10. Sahabat Dan Pacar

Ethan menyuruh Riana untuk memesan hotel untuk pacar dan sahabatnya yang mau datang ke Indonesia. Riana kesal, tapi dia lakukan juga memesan hotel untuk kedua tamu bosnya.

Karena besok keduanya akan datang di waktu menjelang malam. Riana senang ketika pacar dan sahabat bosnya datang, itu artinya Ethan akan sibuk dengan keduanya.

Meski dia kesal, tapi akhirnya Riana pun akhirnya senang juga. Dia akan bebas tugas di malam hari tentunya.

"Semoga pacar dan sahabatnya akan lama berada di Indonesia. Biar aku bisa bebas tugas di malam hari." ucap Riana ketika dia sudah memesan kamar di hotel bintang lima sesuai keinginan bosnya.

Riana pun menyelesaikan tugasnya dengan cepat, karena hari ini dia akan pulang cepat. Dan Ethan sudah bersiap untuk menjemput sahabat dan pacarnya.

"Riana kamu boleh pulang lebih dulu, tidak usah ke apartemenku." kata Ethan.

"Baik pak." jawab Riana.

Dia tersenyum, Ethan masuk ke dalam ruangannya lagi. Tapi kemudian dia berbalik dan melihat Riana yang sedang tersenyum senang.

"Kenapa kamu tersenyum?" tanya Ethan.

"Oh, tidak pak. Bapak kan mau menjemput pacarnya dan sahabat bapak juga, jadi saya harus pulang ke rumah tanpa ke apartemen lagi kan?" kata Riana.

"Kamu senang karena itu?" tanya Ethan.

"Emm, ya." jawab Riana.

"Cih, besok harus biasa lagi. Atau sekarang kamu ikut saja denganku menjemput sahabatku. Mungkin saja dia tertarik padamu, aku bisa kok jadi mak comlangmu dengan sahabatku." kata Ethan menyindir.

"Tidak perlu, lagi pula punya pacar itu ribet." kata Riana.

"Oh ya? Kamu belum pernah pacaran? Atau ada yang menaksirmu?" tanya Ethan penasaran.

"Buat apa?"

"Buat apa? Tentu saja untuk bersenang-senang dan untuk menyemangati kita dalam bekerja. Kamu begitu saja tidak tahu, ya sudah. Nanti kamu ikut kau menjemput sahabat dan pacarku, biar tahu kalau punya pacar itu sangat menyenangkan. Juga biar kamu kenal dengan sahabatku, dia ganteng. Jangan khawatir, dia juga baik." kata Ethan.

"Eh, tidak usah. Saya punya urusan penting, tidak usah ikut. Maaf sekali pak. Kalau bapak mau bersenang-senang dengan pacar bapak dan sahabatnya, silakan saja. Selamat bersenang-senang pak Ethan." kata Riana membereskan semua berkas di meja, kemudian dia pun pergi.

Karena memang rencananya mau pulang cepat dan Ethan juga sudah memperbolehkan pulang cepat. Dari pada harus ikut dengan bosnya, lebih baik dia menongkrong sendiri di kafe.

Riana melangkah pergi, Ethan mengerutkan dahinya dan menggeleng kepala saja.

"Aneh gadis itu, dia tidak punya pacar. Tapi mau di kenalkan tidak mau, memang hidupnya mau sendiri saja?" gumam Ethan merasa heran dengan Riana.

Dia pun masuk lagi ke ruangannya, mengambil tas dan juga jasnya. Baru setelah itu akan pergi ke bandara menjemput Daby dan Jhonson.

_

Di dalam mobil, Ethan dan Daby duduk di depan. Sedangkan Jhonson duduk di belakang. Daby menggandeng tangan Ethan dan selalu saja menempel. Sedangkan di belakang, Jhonson nampak diam saja. Entah apa yang di pikirkan olehnya melihat kemesraan Daby dan Ethan di depannya.

"Kita makan dulu ya di restoran wersten." kata Ethan.

