Sesampai nya di pantai yang berada di salah satu Miami, Safira merasa heran tidak seperti biasa nya suasana di sana. Hanya terlihat beberapa pria berjas hitam bersera kan mengelilingi pantai.
"Is, pasti Shine yang sudah mengosong kan pantai ini?" tanya Ros menatap tidak suka pada sang putra.
"Mom, hanya supaya kita aman," jawab Shine tidak mengerti lagi pertanyaan sang mommy. Seperti nya benar-benar belum jera menikmati bahaya selama ini
"Terserah!" ucap Ros.
"Kalian berdua, gunakan ini dan hanya ini!" perintah Ros memberi kan dia celana boxer sesuai ukuran masing-masing ke dua pria itu.
"Aku juga membeli untuk kita, ayo ganti pakaian," ajak Ros pada menantu nya.
Beberapa menit menunggu, akhir nya Ros dan Shine kembali ke pantai di mana sudah ada Shine dan Dika di sana yang hanya mengguna kan boxer saja.
Melihat mommy nya seperti itu, Shine langsung memerintah kan seluruh pengawal untuk berbalik agar tidak melihat ke arah sang mommy. Bisa di kata kan Shine dan Dad nya sama posesif nya terhadap Ros.
"Wow Baby, gayamu yang seperti ini bukan mengajak ku bermain di pantai, tapi dia tas ranjang," seru Dika langsung menatap intens body sang istri yang hanya di tutupi bra dan hot pans tipis.
Shine melihat pakaian minim yang di guna kan oleh Safira lebih tertutup. Tanktop yang menutupi gunung kembar nya dan celana pendek namun hanya sebatas bokong nya saja.
Safira yang di lihat seperti itu abai saja, dia juga sebenar nya belum pernah mengguna kan pakaian minim seperti ini. Tapi melihat mommy mertua lebih berani , jadi dia percaya diri saja.
Tapi mata Safira sejak tadi tak henti nya mengintip ke dada bidang Shine, tidak hanya itu yang membuat Fira terlena, roti sobek sang suami sangat menggugah selera. Hal itu membuat Shine jengah.
Seorang pria di seberang sana sedang memegang teropong kecil milik nya sangat candu melihat tubuh putih mulus bak gitar spanyol milik Safira.
Dia juga melihat ke arah Shine yang tidak terlalu dekat dengan Fira.
"Apa hubungan Nyonya Safira dan Shine baik-baik saja?" tanya pria itu ke pada sang asisten.
"Informasi itu terlalu dalam Tuan, kami belum menyelidikI sampai di sana," ucap sang asisten. Pria itu hanya mengangguk dan tidak berkata apa-apa lagi, saat ini dia fokus melihat wajah senyum Fira yang menjadi candu bagi nya.
Ros memutus kan untuk menguna kan Ini bersama menantu nya, juga pun ada suami dan putra nya di sana. Manusia pun di sana hanya mereka saja, jadi dia tidak perlu segan dilihat oleh ke dua pria itu.
"Isss, otak mesum mu selalu saja beraksi di mana-mana," kesal Ros pada sang suami.
"Ya, ya, ya terserah. Jadi sekarang kita akan melaku kan apa?" tanya Dika. Hanya pasangan itu yang aktif sejak tadi. Sedang ka. pasangan yang ada di depan mereka selalu diam.
"Oke..Permainan kita adalah lempar bola," jelas Ros.
"Seperti anak-anak saja," ucap Shine kesal.
Ros tidak peduli dengan wajah kesal putra nya. Dia menjelas kan semua peraturan nya dan yang kalah akan mentraktir makan.
"Boy, apa kau akan kalah juga di bidang ini?" tanya Dika melihat remeh ke arah arah sang putra.
Tentu saja anak itu tidak mau kalah dalam hal kecil seperti ini. Dia sudah kalah dalam segala nya, kecuali di bidang pengembangan perusahaan, alasan Dika pun sangat tepat Karana usia Shine masih mudah.
Dika saat ini memegang bola.
Sedang kan Ros sudah memeluk Dika dari belakang. Bisa di bilan Ros menang banyak karena bisa menikmati tubuh sixpack sang suami. Meski.pun sudah tua, tapi Dika tetpa menjaga nya untuk sang istri.
Bagaimana Shine dan Fira? Peraturan nya adalah wanita harus bersembunyi di belakang pria agar tidak terkena lemparan.
Fira hanya mengambil posisi di belakang Shine tanpa sentuhan fisik sama sekali. Melihat itu shine menarik Safira dan langsung membuat tangan wanita itu memeluk diri nya.
