02. Peralihan Pimpinan

Dua hari Ethan beristitahat di rumah, dia meminta tidak langsung di perkenalkan pada bawahannya di kantor. Ethan hanya meminta memimpin perusahaan selama satu tahun saja. Awalnya dia mau tiga bulan, tapi papanya tidak setuju.

Lagi pula mamanya juga memaksanya untuk tetap tinggal di Indonesia saja. Dan akhirnya sesuai kesepakatan, Ethan hanya memimpin perusahaan pak Wijaya selama satu tahun saja.

Namun, pak Wijaya tidak menyetujuinya. Tapi dia terpaksa menyetujuinya, nanti yang bekerja menyelesaikan misi adalah Riana agar membuat Ethan betah di Indonesia dan akan terus memimpin perusahaannya kelak.

"Ethan, mama senang kamu pulang." kata mamanya, nyonya Hana.

"Mama senang? Aku justru tidak betah di sini ma." kata Ethan.

"Kenapa tidak betah? Di sini cuacanya enak, lagi pula gadis-gadis di sini cantik-cantik." kata nyonya Hana.

"Ck, tapi mereka terlalu glamour jika berdandan. Lagi pula, terlalu memamerkan apa yang dia miliki." kata Ethan.

"Apa yang mereka pamerkan? Penampilan maksudmu? Mama rasa mereka percaya diri dengan penampilan. Itu bagus." kata nyonya Hana.

"Sudahlah ma, jangan membanggakan mereka. Aku tidak suka, lagi pula semua karyawan papa itu semuanya lebay." kata Ethan lagi.

"Tidak semua. Mama tahu siapa yang berdedikasi tinggi sama papamu, atau yang hanya ingin mencari muka saja." kata nyonya Hana lagi.

Ethan diam saja, dia malas berdebat dengan mamanya. Tidak akan menang, dan inilah salah satu dia malas untuk pulang ke Indonesia. Tapi jika tidak pulang, kasihan juga. Karena seringnya mamanya yang datang ke Inggris untuk menemuinya.

_

Hari yang di tunggu tiba, pak Wijaya memberikan pengumuman kepada semua karyawan dan staf dan para pejabat tinggi di perusahaan. Jika besok anaknya yang akan memimpin perusahaannya, tidak di sebutkan berapa lama Ethan akan memimpin perusahaan besar itu. Tapi dia berharap selamanya memegang perusahaannya.

Sementara dia di rumah untuk mengurus hobi barunya, bercocok tanam di kebun belakang rumahnya. Ada tanah luas di belakang rumahnya miliknya, pak wijaya manfaatkan untuk kebun barunya. Dan akan fokus dengan hobi bercocok tanam dengan istrinya.

Selain itu, dia akan menyelidiki pacar Ethan di luar negeri. Sebaik apa gadis yang di cintai anaknya itu.

"Seperti apa yang sudah saya beritahu sebelumnya, mulai besok perusahaan akan di pegang oleh anakku. Dia yang akan mengendalikan semua masalah yang ada di perusahaan, tentunya di bantu oleh sekretarisku ini. Riana. Dia yang akan membantu Ethan di kantor, jadi karyawan dan pejabat lainnya harus mematuhi pemimpin baru kalian nanti." kata pak Wijaya berpidato di depan karyawan yang di kumpulkan sejak jam sepuluh pagi.

Semua nampak diam, memperhatikan apa yang di ucapkan oleh pimpinan mereka. Riana mencatat semua yang penting saja, Ethan memperhatikan apa yang di lakukan oleh sekretaris papanya itu. Dia tersenyum sinis, merasa lucu dengan yang di lakukan oleh Riana.

Setelah berbicara mengenai pemimpin baru, pak Wijaya juga memperkenalkan anaknya kepada semua karyawan yang hadir. Tampak sekali para karyawan saling berbisik dan ada juga yang memotret Ethan.

Ethan melihat beberapa karyawan yang memotret dan saling berbisik, dan mungkin saja mereka menggosipi dirinya. Tapi dia acuh dan bersikap dingin saja melihat karyawan seperti itu.

"Dan sekarang kita sambut pimpinan perusahaan PT. Wijaya Kusuma Corp. CEO baru kita, Ethan Albert Wijaya. Beri dia tepuk tangan." ucap salah satu juru bicara di sana.

