Part 6

"Shine tangan ku melepuh gara-gara wanita itu," seru Sabrina seperti ingin menangis. Tapi Shine terpa melihat ke arah atas.

"Cepat ambil kan salep!" perintah Sabrina.

Shine menoleh sebentar ke arah Sabrina, setelah itu langsung berjalan dan meninggal kan Sabrina di sana. Tidak ada rasa kasihan sedikit pun di wajah pria itu.

Shine sangat sibuk hari ini, dia harus mengikuti meeting sekaligus perekrutan manajer perusahaan yang baru. Bisa di kata kan menajer adalah salah satu yang terpenting di salah satu perusahaan jadi dia harus lebih berhati-hati memilih jantung perusahaan.

Xavier sudah berada di sana dan langsung membuka uka pintu untuk Shine. Setelah mobil berjalan, Shine melihat ke arah kaca mobil, sesuai dugaan nya Safira tidak ada di sana seperti biasa mengantar kan kepergian nya. Shine merasa seperti ada yang kurang dari biasa nya.

Sesampai nya di perusahaan Shine menyelesai kan segala urusan nya tentang meeting perusahaan. Dia beristirahat sebentar dan beralih ke perekrutan manajer perusahaan, tentu nya yang di cari adalah orang yang sudah berpengalaman.

Xavier sebagia perekrut utama mempersilah kan beberapa yang lolos dari metode nya masuk ke dalam ruangan satu lagi di mana ada Shine di sana.

Xavier sudah memilih lima orang tapi tidak ada yang pas menurut nya, tapi dia memilih enam orang yang menurut nya terbaik di antara yang biasa saja.

"Kandidat terkahir," panggil Xavier sambil memberes kan berkas yang ada di sana.

Xavier menengadah kan tangan nya untuk meminta data kandidat dengan santai. Dia tidak melihat siapa yang akan di wawancarai nya.

"Sebut kan pengalaman anda," ucap Xavier.

"Tidak ada," jawab kandidat itu. Dia belum duduk sama sekali dan sudah di tanyai.

"Silah kan keluar!" perintah Xavier. Dia masih ingin membuka CV kandidat terkahir tapi sudah pupus saat mendengar jawaban itu.

"Anda belum mewawancarai saya," lawan kandidat itu.

Xavier berhenti dari kegiatan nya dan mengangkat kepala nya.

"Berani nya kau...Nyo...nyonya, apa yang anda laku kan di sini?" tanya Xavier gugup.

"Apa kau tidak Bisa melihat apa yang ada di tangan mu? Seharus nya kau lah yang langsung pulang!" ucap Safira.

Xavier di buat terkejut mendengar suara tegas sang Nyonya.

"Bukan kah Nyonya selalu berada di mansion? Bahkan saat ini sangat berbeda dengan Nyonya yang biasa nya di mansion," batin Xavier sambil memandangiku Safira

"Bagaimana, apa aku lulus tahap dari mu? Aku bosan menunggu selama tiga jam," tekan Safira waktu mengata kan tiga jam.

"Maaf Nyonya, jika anda ingin datang ke sini, Nyonya bisa berkabar agar saya bisa menyiapa kan segala nya," jawab Xavier.

"Memang nya aku siapa?" tanya Safira.

Xavier di buat skakmat, dia memberi kan CV itu ke tangan Safira.

Dengan malas Safira mengambil kertas itu.

"Aku yang dulu bukan lah yang sekarang," batin Safira meninggal kan Xavier.

Dia langsung memasuki ruangan di mana masih ada kandidat yang masih di wawancara i. Dia langsung keluar, itu terkesan tidak menghargai peserta lain bukan.

Shine yang melihat siapa yang masuk ke ruangan wawancara sebelum di panggil menyipit kan mata nya ketika melihat siapa wanita itu. "Apa yang dia laku kan di sini," batin Shine.

"Kenapa tidak memberi tahu ku masih ada orang di sana?" tanya Safira pada Xavier.

"Anda tidak bertanya Nyonya," jawab Xavier sopan.

Safira di buat geram oleh asisten sang suami.

"Apa Tuhan pernah memberitahu mu sebelum mati?" balas Fira.

Kali ini Xavier yang kalah, dia baru kali ini berbicara panjang lebar pada sang Nyonya dan dia kalah telak.

Perdebatan mereka berhenti ketika kandidat yang sebelum nya berada di dalam keluar dari ruangan itu.

"Silah kan masuk Nyonya," ujar Xavier.

"Apa itu perlu sekarang? Tanpa kau suruh pun aku sudah masuk!" kesal Fira menghentak kan kaki nya pertanda kesal

Xavier serba salah, bukan kah dia melakukan hal yang benar? Dia hanya bisa menggaruk kepala nya yang tidak gatal.

"Apa yang kau laku kan di perusahaan ku?" Sebuah suara bariton yang dingin langsung menyambut Safira saat dia ingin menutup pintu. Dia dengan tenang menutup pintu dan berjalan ke asal suara.

Tidak seperti biasa langsung menunduk jika ada masalah. Dia bukan lah Safira yang dulu yang selalu menangis jika ada masalah.

