17. Kejutan Dari Sahabat Dan Kekasih

Pukul dua dini hari waktu Inggris, Ethan sampai di apartemennya. Dia tidak menghubungi Jhonson dan Daby, karena memang dia ingin memberi kejutan pada keduanya. Karena sampai di Inggris sangat larut, jadi dia tidak pergi ke apartemen Daby.

Besok pagi saja dia akan pergi ke sana, tentu Daby akan terkejut dengan kedatanagnnya. Apa lagi rencananya setelah di pikirkan ketika Daby kembali ke Inggris.

Dia membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya, berusaha memejamkan mata karena dia sangat lelah sekali. Selama di pesawat, dia banyak mengobrol dengan bapak-bapak penggemar bola. Dan menjelang landing pesawatnya, dia pun bisa tidur, itu pun hanya sebentar karena lagi-lagi gangguan sedikit di pesawat.

Ethan tidak berganti pakaian, langsung dia tidur. Dia juga lupa kalau unit apartemennya itu sama dengan Jhonson, hanya saja lain gedung. Dia di lantai empat dan Jhonson di lantai sepuluh.

Jika ingin kesama bisa saja, tapi dia malas untuk naik lantai sepuluh karena lelah.

Tuuuut.

Ponselnya berbunyi, Ethan baru memejamkan matanya. Dia abaikan sambungan telepon itu, tapi ponselnya masih bunyi.

"Siapa sih yang telepon?" ucap Ethan kesal.

Dia mengambil ponselnya, di lihat layarnya. Mama, akhirnya dia pun menjawabnya.

"Halo ma? Ada apa?" tanya Ethan dengan malas.

"Kamu kok berangkat ke Inggris ngga bilang-bilang sama mama?" kata mamanya nyonya Hana.

"Maaf ma, aku buru-buru berangkatnya. Ada urusan yang harus aku lakukan di sini." kata Ethan.

"Memang urusan apa? Kok buru-buru banget."

"Adalah ma, udah dulu ya. Aku baru sampai di apartemen tadi perjalanan dari pesawat. Belum istirahat, dan mau tidur ini. Jam dua dini hari di sini ma." kata Ethan.

"Oh ya ampun, jadi di sana malam banget ya? Ya udah, mama tutup aja, jangan lupa kabari mama kalau ada apa-apa." kata nyonya Hana.

"Iya ma."

Klik!

Ethan menutup teleponnya, dia kembali memejamkan matanya. Mencoba untuk tidur, tapi dia memikirkan apa yang di ucapkan mamanya. Kalau ada apa-apa? Seperti sebuah firasat tidak bagus, itulah mamanya. Tapi kemudian Ethan sudah terlelap mimpinya untuk hal yang indah kini membayangi di alam bawah sadarnya.

_

Jam delapan pagi Ethan sudah bersiap, dia akan ke apartemen Daby lebih dulu. Memberi kejutan pada gadis itu kalau dia datang dan akan melamarnya pada orang tuanya di Mancester.

Ethan sudah sampai di apartemen Daby, di lantai lima dia mengambil. Karena memang tidak ingin terlalu lama di dalam lift katanya, jadi mengambil di lantai lima unit sepuluh. Ethan tersenyum senang, keluar dari lift. Tak lupa juga buket bunga mawar dia bawa untuk sang kekasih.

Berjalan dengan full senyum mengembang membuatnya juga berdebar hatinya. Membayangkan betapa senangnya Daby mendapat kejutan darinya.

Sampai di depan pintu apartemen, Ethan membuka pintu dengan sandi yang dia ketahui. Beruntungnya Daby belum mengganti kata sandy apartemennya, jadi Ethan bisa masuk secara diam-diam.

Tampak sepi apartemen itu, karena masih pagi. Dia melangkah ke arah kamar Daby yang paling ujung dekat dengan dapur. Karena ruangan apartemen itu di rancang memang satu kamar saja. Dengan hati-hati Ethan menarik handle kamar, tapi dia seperti mendengar suara orang yang sedang asyik bercinta.

Dada Ethan bergemuruh, dia ingin lanjut untuk membuka pintu itu. Tapi suara dessahan dua orang sedang mencapai puncak itu membuat Ethan memgepalkan tangannya. Suara tawa dari dalam kamar karena puas mendapatkan kenikmatan bercinta itu.

Ya, Ethan marah besar. Dia tahu suara laki-laki di dalam kamar Daby tersebut. Dan tentu saja kalimat terakhir dari laki-laki itu membuat Ethan semakin mengepalkan tangannya.

"I love you Daby, i love you."

Begitu suara laki-laki di dalam sana, dan di sambut jawaban Daby dengan kalimat yang sama. Dan ...

Braakk!!

Pintu di dorong oleh Ethan, keduanya terkejut. Masih dengan tubuh telanjang, Daby menutupi tubuhnya dengan selimut. Jhonson pun terkejut, mereka semua terkejut karena Ethan datang tiba-tiba dan masuk ke dalam kamar Daby. Sialnya lagi dia memergoki keduanya sedang berhubungan di kamar.

