18. Hubungan Yang Retak

"Tuan mau kemana?" tanya sang supir.

"Ke bar saja." jawab Ethan.

"Bar mana tuan?" tanya supir itu.

"Terserah saja, kamu pasti tahu di mana bar yang bisa membuat orang membuang stres." kata Ethan.

Sang supir diam, dia berpikir mungkin penumpangnya itu sedang banyak masalah. Dia lalu melajukan mobilnya ke bar yang biasa dia datangi, tidak jauh dari apartemen Daby itu. Tak lama, mobil berhenti di sebuah bar yang buka dua puluh empat jam non stop.

"Sampai tuan." kata supir taksi.

Ethan mengambil uangnya di kantong baju, kemudian dia pun menyerahkan pada supir dan keluar dari mobilnya. Tanpa melihat apa pun, dia langsung masuk ke dalam bar. Terasa sepi karena pagi juga, meskipun buka sepanjang hari tanpa tutup.

Tapi dia butuh minum, meski dia jarang mabuk. Tetapi saat ini dia ingin melupakan penghianatan kekasih dan sahabatnya di depan mata. Serasa membayangi suara dessahan Daby dan Jhonson. Juga ungkapan cinta Jhonson pada Daby.

"Anda mau minum apa tuan?" tanya pelayan ketika Ethan duduk di depan meja bar.

"Wisky." ucap Ethan.

Bartender itu pun mengambil apa yang di minta Ethan. Kemudian dia memberikannya pada Ethan. Ethan langsung menenggaknya dengan cepat lalu meminta lagi, tak tanggung-tanggung dia meminta dengan botolnya.

Dia tidak pernah mabuk, lima kali minum saja dia sudah tidak sadar dan semakin mengoceh tidak jelas. Bartender itu pun menggeleng saja.

"Baru lima tegukan saja sudah teler, apa dia tidak pernah mabuk sebelumnya?" ucapnya.

"Kalian benar-benar brengsek! Dua orang penghianat!" ucap Ethan dalam mabuknya.

Dia menatap bartender dengan tatapan sayu dan mengacungkan tangannya dengan menunjuk lemah. Sambil mengucap kata-kata tidak jelas. Tapi bartender itu pun mengerti, mungkin laki-laki di depannya sedang punya masalah.

Hingga masuk dua orang laki-laki menghampiri Ethan dan membawanya pergi. Salah satunya membayar minuman yang di pesan Ethan. Kemudian dia membawa keluar Ethan dan menaiki mobilnya.

_

Malam menjelang, Ethan baru sadar dari pingsannya. Ternyata dia mabuk lalu pingsan, dia membuka matanya dan melihat sekeliling. Kepalanya pening karena tidak biasa menenggak wisky di bar tadi pagi.

Dia melihat ke samping, duduk laki-laki yang tak lain adalah Jhonson sahabatnya. Ethan melengoskan wajahnya ke samping, ingin dia menampar wajah sahabatnya itu karena telah merebut kekasihnya tanpa sepengetahuannya.

"Kalau kamu mau menamparku, silakan." kata Jhonson.

"Heh! Buat apa mengotori tanganku hanya demi wanita tidak tahu diri itu!" ucap Ethan.

Jhonson tidak terima Ethan mengatakan seperti pada Daby, tapi dia diam saja. Dia juga merasa bersalah karena tergoda juga dan akhirnya justru mencintai gadis itu. Dia tahu Daby itu kekasih dari sahabatnya, tapi Daby justru memilihnya.

"Ethan, maafkan Daby." kata Jhonson.

"Maaf?"

Jhonson diam, dia menunduk dan menghelan nafas panjang. Memang tidak mudah meminta maaf pada orang yang dia sakiti, tapi setidaknya dia berusaha untuk mengembalikan semua keadaan meski tidak akan pernah jadi baik lagi.

