Flashback 3

Safira pulang ke apartemen nya, dia m mengingat pria yang menodai nya saat itu tidur bersama nya. Dia mempercepat langkah nya agar tidak kecolongan oleh pria itu.

Tapi dia benar-benar tidak di terima permintaan nya, dia hanya menemu kan selembar cek di sana. Dia langsung bepergian ke bagian CCTV apartemen, tidak ada jejak apa pun.

Safira mengingat bahwa dia memiliki foto pria itu. Entah angin apa yang datang ke otak Safira, dia melaku kan pencarian foto itu di internet.

Dia menemu kan satu foto, namun itu adalah putra tunggal pemilik perusahaan raksasa ternama di Eropa tepat nya di negara Spanyol. Safira mencocok kan foto itu, "benar, itu adalah dia," ucap Safira tersenyum.

Namun sedetik kemudian wajah nya berubah lesu. Tidak mungkin bukan dia menuntut itu pada pemilik perusahaan ternama di Eropa. Justru diri nya lah nanti yang akan di oe jara bukan.

Safira kembali ke kamar dan menangis tersedu-sedu. Apa yang harus di lakukan nya saat ini, bagaimana jika diri nya hamil? Siapa tempat pengaduan nya? Safira terduduk di lantai dan menangis tersedu-sedu, hanya ini lah pelampiasan nya saat ini.

Setelah beberap jam Safira menangis, dia memutus kan sesuatu. Dia berdiri tegap, namun hati kecil nya sangat lemah. Dia memaksa kan diri.

**

Di negara Spanyol tepat nya di mansion Browns, seorang pria melihat iri pada putra dan istri kecil nya.

"Bisa kah kau melepas kan istri ku? Cari saja wanita mu sialan, kau merebut istri ku," ucap seorang pria yang sudah matang.

"Mommy, lihat pria uang sudah tua itu. Bagiamana dia sangat iri pada putra nya sendiri," jawab pria yang sedang memegang tangan mommy nya.

"Son, Sayang, kalian jangan berantam terus. Telinga ku panas."

Rhadika tersen licik, "Habislah kau Son," batin Dika. Dia mendekat ke arah sang istri dan memeluk posesif.

"Baby, kau tau putra mu. Dia suka bermain wanita, seperti yang kau tau bukan, dia sudah berumur dua puluh empat tahun, sudah waktu nya menikah. Aku mendengar dari mata-mata ku dia bermain wanita sejak terutama sejak berada di cina," jelas Dika.

"Dad, what the hell," ucap Shine panik. Yang di umpatan hanya mengedik kan bahu nya.

Ros menutup mulut nya tak percaya.

"Son, dari umur dua puluh sampai saat ini kau seperti itu? Kau membantah mommy?" ucap Ros memegang dada nya.

"Come on Mom, itu sudah hal biasa bukan?" seru Shine menjawab mommy nya.

"Hal biasa? CK, kata nya jenius," ejek Rhadika membuat Shine panas.

"Dad, jangan...,"

"Cukup! Itu semua salah mu!" tunjuk Ros pada suami nya.

"Kau juga saat muda seorang player bukan. Itu karena Daddy nya player, maka anak nya juga player," ucap Ros menunjuk suami nya. Shine tersenyum puas melihat Daddy nya skakmat.

"Dan kau. Awas saja ada wanita yang kau main kan datang ke rumah ku. Akan ku hukum kau!" ucap Ros menunjuk-nunjuk wajah putra nya.

"Apa kah arti nya kau mengata kan aku tua sekarang?" terdengar suara yang dingin dari belakang Ros. Wanita itu merinding bulu kuduk nya mendengar suara yang dingin itu.

"Ah, aku salah berbicara," batin Ros.

Baru saja akan berbalik, tubuh Ros sudah melayang ke angin. "Akan ku tunjuk kan seberapa tua aku," ucap Dika mengangkat sang istri kedalam dekapan nya.

"Sayang, mmm Shine baru pulang. Kita harus makan bersama nya," ujar Ros.

"Dan kau, jika sampai yang di kata kan mommy mu terjadi, kau akan mengemban sebagai CEO di perusahaan Ax Company. Itu hukuman dari ku," ujar Rhadika.

Xavier yang sedang menuju ke sana mendengar itu hampir saja terjatuh. Masih mengelola perusahaan shine sendiri dia sudah hampir mati, apa lagi perusahaan raksasa itu, badai besar seperti apa yang harus di hadapi nya nanti.

"Seharus nya orang bersyukur bukan memiliki harta yang banyak, tapi lihat wajah tuan Shine," batin Xavier.

Satu Minggu kemudian, seorang wanita terlihat mondar mandir di bandara, dia bingung harus melaku kan apa, dia takut nanti nya salah alamat karena banyak informasi yang beredar di internet.