Semua yang hadir pun bertepuk tangan dengan meriah, Riana pun ikut bertepuk tangan. Dia menatap Ethan yang maju di depan podium, berbicara sebagai CEO baru di perusahaan Wijaya Kusuma Corp.

"Terima kasih semuanya, salam kenal. Meski pak Wijaya sudah mengenalkan nama saya, tapi saya perlu memperkenalkan diri di depan semuanya. Nama saya Ethan Albert Wijaya, usia saya mungkin ya ada di biodata ya. Dan saya sebenarnya hanya menggantikan sementara saja. Jadi, tidak akan lama saya di sini. Karena di Inggris saya juga punya pekerjaan, tidak bisa di tinggal begitu saja. Jadi, mohon bantuannya pada kalian semuanya untuk kerja sama memajukan perusahaan ini agar lebih baik lagi." ucap Ethan panjang lebar.

Tepuk tangan kembali bergelora di ruangan aula tersebut, meski banyak yang menyayangkan ucapan Ethan yang hanya sementara di perusahaan itu. Tapi mereka senang ada pimpinan baru yang masih muda dan tampan.

"Sekian dari saya, saya mohon maaf jika ada kata yang salah. Dan jika saya kurang dalam memimpin perusahaan ini, mohon di tegur dan berikan kritik dan sarannya. Terima kasih." ucap Ethan.

Kembali, semua bertepuk tangan dengan meriah. Pak Wijaya menatap anaknya, dia hanya menggeleng saja dengan sambutan yang di sampaikan oleh Ethan. Tapi dia pun kemudian tersenyum dengan anaknya yang berani bicara di depan karyawannya.

Pak Wijaya tahu, anaknya memang punya usaha di Inggrisnya. Tapi usaha coffe shop join dengan sahabatnya, dan sekarang yang mengelola adalah sahabatnya bersama pacarnya.

Riana mencatat apa pun yang menurutnya penting, pak Wijaya pun menutup rangkaian pertemuan dengan karyawan serta pejabat di perusahaan. Lalu mereka pun di perkenankan istirahat dan makan siang.

"Ethan, kita makan siang di restoran saja. Sekalian berdiskusi masalah selanjutnya." kata pak Wijaya pada anaknya.

"Masalah apa pa?" tanya Ethan.

"Kita bicarakan nanti di restoran, hanya obrolan santai. Sekalian nanti Riana juga di ajak, dia harus tahu semuanya apa yang akan dia kerjakan bersama kamu." kata pak Wijaya.

"Tapi makan siang tidak perlu dengan dia juga pa." kata Ethan menolak Riana ikut.

"Dia mulai sekarang adalah sekretarismu. Dan sekaligus asistenmu juga nantinya." kata pak Wijaya lagi.

"Asisten?"

"Kita bicarakan di tempat makan saja. Papa panggil Riana dulu."

Pak Wijaya pun memanggil sekretarisnya untuk ikut makan siang dengannya dan Ethan. Awalnya Riana menolak, tapi dia akhirnya setuju ikut makan siang dengan anak dan ayah itu.

Ethan malas sekali melihat Riana, penampilannya agak cupu. Memakai rok agak panjang di bawah lutut, berkaca mata dan selalu membawa buku memori dan alat tulisnya. Benar-benar penampilan yang kaku menurut Ethan.

"Papa betah sekali punya sekretaris seperti dia, aku mana mau dekat dengannya. Jika memang terpaksa dia jadi sekretarisku, akan aku ubah penampilannya nanti." ucap Ethan menatap sinis pada Riana.

Riana yang dapat tatapan sinis dari anak bosnya itu, hanya diam saja. Bahkan cuek sekali, tidak peduli dengan Ethan yang menatapnya sinis padanya.

