04. Di Kerjai

"Harus di cat juga pak?" tanya Riana.

"Ya. Hari ini juga." jawab Ethan.

"Tapi ...."

"Tidak ada pekerjaan atau bertemu klien kan hari ini?" tanya Ethan.

"Iya sih, tapi kalau mengecat akan butuh waktu lama juga pak." kata Riana.

"Kerjakan saja. Panggil OBl lagi." kata Ethan.

"Pak Ethan, sebenarnya anda mau bekerja kantoran atau kerja bangunan?" tanya Riana memberanikan diri.

"Kamu tanya?"

"Ya kan, kalau mengecat itu semua harus di beresi lagi. Di tutupi barang-barang dan berkas agar tidak tertimpa cat yang jatuh. Atau bapak sengaja membuat pekerjaan saya jadi sulit?" tanya Riana lagi.

"Cuih! Kamu itu ya. Ya sudah lain kali saja di catnya." kata Ethan.

Riana diam, dia merasa lega akhirnya Ethan mau mengalah. Bukan pekerjaan mengecat yang harus di urusi, tapi seluruh karyawan di perusahaan ini. Semuanya apakah bekerja dengan baik, atau mereka hanya mau bekerja di saat waktu mau gajian saja.

Karena banyak sekali Riana menemukan karyawan seperti itu di kantor, pada akhirnya dia harus mengawasi secara diam-diam dan memberi tugas tambahan pada mereka jika memang terlihat seperti itu.

Makanya Riana sering di sebut sekretaris yang kaku dan selalu sesuai aturan kantor jika bekerja.

"Ini sudah jam makan siang pak. Setelah makan siang nanti, kita harus bertemu dengan klien." kata Riana mengingatkan jadwal baru Ethan sebagai bos baru.

"Hemm, apa bisa di undur lagi?" tanya Ethan.

Dia duduk di kursi dan memeriksa berkas yang tadi di sodorkan Riana.

"Kenapa harus di undur?" tanya Riana.

"Karena aku harus ke bandara menjemput sahabatku." jawab Ethan.

Riana diam, dia lalu melihat ipadnya mencoba mencocokkan waktu agar bisa di undur jadwal bertemu dengan klien.

"Bisa pak, tapi besok pagi harus bertemu dengan klien itu. Soalnya jadwal lima hari ke depan sudah padat untuk bapak." kata Riana.

"Bacakan jadwalku lima hari ke depan." kata Ethan.

Riana lalu membacakan jadwal Ethan dengan serangkaian kegiatan. Ethan memperhatikan Riana yang sedang membacakan jadwalnya itu. Tangannya di miringkan di kepalanya, kursi di putar-putar ke kanan ke kiri.

"Itu jadwal bapak selama lima hari ini. Dan hari Sabtu malam ada acara pesta di gedung, peresmian hotel milik tuan Takur." kata Riana.

"Apa aku harus datang?" tanya Ethan.

"Ya pak, papa anda menanam saham di hotel tuan Takur. Jadi anda harus datang sebagai perwakilan perusahaan." kata Riana lagi.

"Kamu ikut?" tanya Ethan lagi.

"Jika anda mengajak yang lain, tidak masalah. Saya tidak ikut." kata Riana.

"Emm, yang tahu semuanya itu kamu. Jadi kamu harus ikut denganku di pesta itu." kata Ethan lagi.

Riana diam, dia kembali membereskan lagi berkas yang sudah di periksa Ethan. Setelah semua beres, dia pun berpamitan keluar dari ruangan bosnya.

_

Hari ini Riana berangkat lebih pagi dari biasanya. Meski kemarin sebenarnya dia tidak terlambat, tapi Ethan yang datang lebih pagi. Jadi sekarang dia sudah ada di kantor sebelum bosnya datang.

Benar saja, Ethan belum datang ketika Riana datang. Dia senang karena lebih dulu sampai di kantor, jadi tidak ada yang harus di omeli.

Pukul tujuh tepat Riana sampai, dia merapikan meja kerja bosnya dan semuanya dia bersihkan. Meski pekerjaan OB yang harus di lakukan, tetapi dia lebih senang pekerjaannya sendiri agar tahu di mana letak setiap barang dan benda itu. Lagi pula, dulu pak Wijaya yang meminta Riana merapikan semuanya, tentu menyuruh pegawai lain.

Hingga pukul delapan lebih, Ethan belum juga datang. Riana mengerutkan dahinya, kenapa Ethan belum datang ke kantor?

Akhirnya dia menghubungi bosnya itu yang kemarin dia minta nomor ponselnya. Itu pun dia memaksa meminta nomor ponsel Ethan.

Tuuuut.

Tersambung tapi belum di jawab. Riana masih sabar, dia terus menghubungi Ethan.

Tuuuut.

Masih belum di jawab meski sambungan telepon aktif.

"Kemana pak Ethan ini, kenapa jam delapan belum datang? Padahal kemarin jam tujuh sudah ada di kantor." gumam Riana.

Riana mencoba lagi, dan kali ini di jawab oleh Ethan.

