Flashback end ##
Inilah kehidupan Safira, berumah tangga hampir dua sete tahun namun tidak ada perubahan sekali pun. Dia berusaha untuk menjadi istri yang terbaik tapi selalu justru kebalikan nya yang selalu ia dapat.
Seperti saat ini, tidak ada beda nya diri nya dengan para pelayan yang ada di mansion itu. Jika saja dia tinggal bersama mertua nya yang sangat baik hati itu, hidup nya pasti lah tenang.
Bah kan dia harus menghadapi wanita sang suami, melayani jika datang ke mansion.
Shine sama sekali tidak menanggapi atau pun melihat semua yang di laku kan oleh Safira. Yah, dia sangat menanti tiga tahun itu, dia adalah pria bebas, akan ada saat nya menikah dengan orang yang di cintai.
Seperti saat ini, kekasih Shine yang bernama Julie sedang menyuapi Shine makan dan di saksi kan Safira. Dia hanya menunduk sambil berdiri melihat kemesraan suami nya sendiri dengan orang lain.
"Nyonya Shine, boleh ambil kan stroberi itu?" pinta Julie. Safira menatap sebentar ke arah Shine. Pria itu tetap santai dan mengunyah makanan nya. Tidak ada sedikit pun perhatian itu di beri kan oleh Shine.
Bahkan saat pelayan mansion menyuruh Safira membantu mereka, tidak ada tanggapan Shine. Pria itu menganggap Safira seperti angin lalu di mansion itu. Bahkan kamar tidur mereka terpisah dan sangat jauh.
Kamar Safira tentu saja lebih mewah dari para pelayan, begitu juga dengan pakaian nya.
Safira menganggap Julie sebagai sahabat nya, karena Julie selalu membantu Safira untuk berdandan agar bisa menarik perhatian Shine. Namun tidak pernah berhasil.
Bahkan ketika ada pertemuan bisnis, di mana harus membawa pasangan. Atas ancaman mommy nya, terpaksa Shine membawa Safira dan itu sangat memalu kan bagi Shine.
Setidak nya bertingkah anggun bukan, jika tidak bisa menyeimbang kan diri di party itu. Bahkan make up nya berlebihan, tingkah nya tidak anggun sedikit pun membuat Shine malu.
Memang tidak ada orang yang berani berkomentar, tapi seorang Shine penguasa perusahaan terbesar di Eropa tentu saja menjadi pusat perhatian semua orang.
Tapi satu yang membuat Safira setidak nya di hargai. Shine tidak pernah membawa wanita ke dalam kamar nya.
Dia pernah sekali masuk ke dalam kamar Shine, tapi tetap saja Shine tidak menganggap kehadiran nya. Tapi setidak nya Shine tidak melarang nya masuk ke sana.
Jika Safira menyiap kan setelan untuk di pakai Shine, pria itu akan mengguna kan nya tanpa berkata apa pun.
Safira juga tidak terlalu sering masuk ke sana karena takut mengganggu privasi Shine.
Seperti saat ini, Safira masuk ke dalam kamar Shine dan meyiap kan setelan untuk pria itu lalu keluar dari sana. Satu yang kurang dari penampilan Shine kali ini, dasi nya tidak di sedia kan oleh Safira.
asesuak dengan yang di sedia kan, Shine hanya mengguna kan yang tersedia di sana.
Safira yang melihat Shine turun dari tangga merasa aneh. Pria itu menatap diri nya, tidak ada ekspresi apa pun.
Shine berjalan dan berhenti tepat di depan Safira. Saat ini Safira mengguna kan dress yangs angkat cantik dan tentu nya mahal. Dia sudah mengira bahwa Shine sudah mulai melihat nya. Tapi realita nya selalu terbalik Tatapan Shine bergerak ke pergelangan tangan Safira. Wanita itu juga melihat ke arah sana.
"Ahh, aku lupa. Maaf... maaf," Umar Safira. Tanpa sadar Safira bergerak dan memasang dasi shine.
Shiene menatap dingin ke arah Safira karena keberanian nya menyentuh Shine.
"Maaf...maaf...," ucap Safira lagi.
Ada pelayan yang tertawa di sana melihat tingkah konyol Safira. Wanita itu semakin di buat malu.
Shien pergi dan melempar kan begitu saja dasi yang berada di leher nya.
"Belum kan dasi yang sama!" perintah Shine pada asisten nya.
Setelah mobil melaju, Shine melihat ke arah spion mobil. Dia melihat istri nya sedang menangis menghapus air mata nya.
"Bodoh, sudah di abai kan tetap saja bertahan," batin Shine.
"Kau aish mengurus para tikus itu bukan Xavier?" tanya Shine.
Tanpa sepengetahuan Safira, para manusia yang merendah kan diri nya susah tak berada di mansion. Entah wanita itu sadar atau tidak itu bukan urusan Shine.
Dia hanya perlu menunggu empat bulan lagi. Setalah itu dia bisa bebas dan mencari kesenangan nya.
Itulah adalah kontrak perjanjian yang di setujui oleh mommy dan Daddy Shine. Dia teringat perkataan Dad nya.
"Jangan menyesal suatu saat nanti!"
Juga perkataan mommy nya.
"Jangan meminta bantuan pada mom dan Dad jika berhubungan dengan Safira!"
Shine tertawa mengingat nasehat ke dua orang tua nya.
"Tidak akan pernah terjadi," batin Shine dalam hati
Jangan lupa like nya 😊👍👍
Horas ✋✋✋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Shhh just Secret
sok sombong lhu!! aku harap lho pasti dan akan bertekuk lutut sama Safira..biar lho menangis air mata darah
2023-03-11
1
Shhh just Secret
perilaku shien tidak ubah kayak daddy nya..sungguh kejam..bahkan lebih kejam dari daddy nya..apa Safira itu nggak berhak di kasi kesempatan? bukankah awal kesalahan ini bermula dari shien? kenapa harus Safira yang di salahkan?
2023-03-11
0
Mam Jes
hadir thor
2023-02-06
0