"Maaf Tuan, saya ingin melamar pekerjaan di perusahaan anda sama seperti peserta lain yang sebelum nya anda wawancara i," jawab Safira dengan sopan.

Shine memperhati kan kepala Safira yang selalu tegak. Dia sedikit terpesona dengan dandanan Safira yang imut.

Rok pendek di atas lutut sedikit di padu kan dengan kameja formal. Tidak mengguna kan make up yang berlebihan seperti biasa nya , dan kali ini terlihat sangat tenang, cantik, anggun dan belia.

"Bullshit, kata kan apa mau mu," ucap Shine berdiri di hadapan Safira.

Wanita itu menghela napas, "apa aku tidak berhak mendapat kan pekerjaan?" tanya Safira mengabai kan pertanyaan Shine.

Entah mengapa pria itu berada di luar kendali saat ini. Dia langsung mendorong Safira ke dinding dan menyatu kan tangan wanita itu di atas kepal Safira.

Safira merasa di leceh kan tentu saja memberontak. Dia hendak menendang kaki Shine namun langsung di himpit oleh kaki besi pria itu. Safira tidak ada peluang untuk melawan lagi.

"Jangan sampai aku melempar kan mu dari atas gedung ini. Jawab pertanyaan ku!" ujar Shine dengan dingin.

Mendengar itu Safira mulai takut, badan nya menggigil. Kepala nya mulai pusing, seberkas ingatan bermunculan di kepala nya.

Gedung, orang jatuh, darah, melompat. Itu lah kilasan ingatan yang ada di kepala nya.

"Sakit," seru Safira mulai menetes kan air mata nya. Entah kepala atau tangan nya yang melepuh sakit tidak ada yang tau, atau justru ke dua nya.

Shine langsung melepas kan tangan nya yang menahan tubuh wanita itu.

Safira langsung terjatuh sambil memegangi kepala nya. Dia berteriak sambil menarik rambut nya sendiri. Akhir nya Safira pingsan di tempat.

Shine melihat kejadian itu tetap santai, tidak ada rasa kasihan di wajah pria itu. Dia membawa Safira ke ruangan CEO dan naik melalui lift.

Para karyawan yang bekerja di sana sangat penasaran siapa wanita yangs wdnag berada di dekapan pemimpin sekaligus pria yang di gilai oleh mereka.

"Panggil dokter ke sini," perintah Shine pada sekertaris nya.

Dalam jangka waktu tiga puluh menit, Dokter sampai di perusahaan Shine dan memeriksa sang menantu.

Xavier lah yang berada di sana dan memantau perkembangan sang Nyonya.

"Bagaiman?" tanya Xavier setelah dokter sudah selesai memeriksa Fira.

"Seperti nya dia pernah mengalami trauma. Tolong jangan laku kan hal yang sama sebelum di pingsan tadi," seru Dokter.

Xavier mengantar kan kepergiana pria berjas putih itu dan kembali ke ruangan sang tuan

"Dokter mengata kan...,"

"Apa aku bertanya?" tanya Shine sebelum sekertaris nya berbicara banyak.

Bersamaan itu Safira ke luar dari kamar tidur nya dan berjalan ke arah Shine dengan wajah pucat nya.

"Apa aku di terima?" tanya Safira to the point.

"Apa tidak cukup kemewahan yang ku beri kan selama ini? Atau kurang?" tanya Shine dengan dingin dan menatap tajam Safira.

"Baik terimakasih atas waktu nya," ucap Safira menunduk hormat. Dari ucapan Shine dia dapat menyimpul kan bahwa dia di tolak.

"Mau kemana kau?" tanya Shine lagi

"Mencari pekerjaan Tuan," jawab Safira mengehenti kan langkah nya.

"Berhenti di sana. Kau ingin mempermalu kan wajah ku di depan semua orang?" tekan Shine. Aura di ruangan itu semakin dingin saja.

Safira tersenyum pahit, dia berbalik ke arah dan berjalan ke arah Shine.

"Ingat, Shine Damian Browns, kita hanya sebatas kontrak. Seperti perjanjian kita, urusan ku adalah urusan ku, jadi urus saja urusan mu," jelas Safira.

Shine menatap tajam ke arah istri nya.

"Kau ingin kekerasan rupa nya!" jawab Shine.

Terpopuler

Comments

As Lamiah

As Lamiah

semangat safir jangan takut lawan aja biyar Shin menyesal nyuwekin kamu dan jangan beri kesempatan Shin untuk menjatuhkan rasa percaya dirimu safir 💪💪💪💪💪dan bikin Shin penasaran sampai jatuh cinta sejatuh jatuhnya
semangat tour semoga sehat selalu di setiap novelmu bikin nagih bacanya

2023-02-05

2

Titin Itin

Titin Itin

lnjuuuut thooor

2023-02-05

0

Riana Yuni Astuti

Riana Yuni Astuti

lanjutt thorrrr.......

2023-02-05

0

lihat semua
Episodes
1 Flashback 1
2 Flashback 2
3 Flashback 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 51
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 90
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Flashback 1
2
Flashback 2
3
Flashback 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 51
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 90
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!