Di malam hari, Safira tiduran di ranjang sambil meratapi nasib nya.
Ternyata dia tidak hamil saat melakukan nya bersama dengan Shine waktu itu.
Kehidupan nya saat ini pun sangat lah menyedih kan, meski pun tidak perlu berusaha payah mencari uang seperti dulu dia sama sekali tidak bahagia.
Tidak seperti impian nya dulu, mempunyai anak, suami yang baik. Hidup sederhana di tengah kebahagiaan keluarga. sangat jauh.
Hidup di mansion ini seperti hidup di tengah hutan bagi nya. Kesepian, merasa bodoh dan tidak di anggap. Tidak ada beda nya saat hidup di negeri Cina.
Tidak terasa air mata Safira terjatuh. Dia mulai menangis, seperti biasa pelampiasan nya hanyalah menangis. Tiba-tiba ponsel nya berdering, ternyata itu panggilan masuk dari ibu mertua. Dengan cepat Safira menetral kan wajah nya dan menghapus air mata nya.
"Halo mom," ucap Safira dengan tersenyum dan penuh sopan.
"Hai Sayang, apa kabar?" tanya Ros di seberang sana.
"Baby, kau ingin terlambat? Sekalian saja tidak usah pergi." Terdengar suara ayah mertua Safira di seberang sana.
"Nak, to the point saja. Kapan mommy akan punya cucu? Sudah hampir tiga tahun loh. Bukan nya memaksa, tapi mommy sangat ingin."
"Cepat Baby!"
"Sudah itu saja, mommy harus pergi. By..." ucap Ros di seberang sana langsung menarik kan ponsel nya.
Safira menghela napas. "Anak? Mimpi mu terlalu jauh mommy, maaf aku akan mengecewakan mu," ucap Safira tertunduk lesu. Lagi-lagi air mata nya menjadi pelampiasan diri nya.
Hampir tiga jam meratapi nasib, Safira tiba-tiba menghapus air mata nya dengan kasar. Dia turun dari ranjang dan pergi ke cermin. Dia berkaca di sana.
Srak
Alat make up yang ada di sana bersera kan di lantai. Dia benci melihat benda kecanti kan itu, dia membenci nya.
"Bodoh, kenapa harus tampil selalu cantik di depan nya. Dia tidak tertarik sama sekali dengan mu," ucap Safira pada diri nya sendiri sambil melihat ke arah cermin.
Safira memandangi diri nya yang saat ini. Menor, terlalu banyak gaya, bahkan dress nya saat ini harga nya di luar nalar. Hanya berada di rumah saja hsrus mengguna kan dress seperti ini. "Sungguh membosan kan!" ucap Safira. Dia dalam bola mata itu tersirat penampa kan meremeh kan.
Beberapa saat dia memandangi diri nya di cermin, akhir nya dia menuju ranjang nya. Tidak peduli kaki nya tidak beralas dan menginjak bebrapa pecahan kaca membuat kaki nya terluka dan mengeluar kan darah.
Dua bulan lagi, dia akan keluar dari mansion yang tidak memiliki penghuni ini, dia sudah cukup menjadi patung bernafas di mansion ini. Safira mulai menutup mata, namun dia mendengar ada suara mobil yang memasuki mansion.
Safira terbangun dan melihat siapa yang berada di mobil itu. Safira bisa menebak yang berada di mobil adalah Shine, namun dia masih terus saja menatap mobil itu.
Benar tebakan nya, ada wanita lain yang di bawa Shine ke dalam mansion. Entah siapa nama wanita itu, tapi Shine juga pernah membawa nya ke mansion ini.
Safira tersenyum pahit, "CK, jangan terlalu berharap Safira," batin wanita itu. Dia memilih kembali ke atas ranjang dan menutup mata, dia tidak melaku kan kegiatan yang seperti biasa nya menyambut kepulangan Shine. Dia juga tidak peduli dengan apa yang di laku ke dua orang itu.
Sedang kan Shine di bawah, melihat tidak ada Safira, dia berhenti sebentar. Kepala pelayan yang melihat itu melihat ada seseorang yang kurang.
"Maaf Tuan, saya akan memanggil Nyonya," ucap nya. Namun jari Shine menghenti kan niat pelayan.
