15. Memarahi Sang Boss

Riana masuk setelah dia mendapat izin oleh satpam penjaga unit apartemen itu. Karena memang Riana sudah biasa datang ke apartemen Ethan dan memang di izinkan oleh Ethan untuk masuk ke dalam apartemennya tanpa harus izin lagi padanya.

Riana dengan langkah tergesa terus mengumpat dan menggerutu masalah Ethan itu. Dia sampai di depan pintu, berniat memencet bel lebih dulu. Dia pencet beberapa kali, tapi tidak terdengar langkah kaki menuju pintu. Sekali lagi dia memencet dengan sabar, tapi tetap tidak ada pintu di buka.

Akhirnya dia memencet pin di atas handle pintu, dia memencet dengan cepat dan akhirnya terbuka. Riana melangkah masuk ke dalam apartemen Ethan, masih suasana sepi di apartemen itu. Dia mengetuk pintu kamar Ethan, tak ada jawaban.

Tok tok tok.

"Pak Ethan, apa anda masih tidur?!" teriak Riana di balik pintu.

Tak ada jawaban, kembali Riana mengetuk pintu. Tetapi masih tidak ada jawaban juga.

"Pak Ethan! Anda harus ke kantor sekarang!" teriak Riana lagi.

Dia ragu mau masuk ke dalam kamar bosnya itu, apakah etis jika masuk ke dalam kamar laki-laki. Sedangkan dia sudah bukan asisten pribadi Ethan lagi. Namun akhirnya dia memutuskan untuk mencoba masuk, melirik jam di tangannya sudah pukul sembilan lebih.

Ceklek!

Tampak berdiri Ethan yang rapi, tapi bukan untuk pergi ke kantor. Melainkan dia seperti mau pergi jauh, karena tangannya memegang koper. Riana diam, dia melihat bosnya seperti biasa saja, bahkan dia tidak mempedulikan Riana yang berdiri di depannya.

"Pak Ethan mau kemana?" tanya Riana.

"Aku tidak masuk kantor hari ini, tolong kamu tangani semuanya selama aku pergi ke Inggris." kata Ethan.

"Apa?!"

"Jangan berisik. Kamu boleh pergi dari apartemenku dan temui pak Sandy, katakan padanya bisa buat kontrak baru lagi. Aku kurang suka dia membuat kesepakatan tapi tidak banyak menguntungkan perusahaan." kata Ethan.

Dia berjalan keluar dari kamar, di ikuti Riana yang bingung dengan semuanya. Sejak dari kantor dia sudah kesal pada bosnya itu, kemudian dia menarik lengan Ethan dengan kasar.

"Pak Ethan! Anda jangan seenaknya saja dengan masalah kantor. Pak Sandy sudah dua kali datang tapi tidak bertemu dengan anda. Juga ada klien penting lagi hari ini yang harus di temui dan rapat dengannya. Apa tidak menunggu sehari saja untuk menunda keberangkatan anda ke Inggris? Apa begitu penting masalah pacar sehingga anda seperti orang yang tidak tahu aturan masalah pekerjaan?!" ucap Riana yang semakin geram dengan tingkah bosnya itu.

"Riana! Jangan mengajariku masalah pekerjaan! Perusahaan bukan tanggung jawabku, itu hanya papaku saja yang memaksaku untuk mengurusnya. Dan kamu jangan sekali-kali membicarakan soal pacar denganku. Apa kamu tidak tahu, pacar itu adalah bagian dari hidup. Apa lagi pacar yang akan menjadi istriku nanti! Jadi, jangan sekali-kali menceramahiku masalah pacar jika kamu sendiri tidak tahu bagaimana bahagianya memiliki seorang pacar!" teriak Ethan marah pada Riana.

Dia menatap tajam pada Riana, begitu juga dengannya. Riana berani memarahi bosnya itu karena dia sudah kesal sekali dengan Ethan yang seenaknya saja.

"Aku memang tidak tahu, tapi setidaknya anda punya rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda selama beberapa hari ini. Di mana rasa tanggung jawab anda dan rasa kewajiban sebagai bos yang harus memenuhi semua tugasnya?!" kata Riana lagi dengan menatap tajam pula.

"Jangan menceramahiku Riana! Aku ke Inggris hanya tiga hari. Setelah itu aku akan pulang lagi dengan pekerjaan yang sudah tentu akan aku selesaikan sampai delapan bulan ke depan! Karena setelahnya, aku akan keluar lagi dari perusahaan itu!" kata Ethan lagi.

Riana mendengus kasar, Ethan pun melangkah keluar dari apartemennya. Tapi dia pun berbalik menatap dingin pada Riana.

"Tutup pintunya dan kunci, setelah aku pulang kamu tidak usah datang lagi mengingatkanku tentang tanggung jawab dalam bekerja atau membangunkanku dari tidurku." kata Ethan lagi.

