Setelah urusan kamar mandi selesai, Fira pergi ke meja bar. Dia memesan wine dan merasa kan nya sedikit demi sedikit, dia benar-benar yakin akan merasa kan wine itu.
Yah sebelum nya belum pernah, bahkan ke bar saja tidak pernah kecuali ketika kasus Patrick waktu itu dan di tambah saat ini dialah yang jadi pemeran utama di permainan ini.
Seorang pria yang melihat lekuk tubuh Fira merasa tertarik. Terlihat pria itu adalah orang kaya, dari segi wibawa nya juga terlihat, pria itu terlihat sudah memasuki kepala lima.
Dia mendekati Safira.
"Nona, bergabung dengan saya?" tanya pria itu pada Fira.
Wanita itu meneliti tubuh pria yang ada di depan nya.
"Sudah tua. Tidak tau umur," ucap Fira kembali fokus pada minuman nya.
Dia merasa sangat asing dengan wine itu namun meninggal kan sensasi tak biasa di lidah nya.
Tiba-tiba pria di belakang Fira mengeluar kan beberapa Black Card. "Bagaimana?" tanya pria itu pada Fira. Yang di tanya melihat apa yang di keluar kan pria itu dari dompet nya. Dia kemudian tersenyum manis melihat Black Card itu.
"Tidak perlu!" ucap Fira menagambil Card itu dan meletak kan pada pria di depan nya.
"Tapi kau yakin bermain dengan ku? Aku sudah bersuami," ucap Fira di buat lemas.
"Aku tidak peduli, asal kan saya bisa dekat dengan anda Nona," ucap pria itu sambil menengadah kan tangan ke arah Fira meminta tangan wanita itu.
Fira bangkit dan tidak menerima tangan itu.
"Di mana?" tanya Fira. Pria itu berjalan dan mengarah kan Fira ke salah satu meja bar di sana.
Duduk diam sebentar, Fira mengamati wanita yang berada di sekitaran pria itu.
"Pergi!" perintah pria itu, semua wanita yang ada di sana langsung meninggal kan meja dan menatap iri ke arah Fira yang bisa dekat dengan salah satu pelanggan bar yang katlya raya.
"Nona, apa...."
"Kau tidak bertanya siapa suami ku?" tanya Fira meminum Wine di depan nya.
Pria di depan Fira diam-diam tersenyum.
"Tidak Nona, jika pun suami anda datang. Saya bisa mengatasi nya," jawab pria itu.
Segerombolan pria datang tiba-tiba datang ke meja Fira dan pria kepal lima itu.
"Nyo..."
"Pergilah! Aku muak melihat kalian, jika tidak aku sendiri yang akan bertindak di luar nalar!" ucap Fira dengan tegas.
"Dia pikir hanya dia yang bisa bersenang-senang?" batin Fira.
Mau tidak mau, para pengawal memilih mundur dari pada mengambil resiko.
Fira mendekat ke arah pria itu dan duduk di pangkuan nya. Hal ini sama seperti yang di lihat Fira di mansion, siapa lagi jika bukan shine dan wanita nya.
"Apa yang harus ku laku kan? Aku belum pandai?" tanya Fira. Bola mata yang sangat polos itu membuat pria tua itu terlena.
Tangan nya dengan genit langsung menempel pada punggung Fira dan meraba hingga bahu.
Fira mulai merasa kan suhu tubuh nya mulai panas, merasa di raba seperti itu, dia merasa sangat nyaman. Dan tak terasa dia mulai bergerak tak beraturan.
Pria itu mulai tersenyum melihat mangsa nya sudah berada di dalam kendali.
Dia tersenyum ke arah pengawal nya.
Tiba-tiba dia merasa kan pangkuan nya sangat ringan.
DOR DOR
Dia temaba kan di udara terdengar begitu nyaring membuat para penghuni baru kabur seketika.
BUG
"Berani nya kau!" ucap seorang suara bariton sambil mengayun kan tangan nya ke arah pria yang berani menyentuh istri nya.
Pria itu berdiri hendak melawan dan memerintah kan pengawal nya, namun setelah melihat wajah yang berani memukul nya, dia langsung bertekuk lutut dan merangkak ke arah pria itu.
"Maaf Tuan Shine, saya tidak tau jika Nona itu adalah milik anda," ucap pria itu memegang kaki Shine.
"Ahahahaha, kamu tidak bertanya tadi. Aku..aku sudah mengatakan nya tadi ahhh," Fira menjawab dan berjalan sempoyongan ke arah suami nya dan berakhir jatuh karena tidak bisa menahan berat tubuh lagi. Wanita itu juga tertawa tidak jelas sambil menjelas kan.