"Adakah di sini?" tanya Daby.

"Tentu saja sayang. Jhonson, sejak tadi kamu diam saja. Apa yang kamu pikirkan? Kamu terlihat kurang bersemangat." kata Ethan melirik Jhonson dari kaca spion di depan.

"Tidak mengapa, aku kepikiran kafe saja. Belum sempat aku beresi masalah di sana, langsung berangkat menemuimu saja." kata Jhosnon melirik Daby yang posisi duduknya berubah jadi tegak.

"Oh, memang ada masalah apa di kafe?" tanya Ethan.

"Tidak berat. Hanya masalah kecil saja dan bisa aku atasi sebenarnya, jadi aku tidak bisa lama-lama di sini." kata Jhonson.

"Hemm, baiklah. Berapa hari kamu di sini rencananya?" tanya Ethan.

"Mungkin tiga hari saja. Tapi entah Daby mau berapa hari liburan di Indonesia." kata Jhonson.

"Kamu mau berapa hari sayang?" tanya Ethan pada Daby.

"Emm, lima hari mungkin. Tapi, kamu sibuk kerja ya. Jadi aku akan diam saja di hotel?" tanya Daby.

"Nanti aku ambil cuti, biar sekretarisku saja yang mengerjakannya. Aku akan menemanimu selama lima hari itu. Dan nanti aku ajak kamu ke rumah mamaku." kata Ethan.

"Oh ya? Jhonson tidak ikut?" tanya Daby.

"Tentu saja ikut, kalian istirahat saja nanti di hotel. Dan hari kedua aku ajak kalian ke rumah mamaku. Tenang saja, mamaku orangnya baik kok." kata Ethan tersenyum.

Daby mencium pipi Ethan, Jhonson mendengus kasar melihat pemandangan di depannya tampak membuatnya merasa cemburu. Daby melirik kaca spion di depannya, melihat Jhonson begitu kesal dengan kemesraannya dengan Ethan.

Dia pun merubah posisinya lagi, duduk tegak dan menatap jalanan di depan. Sedangkan Ethan masih fokus menyetir, dan sebentar lagi sampai di hotel yang dia pesan dari Riana. Hotel mewah khusus untuk sahabat dan pacarnya.

Memasuki halaman hotel, mobil berhenti di depan pintu. Petugas palet sudah menyambutnya dan segera menggantikan Ethan untuk memarkirkannya di halaman parkiran hotel.

Ethan masuk dan menuju bagian resepsionis. Menanyakan dan menunjukkan kalau dia sudah memesan kamar VIP untul dua orang. Setelah bicara dengan resepsionis dan membayar sebagian kamar hotelnya. Kini dia sudah mendapatkan dua kunci kamar.

"Kamarnya bersebelahan ya pak. Ini kuncinya." kata bagian resepsionis itu.

"Terima kasih."

Dua orang petugas pelayanan hotel pun menyambut tas Daby dan Jhonson. Keduanya di arahkan menuju kamar yang akan di tempati. Mereka naik lift menuju lantai tiga. Setelah sampai mereka menuju unit kamar VIP.

"Ini kamarnya tuan, nona." kata petugas itu.

"Terima kasih." kata Ethan.

Ethan mengeluarkan uang lembaran lima puluh ribu dua dan di berikan pada petugas kamar tersebut. Setelah mereka pergi, Ethan memberikam kunci satu pada Jhonson dan satunya masih dia pegang.

"Kamu kamarnya di sebelah kamar Daby, Jhonson. Kalau mau istirahat, masuk saja. Aku ingin masuk ke kamar Daby lebih dulu." kata Ethan.

"Oke, thank you bro." jawab Jhonson dengan nada biasanya.

Tidak seperti waktu di mobil, dan Jhonson masuk ke dalam kamar. Daby pun masuk, di susul oleh Ethan. Ethan memeluk Daby dari belakang tubuh Daby. Dan Daby berbalik membalas pelukan Ethan.

