Di luar mobil, Xavier merasa diri nya manusia paling kesepian di dunia ini. Bagaimana tidak, dia harus menjaga sebuah mobil yang bergoyang, logika nya Bagaimana seorang pria normal bisa bertahan seperti itu?
Di dalam mobil Shine benar-benar sangat sial. Bukan nya mendapat kan kenikmatan melain kan kotor di bagian celana nya.
Memang benar-benar di luar nalar, kenapa harus di waktu ini Fira muntah dan mengeluar kan isi perut nya.
"Sh*it, wanita ini benar-benar membuat ku sial," ucap Shine menyingkir kan tubuh Fira ke sebelah nya.
Dia keluar dari mobil kemudian beralih ke pintu sebelah nya. Dia membuka pintu mobil yang ada di sebelah kanan dan membuka kan pintu untuk Fira dan mengeluar kan wanita itu di sana agar muntah di luar. Tapi sebelum keluar dia terlebih dahulu membuka jas nya untuk menutupi tubuh Fira.
Xavier yang berada di luar melihat ke samping apa yang terjadi. Dia hampir saja tertawa melihat wajah pias sang tuan. Tapi dia masih bisa menahan nya, tapi Shine bisa melihat wajah mengejek kan dari Xavier.
"Kau mengejek Vier, kau ingin nyawa mu ku cabut sekarang?" tanya Shine menatap tajam ke arah Xavier..
"Maaf Tuan, saya hanya bertanya apa yang terjadi?" jawab Xavier dengan datar dan tegas.
Bawa mobil mu ke sini!" perintah Shine pada akhir nya setelah diam beberapa saat mendengar jawaban Xavier yang mengesal kan.
Xavier bingung mendengar kan ucapan Shine, dia tidak bertanya lebih panjang dan hanya melaku kan perintah Shine.
Fira terus saja muntah dan menangis, jas yang tadi nya di guna kan wanita itu sudah tidak berada di tempat nya lagi.
"Kenapa kau menangis?" tanya Shine sambil memperbaiki jas Fira. Namun tatapan Shine tetaplah datar dan dingin.
"Aku membenci mu. Hidup ku sama saja dengan kehidupan ku di cina, hanya dia anggap sebagai angin lalu saja," jawab Fira. Namun tiba-tiba dia tertawa seperti orang gila.
Shine heran melihat perubahan wajah Fira. Kenapa?" tanya Shine lagi.
"Tapi aku sangat bahagia, sebentar lagi aku akan benar-benar memulia hidup yang baru yang jauh dari orang-orang Browns termasuk diri mu," jelas Fira lagi.
Shine menatap wajah Fira yang benar-benar berubah. Tidak ada lagi tatapan obsesi nya pada nya, tidak ada lagi dandanan berlebihan, tidak ada lagi rasa selalu rendah diri. Dan hanya tertinggal wajah garang, tidak mau di tindas, selalu bergerak cepat dan yang paling utama adalah selalu membantah ucapan nya.
Shine tidak bertanya lagi. dia berdiri dan menatap Xavier yang sudah ada di sana menunggu mereka.
Tanpa basa-basi, Shine langsung mengangkat Fira ke dalam dekapan nya dan membawa Fira masuk ke dalam mobil Xavier.
"Bersih kan mobil ku!" ucap Shine melaju kan mobil nya.
"Panassss," ujar Fira lagi. Seperti nya obat itu bereaksi secara bertahap dalam jangka waktu tertentu.
Melihat Fira Kembali bergerak seperti ular bulu, dia terpaksa tidak pulang ke mansion dan memilih ke sebuah hotel saja, Shine tidak bisa lagi menahan Fira yang memiliki peningkatan hormon nya saat ini.
Pihak hotel yang mengetahui pemilik hotel akan datang, mereka langsung bergerak cepat dan menyiap kan seluruh perlengkapan di dalam suite room. Namun aneh nya mereka di minta untuk menyiapa kan es di dalam bath up. Tapi siapa mereka bisa bertanya pada penguasa itu.
Melihat ada mobil yang datang, tentu nya bukan mobil berplat VVIP yang sudah di catat mereka baik-baik di otak mereka. Namun dari paket itu bisa mengetahui bahwa itu adalah mobil dari bawahan pemilik hotel ini.
"Ah sial, Repot sebagian dari kalian pergilah menyambut tamu VIP kita, sebagian lagi pergilah ke pintu utama, mereka juga adalah bagian dari Browns!" perintah manager ke beberapa bawahan nya.
Belum beberapa menit, bawahan manajer sudah berlari menghampiri sang manajer bahkan hampir terjatuh.
"Apa yang kau laku kan? Bekerjalah dengan baik sialan. Orang sudah repot kau menambah beban saja," ujar manajer mengambil kesibu kan lain dan tidak terlalu memperhatikan anak buah nya itu.
"Pak...pak manajer..., Tuan...tuan Shine sudah datang!" ucap bawahan itu. Sebentar sang manajer tidak menanggapi ucapan si bawahan. Tiba-tiba dia berhenti dan sadar akan ucapan bawan nya.
"Aaa... aaaapa kata mu??? Tuan Shine?" bawahan nya mengangguk berkali-kali.
Sang manajer langsung berlari ke arah pintu utama. Sudah sampai di sana, dia sudah melihat Shine menggendong seorang wanita. Tapi sayang sekali, mereka tidak bisa mengetahui siapa yang di bawa oleh tuan mereka.
Semuanya langsung menunduk kecuali mengerti langsung mengarah kan Shine untuk naik ke lantai atas.
Dia juga tidak berani melihat ke arah wanita yang sedang berada dalam gendongan Shine.