Dia melangkah pergi meninggalkan Riana yang masih marah padanya. Menangkup wajahnya dengan kedua tangannya, kemudian berteriak keras.

"Aaargh! Laki-laki tidak tahu diri!" umpat Riana.

Dia terduduk di lantai karena geram sekali pada bos yang seenaknya saja. Berpikir bagaimana agar semuanya lancar dan dia tidak di marahi lagi oleh klien yang sudah beberapa kali ingin bertemu Ethan.

Ancamannya adalah kerja sama akan di batalkan, sedangkan kerja sama proyek tersebut adalah proyek besar. Sehingga dia berusaha mengingatkan Ethan, tapi malah seperti itu jadinya.

Riana pun bangkit, dia mengambil ponselnya dan ingat kalau ada bos sebelumnya. Dia menelepon pak Wijaya agar bisa menggantikan Ethan yang pergi seenaknya saja.

Tuuut.

Tersambung, tapi belum di jawab. Riana menunggu dengan gelisah, menghubungi pak Wijaya dan memintanya datang untuk menggantikan anaknya bertemu dengan pak Sandy dan klien lain hari ini adalah solusi yang tepat.

"Halo?"

"Ya Riana. Ada apa?" tanya pak Wijaya di seberang sana.

"Maaf pak Wijaya, apa bapak bisa datang ke kantor menggantikan pak Ethan?" tanya Riana.

"Ada apa dengan Ethan? Apa dia tidak masuk kantor?" tanya pak Wijaya lagi.

"Emm, iya pak. Saya ada di apartemen pak Ethan, tapi pak Ethan tidak ada di apartemennnya. Mungkin dia sedang pergi kemana, saya tidak tahu." kata Riana berbohong.

Setidaknya agar pak Wijaya bisa mengatasi masalahnya. Dia berharap pak Wijaya tidak banyak berpikir, jika bertanya ada apa. Maka dia akan jelaskan nanti setelah semuanya beres masalah di kantor dan klien itu.

"Baiklah, saya akan datang ke kantor." kata pak Wijaya lagi tanpa bertanya apa pun tentang Ethan.

"Terima kasih pak, saya akan tiba di kantor sepuluh menit lagi. Karena pak Sandy akan datang jam sebelas siang sebelum waktu makan siang tiba." kata Riana.

"Ya, baiklah. Jangan tegang Riana, semua akan baik-baik saja." kata pak Wijaya.

"Iya pak. Terima kasih, dan maaf saya mengganggu pak Wijaya di rumah."

"Tidak masalah, Riana." kata pak Wijaya lagi.

Klik!

Riana menutup sambungan teleponnya. Dia pun lega karena pak Wijaya bisa datang ke kantor untuk menyelesaikan masalah di sana, dia segera keluar dari apartemen Ethan itu. Segera kembali ke kantor sebelum pak Wijaya datang, dia langsung memesan ojek online agar bisa jalan dengan cepat dan mendahului kendaraan lain.

_

_

*********************

Terpopuler

Comments

Aidah Djafar

Aidah Djafar

moga aja sampai Inggris c Ethan liat dngn sendirinya perselingkuhan kekasih dan sahabatnya 🤔

2023-09-20

0

Adiba

Adiba

mangga cuuuz ke Inggris biar lo tau seperti apa pacar yg selama ini lo bangga"in tp nnti jangan bundir ya karena kecewa 😁😜,semangat ya Riana demi tanggung jawab kerjaan tiap hari rela makan hati, jangan lupa selalu minum obat biar ga kena kolesterol tinggi 😅😅😅...ttp semangat 💪 lanjut thor 🌷🌷😍😍😘😘

2023-02-17

1

Eneng Ersha

Eneng Ersha

pasti menyesal s ethan dia jauh2 nyusul ke LN demi rindu pd pacarnya eh semoga aja di suguhi pemandangan yg menyakitkn dn menyaksikan perselingkuhan mereka berdua biar s ethan tau rasa dn kecewa dn meninggalkn mereka blk lg ke tanah air dngn sakit hatinya yg tdk bisa terobati 🤣🤣🤣 jahat bngt akoh 🤭🤭🤭

