13. Pembicaraan Di Meja Makan

Pak Wijaya, nyonya Hana, Ethan, Daby dan juga Jhonson duduk bersama di kursi meja. Menghadap hidangan yang sudah tersaji dengan lengkap. Tinggal pak Wijaya yang mempersilakan mereka makan.

Daby dan Jhonson belum berani menyentuh hidangan di depan mereka, membuat Ethan heran dengan keduanya masih diam belum menyentuh apa pun.

"Lho, kenapa kalian belum mengambil makanannya? Makanannya enak lho." kata Ethan.

"Oh ya, aku hanya bingung makannya." kata Daby masih canggung karena sikap pak wijaya sepertinya dingin sekali padanya.

"Makanlah, setelah ini kita dengarkan apa yang akan Ethan katakan nanti." kata pak Wijaya akhirnya mempersilakan keduanya makan.

Jhonson pun mengambil rendang dan sayur tumis. Meski dia tidak tahu makanan seperti apa itu, tapi dia mencoba mengambilnya. Dia melihat Ethan dan kedua orang tuanya makan dengan nasi dan mereka makan dengan lahap.

Daby memperhatikan apa yang di lakukan Jhonson, dia pun ikut mengambil apa yang di ambil oleh Jhonson. Pak Wijaya melirik apa yang di lakukan oleh Daby mengikuti Jhonson. Tapi dia diam saja, melanjutkan makannya.

Ethan menyelesaikan makannya, karena dia akan membicarakan rencananya di depan semuanya. Dia memulai dengan menatap kedua orang tuanya.

"Apa yang akan kamu bicarakan Ethan?" tanya pak Wijaya menyendokkan makanannya dan memasukkannya ke mulut.

"Papa tahu apa yang akan aku rencanakan. Emm, memang aku mau bicara sesuatu yang penting dengan kalian semua." kata Ethan menatap Daby.

"Apa itu sayang?" tanya nyonya Hana.

"Ma, pa. Rencananya tahun depan aku mau menikahi Daby, dan nantinya aku akan tinggal di Inggris dengannya. Di sana juga aku punya usaha yang harus di urus." kata Ethan.

"Uhuk! Uhuk!"

Jhonson terbatuk mendengar Ethan bicara seperti itu. Daby mengambil gelas di depannya dan meminumkannya pada Jhonson. Baik Ethan dan nyonya Hana hanya menatap apa yang di lakukan oleh Daby. Sedangkan pak Wijaya diam saja, laki-laki tua itu masih saja meneruskan makannya tanpa peduli semua menatap pada sahabat Ethan.

"Terus, perusahaan yang kamu pimpin bagaimana?" tanya pak Wijaya.

"Oh, aku kan sudah bilang sama papa. Aku hanya satu tahun saja bekerja di perusahaan, dan nanti akan kembali mengelola kafe di Inggris dengan Jhonson." kata Ethan.

"Kamu yakin dengan rencanamu itu?" tanya pak Wijaya.

"Yakin pa, aku ingin menikah. Lagi pula usiaku sudah cukup untuk menikah dan berumah tangga." kata Ethan lagi.

"Sebaiknya pikirkan lebih dulu, karena nantinya papa tidak yakin semuanya akan berjalan mulus sesuai rencanamu." kata pak Wijaya lagi.

"Maksud papa apa? Papa tidak mau merestui hubunganku dengan Daby?" tanya Ethan.

"Papa senang kamu punya rencana menikah. Tapi kamu yakin pacarmu itu akan mau menikah denganmu?" tanya pak Wijaya.

"Tentu saja dia mau pa, aku dan Daby saling mencintai. Kenapa papa meragukannya?" tanya Ethan heran.

"Sudahlah, papa malas membicarakan hal yang tidak kamu ketahui." kata pak Wijaya.

Ethan diam, dia mendengus kesal. Lalu menatap Daby dan Jhonson yang diam saja karena pembicaraannya dengan papanya tidak di mengerti oleh keduanya. Nyonya Hana menepuk tangannya di pundak Ethan.

"Sabar sayang, mungkin papa punya alasan dengan ucapannya itu." kata nyonya Hana.

"Alasan apa ma?" tanya Ethan.

"Mama tidak tahu. Sudahlah, ajak teman kalian untuk ke kebun belakang. Ajak mereka untuk melihat-lihat kebun hasil garapan papamu. Mungkin mereka tidak enak, mama lihat mereka berdua jadi serba salah lihat papa dan kamu berdebat kecil tadi." kata nyonya Hana.

Ethan diam, dia menatap Daby dan Jhonson secara bergantian.

"Apa yang kamu bicarakan dengan papamu, Ethan?" tanya Daby.

"Tidak penting sayang, jangan di pikirkan." kata Ethan.

"Tapi tadi kulihat papamu seperti tidak menyukaiku." kata Daby lagi.

"Mungkin papaku belum mengenalmu saja sayang. Ayo kita ke belakang, Jhonson juga kita ajak ke belakang. Kata mamaku kalian bisa melihat kebun yang di kerjakan papa. Mungkin di sana kita bisa memerik buah yang sudah ada." kata Ethan.