"Hei! Siapa yang mengganggu tidurku?!" teriak Ethan di seberang sana.

Riana kaget, dia pun melihat ponselnya lama. Kemudian dia menjawab pertanyaan Ethan.

"Pak Ethan masuk kantor hari ini, ada rapat dadakan dengan klien. Kemarin saya sudah bilang sama pak Ethan." kata Riana menjelaskan pada bosnya.

"Apa?!"

"Ya, pak Ethan hari ini harus ke kantor!"

"Hei! Kamu siapa?!"

"Haish! Ini bos kenapa jadi lupa begini sih. Baru juga sehari jadi bos di kantor, dengan gaya bosnya menyuruh seenaknya saja. Sekarang malah masih tidur di rumahnya." ucap Riana menggerutu di telepon.

"Riana!"

"Iya pak?!"

"Kamu datang ke apartemenku sekarang!"

"Apa?!"

"Aku tunggu kamu sekarang!"

Klik!

Riana menatap tajam pada ponselnya. Dia benar-benar kesal sekali pada Ethan. Mendengus kasar, lalu dia mengambil tasnya. Dia akan memarahi anak pak Wijaya itu, dia pikir seenaknya saja jadi bos. Harus menuruti perintahnya itu memang benar, tapi jika membatalkan pertemuan lagi dengan klien dia sendiri yang akan susah.

"Baru jadi bos sehari. Sekarang sudah aneh aja kelakuannya. Dari kemarin aku curiga dia akan mengerjaiku." ucap Riana di dalam liftnya.

"Kenapa pak Wijaya punya anak seperti itu, apa aku memang harus menikah saja jadi istri kedua pak Wijaya sesuai prasangkanya padaku. Kalau aku ada main dengan papanya." ucap Riana dengan kesalnya.

Lift sampai di lantai dasar, dia langsung menuju lobi dan segera meminta supir kantor mengantarnya ke rumah paj Wijaya.

"Pak Mun, antarkan saya ke rumah pak Wijaya." kata Riana supir khusus mengantarkan siapa saja yang di tugaskan pergi kemana pun.

"Ke rumah pak Wijaya? Mau apa mbak?" tanya pak Mun.

"Menjemput bos sombong dan pemalas itu." kata Riana.

"Oh, pak Ethan ya?"

"Iya. Siapa lagi."

"Tapi tadi saya lihat paj Ethan masuk lift mbak." kata pak Mun.

"Hei, pak Mun jangaj bercanda."

"Saya tidak bercanda mbak. Malah tuh yang tugas di lobi pada lihatin pak Ethan jalan, mereka ada yang bisik-bisik juga." kata pak Mun lagi.

Riana diam, dia menatap tajam pada pak Mun. Tapi akhirnya dia pun berbalik dan segera masuk lift lagi. Hatinya benar-benar kesal sekali. Kemarin dia di suruh merombak ruang kantornya, sekarang malah di kerjai kalau dirinya harus datang ke rumahnya.

Sampai di gedung di mana ruangan bosnya berada, Riana pun langsung keluar dan segera menuju ruangan Ethan. Dia menarik nafas panjang kemudian menarik handle pintu. Dia masuk ke dalam, tampak Ethan duduk dengan santai dan tenang sambil membaca berkas di tangannya.

"Duduk Riana." kata Ethan tanpa merasa bersalah.

Riana menatap tajam pada Ethan, dia baru kali ini di permainkan oleh bosnya. Memang rencananya dengan pak Wijaya agar Ethan bisa betah di Indonesia dan tidak kembali lagi. Tapi kenapa dia sendiri yang justru di kerjai oleh Ethan.

"Riana, apa kamu dengar?" tanya Ethan menatap Riana.

"Bos gila!"

_

_

*******************

Terpopuler

Comments

Aidah Djafar

Aidah Djafar

🤦 Riana di suru pak Wijaya bisa buat Ethan betah kerja 👌🤦 hadeeeh yg ada Riana yg ngk betah kerja sama Ethan 🤦
tegasin Riana biar ngk seenaknya aja c Ethan 🤔🤦😠

2023-09-20

1

꧁༒☬SCORPIO☬༒꧂

꧁༒☬SCORPIO☬༒꧂

Sabar ya Riana

Cemungut Author........