"Apa kamu pikir aku hanya sebagai pecundang saja? Membiarkan semuanya berjalan secara sembunyi-sembunyi di belakangku. Seharusnya kamu katakan kalau kamu juga menyukai Daby. Aku akan merelakan dengan ikhlas gadis itu untukmu jika dia juga menyukaimu juga. Tapi justru aku tahu kalian sedang bermesraan bahkan sedang tidur bersama. Di mana otakmu sebagai laki-laki dan sahabat Jhonson?!" kata Ethan yang sudah memuncak kemarahannya.

Jhonson masih diam saja, membiarkan sahabatnya memgumpat bahkan memarahinya. Jika di pukul pun dia akan terima, memang dia pengecut sekali. Kenapa tidak mengatakannya langsung pada Ethan, kalau dia dan Daby saling mencintai.

"Sudahlah, lebih baik kamu keluar dari apartemenku. Aku tidak ingin melihatmu, tidak mudah merubah suasana hati yang hancur. Dan juga tidak akan pernah menyatukan kepingan kaca yang sudah retak. Kupikir lebih baik aku menarik sahamku di kafe, kelola sendiri saja kamu dan Daby. Aku akan pulang ke Indonesia selamanya." kata Ethan akhirnya dia akan pulang selamanya ke Indonesia.

"Jangan Ethan. Nanti nasib kafe bagaimana? Jangan campur adukkan pekerjaan dengan urusan pribadi, kafe itu perjuanganmu selama di sini. Kenapa harus di tarik kembali sahamnya?" tanya Jhonson yang khawatir niat Ethan itu.

"Aku tidak peduli, semua hancur karenamu. Seharusnya kamu pikir baik-baik tentang perselingkuhanmu itu, aku tidak mencampur adukkan pekerjaan dengan masalah pribadi. Tapi aku sudah bosan di sini, melihat kalian lagi selingkuh di belakangku? Bukankah itu memuakkan? Menjijikkan!" kata Ethan dengan geramnya.

Jhonson kesal dengan ucapan Ethan itu, dia datang dengan niat baik-baik dan meminta maaf. Jika mereka akan baku hantam, dia terima. Tapi Ethan lebih memilih diam dan berkata kasar padanya. Mau membalas ucapan Ethan juga tidak pantas karena dia yang salah, akhirnya Jhonson pun berdiri dan meninggalkan sahabatnya yang sebentar lagi akan jadi orang asing.

Dia merasa bersalah, tapi nasi sudah menjadi bubur. Kafe juga akan dia kelola sendiri nanti dengan Daby.

Sedangkan Ethan masih diam di tempat tidurnya. Masih memikirkan siapa yang membawanya ke apartemennya, seingat dia tadi siang ada di bar dan mabuk di sana. Setelah minum beberapa gelas dia langsung mabuk dan tidak sadarkan diri.

"Siapa yang mengantarku ke apartemen ya?" gumam Ethan.

Dia ingat-ingat lagi, jika Jhonson yang membawanya itu tidak mungkin. Karena laki-laki itu tidak tahu dia pergi ke bar dan mabuk di sana.

Ketukan pintu di kamarnya membuat Ethan heran. Siapa lagi yang mengetuk pintu kamarnya. Tak lama pintu terbuka, nampak Daby dengan wajah sendu. Ethan menarik nafas kasar, ingin sekali dia mengusir gadis itu. Tapi dia tidak tega, hanya menatapnya dingin saja.

Daby duduk di samping Ethan, menatapnya penuh rasa bersalah. Kemudian menunduk dan memegang tangan Ethan.

"Awalnya kamu lembut sekali Ethan, sangat romantis. Itu membuatku suka padamu. Tapi entah enam bulan lalu aku tiba-tiba menyukai sahabatmu, aku mencoba menggodanya. Dia tidak meresponku, karena dia tahu aku adalah kekasihmu. Tapi semakin dia menolakku, aku semakin menyukainya Ethan. Maafkan aku, aku salah padamu." kata Daby.