"Aku kangen banget sama kamu sayang." kata Ethan memeluk erat pada kekasihnya itu.

"Aku juga." kata Daby.

Mereka berpelukan sangat erat. Dan ponsel Daby berbunyi, dia mengambilnya lalu melihat siapa yang menelepon.

"Halo?"

"Aku harap kamu ingat dengan ucapanmu di pesawat, honey."

"Oke."

Klik!

"Siapa sayang?" tanya Ethan.

"Emm, mama." jawab Daby.

Dia pun melangkah menuju ranjangnya, merasa resah karena telepon tadi.

"Aku ingin istirahat Ethan." kata Daby.

"Ya baiklah. Apa aku boleh menginap di sini?" tanya Ethan.

"Oh no, aku nanti di ganggu olehmu. Nanti aku tidak bisa istirahat dengan tenang, kamu tahu perjalanan dari Inggris itu sangat lama." kata Daby.

"Ya, baiklah. Beri aku ciuman saja, aku akan pulang." kata Ethan.

Daby pun mendekat, lalu mencium bibir Ethan sekilas. Tapi Ethan justru menariknya, mau tidak mau Daby pun pasrah. Setelah puas, Ethan pun melepasnya dan dia melambaikan tangannya lalu keluar dari kamar Daby. Pulang ke apartemennya untuk istirahat juga.

_

_

********************

Terpopuler

Comments

ollyooliver🍌🥒🍆

ollyooliver🍌🥒🍆

ini kan yg namanya enak berpcaran😏..bisa senang" sanking senangnya eh malah gak tau ditikung..wkwkwkw

2025-03-29

0

ollyooliver🍌🥒🍆

ollyooliver🍌🥒🍆

kalau udah minta menginap lalu cium" bibir..fix udah pernah nyoblos..kasihan riana dapat bekasan.

2025-03-29

0

Aidah Djafar

Aidah Djafar

heeeem C Ethan di selingkuhin 🤦
yg nelpon Daby c Jhonson 🤦
musuh dalam selimut 🤦🤣🤣🤣

2023-09-20

0

lihat semua
Episodes
1 01. Kedatangan Ethan
2 02. Peralihan Pimpinan
3 03. Tugas Baru jadi Bos Baru
4 04. Di Kerjai
5 05. Datang Ke Rumah Pak Wijaya
6 06. Jadi Asisten Pribadi
7 07. Mengantar Pulang
8 08. Menjemput Riana
9 09. Di Apartemen
10 10. Sahabat Dan Pacar
11 11. Makan Di Pinggir Jalan
12 12. Mengajak Ke Rumah
13 13. Pembicaraan Di Meja Makan
14 14. Riana Kesal
15 15. Memarahi Sang Boss
16 16. Di Pesawat
17 17. Kejutan Dari Sahabat Dan Kekasih
18 18. Hubungan Yang Retak
19 19. Nasehat Penumpang Pesawat
20 20. Cerita Pak Wijaya
21 21. Mode Dingin
22 22. Meminta Maaf
23 23. Ngambek
24 24. Meminta Cuti
25 25. Bertemu Natasya
26 26. Nomor Kontak
27 27. Izin Cuti
28 28. Pulang
29 29. Ribut Masalah Dukun Parjo
30 30. Cerita Marni
31 31. Menyentuh Hati Ibu
32 32. Menculik Riana
33 33. Syukurlah Datang
34 34. Bisik-Bisik Tetangga
35 35. Tidak Tahan
36 36. Tentang Hati
37 37. Surat Perjanjian
38 38. Jadi Asisten Lagi
39 39. Kolornya
40 40. Membuat Cemburu
41 41. Di Mobil
42 42. Parfum
43 43. Menghilangnya Sang Bos
44 44. Galau
45 45. Melihatmu
46 46. Besok Menikah
47 47. Tidak Jadi Marah
48 48. Isi Kolor
49 49. MP +
50 50. Rumah Baru
51 51. Natasya Ke Kantor
52 52. Image
53 53. Seretaris Itu, Istriku
54 54. Bertemu Pak Rudy
55 55. Kunjungan Sahabat
56 56. Masalah Daby
57 57. Gaya Baru
58 58. Menjemput Di Stasiun
59 59. Gaya Nungg!n9
60 60. Pertemuan Tak Terduga
61 61. Hantu Gentayangan
62 62. Tamu
63 63. Drama In Dosiar
64 64. Enam Belas Tahun Lalu
65 65. Sepasang Suami Istri
66 66. Cerita Bu Naimah
67 67. Meminta Sampel
68 68. Semoga Kabar Baik
69 69. Hasilnya
70 70. DNA Yang Cocok
71 71. Keakraban Riana Dan Bu Naimah
72 72. Melahirkan
73 73. Emir Syahban Wijaya
74 74. Kegelisahan Riana
75 75. Apa? Menikah?!
76 76. Ekspart 1
77 77. Ekspart 2
78 78. Ekspart 3
Episodes

