👍👍👍
Horas ✋✋✋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Titin Itin
lnjuuuut thoooor
2023-02-13
0
Imas Maesarotulkhoiriah
beneran cerai gak yah????
thour kaka tiri shine kemana ???
gk ada kabar
2023-02-13
0
As Lamiah
Hem🤔🤔🤔 sepertinya safir setelah kejadian itu d pastikan g bisa bebas kemanapun apalagi sudah ada yg menunggu perceraian safir dan shine yg sabar aja ya safir jangan mau mengalah pada shine 💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓 Sangatta tour semoga sehat selalu 💪💪💪 semangat tour
2023-02-13
0