Untung saja Shine dengan cepat menangkap tubuh Fira hingga tak terjatuh ke lantai marmer bar itu.
"Wow, kenap tiba-tiba wajah mu ada di depan ku. Aishhh, hahaha kau sangat jelek," ucap Fira sambil melihat wajah Shine dari bawah karna pria itu sedang menahan tubuh nya.
Ingin sekali Shine melempar kan istri nya itu ke dalam kandang buaya, tapi tidak terjadi karena dia malah meletak kan Fira dengan benar di salah satu sofa yang ada di sana.
"Tuan, apa saya sudah bisa keluarrr?" Pria itu tiba-tiba berteriak tak terkendali.
DOR
DOR
Dia temba kan sekaligus mengenai kaki dan paha pria itu. Tidak ada ucapan yang keluar, hanya tatapan dingin dan rahang yang mengeras di tuju kan oleh Shine.
"Bagian mana lagi yang bersentuhan dengan tubuh istri ku?" tanya Shine pelan namun mengandung suara membunuh nya.
"Tidak ada lagi Tuan, ahh," pria itu kembali berteriak.
Satu temba kan kembali di luncur kan oleh Shine ke paha sebelah kiri pria itu. Dia melihat dengan jelas tadi, bahwa paha kanan dan kiri milik pria itu di Duduki bokong istri nya.
"Mmmm, panassss," suara Fira menghenti kan aksi gila Shine yang ingin membunuh secara perlahan mangsa nya.
Shine melempar kan pistol itu ke arah Xavier yang berdiri tegak sejak tadi.
"urus dia!" perintah Shine.
Dia langsung menuju ke arah Fira dan mengangkat wanita itu ke dalam dekapan nya dan keluar dari bar meninggal kan kerumunan di sana.
"Mmmm,enak," ucap Fira karena merasa kan leher Shine yang dingin. Dia, tangan nya semakin menjelajah dan memegangi tangan sang suami.
Shine meletak kan Fira di kursi depan dan memasang kan seat belt istri nya dengan cepat.
Dia kemudian masuk ke kursi oengemutdan memaju kan mobil dengan cepat.
Tidak ada suara yang keluar dari mulut sang pria, hanya ocehan Fira yang terdengar sejak tadi berceloteh dengan tidak jelas.
"Ahhh, ku mohon lepas kan ini. Ahhh, panas sekali," ucap Fira secara berulang-ulang membuat Shine kesal.
Dengan terpaksa pria itu melepas kan seat belt Fira agar waniritu bebas. Namun salah, dia yang membuat wanita itu semakin bertingkah liar.
Dia melihat Fira semakin berani membuka pakaian mini wanita itu. Tanktop tipis yang di guna kan Fira sudah mulai beranta kan bah kan hampir lepas.
Tangan Shine memegang tanktop tipis yang hampir terlepas itu. Fira justru beralih ke tubuh Shine.
Tangan nya malah meraba-raba tangan Shine hingga sampai ke dada pria itu.
Shine mulai tidak fokus mengemudi, beberapa kali Fira hampir menyentuh milik nya dan menciumi leher nya.
"Safira, sadar lah, kita sedang berad di dalam mobil," ucap Shine.
Bagaimana seorang wanita yang sudah mabuk dan di di berikan obat perangsang bisa sadar dan mendengar keluhan Shine. Fira kini beralih ke kancing kameja Shine karena sejak tadi tangan nya selalu di tepis di bagian bawah.
Wanita itu membuka satu persatu kancing kameja Shine dan menciumi perut sixpack sang suami. Di sana terasa dingin membuat Fira betah berlama-lama.
Shine mengerang dengan keras, tubuh nya mulai bereaksi. Biasa nya dia bisa mengendali kan diri bukti nya selama hampir tiga tahun dia bisa menahan hasrat nya sebagai laki-laki.
Perkiraan tak terduga, tangan Fira mengelus milik nya sambil menciumi perut Shine.
Mobil secara tiba-tiba berhenti mendadak karena Shine menginjak rem dengan tiba-tiba.
Tangan nya menahan kepala sang istri agar tidak mengenai dashboard mobil.
"Kau yang memaksa ku! Jangan menyesal nanti," ucap Shine mengarah kan Mulut Fira ke arah milik nya.
Jangan lupa like nya 😊👍👍👍
Horas ✋✋✋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Shuhairi Nafsir
membosankan dengan sikapnya Fira cewek murahan. lebih teruk daripada Sabrina. Fira kamu telah menjatuhkan maruah sebagai seorang wanita yg dinamakan isteri
2023-05-30
1
🍒🍓~♡SugarBerry♡~🍓🍒
lanjut
2023-02-07
0
imah
wow belah duren gaessss
2023-02-07
0