Updated 78 Episodes

1
01. Kedatangan Ethan
2
02. Peralihan Pimpinan
3
03. Tugas Baru jadi Bos Baru
4
04. Di Kerjai
5
05. Datang Ke Rumah Pak Wijaya
6
06. Jadi Asisten Pribadi
7
07. Mengantar Pulang
8
08. Menjemput Riana
9
09. Di Apartemen
10
10. Sahabat Dan Pacar
11
11. Makan Di Pinggir Jalan
12
12. Mengajak Ke Rumah
13
13. Pembicaraan Di Meja Makan
14
14. Riana Kesal
15
15. Memarahi Sang Boss
16
16. Di Pesawat
17
17. Kejutan Dari Sahabat Dan Kekasih
18
18. Hubungan Yang Retak
19
19. Nasehat Penumpang Pesawat
20
20. Cerita Pak Wijaya
21
21. Mode Dingin
22
22. Meminta Maaf
23
23. Ngambek
24
24. Meminta Cuti
25
25. Bertemu Natasya
26
26. Nomor Kontak
27
27. Izin Cuti
28
28. Pulang
29
29. Ribut Masalah Dukun Parjo
30
30. Cerita Marni
31
31. Menyentuh Hati Ibu
32
32. Menculik Riana
33
33. Syukurlah Datang
34
34. Bisik-Bisik Tetangga
35
35. Tidak Tahan
36
36. Tentang Hati
37
37. Surat Perjanjian
38
38. Jadi Asisten Lagi
39
39. Kolornya
40
40. Membuat Cemburu
41
41. Di Mobil
42
42. Parfum
43
43. Menghilangnya Sang Bos
44
44. Galau
45
45. Melihatmu
46
46. Besok Menikah
47
47. Tidak Jadi Marah
48
48. Isi Kolor
49
49. MP +
50
50. Rumah Baru
51
51. Natasya Ke Kantor
52
52. Image
53
53. Seretaris Itu, Istriku
54
54. Bertemu Pak Rudy
55
55. Kunjungan Sahabat
56
56. Masalah Daby
57
57. Gaya Baru
58
58. Menjemput Di Stasiun
59
59. Gaya Nungg!n9
60
60. Pertemuan Tak Terduga
61
61. Hantu Gentayangan
62
62. Tamu
63
63. Drama In Dosiar
64
64. Enam Belas Tahun Lalu
65
65. Sepasang Suami Istri
66
66. Cerita Bu Naimah
67
67. Meminta Sampel
68
68. Semoga Kabar Baik
69
69. Hasilnya
70
70. DNA Yang Cocok
71
71. Keakraban Riana Dan Bu Naimah
72
72. Melahirkan
73
73. Emir Syahban Wijaya
74
74. Kegelisahan Riana
75
75. Apa? Menikah?!
76
76. Ekspart 1
77
77. Ekspart 2
78
78. Ekspart 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!