"Ingat, jangan terkena bola. Aku tidak mau kalah dalam permainan ini!" bisik Shine.
Tangan Safira tiba-tiba kaki bersentuhan dengan kulit Shine. Bah kan saat ini dia menyentuh perut kotak-kotak sang suami. Baru kali ini seumur hidup nya sangat dekat dengan laki-laki dan intim seperti ini. Bahkan dada Safira menempel pada punggung Shine.
Mendengar ucapan Shine, Safira mendapat kan sebuah ide.
"Punya papa mertua lebih bagus," ucap Fira mengelus roti sobek Shine.
"Aku menyuruh mu untuk menyentuh nya, bukan mengelus nya," ucap Shine dengan dingin namun dia abai kan oleh Safira. Sekali nya ingin meras akan jangan tanggung bukan?
Dika saat ini memegang bola dan mulai di arah kan ke arah Safira. Shine berputar melawan arah sang Daddy.
"Baby, kita akan bergerak cepat, saat aku bilang tiga langsung naik ke punggung ku!" bisik Dika.
"Cepat ikuti langkah ku, jangan sampai terkena bola. Ingat!" peringat Shine pada Safira.
Safira mengangguk. Dia melihat ke arah mommy mertua nya yang mengacung kan jempol nya ke bawah.
"Aku tidak akan kalah, mommy seperti nya meremeh kan ku!" ucap Safira menatap tajam mommy nya.
Wanita juga bisa mengambil bola jika itu sudah giliran nya dan melempar ke arah sesama wanita.
"1,2,3," ucap Dika. Ros langsung melompat ke punggung sang suami. Dika langsung berputar cepat dan melempar kan nya pada Safira yang di belakang Shine.
Safira yang melihat itu langsung berputar dan naik ke dalam dekapan Shine. Otomatis pria itu langsung menangkap Safira. Bertatapan sebentar, Shine menurun kan Safira.
Kini giliran Shine melempar bola.
"Baby, hati-hati, anak ini sangat licik," ucap Dika. Ros semakin siaga, Dika sempat tersenyum melihat wajah imut sang istri yang seperti sedang menghadapai badai besar.
"Kau ingin menang?" bisik Safira. Mereka benar-benar ingin Menag kali ini.
"Tentu saja!" jawab Shine.
"Berputar-putar lah seperti angka delapan, jika Mommy sudah lengah ambil kesempatan!" ucap Safira.
Duo R dan Duo S sedang bersaing untuk menjadi The Winner.
"1,2,3," ucap Safira. Shine langsung berputwr sesuai yang di kata kan Safira membuat Ros bingung mengikuti gera kan Rhadika.
Melihat ada kesempatan, Shine langsung melempar bole ke arah mommy nya, namun tidak kena karena di halangi Rhadika, Boal kembali ke arah Safira yang sudah beda jarak dari Shine.
Dika dan Ros tertawa melihat kegagalan sang putra.
Tiba-tiba ada sesuatu yang melayang ke punggung Ros bersamaan dengan sebuah teriakan.
"Apa itu?" tanya Ros melihat benda yang terlempar ke punggung nya. Kemudian Ros dan yang lain nya melihat ke arah orang yang berteriak tadi ternyata itu Safira.
"Yes, we are the Winners Dad, you failure," ucap Shine berlari ke arah Safira yang terjatuh.
Dia menengadah kan tangan nya untuk menolong Safira. Sejenak wanita itu menatap tangan Shine, kemudian mengangkat tangan nya ke arah tangan Shine.
Dia di tarik secara perlahan
Mata Shine menatap ke remeh ke arah Dad nya, membuat nya tidak fokus.
Entah badan Safira yang berat atau memenag Shine yang tidak kuat menjadi pegangan, ke dua nya jatuh dan saling bertindih.
Mata Safira melotot merasa kan b nada kenyal di bibir nya, begitu juga dengan Shine.
Rhadika yang melihat itu tersenyum dalam hati. Dia juga berterima kasih pada istri nya dalam hati karena bisa membuat anak dan menantu nya itu semakin dekat.
Jangan lupa like nya 😊👍👍👍
Horas ✋✋✋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Titin Itin
lnjuuuut thoooor
2023-02-10
0
As Lamiah
wah pasti bakal gagal Mufon tuh shine dan safir pasti akan selalu d genggap dan tak kan di lepaskan begitu saja 🤔🤔🤔 dan sepertinya bakal tambah serunih 💓💓💓💘💘
semangat tour semoga sehat selalu 💪💪😘 semangat tour
2023-02-10
0