14. Riana Kesal

Malam hari Daby sudah kembali lagi ke Inggris, Ethan merasa berat harus berpisah lagi dengan kekasihnya itu. Tapi mau bagaimana lagi, Daby memaksa untuk kembali. Dan kini Ethan berada di apartemennya, bahkan dia meminta pada Daby menginap di apartemennya saja tidak mau.

"Apa hanya perasaanku saja ya kalau Daby sering sekali menolak ajakanku untuk tidur bersama." ucap Ethan.

Dia memang pernah tidur dengan Daby ketika masih di London, itu pun tidak sering. Hanya dua kali selama dia berpacaran dengan Daby, setelahnya Daby kadang menolak ajakannya untuk tidur bersama.

Ethan bukan laki-laki yang dengan seenaknya memaksa perempuan untuk tidur dengannya. Dia tahu dirinya masih lajang dan belum menikah, dia hanya sesekali saja. Hasrat laki-lakinya dia tumpahkan dalam bekerja saja, dan terbukti dia bisa bertahan.

Sedang merebahkan tubuhnya di ranjang, pintu apartemen seperti ada yang membuka. Dia tahu itu pasti mamanya atau papanya, bisa juga Riana. Dia memberikan kata sandi masuk ke dalam apartemennya agar Riana bisa masuk tanpa menunggunya bangun dari tidur ketika pagi datang.

Ethan bangkit dari pembaringannya dan keluar dari kamarnya. Ingin melihat siapa yang masuk ke dalam apartemennya. Tampak gadis dengan pakaian formal dan canggung karena masuk begitu saja.

"Ada apa kamu datang kemari?" tanya Ethan duduk di sofa.

"Maaf kalau aku masuk begitu saja. Aku lihat tadi di bawah mobilnya ada, aku telepon anda tapi tidak juga di jawab." kata gadis di depan Ethan yang tak lain adalah Riana.

"Ada apa?" tanya Ethan lagi.

"Besok anda harus masuk ke kantor, karena akan ada kunjungan dari klien yang sudah lama bekerja sama dengan kita pak." kata Riana.

Dia duduk, membuka berkas yang harus di tanda tangani beberapa berkas itu. Karena semuanya penting, jadi Riana membawanya ke apartemen menemui Ethan.

Sudah beberapa hari sejak kedatangan pacar dan sahabatnya, Ethan tidak masuk kantor. Dan Riana yang menghandlenya, jadi sekarang banyak pekerjaan yang harus di selesaikan. Karena dia tahu pacar dan sahabat Ethan sudah pulang ke negaranya.

Dengan malas Ethan menanda tangani semua berkas yang di sodorkan oleh Riana. Riana hanya melihat apa yang di lakukan oleh bosnya.

"Ada lagi?" tanya Ethan.

"Hari ini pak Sandy datang lagi pak. Dia ingin bertemu dengan anda, tapi saya katakan kalau anda tidak masuk kantor. Jadi dia meminta besok bertemu secepatnya." kata Riana.

Dia melihat Ethan kurang bersemangat mengerjakan semua urusan kantor. Tapi Riana diam saja, dia melihat Ethan sedang berpikir.

"Pak, bagaimana dengan besok?" tanya Riana.

"Ya, besok aku masuk kantor." jawab Ethan.

"Apa pak Ethan baik-baik saja?" tanya Riana.

"Ya, aku baik-baik saja." jawab Ethan.

"Kalau begitu, saya pamit dulu pak. Apa besok pagi saya harus datang lagi ke apartemen ini?" tanya Riana memastikan kalau dia bekerja lagi sebagai asisten Ethan.

"Tidak usah. Kamu bekerja lagi seperti biasa." kata Ethan.

Dia bangkit dari duduknya, melangkah menuju kamarnya dan tidur. Entah kenapa hari ini dia sangat malas sekali, apa karena ada masalah dengan Daby yang menolak tidur dengannya?

Riana pun menghela nafas panjang, bingung dengan sikap Ethan yang lebih diam dan terlihat ada raut wajah sedih.

"Ada apa ya dengan pak Ethan? Dia sepertinya punya masalah?" ucap Riana dengan rasa herannya.

Dia pun keluar dari apartemen Ethan dan segera pulang karena waktu pulang kantor, dia mampir ke apartemen Ethan untuk minta tanda tangan bosnya itu.

_

Di dalam kantor, seperti biasanya Riana datang lebih dulu. Dia melihat pintu ruang kantor Ethan masih tertutup. Dia membuka pintunya masih tidak ada orang. Riana melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul setengah delapan.

Dia bersabar dulu, merapikan kembali meja kerja Ethan. Lima hari Ethan tidak masuk kantor, dan semua masih rapi. Tapi Riana merapikannya kembali dan membersihkan meja dan beberapa berkas yang ada debunya.

Hingga jam sudah menunjukkan pukul delapan, Ethan masih saja belum datang. Riana keluar kembali, mengambil ponselnya dan menghubungi bosnya itu.