Shine naik ke atas dan meninggal kan wanita yang di bawa nya ke mansion. Yah, selalu ada batasan untuk setiap wanita yang di bawa eh Shine ke mansion cukup hanya sampai di ruangan makan saja, tidak lebih.
Shine berhenti di depan pintu kamar Safira sejenak, entah apa yang di pikir kan pria itu, dia kembali melanjut kan langkah nya.
Shine mengganti pakaian nya dan hendak turun ke bawah, namun tidak jadi dan dia l bij memilih merebah kan diri di atas ranjang. Dia bersandar dan menjadi kan tangan nya sebagia sandaran nya.
Dia mengambil sebuah foto dari laci meja nya, dia adalah cinta pertama Shine. Mereka berpisah saat menempuh sekolah menengah pertama. Sayang nya wanita itu pergi meninggal kan bumi dan meninggal kan Shine sendirian, sejak itu lah dia mulai mengenal dunia malam dan bermain dengan wanita-wanita bayaran.
Sama hal nya dengan Safira, Shine benar-benar mengingat bahwa dia tidak melaku kan apa pun pada wanita itu karena obat penambah gairah itu sudah hilang di ganti kan dengan rasa sakit untuk menahan nya saat itu. Dia tidak mampu lagi berpindah ke apartemen nya dan memilih menumpang tidur di sana.
Dia juga kaget ketika mendengar seorang wanita yang meminta pertanggung jawaban dari nya. Yah Shine menerima pernikahan oyt dan mencup Safira adalah wanita murahan yang gila uang.
Dia meletak kan foto itu di atas meja dan mulai merubah kan diri, dia sama sekali tidak peduli dengan wanita nya yang berada di bawah.
Hanya dia bulan lagi, drama wanita murahan yang di kata kan oleh Shine akan berkahir
Tidak ada yang tau kenapa Shine selalu membawa wanita yang berbeda setiap kembali ke mansion.
Namun melarang mereka masuk ke lantai atas dan hanya membiar kan Safira bebas berkeliaran di sana.
Pagi hari nya, matahari mulai menampak kan diri nya dan cahaya nya mulai menyinari bumi Pertiwi. Seorang pria terbangun karena terusik dengan cahaya itu.
Samar dia mulai membuka mata, yah itu adalah Shine. Pria sejuta pesona yang selalu membuat wanita di luaran sana menjerit-jerit.
Tidak kalah dari Daddy nya, Shine juga seorang player tapi itu dulu setelah kematian sang kekasih.
Shine melihat seorang wanita sedang berjalan-jalan di kamar nya. Bolak balik ke sana kemari entah melaku kan apa.
Shine siaga ketika melihat wanita itu bukan lah wanita yang sering di lihat nya.
"Siapa?" batin Shien. Dia mulai menetral kan mata nya dan melihat siapa wanita yang berada di sana.
Ternyata itu adalah istri kontrak nya, namun kali ini wanita itu tidak berpakaian lebih seperti sebelum-sebelum nya. Kaos polos kebesaran dan rambut yang di ikat asal-asalan di tambah wajah natural tanpa make up membuat Shine terpesona.
Namun sesaat kemudian dia sadar, dia tidak akan terpesona oleh rayuan atau apa pun itu tentang Safira. Dia bangkit berdiri seolah-olah tidak ada manusia di sana.
Safira yang biasa nya selalu tersenyum meski pun di abai kan tidak lagi menunjuk kan tingkah bodoh nya lagi. Dia benar-benar fokus pada pekerjaan nya.
Shine juga merasa aneh, biasa nya Safira akan tersenyum pada nya atau sekedar menyapa nya meski pun dia tidak menyahut nya sama sekali.
Setelah menyelesai kan semua tugas nya di sana, Safira keluar dari sana dan beberes di meja makan, para pelayan sudah menata makanan di sana.
Setelah semua selesai, dia duduk dan menunggu sang suami. Dia tidak berbicara sedikit pun pada pelayan.
Seorang pelayan tiba-tiba memanggil nya.
"Nyonya, Nona Sabrina ingin meminjam kan satu dress pada Nyonya. Dia menyuruh Nyonya mengambil nya dan me.beri kan pada saya," ucap pelayan itu.