2023-02-20

0

EL Banjarii

EL Banjarii

😄🤣🤣 Ayo Riana tunjukkan pesonamu

2023-02-16

0

lihat semua
Episodes
1 01. Kedatangan Ethan
2 02. Peralihan Pimpinan
3 03. Tugas Baru jadi Bos Baru
4 04. Di Kerjai
5 05. Datang Ke Rumah Pak Wijaya
6 06. Jadi Asisten Pribadi
7 07. Mengantar Pulang
8 08. Menjemput Riana
9 09. Di Apartemen
10 10. Sahabat Dan Pacar
11 11. Makan Di Pinggir Jalan
12 12. Mengajak Ke Rumah
13 13. Pembicaraan Di Meja Makan
14 14. Riana Kesal
15 15. Memarahi Sang Boss
16 16. Di Pesawat
17 17. Kejutan Dari Sahabat Dan Kekasih
18 18. Hubungan Yang Retak
19 19. Nasehat Penumpang Pesawat
20 20. Cerita Pak Wijaya
21 21. Mode Dingin
22 22. Meminta Maaf
23 23. Ngambek
24 24. Meminta Cuti
25 25. Bertemu Natasya
26 26. Nomor Kontak
27 27. Izin Cuti
28 28. Pulang
29 29. Ribut Masalah Dukun Parjo
30 30. Cerita Marni
31 31. Menyentuh Hati Ibu
32 32. Menculik Riana
33 33. Syukurlah Datang
34 34. Bisik-Bisik Tetangga
35 35. Tidak Tahan
36 36. Tentang Hati
37 37. Surat Perjanjian
38 38. Jadi Asisten Lagi
39 39. Kolornya
40 40. Membuat Cemburu
41 41. Di Mobil
42 42. Parfum
43 43. Menghilangnya Sang Bos
44 44. Galau
45 45. Melihatmu
46 46. Besok Menikah
47 47. Tidak Jadi Marah
48 48. Isi Kolor
49 49. MP +
50 50. Rumah Baru
51 51. Natasya Ke Kantor
52 52. Image
53 53. Seretaris Itu, Istriku
54 54. Bertemu Pak Rudy
55 55. Kunjungan Sahabat
56 56. Masalah Daby
57 57. Gaya Baru
58 58. Menjemput Di Stasiun
59 59. Gaya Nungg!n9
60 60. Pertemuan Tak Terduga
61 61. Hantu Gentayangan
62 62. Tamu
63 63. Drama In Dosiar
64 64. Enam Belas Tahun Lalu
65 65. Sepasang Suami Istri
66 66. Cerita Bu Naimah
67 67. Meminta Sampel
68 68. Semoga Kabar Baik
69 69. Hasilnya
70 70. DNA Yang Cocok
71 71. Keakraban Riana Dan Bu Naimah
72 72. Melahirkan
73 73. Emir Syahban Wijaya
74 74. Kegelisahan Riana
75 75. Apa? Menikah?!
76 76. Ekspart 1
77 77. Ekspart 2
78 78. Ekspart 3
Episodes

Updated 78 Episodes

1
01. Kedatangan Ethan
2
02. Peralihan Pimpinan
3
03. Tugas Baru jadi Bos Baru
4
04. Di Kerjai
5
05. Datang Ke Rumah Pak Wijaya
6
06. Jadi Asisten Pribadi
7
07. Mengantar Pulang
8
08. Menjemput Riana
9
09. Di Apartemen
10
10. Sahabat Dan Pacar
11
11. Makan Di Pinggir Jalan
12
12. Mengajak Ke Rumah
13
13. Pembicaraan Di Meja Makan
14
14. Riana Kesal
15
15. Memarahi Sang Boss
16
16. Di Pesawat
17
17. Kejutan Dari Sahabat Dan Kekasih
18
18. Hubungan Yang Retak
19
19. Nasehat Penumpang Pesawat
20
20. Cerita Pak Wijaya
21
21. Mode Dingin
22
22. Meminta Maaf
23
23. Ngambek
24
24. Meminta Cuti
25
25. Bertemu Natasya
26
26. Nomor Kontak
27
27. Izin Cuti
28
28. Pulang
29
29. Ribut Masalah Dukun Parjo
30
30. Cerita Marni
31
31. Menyentuh Hati Ibu
32
32. Menculik Riana
33
33. Syukurlah Datang
34
34. Bisik-Bisik Tetangga
35
35. Tidak Tahan
36
36. Tentang Hati
37
37. Surat Perjanjian
38
38. Jadi Asisten Lagi
39
39. Kolornya
40
40. Membuat Cemburu
41
41. Di Mobil
42
42. Parfum
43
43. Menghilangnya Sang Bos
44
44. Galau
45
45. Melihatmu
46
46. Besok Menikah
47
47. Tidak Jadi Marah
48
48. Isi Kolor
49
49. MP +
50
50. Rumah Baru
51
51. Natasya Ke Kantor
52
52. Image
53
53. Seretaris Itu, Istriku
54
54. Bertemu Pak Rudy
55
55. Kunjungan Sahabat
56
56. Masalah Daby
57
57. Gaya Baru
58
58. Menjemput Di Stasiun
59
59. Gaya Nungg!n9
60
60. Pertemuan Tak Terduga
61
61. Hantu Gentayangan
62
62. Tamu
63
63. Drama In Dosiar
64
64. Enam Belas Tahun Lalu
65
65. Sepasang Suami Istri
66
66. Cerita Bu Naimah
67
67. Meminta Sampel
68
68. Semoga Kabar Baik
69
69. Hasilnya
70
70. DNA Yang Cocok
71
71. Keakraban Riana Dan Bu Naimah
72
72. Melahirkan
73
73. Emir Syahban Wijaya
74
74. Kegelisahan Riana
75
75. Apa? Menikah?!
76
76. Ekspart 1
77
77. Ekspart 2
78
78. Ekspart 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!