Dia merangkul Daby, Jhonson menyusul dari belakang. Dia sedang menerima telepon dari karyawannya di kafe, tampak serius dia bicara di telepon. Membuat Daby dan Ethan merasa penasaran.

"Ada apa?" tanya Ethan pada Jhonson.

"Manajer meneleponku, aku harus pulang ke Inggris malam ini juga." kata Jhonson.

"Memang ada apa di kafe?" tanya Ethan dan Daby berbarengan.

"Katanya dari pihak kepolisian ada sindikat mafia. Dan salah satu pelayan kafe ikut kelompok mafia itu, aku harus menjelaskan pada kepolisian tentang pelayan yang di tuduh itu." kata Jhonson.

"Kok begitu? Apa kamu tidak tahu?" tanya Ethan.

"Aku tidak tahu, makanya aku harus pulang malam ini ke Inggris untuk memastikan apakah itu benar atau tidak." kata Jhonson lagi.

"Ya sudah, maaf aku tidak bisa ikut denganmu menyelesaikan masalah di kafe Jhonson." kata Ethan.

"Tidak masalah, aku bisa menyelesaikannya kok." kata Jhonson.

"Apa aku juga harus kembali ke Inggris?" tanya Daby.

"Tidak sayang, kamu di sini dulu. Aku masih kangen sama kamu." kata Ethan memeluk Daby dari samping.

"Tapi apa lebih baik aku menemani Jhonson untuk menyelesaikan masalah di kafe? Sedangkan kamu tidak bisa datang kesana kan?" tanya Daby.

"Emm, iya sih. Ya sudah, nanti malam Jhonson yang berangkat lebih dulu. Kamu besok kembali ke Inggris, aku ingin menikmati kebersamaan denganmu sayang. Sudah dua bulan kan kita tidak bertemu, aku ingin menikmatinya denganmu." kata Ethan.

Daby diam, dia menatap Jhosnon. Seakaneminta persetujuan dari laki-laki itu. Dan Jhonson pun menunduk, seperti menyetujui permintaan Ethan.

"Daby sayang?"

"Oke, hanya sehari lagi aku di sini. Besok malam aku kembali." kata Daby.

"Thank you sayang. Cup." kata Ethan mencium pipu Daby.

Jhonson pun berpamitan ingin segera kembali ke hotel. Ethan mengantar Jhonson dengan Daby. Ketiganya pun pergi setelah berpamitan pada nyonya Hana dan pak Wijaya.

Pak Wijaya hanya diam saja, dia sedang berpikir bagaimana supaya anaknya itu sadar dengan kedekatan kekasihnya dengan sahabatnya itu.

"Ethan susah untuk di beritahu, aku harus membuat rencana agar dia menyadari kalau dua orang itu punya hubungan di belakangnya." kata pak Wijaya.

"Papa bicara apa?" tanya nyonya Hana.

"Papa miris sekali dengan Ethan ma." kata pak Wijaya pada istrinya.

"Miris kenapa?" tanya nyonya Hana lagi.

"Sudahlah, nanti Ethan sendiri yang bicara pada mama. Papa mau meneruskan pekerjaan dulu di kebun. Hari ini papa akan panen buah strobery." kata pak Wijaya.

"Oh ya? Mama ikut metik ya pa." kata nyonya Hana dengan senang.

"Ambil wadah keranjang dulu, papa akan mengambil gunting untuk memotong tangkai buahnya." kata pak Wijaya.

"Iya pa."

Nyonya Hana pun pergi ke dapur, sedangkan pak Wijaya menghubungi seseorang. Setelah selesai, dia pun pergi ke kebun belakang untuk memetik buah strobery yang sudah waktunya di petik.

_

_

******************

Terpopuler

Comments

Aidah Djafar

Aidah Djafar

jngn klamaan di ksih tau nya ke Ethan pak Wijaya tntg perselingkuhan Farhat Daby dan Jhonson 🤔

2023-09-20

0

Anonim

Anonim

papa Ethan sdh menyelidiki Daby dan Jhonson neeehhh pastinya 🤔🤔🤔

2023-03-11

1

꧁༒☬SCORPIO☬༒꧂

꧁༒☬SCORPIO☬༒꧂

Ethan maish buta oleh cinta

Cemungut Author........