"Siapa Sabrina?" tanya Safira pura-pura tidak tau. Pada hal dia sudah yakin bahwa Sabrina itu adalah wanita nya sang suami.
Semua wanita yang selalu datang ke mansion selalu saja semena-mena pada Safira. Jika dia tidak menurut, dia akan di ancam di lapor kan pada Shine, hal itu sukses membuat Safira takut dan menuruti permintaan para wanita Shine.
"Dia adalah wanita yang di bawa Tuan kemarin Nyonya," Jawab pelayan itu.
"Suruh dia ke sini!" perintah Safira dengan dingin. Pelayan yang berada di sekitar meja makan sangat terkejut mendengar suara Safira.
"Ba...ba..ik Nyonya," pelayan itu gugup karena suara dingin Safira.
Tidak terkecuali Shine yang berada di tangga. Dia terkejut mendengar penola kan Safira, dia merasa ada sesuatu yang aneh dengan sikap wanita itu. Dia tetap berada di sana dan ingin melihat ke lanjutan masalah ini.
Wanita yang bernama Sabrina itu dengan cepat datang ke meja makan.
"Wanita sialan, siapa kau yang menyuruh ku datang menemui mu hah?" teriak Sabrina kencang.
Semua wanita yang di bawa ke mansion tidak mengetahui siapa sebenar nya Safira.
Tapi melihat wanita itu bebas di mansion ini dan bisa naik ke lantai atas mereka semua sangat iri.
pernah sekali mereka menebak Safira adalah istri Shine, tapi tidak mungkin karena tidak ada kabar tentang itu. Tidak mungkin pernikahan seorang pria penguasa tidak di liput bukan?
"Safira yang sudah duduk dan sedang memakan buah dengan santai terlonjak mendengar teria kan keras itu.
Dia langsung berdiri dan menatap tajam ke arah Sabrina.
Tangan nya dengan cepat meraih rambut panjang Sabrina dan mendorong wajah Sabrina ke buah yang tadi di makan nya.
"Jaga sopan santun mu *** *** sialan, ini bukan mansion mu," ucap Safira dengan dingin
Sabrina merasa sangat malu di depan para pelayan. Dia ingin menampar Safira, namun tidak jadi karena melihat Shine berada di tangga.
Wanita licik seperti Sabrina mulai bertingkah. Mata nya melihat ke arah meja di mana air panas ada di samping Safira.
Dengan cepat wanita itu sengaja mengambil air minum panas itu dan meletak kan nya sebentar di tangan Safira.
Sabrina mendekat dan menarik tangan Safira tiba-tiba dan menyiram kan air panas itu pada tangan nya.
"Ahh, panasss," teriak Sabrina dengan keras.
Safira merasa aneh, wanita di hadapan nya sungguh bodoh.
Tiba-tiba Shine berada di belakang mereka.
"Apa yang terjadi?" tanya Shine dengan dingin.
"Dia...dia menyiram kan air panas ke tangan ku," adh Sabrina menampak kan wajah sedih nya. Di langsung berhamburan ke pelukan Shine.
Shine menatap tajam ke arah Safira.
"Apa benar?" tanya Shien dengan dingin.
Tanpa basa-basi, Safira mengambil air panas yang ada di sana dan menyiram kan air itu ke tangan nya. Meskipun terasa panas dan rasa nya akan melepuh, Safira tetap bertahan.
"Puas?" ucap Safira melihat ke arah Shine. Setelah itu dia meninggal kan drama menjijik kan itu.
Shine merasa aneh dengan sikap istri nya itu. Sebenar nya dia melihat kejadian itu, apa salah nya jika dia bertanya.
Shine melihat kepergian wanita itu ke lantai atas. Ada sesuatu yang tersirat di pikiran pria itu.
Makasih untuk yang selalu hadir🙏
Jangan lupa like nya 😊👍👍👍
Horas ✋✋✋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Shhh just Secret
seiring dengan berjalan nya waktu..hati seorang isteri pasti akan terbiasa akan sikap sang suami..yang Playboy..jika Safira mau..bisa akan dia menjadi playgirl..biar impas gitu
2023-03-11
0
🍒🍓~♡SugarBerry♡~🍓🍒
woww
2023-02-05
0
🍒🍓~♡SugarBerry♡~🍓🍒
next
2023-02-05
0