"Kupikir kalian adalah orang-orang baik yang aku percaya selama ini. Ternyata ini balasan kalian padaku?" tanya Ethan dengan wajah memarah karena marah.

"Ethan, maafkan aku." kata Jhonson.

"Cukup! Jadi kamu menolak tidur denganku karena kamu sudah jadi kekasihnya?!" tanya Ethan pada Daby.

"Maaf Ethan, aku mencintai Jhonson. Dia tidak bersalah, dia sudah menolaknya tapi aku yang memaksa karena aku mencintai dia." kata Daby.

"Heh! Mencintai. Seharusnya kamu katakan padaku kalau sudah tidak mencintaiku lagi. Kenapa main di belakangku?!"

"Ethan, aku yang salah. Aku seharusnya menolaknya, tapi dia mencintaiku. Dan aku juga mencintainya. Aku yang salah Ethan, aku tidak menolaknya. Maafkan aku." kata Jhonson lagi.

"Apa? Hahah! Lucu sekali kalian. Kenapa kalian tidak mengatakannya padaku?! Bahkan kalian datang ke negaraku berdua dan pulang juga sangat terburu-buru?! Seharusnya kalian mengatakannya padaku di sana, agar aku tidak usah datang lagi kemari melihat kalian bercinta di depanku?! Apa itu yang kalian mau, aku melihat kalian bercumbu?!" ucap Ethan dengan mata yang tajam menusuk pada Jhonson.

Jhonson terdiam, dia merasa bersalah karena mencintai bahkan kini meniduri kekasihnya. Dia pun bangkit dari ranjang Daby, dengan memakai selimut karena Daby sudah memakai baju tipisnya.

"Ethan, maafkan aku." kata Jhonson lagi.

"Aku tahu sekarang, kalian tidak mengatakannya padaku karena kafe itu? Kamu bilang Daby menanam saham di kafe itu, agar kafe itu jadi milik kalian?!"

"Ethan, aku ingin bicara awalnya setelah kamu memberitahuku akan datang kemari. Tapi ..."

"Bulshiit! Kalian memang cocok jadi penghianat!" ucap Ethan.

Dia membanting buket bunga mawarnya, lalu pergi keluar dari kamar dan pergi keluar dari apartemen Daby. Dia tidak menyangka dengan kejutan yang di berikan sahabat dan juga kekasihnya itu.

Ethan masuk lift, di dalam lift dia termenung kemudian dia pun berteriak kencang dan memukul dinding lift beberapa kali. Merasa marah karena di hianati oleh dua orang terdekat sekalihus.

"Aaaargh! Brengsek! Sialan!" umpat Ethan dengan memukul beberapa kali dinding lift.

Tak lama lift terbuka, dia keluar dengan tergesa. Pikirannya kacau sekali pagi ini. Perutnya yang lapar membuat dia jadi semakin kacau. Ethan menyetop taksi, sekarang entah kemana tujuannya. Di dalam taksi, Ethan terus mengumpat sahabat dan kekasihnya itu.

"Benar-benar kedua orang itu. Sejak kapan mereka seperti itu? Pantas saja ketika di Indonesia Deby selalu melirik terus ke arah Jhonson. Jadi dia sudah ada hubungan, bahkan mereka pun pulang dengan terburu-buru. Sialan kalian semua!" ucap Ethan masih mengumpat di dalam taksi.

Hingga supir taksi pun melirik padanya karena terlihat sedang marah.

_

_

**********************

Terpopuler

Comments

Aidah Djafar

Aidah Djafar

heeeem akhirnya perselingkuhan di tonton sendiri sama c Ethan 🤦😁😁😁
sah

pager makan taneman wkwkwkwk

2023-09-20

0

Komang Diani

Komang Diani

khasian banget ethan dihianati sama pacar dan sahabat nya sendiri...
sakit tu disini

2023-03-25

1

Dewi Purwanti

Dewi Purwanti

duuh kasihan BANGET sech di kibulin pacar dan sahabat sendiri Tan 😁😁 jauh-jauh ke Inggris hanya untuk menonton pacar main kuda-kudaan 😜