"Sudahlah, aku tidak peduli lagi apa yang kamu lakukan sekarang dan yang dulu. Semua sudah kelihatan kemunafikkan kalian, kalian diam-diam menjalin hubungan di belakangku. Jika kamu berniat putus denganku, kenapa tidak dari kunjunganmu ke Indonesia. Kenapa sekarang justru aku memergoki kalian tidur bersama? Apa memang kalian berniat sekali menghianatiku?" ucap Ethan.

Daby diam, dia tahu kalau Ethan sedang marah. Tidak mungkin menampar atau mengusirnya, karena itu dia berani masuk ke kamar Ethan.

"Pergilah, tidak ada gunanya kamu datang dan minta maaf. Itu semua kamu dan dia lakukan agar aku memaafkan kalian. Ya, lakukan saja apa yang mau kalian lakukan. Aku sudah tidak peduli lagi. Sekarang kamu pergi dari kamarku!" ucap Ethan.

Daby diam, dia lalu bangkit dari duduknya. Ethan mengambil ponselnya dan mencari aplikasi layanan e-tiket untuk kepulangannya ke Indonesia malam ini juga. Setelah itu, dia bergegas mengambil kopernya dan membereskan barang-barang miliknya untuk dia bawa pulang.

_

_

*********************

Terpopuler

Comments

ollyooliver🍌🥒🍆

ollyooliver🍌🥒🍆

kenapa harus ada penarikan saham kalau yg punya ethan sendiri🙃

2025-03-29

0

Aidah Djafar

Aidah Djafar

ya mau ngapain lagi di negara orang uda sakit hati gitu 🤦ya cuma satu tujuanmu sekarang Eth PULKAM 😁😁😁

2023-09-20

0

꧁༒☬SCORPIO☬༒꧂

꧁༒☬SCORPIO☬༒꧂

Bakalan di apain kamua sama Pak Wijaya ya??

Cemungut Author.........

2023-02-23

2

lihat semua
Episodes
1 01. Kedatangan Ethan
2 02. Peralihan Pimpinan
3 03. Tugas Baru jadi Bos Baru
4 04. Di Kerjai
5 05. Datang Ke Rumah Pak Wijaya
6 06. Jadi Asisten Pribadi
7 07. Mengantar Pulang
8 08. Menjemput Riana
9 09. Di Apartemen
10 10. Sahabat Dan Pacar
11 11. Makan Di Pinggir Jalan
12 12. Mengajak Ke Rumah
13 13. Pembicaraan Di Meja Makan
14 14. Riana Kesal
15 15. Memarahi Sang Boss
16 16. Di Pesawat
17 17. Kejutan Dari Sahabat Dan Kekasih
18 18. Hubungan Yang Retak
19 19. Nasehat Penumpang Pesawat
20 20. Cerita Pak Wijaya
21 21. Mode Dingin
22 22. Meminta Maaf
23 23. Ngambek
24 24. Meminta Cuti
25 25. Bertemu Natasya
26 26. Nomor Kontak
27 27. Izin Cuti
28 28. Pulang
29 29. Ribut Masalah Dukun Parjo
30 30. Cerita Marni
31 31. Menyentuh Hati Ibu
32 32. Menculik Riana
33 33. Syukurlah Datang
34 34. Bisik-Bisik Tetangga
35 35. Tidak Tahan
36 36. Tentang Hati
37 37. Surat Perjanjian
38 38. Jadi Asisten Lagi
39 39. Kolornya
40 40. Membuat Cemburu
41 41. Di Mobil
42 42. Parfum
43 43. Menghilangnya Sang Bos
44 44. Galau
45 45. Melihatmu
46 46. Besok Menikah
47 47. Tidak Jadi Marah
48 48. Isi Kolor
49 49. MP +
50 50. Rumah Baru
51 51. Natasya Ke Kantor
52 52. Image
53 53. Seretaris Itu, Istriku
54 54. Bertemu Pak Rudy
55 55. Kunjungan Sahabat
56 56. Masalah Daby
57 57. Gaya Baru
58 58. Menjemput Di Stasiun
59 59. Gaya Nungg!n9
60 60. Pertemuan Tak Terduga
61 61. Hantu Gentayangan
62 62. Tamu
63 63. Drama In Dosiar
64 64. Enam Belas Tahun Lalu
65 65. Sepasang Suami Istri
66 66. Cerita Bu Naimah
67 67. Meminta Sampel
68 68. Semoga Kabar Baik
69 69. Hasilnya
70 70. DNA Yang Cocok
71 71. Keakraban Riana Dan Bu Naimah
72 72. Melahirkan
73 73. Emir Syahban Wijaya
74 74. Kegelisahan Riana
75 75. Apa? Menikah?!
76 76. Ekspart 1
77 77. Ekspart 2
78 78. Ekspart 3
Episodes