2023-02-21

0

lihat semua
Episodes
1 01. Kedatangan Ethan
2 02. Peralihan Pimpinan
3 03. Tugas Baru jadi Bos Baru
4 04. Di Kerjai
5 05. Datang Ke Rumah Pak Wijaya
6 06. Jadi Asisten Pribadi
7 07. Mengantar Pulang
8 08. Menjemput Riana
9 09. Di Apartemen
10 10. Sahabat Dan Pacar
11 11. Makan Di Pinggir Jalan
12 12. Mengajak Ke Rumah
13 13. Pembicaraan Di Meja Makan
14 14. Riana Kesal
15 15. Memarahi Sang Boss
16 16. Di Pesawat
17 17. Kejutan Dari Sahabat Dan Kekasih
18 18. Hubungan Yang Retak
19 19. Nasehat Penumpang Pesawat
20 20. Cerita Pak Wijaya
21 21. Mode Dingin
22 22. Meminta Maaf
23 23. Ngambek
24 24. Meminta Cuti
25 25. Bertemu Natasya
26 26. Nomor Kontak
27 27. Izin Cuti
28 28. Pulang
29 29. Ribut Masalah Dukun Parjo
30 30. Cerita Marni
31 31. Menyentuh Hati Ibu
32 32. Menculik Riana
33 33. Syukurlah Datang
34 34. Bisik-Bisik Tetangga
35 35. Tidak Tahan
36 36. Tentang Hati
37 37. Surat Perjanjian
38 38. Jadi Asisten Lagi
39 39. Kolornya
40 40. Membuat Cemburu
41 41. Di Mobil
42 42. Parfum
43 43. Menghilangnya Sang Bos
44 44. Galau
45 45. Melihatmu
46 46. Besok Menikah
47 47. Tidak Jadi Marah
48 48. Isi Kolor
49 49. MP +
50 50. Rumah Baru
51 51. Natasya Ke Kantor
52 52. Image
53 53. Seretaris Itu, Istriku
54 54. Bertemu Pak Rudy
55 55. Kunjungan Sahabat
56 56. Masalah Daby
57 57. Gaya Baru
58 58. Menjemput Di Stasiun
59 59. Gaya Nungg!n9
60 60. Pertemuan Tak Terduga
61 61. Hantu Gentayangan
62 62. Tamu
63 63. Drama In Dosiar
64 64. Enam Belas Tahun Lalu
65 65. Sepasang Suami Istri
66 66. Cerita Bu Naimah
67 67. Meminta Sampel
68 68. Semoga Kabar Baik
69 69. Hasilnya
70 70. DNA Yang Cocok
71 71. Keakraban Riana Dan Bu Naimah
72 72. Melahirkan
73 73. Emir Syahban Wijaya
74 74. Kegelisahan Riana
75 75. Apa? Menikah?!
76 76. Ekspart 1
77 77. Ekspart 2
78 78. Ekspart 3
Episodes

Updated 78 Episodes

1
01. Kedatangan Ethan
2
02. Peralihan Pimpinan
3
03. Tugas Baru jadi Bos Baru
4
04. Di Kerjai
5
05. Datang Ke Rumah Pak Wijaya
6
06. Jadi Asisten Pribadi
7
07. Mengantar Pulang
8
08. Menjemput Riana
9
09. Di Apartemen
10
10. Sahabat Dan Pacar
11
11. Makan Di Pinggir Jalan
12
12. Mengajak Ke Rumah
13
13. Pembicaraan Di Meja Makan
14
14. Riana Kesal
15
15. Memarahi Sang Boss
16
16. Di Pesawat
17
17. Kejutan Dari Sahabat Dan Kekasih
18
18. Hubungan Yang Retak
19
19. Nasehat Penumpang Pesawat
20
20. Cerita Pak Wijaya
21
21. Mode Dingin
22
22. Meminta Maaf
23
23. Ngambek
24
24. Meminta Cuti
25
25. Bertemu Natasya
26
26. Nomor Kontak
27
27. Izin Cuti
28
28. Pulang
29
29. Ribut Masalah Dukun Parjo
30
30. Cerita Marni
31
31. Menyentuh Hati Ibu
32
32. Menculik Riana
33
33. Syukurlah Datang
34
34. Bisik-Bisik Tetangga
35
35. Tidak Tahan
36
36. Tentang Hati
37
37. Surat Perjanjian
38
38. Jadi Asisten Lagi
39
39. Kolornya
40
40. Membuat Cemburu
41
41. Di Mobil
42
42. Parfum
43
43. Menghilangnya Sang Bos
44
44. Galau
45
45. Melihatmu
46
46. Besok Menikah
47
47. Tidak Jadi Marah
48
48. Isi Kolor
49
49. MP +
50
50. Rumah Baru
51
51. Natasya Ke Kantor
52
52. Image
53
53. Seretaris Itu, Istriku
54
54. Bertemu Pak Rudy
55
55. Kunjungan Sahabat
56
56. Masalah Daby
57
57. Gaya Baru
58
58. Menjemput Di Stasiun
59
59. Gaya Nungg!n9
60
60. Pertemuan Tak Terduga
61
61. Hantu Gentayangan
62
62. Tamu
63
63. Drama In Dosiar
64
64. Enam Belas Tahun Lalu
65
65. Sepasang Suami Istri
66
66. Cerita Bu Naimah
67
67. Meminta Sampel
68
68. Semoga Kabar Baik
69
69. Hasilnya
70
70. DNA Yang Cocok
71
71. Keakraban Riana Dan Bu Naimah
72
72. Melahirkan
73
73. Emir Syahban Wijaya
74
74. Kegelisahan Riana
75
75. Apa? Menikah?!
76
76. Ekspart 1
77
77. Ekspart 2
78
78. Ekspart 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!