"Apa kau sudah menyiap kan yang sudah ku perintah kan!" tanya kan?" tanya Shine dengan dingin. Dia mempertahan kan wajah datar nya meski pun di dalam jas nya seorang wanita sedang mengerogoti tubuh nya di dalam jas.
"Sudah Tuan, sesuai permintaan Tuan!" jawab Manager itu sambil menunduk.
"Aku bisa sendiri!" ucap Shine mengusir manager nya. Dia sudah menahan napas nya sejak tadi.
Setelah sampai di suite room, Shine benar-benar bersyukur. Dia langsung menunju kamar mandi dan meletak kan Fira di sana yang sudah menggeliat seperti ular bulu.
"Ahh, sial, milik ku tidak bisa di kontrol!" batin Shine. Dia langsung membuka baju nya dan berendam ke bathtub sebelah yang ada di bathroom yang sama dengan Shine.
Setelah itu Shine benar-benar merasa lega. Dia keluar dari sana meninggal kan Fira di sana. Meski pun sudah melihat sang wanita sudah tidur dia sama sekali tidak peduli.
Dia tidur di ranjang untuk mengurangi penat nya. Dia sama sekali tidak menghirau kan wanita yang ada di dalam kamar mandi.
Selang beberapa jam, Shine sama sekali tidak bisa tidur, dia selalu kepikiran tentang Fira yang masih setia di kamar mandi
"Kenapa wanita itu bisa masuk dalam pikiran ku?" batin Shine berjalan ke arah bath up dan mengangkat Fira dari sana.
Shine meminta satu pelayan untuk datang ke kamar hotel nya untuk mengganti baju Fira. Dia benar-benar mengurus wanita itu di atas ketidak sukaan nya.
Setelah itu semua selesai, Shine meletak kan Fira di atas ranjang, dia tidur bersama wanita itu. Rasa nya memang enggan, dia tidak mungkin tidur di sofa bukan? Dia juga tidak tega meletak kan Fira di atas sofa dan memilih seranjang dengan Fira.
Pagi hari nya, Shine merasa kan tangan nya kebas. Sesuatu seperti menimpa tangan nya sudah lama sejak lama.
Ternyata kepala Safira entah bagaimana bisa jadi seperti ini ternyata bersandar di lengan nya. Dengan pelan dia menarik tangan nya, belum sepenuh nya tertarik, Safira sudah terbangun.
Shine bisa memperkira kan bagaimana ekspresi Fira, mungkin wanita itu jika tidak berteriak atau pun berpura-pura kaget dia akan sangat senang. Hanya itu pilihan nya.
"Pagi!" ucap nya setelah melihat siapa yang ada di samping nya.
Shine merasa aneh.
"Hanya itu?" tanya Shine
Safira terdiam sebentar lalu tersenyum.
"Aneh, bukan kah kita suami istri? Seharus nya berbuat lebih bisa bukan?" tanya Fira tenang.
Shine langsung bangun dan menarik nya kasar.
"Aku sudah memberi kan kesempatan untuk mu sebelum kita cerai. Jarang aku mempromosi kan diri pada orang lain," ucap Fira lagi.
Dia dengan tenang bangkit dari ranjang dan berjalan ke arah Walk in Closet.
Shine merasa ada yang janggal hati nya ketika mendengar ada kata cerai dari istri kontrak nya.
"Apa dia benar-benar serius?" batin Shine. Sedang kan dia saja harus mengaju kan ini dulu pada Penguasa diri nya, siapa lagi jika bukan dad dan mom nya.
Beberapa saat Fira muncul dan mengambil tas nya. "Kita tidak pulang?" tanya Fira santai m natal Shine yang sedang memikir kan sesuatu, tapi catat Fira sama sekali tidak peduli.
Shine tidak menjawab pertanyaan Fira, tapi dia mengambil kunci mobil dan meninggal kan Fira di sana sendirian.
Fira hanya tersenyum saja dan mengulas senyum tipis nya. Kemudian dia mengikuti langkah Shine. Tapi terlebih dahulu menutupo diri nya dengan syal yang di pegang.
Selama perjalanan tidak ada suara yang terdengar di dalam mobil itu, hening tidak ada yang berencana buka suara.
Sesampai nya di mansion, Fira keluar terlebih dahulu dan masuk ke dalam mansion. Fira tampak memasuki mansion, tidak ada ekspresi apa pun.
Baru berapa langkah dia melangkah ke mansion, dia langsung berbalik dan langsung memeluk Shine.
"Sayang, aku ingin nanti malam ke restoran dan makan mewah. Boleh kah?" tanya Fira sambil memeluk Shine dari depan. Wajah mereka berdua saling berhadapan.
Jantung ke dua nya berdetak tak tentu. Satu sama lain tidak bisa menyadari nya. Terutama Shien, baru kali ini dia merasa kan dekat dengan sang istri selama tiga tahun sudah menikah.
"Apa yang kau laku kan? Lepas kan," perintah Shine dengan dingin. Dia tetap mempertahan kan wajah sok cool nya.
Makasih untuk yang selalu setia membaca 🙏
Jangan lupa like nya 😊👍👍
Horas ✋✋✋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Titin Itin
momy Ros semoga bisa menyatukan mereka
2023-02-08
0
Iin Dians
kalo dah beneran di tinggal ma Fira baru tau rasa u shine....
2023-02-08
0
As Lamiah
semoga momy Ros bisa membantu safir menemui kebahagiaan dan untuk Shin jangan nyesel tar ya kalo safir sampai pergi menghilang membawa benih keturunan mu
semangat tour semoga sehat selalu 💖😘
2023-02-08
0