2023-02-27

0

lihat semua
Episodes
1 01. Kedatangan Ethan
2 02. Peralihan Pimpinan
3 03. Tugas Baru jadi Bos Baru
4 04. Di Kerjai
5 05. Datang Ke Rumah Pak Wijaya
6 06. Jadi Asisten Pribadi
7 07. Mengantar Pulang
8 08. Menjemput Riana
9 09. Di Apartemen
10 10. Sahabat Dan Pacar
11 11. Makan Di Pinggir Jalan
12 12. Mengajak Ke Rumah
13 13. Pembicaraan Di Meja Makan
14 14. Riana Kesal
15 15. Memarahi Sang Boss
16 16. Di Pesawat
17 17. Kejutan Dari Sahabat Dan Kekasih
18 18. Hubungan Yang Retak
19 19. Nasehat Penumpang Pesawat
20 20. Cerita Pak Wijaya
21 21. Mode Dingin
22 22. Meminta Maaf
23 23. Ngambek
24 24. Meminta Cuti
25 25. Bertemu Natasya
26 26. Nomor Kontak
27 27. Izin Cuti
28 28. Pulang
29 29. Ribut Masalah Dukun Parjo
30 30. Cerita Marni
31 31. Menyentuh Hati Ibu
32 32. Menculik Riana
33 33. Syukurlah Datang
34 34. Bisik-Bisik Tetangga
35 35. Tidak Tahan
36 36. Tentang Hati
37 37. Surat Perjanjian
38 38. Jadi Asisten Lagi
39 39. Kolornya
40 40. Membuat Cemburu
41 41. Di Mobil
42 42. Parfum
43 43. Menghilangnya Sang Bos
44 44. Galau
45 45. Melihatmu
46 46. Besok Menikah
47 47. Tidak Jadi Marah
48 48. Isi Kolor
49 49. MP +
50 50. Rumah Baru
51 51. Natasya Ke Kantor
52 52. Image
53 53. Seretaris Itu, Istriku
54 54. Bertemu Pak Rudy
55 55. Kunjungan Sahabat
56 56. Masalah Daby
57 57. Gaya Baru
58 58. Menjemput Di Stasiun
59 59. Gaya Nungg!n9
60 60. Pertemuan Tak Terduga
61 61. Hantu Gentayangan
62 62. Tamu
63 63. Drama In Dosiar
64 64. Enam Belas Tahun Lalu
65 65. Sepasang Suami Istri
66 66. Cerita Bu Naimah
67 67. Meminta Sampel
68 68. Semoga Kabar Baik
69 69. Hasilnya
70 70. DNA Yang Cocok
71 71. Keakraban Riana Dan Bu Naimah
72 72. Melahirkan
73 73. Emir Syahban Wijaya
74 74. Kegelisahan Riana
75 75. Apa? Menikah?!
76 76. Ekspart 1
77 77. Ekspart 2
78 78. Ekspart 3
Episodes

Updated 78 Episodes

1
01. Kedatangan Ethan
2
02. Peralihan Pimpinan
3
03. Tugas Baru jadi Bos Baru
4
04. Di Kerjai
5
05. Datang Ke Rumah Pak Wijaya
6
06. Jadi Asisten Pribadi
7
07. Mengantar Pulang
8
08. Menjemput Riana
9
09. Di Apartemen
10
10. Sahabat Dan Pacar
11
11. Makan Di Pinggir Jalan
12
12. Mengajak Ke Rumah
13
13. Pembicaraan Di Meja Makan
14
14. Riana Kesal
15
15. Memarahi Sang Boss
16
16. Di Pesawat
17
17. Kejutan Dari Sahabat Dan Kekasih
18
18. Hubungan Yang Retak
19
19. Nasehat Penumpang Pesawat
20
20. Cerita Pak Wijaya
21
21. Mode Dingin
22
22. Meminta Maaf
23
23. Ngambek
24
24. Meminta Cuti
25
25. Bertemu Natasya
26
26. Nomor Kontak
27
27. Izin Cuti
28
28. Pulang
29
29. Ribut Masalah Dukun Parjo
30
30. Cerita Marni
31
31. Menyentuh Hati Ibu
32
32. Menculik Riana
33
33. Syukurlah Datang
34
34. Bisik-Bisik Tetangga
35
35. Tidak Tahan
36
36. Tentang Hati
37
37. Surat Perjanjian
38
38. Jadi Asisten Lagi
39
39. Kolornya
40
40. Membuat Cemburu
41
41. Di Mobil
42
42. Parfum
43
43. Menghilangnya Sang Bos
44
44. Galau
45
45. Melihatmu
46
46. Besok Menikah
47
47. Tidak Jadi Marah
48
48. Isi Kolor
49
49. MP +
50
50. Rumah Baru
51
51. Natasya Ke Kantor
52
52. Image
53
53. Seretaris Itu, Istriku
54
54. Bertemu Pak Rudy
55
55. Kunjungan Sahabat
56
56. Masalah Daby
57
57. Gaya Baru
58
58. Menjemput Di Stasiun
59
59. Gaya Nungg!n9
60
60. Pertemuan Tak Terduga
61
61. Hantu Gentayangan
62
62. Tamu
63
63. Drama In Dosiar
64
64. Enam Belas Tahun Lalu
65
65. Sepasang Suami Istri
66
66. Cerita Bu Naimah
67
67. Meminta Sampel
68
68. Semoga Kabar Baik
69
69. Hasilnya
70
70. DNA Yang Cocok
71
71. Keakraban Riana Dan Bu Naimah
72
72. Melahirkan
73
73. Emir Syahban Wijaya
74
74. Kegelisahan Riana
75
75. Apa? Menikah?!
76
76. Ekspart 1
77
77. Ekspart 2
78
78. Ekspart 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!