Tuuuut.

Tersambung, tapi belum di jawab. Riana terus mencoba menghubungi Ethan, tapi tetap belum di jawab oleh laki-laki itu.

"Apa dia belum bangun?" ucap Riana.

Tanpa pikir panjang, Riana pun segera mengambil tasnya dan memesan ojek online sebelum dia turun ke bawah lobi. Dia harus menemui Ethan dan memberitahu laki-laki itu kalau ada pertemuan penting, dan juga pak Sandy sudan mewanti-wanti Riana agar bisa bertemu dengan Ethan.

"Orang tuh kenapa sih, apa dia di putusin pacarnya atau pacarnya selingkuh dengan temannya. Sehingga dia jadi malas bekerja? Seharusnya jangan seperti itu, harus semangat dalam bekerja. Hanya karena masalah pacar jadi ribet begini, pekerjaan penting di abaikan. Inilah kenapa aku tidak mau punya pacar, akan selalu mengganggu pekerjaan." ucap Riana mengoceh sendiri sepanjang dia menaiki lift untuk turun ke bawah.

Sampai di lobi, dia langsung berjalan cepat karena driver ojol sudah menunggu di depan. Yang melihat Riana berjalan terburu-buru jadi heran, ada apa dengan gadis itu yang terlihat kesal.

"Mbak Riana kok buru-buru?" sapa satpam kantor yang berpapasan di depan.

"Iya. Bos belum masuk kantor, aku harus ke apartemennya karena ada pertemuan penting." jawab Riana.

"Ooh, pak Ethan belum masuk kantor?"

"Belum, makanya aku harus ke apartemennya. Ayo bang ke jalan Kenanga di kompleks Bunga." kata Riana.

"Oke mbak."

Riana menaiki motor driver ojol, satpam hanya menggelengkan kepala saja. Motorpun melaju sedikit kencang karena Riana ingin cepat sampai di apartemen Ethan itu. Dia benar-benar kesal sekali dengam bosnya.

Dulu dia selalu di kerjai oleh Ethan, tapi kenapa sekarang laki-laki itu jadi malas masuk kantor. Dia akan memarahi Ethan, bahkan mungkin akan menceramahi bosnya, tidak peduli bagaimana nantinya. Yang jelas, dia akan mengingatkan laki-laki itu.

"Dasar orang kaya, dia pikir orang bekerja itu tidak untuk mencari nafkah keluarganya. Apa semua orang di kantor santai-santai saja dengan pekerjaan mereka? Kenapa jadi bos seenaknya saja tidak masuk ke kantor. Kalau mau cuti, bilang aja cuti. Kenapa seenaknya saja tidak masuk kantor, aku yang susah menghadapi semuanya." ucap Riana sepanjang perjalanan menuju apartemen Ethan.

Driver ojol hanya diam, sesekali dia tersenyum mendengar Riana marah dengan mengoceh di belakangnya.

"Sampai mbak." kata ojolnya.

"Berapa?"

"Tiga puluh ribu."

Riana memgeluarkan uang tiga puluh ribu dan menyerahkan pada ojolnya.

"Makasih bang."

"Jangan marah-marah terus mbak, nanti cepat tua." kata driver itu.

Riana menatap tajam pada drivernya, dia melesatkan motornya karena merasa takut Riana menatap tajam padanya. Kemudian Riana pun menghampiri satpam, meminta izin masuk ke dalam unit apartemen Ethan.

_

_

******************

Terpopuler

Comments

ollyooliver🍌🥒🍆

ollyooliver🍌🥒🍆

cowok gak bener, biasanya cw yang lebih agresif lah ini..kalau cowok yg duluan ajakin udah pasti bukan hanya tidur..malah lebih.

2025-03-29

0

ollyooliver🍌🥒🍆

ollyooliver🍌🥒🍆

masa? gak masuk akal😌 dia wering ngajak cw tidur, yah kali hasratnya malah terpendam gak bisa disalurkan🙃