Dia terlebih dahulu duduk dan membaca ulasan-ulasan yang ada di internet. "Semoga benar, apa pun yang terjadi aku akan menanggung nya. Setidak nya aku sudah berusaha," batin wanita itu.

Dia menaiki kendaraan yang di pesan nya secara lain, dunia yang saat ini di hadapi nya adalah dunia barat di mana hal ciuman bisa di sebut sebagai salam sapa. Dan itu benar terjadi di depan wanita itu. Dia hanya memegang erat tas besar nya itu.

Sesampai nya di depan gedung mewah dengan pagar menjulang tinggi, wanita itu semakin memegang erat tas nya.

"Permisi..." ucap Safira sambil mengetuk pintu . Sudah berulang kali Safira mengetuk gerbang tertutup itu namun tidak ada sahutan. Saat akan bepergian tiba-tiba dari sela pagar ada seorang pria berjas hitam bertanya pada nya.

"Siapa nama mu?" tanya pria itu dengan tegas.

"Saya Safira Tuan," jawab Safira mulai takut.

Pria berjas hitam mengamati pakaian Safira, setelah itu membuka gerbang. Para pengawal tidak menaruh curiga karena melihat tubuh Safira yang sudah mulai gemetar.

Pria itu nampak mengeluar kan uang. "Pergilah, ini untuk mu. Sekali lagi jangan menginjak kan kaki di sini atau nyawa mu menjadi taruhan nya," ucap pria berjas hitam dengan tegas sambil membawa Safira ke pinggir gerbang.

Ternyata mereka adalah pengawal penjaga gerbang. Mereka sudah melihat dari jauh sana mobil sang Nyonya ingin keluar.

Safira semakin gemetar, ketika melihat sebuah mobil mendekat ke arah meraka, terutama melihat pria berjas hitam di depan nya menunduk. Dia tidak ada pilihan lain dia juga ikut menunduk.

Mobil berhenti tepat di depan Safira dan pengawal.

"Ada yang tertinggal Nyonya?" tanya pengawal ketika pemilik mobil membuka jendela kaca mobil. Ternyata itu adalah Rosaline, Nyonya Browns.

"Siapa gadis itu?" tanya nya.

"Maaf Nyonya, dia hanya meminta uang," jawab salah satu pengawal.

Safira terus saja menunduk. Ini adalah kebiasaan wanita itu ketika sudah ada masalah di depan nya.

"Kenapa dia tidak menjawab, kenapa harus kau yang mewakili nya?" tanya Ros.

Dari segi penampilan Safira tidak lah terlihat seperti pengemis. Wajah nya cantik, bersih, hanya pakaian kuno itu yang membuat nya tampak seperti orang zaman dulu.

Safira dengan gemetar mengeluar kan PKS El nya.

"Maaf...maaf Nyonya, saya lancang datang ke mansion kalian. Aku hanya mencari pria ini untuk meminta pertanggung jawaban dari nya,' jelas Safira.

Mata Rosaline melotot melihat wajah pria yang ada di foto, bahkan pria itu bertelanjang dada. Ros memperhati kan wajah polos wanita di depan nya.

Dia langsung mengambil ponsel nya.

"Halo mom?"

"Pulang sekarang!' bentak Ros. Baru kali ini dia membentak sang putra.

Kemudian di beralih ke sambungan yang lain.

"Sayang, dalam lima belas menit kau harus pulang. Lewat dari situ kau bukan suami ku," ucap Ros sarkas.

Rhadika yang mendengar ucapan itu memegang kuat ponsel nya.

Bug

Dia memukul meja dengan keras membuat semua peserta meeting keluar dari sana.

"Apa yang terjadi di mansion Max?" tanya Rhadika.

"Semua nya baik-baik saja Tuan, tapi saya tidak tau dengan Shine," jawab Max.

"Anak sialan itu, aku harus memberi kan dia pelajaran," ucap Dika berjalan dengan langkah tegas nya keluar dari ruang meeting.

Shien yang di bentak mommy nya merasa tidak terima. Keaalahan besar apa yang dia laku kan. Dia merasa tidak melaku kan hal menyimpang.

Kedua pria itu bergegas ke menuju mansion. Satu takut karena mommy nya marah, satu lagi takut jika istie nya membuang nya dan tidak mengakui nya.

Jangan lupa like nya 😊👍👍👍

Horas ✋✋✋

Terpopuler

Comments

rama

rama

apa itu pks el?

2023-09-26

0

DHFrejelian

DHFrejelian

wkwkwk

2023-06-05

0

Shhh just Secret

Shhh just Secret

hahaha!! jenaka apa ini?!!..

2023-03-11

0

lihat semua
Episodes
1 Flashback 1
2 Flashback 2
3 Flashback 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 51
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 90
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Flashback 1
2
Flashback 2
3
Flashback 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 51
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 90
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!