2023-02-17

2

lihat semua
Episodes
1 01. Kedatangan Ethan
2 02. Peralihan Pimpinan
3 03. Tugas Baru jadi Bos Baru
4 04. Di Kerjai
5 05. Datang Ke Rumah Pak Wijaya
6 06. Jadi Asisten Pribadi
7 07. Mengantar Pulang
8 08. Menjemput Riana
9 09. Di Apartemen
10 10. Sahabat Dan Pacar
11 11. Makan Di Pinggir Jalan
12 12. Mengajak Ke Rumah
13 13. Pembicaraan Di Meja Makan
14 14. Riana Kesal
15 15. Memarahi Sang Boss
16 16. Di Pesawat
17 17. Kejutan Dari Sahabat Dan Kekasih
18 18. Hubungan Yang Retak
19 19. Nasehat Penumpang Pesawat
20 20. Cerita Pak Wijaya
21 21. Mode Dingin
22 22. Meminta Maaf
23 23. Ngambek
24 24. Meminta Cuti
25 25. Bertemu Natasya
26 26. Nomor Kontak
27 27. Izin Cuti
28 28. Pulang
29 29. Ribut Masalah Dukun Parjo
30 30. Cerita Marni
31 31. Menyentuh Hati Ibu
32 32. Menculik Riana
33 33. Syukurlah Datang
34 34. Bisik-Bisik Tetangga
35 35. Tidak Tahan
36 36. Tentang Hati
37 37. Surat Perjanjian
38 38. Jadi Asisten Lagi
39 39. Kolornya
40 40. Membuat Cemburu
41 41. Di Mobil
42 42. Parfum
43 43. Menghilangnya Sang Bos
44 44. Galau
45 45. Melihatmu
46 46. Besok Menikah
47 47. Tidak Jadi Marah
48 48. Isi Kolor
49 49. MP +
50 50. Rumah Baru
51 51. Natasya Ke Kantor
52 52. Image
53 53. Seretaris Itu, Istriku
54 54. Bertemu Pak Rudy
55 55. Kunjungan Sahabat
56 56. Masalah Daby
57 57. Gaya Baru
58 58. Menjemput Di Stasiun
59 59. Gaya Nungg!n9
60 60. Pertemuan Tak Terduga
61 61. Hantu Gentayangan
62 62. Tamu
63 63. Drama In Dosiar
64 64. Enam Belas Tahun Lalu
65 65. Sepasang Suami Istri
66 66. Cerita Bu Naimah
67 67. Meminta Sampel
68 68. Semoga Kabar Baik
69 69. Hasilnya
70 70. DNA Yang Cocok
71 71. Keakraban Riana Dan Bu Naimah
72 72. Melahirkan
73 73. Emir Syahban Wijaya
74 74. Kegelisahan Riana
75 75. Apa? Menikah?!
76 76. Ekspart 1
77 77. Ekspart 2
78 78. Ekspart 3
Episodes

Updated 78 Episodes

1
01. Kedatangan Ethan
2
02. Peralihan Pimpinan
3
03. Tugas Baru jadi Bos Baru
4
04. Di Kerjai
5
05. Datang Ke Rumah Pak Wijaya
6
06. Jadi Asisten Pribadi
7
07. Mengantar Pulang
8
08. Menjemput Riana
9
09. Di Apartemen
10
10. Sahabat Dan Pacar
11
11. Makan Di Pinggir Jalan
12
12. Mengajak Ke Rumah
13
13. Pembicaraan Di Meja Makan
14
14. Riana Kesal
15
15. Memarahi Sang Boss
16
16. Di Pesawat
17
17. Kejutan Dari Sahabat Dan Kekasih
18
18. Hubungan Yang Retak
19
19. Nasehat Penumpang Pesawat
20
20. Cerita Pak Wijaya
21
21. Mode Dingin
22
22. Meminta Maaf
23
23. Ngambek
24
24. Meminta Cuti
25
25. Bertemu Natasya
26
26. Nomor Kontak
27
27. Izin Cuti
28
28. Pulang
29
29. Ribut Masalah Dukun Parjo
30
30. Cerita Marni
31
31. Menyentuh Hati Ibu
32
32. Menculik Riana
33
33. Syukurlah Datang
34
34. Bisik-Bisik Tetangga
35
35. Tidak Tahan
36
36. Tentang Hati
37
37. Surat Perjanjian
38
38. Jadi Asisten Lagi
39
39. Kolornya
40
40. Membuat Cemburu
41
41. Di Mobil
42
42. Parfum
43
43. Menghilangnya Sang Bos
44
44. Galau
45
45. Melihatmu
46
46. Besok Menikah
47
47. Tidak Jadi Marah
48
48. Isi Kolor
49
49. MP +
50
50. Rumah Baru
51
51. Natasya Ke Kantor
52
52. Image
53
53. Seretaris Itu, Istriku
54
54. Bertemu Pak Rudy
55
55. Kunjungan Sahabat
56
56. Masalah Daby
57
57. Gaya Baru
58
58. Menjemput Di Stasiun
59
59. Gaya Nungg!n9
60
60. Pertemuan Tak Terduga
61
61. Hantu Gentayangan
62
62. Tamu
63
63. Drama In Dosiar
64
64. Enam Belas Tahun Lalu
65
65. Sepasang Suami Istri
66
66. Cerita Bu Naimah
67
67. Meminta Sampel
68
68. Semoga Kabar Baik
69
69. Hasilnya
70
70. DNA Yang Cocok
71
71. Keakraban Riana Dan Bu Naimah
72
72. Melahirkan
73
73. Emir Syahban Wijaya
74
74. Kegelisahan Riana
75
75. Apa? Menikah?!
76
76. Ekspart 1
77
77. Ekspart 2
78
78. Ekspart 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!