2025-03-29

0

Aidah Djafar

Aidah Djafar

iya nih c Eth bikin kesel Riana 🤦😁dasar horangkay mau seenaknya aja ya 🤣🤣🤣

2023-09-20

0

lihat semua
Episodes
1 01. Kedatangan Ethan
2 02. Peralihan Pimpinan
3 03. Tugas Baru jadi Bos Baru
4 04. Di Kerjai
5 05. Datang Ke Rumah Pak Wijaya
6 06. Jadi Asisten Pribadi
7 07. Mengantar Pulang
8 08. Menjemput Riana
9 09. Di Apartemen
10 10. Sahabat Dan Pacar
11 11. Makan Di Pinggir Jalan
12 12. Mengajak Ke Rumah
13 13. Pembicaraan Di Meja Makan
14 14. Riana Kesal
15 15. Memarahi Sang Boss
16 16. Di Pesawat
17 17. Kejutan Dari Sahabat Dan Kekasih
18 18. Hubungan Yang Retak
19 19. Nasehat Penumpang Pesawat
20 20. Cerita Pak Wijaya
21 21. Mode Dingin
22 22. Meminta Maaf
23 23. Ngambek
24 24. Meminta Cuti
25 25. Bertemu Natasya
26 26. Nomor Kontak
27 27. Izin Cuti
28 28. Pulang
29 29. Ribut Masalah Dukun Parjo
30 30. Cerita Marni
31 31. Menyentuh Hati Ibu
32 32. Menculik Riana
33 33. Syukurlah Datang
34 34. Bisik-Bisik Tetangga
35 35. Tidak Tahan
36 36. Tentang Hati
37 37. Surat Perjanjian
38 38. Jadi Asisten Lagi
39 39. Kolornya
40 40. Membuat Cemburu
41 41. Di Mobil
42 42. Parfum
43 43. Menghilangnya Sang Bos
44 44. Galau
45 45. Melihatmu
46 46. Besok Menikah
47 47. Tidak Jadi Marah
48 48. Isi Kolor
49 49. MP +
50 50. Rumah Baru
51 51. Natasya Ke Kantor
52 52. Image
53 53. Seretaris Itu, Istriku
54 54. Bertemu Pak Rudy
55 55. Kunjungan Sahabat
56 56. Masalah Daby
57 57. Gaya Baru
58 58. Menjemput Di Stasiun
59 59. Gaya Nungg!n9
60 60. Pertemuan Tak Terduga
61 61. Hantu Gentayangan
62 62. Tamu
63 63. Drama In Dosiar
64 64. Enam Belas Tahun Lalu
65 65. Sepasang Suami Istri
66 66. Cerita Bu Naimah
67 67. Meminta Sampel
68 68. Semoga Kabar Baik
69 69. Hasilnya
70 70. DNA Yang Cocok
71 71. Keakraban Riana Dan Bu Naimah
72 72. Melahirkan
73 73. Emir Syahban Wijaya
74 74. Kegelisahan Riana
75 75. Apa? Menikah?!
76 76. Ekspart 1
77 77. Ekspart 2
78 78. Ekspart 3
Episodes

Updated 78 Episodes

1
01. Kedatangan Ethan
2
02. Peralihan Pimpinan
3
03. Tugas Baru jadi Bos Baru
4
04. Di Kerjai
5
05. Datang Ke Rumah Pak Wijaya
6
06. Jadi Asisten Pribadi
7
07. Mengantar Pulang
8
08. Menjemput Riana
9
09. Di Apartemen
10
10. Sahabat Dan Pacar
11
11. Makan Di Pinggir Jalan
12
12. Mengajak Ke Rumah
13
13. Pembicaraan Di Meja Makan
14
14. Riana Kesal
15
15. Memarahi Sang Boss
16
16. Di Pesawat
17
17. Kejutan Dari Sahabat Dan Kekasih
18
18. Hubungan Yang Retak
19
19. Nasehat Penumpang Pesawat
20
20. Cerita Pak Wijaya
21
21. Mode Dingin
22
22. Meminta Maaf
23
23. Ngambek
24
24. Meminta Cuti
25
25. Bertemu Natasya
26
26. Nomor Kontak
27
27. Izin Cuti
28
28. Pulang
29
29. Ribut Masalah Dukun Parjo
30
30. Cerita Marni
31
31. Menyentuh Hati Ibu
32
32. Menculik Riana
33
33. Syukurlah Datang
34
34. Bisik-Bisik Tetangga
35
35. Tidak Tahan
36
36. Tentang Hati
37
37. Surat Perjanjian
38
38. Jadi Asisten Lagi
39
39. Kolornya
40
40. Membuat Cemburu
41
41. Di Mobil
42
42. Parfum
43
43. Menghilangnya Sang Bos
44
44. Galau
45
45. Melihatmu
46
46. Besok Menikah
47
47. Tidak Jadi Marah
48
48. Isi Kolor
49
49. MP +
50
50. Rumah Baru
51
51. Natasya Ke Kantor
52
52. Image
53
53. Seretaris Itu, Istriku
54
54. Bertemu Pak Rudy
55
55. Kunjungan Sahabat
56
56. Masalah Daby
57
57. Gaya Baru
58
58. Menjemput Di Stasiun
59
59. Gaya Nungg!n9
60
60. Pertemuan Tak Terduga
61
61. Hantu Gentayangan
62
62. Tamu
63
63. Drama In Dosiar
64
64. Enam Belas Tahun Lalu
65
65. Sepasang Suami Istri
66
66. Cerita Bu Naimah
67
67. Meminta Sampel
68
68. Semoga Kabar Baik
69
69. Hasilnya
70
70. DNA Yang Cocok
71
71. Keakraban Riana Dan Bu Naimah
72
72. Melahirkan
73
73. Emir Syahban Wijaya
74
74. Kegelisahan Riana
75
75. Apa? Menikah?!
76
76. Ekspart 1
77
77. Ekspart 2
78
78. Ekspart 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!