Updated 78 Episodes

1
01. Kedatangan Ethan
2
02. Peralihan Pimpinan
3
03. Tugas Baru jadi Bos Baru
4
04. Di Kerjai
5
05. Datang Ke Rumah Pak Wijaya
6
06. Jadi Asisten Pribadi
7
07. Mengantar Pulang
8
08. Menjemput Riana
9
09. Di Apartemen
10
10. Sahabat Dan Pacar
11
11. Makan Di Pinggir Jalan
12
12. Mengajak Ke Rumah
13
13. Pembicaraan Di Meja Makan
14
14. Riana Kesal
15
15. Memarahi Sang Boss
16
16. Di Pesawat
17
17. Kejutan Dari Sahabat Dan Kekasih
18
18. Hubungan Yang Retak
19
19. Nasehat Penumpang Pesawat
20
20. Cerita Pak Wijaya
21
21. Mode Dingin
22
22. Meminta Maaf
23
23. Ngambek
24
24. Meminta Cuti
25
25. Bertemu Natasya
26
26. Nomor Kontak
27
27. Izin Cuti
28
28. Pulang
29
29. Ribut Masalah Dukun Parjo
30
30. Cerita Marni
31
31. Menyentuh Hati Ibu
32
32. Menculik Riana
33
33. Syukurlah Datang
34
34. Bisik-Bisik Tetangga
35
35. Tidak Tahan
36
36. Tentang Hati
37
37. Surat Perjanjian
38
38. Jadi Asisten Lagi
39
39. Kolornya
40
40. Membuat Cemburu
41
41. Di Mobil
42
42. Parfum
43
43. Menghilangnya Sang Bos
44
44. Galau
45
45. Melihatmu
46
46. Besok Menikah
47
47. Tidak Jadi Marah
48
48. Isi Kolor
49
49. MP +
50
50. Rumah Baru
51
51. Natasya Ke Kantor
52
52. Image
53
53. Seretaris Itu, Istriku
54
54. Bertemu Pak Rudy
55
55. Kunjungan Sahabat
56
56. Masalah Daby
57
57. Gaya Baru
58
58. Menjemput Di Stasiun
59
59. Gaya Nungg!n9
60
60. Pertemuan Tak Terduga
61
61. Hantu Gentayangan
62
62. Tamu
63
63. Drama In Dosiar
64
64. Enam Belas Tahun Lalu
65
65. Sepasang Suami Istri
66
66. Cerita Bu Naimah
67
67. Meminta Sampel
68
68. Semoga Kabar Baik
69
69. Hasilnya
70
70. DNA Yang Cocok
71
71. Keakraban Riana Dan Bu Naimah
72
72. Melahirkan
73
73. Emir Syahban Wijaya
74
74. Kegelisahan Riana
75
75. Apa? Menikah?!
76
76. Ekspart 1
77
77. Ekspart 2
78
78. Ekspart 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!