Safira pulang ke apartemen nya, dia m mengingat pria yang menodai nya saat itu tidur bersama nya. Dia mempercepat langkah nya agar tidak kecolongan oleh pria itu.
Tapi dia benar-benar tidak di terima permintaan nya, dia hanya menemu kan selembar cek di sana. Dia langsung bepergian ke bagian CCTV apartemen, tidak ada jejak apa pun.
Safira mengingat bahwa dia memiliki foto pria itu. Entah angin apa yang datang ke otak Safira, dia melaku kan pencarian foto itu di internet.
Dia menemu kan satu foto, namun itu adalah putra tunggal pemilik perusahaan raksasa ternama di Eropa tepat nya di negara Spanyol. Safira mencocok kan foto itu, "benar, itu adalah dia," ucap Safira tersenyum.
Namun sedetik kemudian wajah nya berubah lesu. Tidak mungkin bukan dia menuntut itu pada pemilik perusahaan ternama di Eropa. Justru diri nya lah nanti yang akan di oe jara bukan.
Safira kembali ke kamar dan menangis tersedu-sedu. Apa yang harus di lakukan nya saat ini, bagaimana jika diri nya hamil? Siapa tempat pengaduan nya? Safira terduduk di lantai dan menangis tersedu-sedu, hanya ini lah pelampiasan nya saat ini.
Setelah beberap jam Safira menangis, dia memutus kan sesuatu. Dia berdiri tegap, namun hati kecil nya sangat lemah. Dia memaksa kan diri.
**
Di negara Spanyol tepat nya di mansion Browns, seorang pria melihat iri pada putra dan istri kecil nya.
"Bisa kah kau melepas kan istri ku? Cari saja wanita mu sialan, kau merebut istri ku," ucap seorang pria yang sudah matang.
"Mommy, lihat pria uang sudah tua itu. Bagiamana dia sangat iri pada putra nya sendiri," jawab pria yang sedang memegang tangan mommy nya.
"Son, Sayang, kalian jangan berantam terus. Telinga ku panas."
Rhadika tersen licik, "Habislah kau Son," batin Dika. Dia mendekat ke arah sang istri dan memeluk posesif.
"Baby, kau tau putra mu. Dia suka bermain wanita, seperti yang kau tau bukan, dia sudah berumur dua puluh empat tahun, sudah waktu nya menikah. Aku mendengar dari mata-mata ku dia bermain wanita sejak terutama sejak berada di cina," jelas Dika.
"Dad, what the hell," ucap Shine panik. Yang di umpatan hanya mengedik kan bahu nya.
Ros menutup mulut nya tak percaya.
"Son, dari umur dua puluh sampai saat ini kau seperti itu? Kau membantah mommy?" ucap Ros memegang dada nya.
"Come on Mom, itu sudah hal biasa bukan?" seru Shine menjawab mommy nya.
"Hal biasa? CK, kata nya jenius," ejek Rhadika membuat Shine panas.
"Dad, jangan...,"
"Cukup! Itu semua salah mu!" tunjuk Ros pada suami nya.
"Kau juga saat muda seorang player bukan. Itu karena Daddy nya player, maka anak nya juga player," ucap Ros menunjuk suami nya. Shine tersenyum puas melihat Daddy nya skakmat.
"Dan kau. Awas saja ada wanita yang kau main kan datang ke rumah ku. Akan ku hukum kau!" ucap Ros menunjuk-nunjuk wajah putra nya.
"Apa kah arti nya kau mengata kan aku tua sekarang?" terdengar suara yang dingin dari belakang Ros. Wanita itu merinding bulu kuduk nya mendengar suara yang dingin itu.
"Ah, aku salah berbicara," batin Ros.
Baru saja akan berbalik, tubuh Ros sudah melayang ke angin. "Akan ku tunjuk kan seberapa tua aku," ucap Dika mengangkat sang istri kedalam dekapan nya.
"Sayang, mmm Shine baru pulang. Kita harus makan bersama nya," ujar Ros.
"Dan kau, jika sampai yang di kata kan mommy mu terjadi, kau akan mengemban sebagai CEO di perusahaan Ax Company. Itu hukuman dari ku," ujar Rhadika.
Xavier yang sedang menuju ke sana mendengar itu hampir saja terjatuh. Masih mengelola perusahaan shine sendiri dia sudah hampir mati, apa lagi perusahaan raksasa itu, badai besar seperti apa yang harus di hadapi nya nanti.
"Seharus nya orang bersyukur bukan memiliki harta yang banyak, tapi lihat wajah tuan Shine," batin Xavier.
Satu Minggu kemudian, seorang wanita terlihat mondar mandir di bandara, dia bingung harus melaku kan apa, dia takut nanti nya salah alamat karena banyak informasi yang beredar di internet.
Dia terlebih dahulu duduk dan membaca ulasan-ulasan yang ada di internet. "Semoga benar, apa pun yang terjadi aku akan menanggung nya. Setidak nya aku sudah berusaha," batin wanita itu.
Dia menaiki kendaraan yang di pesan nya secara lain, dunia yang saat ini di hadapi nya adalah dunia barat di mana hal ciuman bisa di sebut sebagai salam sapa. Dan itu benar terjadi di depan wanita itu. Dia hanya memegang erat tas besar nya itu.
Sesampai nya di depan gedung mewah dengan pagar menjulang tinggi, wanita itu semakin memegang erat tas nya.
"Permisi..." ucap Safira sambil mengetuk pintu . Sudah berulang kali Safira mengetuk gerbang tertutup itu namun tidak ada sahutan. Saat akan bepergian tiba-tiba dari sela pagar ada seorang pria berjas hitam bertanya pada nya.
"Siapa nama mu?" tanya pria itu dengan tegas.
"Saya Safira Tuan," jawab Safira mulai takut.
Pria berjas hitam mengamati pakaian Safira, setelah itu membuka gerbang. Para pengawal tidak menaruh curiga karena melihat tubuh Safira yang sudah mulai gemetar.
Pria itu nampak mengeluar kan uang. "Pergilah, ini untuk mu. Sekali lagi jangan menginjak kan kaki di sini atau nyawa mu menjadi taruhan nya," ucap pria berjas hitam dengan tegas sambil membawa Safira ke pinggir gerbang.
Ternyata mereka adalah pengawal penjaga gerbang. Mereka sudah melihat dari jauh sana mobil sang Nyonya ingin keluar.
Safira semakin gemetar, ketika melihat sebuah mobil mendekat ke arah meraka, terutama melihat pria berjas hitam di depan nya menunduk. Dia tidak ada pilihan lain dia juga ikut menunduk.
Mobil berhenti tepat di depan Safira dan pengawal.
"Ada yang tertinggal Nyonya?" tanya pengawal ketika pemilik mobil membuka jendela kaca mobil. Ternyata itu adalah Rosaline, Nyonya Browns.
"Siapa gadis itu?" tanya nya.
"Maaf Nyonya, dia hanya meminta uang," jawab salah satu pengawal.
Safira terus saja menunduk. Ini adalah kebiasaan wanita itu ketika sudah ada masalah di depan nya.
"Kenapa dia tidak menjawab, kenapa harus kau yang mewakili nya?" tanya Ros.
Dari segi penampilan Safira tidak lah terlihat seperti pengemis. Wajah nya cantik, bersih, hanya pakaian kuno itu yang membuat nya tampak seperti orang zaman dulu.
Safira dengan gemetar mengeluar kan PKS El nya.
"Maaf...maaf Nyonya, saya lancang datang ke mansion kalian. Aku hanya mencari pria ini untuk meminta pertanggung jawaban dari nya,' jelas Safira.
Mata Rosaline melotot melihat wajah pria yang ada di foto, bahkan pria itu bertelanjang dada. Ros memperhati kan wajah polos wanita di depan nya.
Dia langsung mengambil ponsel nya.
"Halo mom?"
"Pulang sekarang!' bentak Ros. Baru kali ini dia membentak sang putra.
Kemudian di beralih ke sambungan yang lain.
"Sayang, dalam lima belas menit kau harus pulang. Lewat dari situ kau bukan suami ku," ucap Ros sarkas.
Rhadika yang mendengar ucapan itu memegang kuat ponsel nya.
Bug
Dia memukul meja dengan keras membuat semua peserta meeting keluar dari sana.
"Apa yang terjadi di mansion Max?" tanya Rhadika.
"Semua nya baik-baik saja Tuan, tapi saya tidak tau dengan Shine," jawab Max.
"Anak sialan itu, aku harus memberi kan dia pelajaran," ucap Dika berjalan dengan langkah tegas nya keluar dari ruang meeting.
Shien yang di bentak mommy nya merasa tidak terima. Keaalahan besar apa yang dia laku kan. Dia merasa tidak melaku kan hal menyimpang.
Kedua pria itu bergegas ke menuju mansion. Satu takut karena mommy nya marah, satu lagi takut jika istie nya membuang nya dan tidak mengakui nya.
Jangan lupa like nya 😊👍👍👍
Horas ✋✋✋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
rama
apa itu pks el?
2023-09-26
0
DHFrejelian
wkwkwk
2023-06-05
0
Shhh just Secret
hahaha!! jenaka apa ini?!!..
2023-03-11
0