_

_

******************

Terpopuler

Comments

Siti solikah

Siti solikah

lanjut

2025-03-17

0

Titin Andien

Titin Andien

belum tau aja nanti duluan jatuh cinta😂

2024-05-29

0

Aidah Djafar

Aidah Djafar

heeem natap sinis senyum sinis lah c Ethan 🤔🤦jngn Mandang enteng Riana lho Eth 🤦 nti klo dirimu bucin bukan senyum sinis lagi tapi senyum mesem mesem alias senyum bucin 🤦😁😂😂 tunggu tgl mainnya 🤔🤦😁😂

2023-09-20

0

lihat semua
Episodes
1 01. Kedatangan Ethan
2 02. Peralihan Pimpinan
3 03. Tugas Baru jadi Bos Baru
4 04. Di Kerjai
5 05. Datang Ke Rumah Pak Wijaya
6 06. Jadi Asisten Pribadi
7 07. Mengantar Pulang
8 08. Menjemput Riana
9 09. Di Apartemen
10 10. Sahabat Dan Pacar
11 11. Makan Di Pinggir Jalan
12 12. Mengajak Ke Rumah
13 13. Pembicaraan Di Meja Makan
14 14. Riana Kesal
15 15. Memarahi Sang Boss
16 16. Di Pesawat
17 17. Kejutan Dari Sahabat Dan Kekasih
18 18. Hubungan Yang Retak
19 19. Nasehat Penumpang Pesawat
20 20. Cerita Pak Wijaya
21 21. Mode Dingin
22 22. Meminta Maaf
23 23. Ngambek
24 24. Meminta Cuti
25 25. Bertemu Natasya
26 26. Nomor Kontak
27 27. Izin Cuti
28 28. Pulang
29 29. Ribut Masalah Dukun Parjo
30 30. Cerita Marni
31 31. Menyentuh Hati Ibu
32 32. Menculik Riana
33 33. Syukurlah Datang
34 34. Bisik-Bisik Tetangga
35 35. Tidak Tahan
36 36. Tentang Hati
37 37. Surat Perjanjian
38 38. Jadi Asisten Lagi
39 39. Kolornya
40 40. Membuat Cemburu
41 41. Di Mobil
42 42. Parfum
43 43. Menghilangnya Sang Bos
44 44. Galau
45 45. Melihatmu
46 46. Besok Menikah
47 47. Tidak Jadi Marah
48 48. Isi Kolor
49 49. MP +
50 50. Rumah Baru
51 51. Natasya Ke Kantor
52 52. Image
53 53. Seretaris Itu, Istriku
54 54. Bertemu Pak Rudy
55 55. Kunjungan Sahabat
56 56. Masalah Daby
57 57. Gaya Baru
58 58. Menjemput Di Stasiun
59 59. Gaya Nungg!n9
60 60. Pertemuan Tak Terduga
61 61. Hantu Gentayangan
62 62. Tamu
63 63. Drama In Dosiar
64 64. Enam Belas Tahun Lalu
65 65. Sepasang Suami Istri
66 66. Cerita Bu Naimah
67 67. Meminta Sampel
68 68. Semoga Kabar Baik
69 69. Hasilnya
70 70. DNA Yang Cocok
71 71. Keakraban Riana Dan Bu Naimah
72 72. Melahirkan
73 73. Emir Syahban Wijaya
74 74. Kegelisahan Riana
75 75. Apa? Menikah?!
76 76. Ekspart 1
77 77. Ekspart 2
78 78. Ekspart 3
Episodes

Updated 78 Episodes

1
01. Kedatangan Ethan
2
02. Peralihan Pimpinan
3
03. Tugas Baru jadi Bos Baru
4
04. Di Kerjai
5
05. Datang Ke Rumah Pak Wijaya
6
06. Jadi Asisten Pribadi
7
07. Mengantar Pulang
8
08. Menjemput Riana
9
09. Di Apartemen
10
10. Sahabat Dan Pacar
11
11. Makan Di Pinggir Jalan
12
12. Mengajak Ke Rumah
13
13. Pembicaraan Di Meja Makan
14
14. Riana Kesal
15
15. Memarahi Sang Boss
16
16. Di Pesawat
17
17. Kejutan Dari Sahabat Dan Kekasih
18
18. Hubungan Yang Retak
19
19. Nasehat Penumpang Pesawat
20
20. Cerita Pak Wijaya
21
21. Mode Dingin
22
22. Meminta Maaf
23
23. Ngambek
24
24. Meminta Cuti
25
25. Bertemu Natasya
26
26. Nomor Kontak
27
27. Izin Cuti
28
28. Pulang
29
29. Ribut Masalah Dukun Parjo
30
30. Cerita Marni
31
31. Menyentuh Hati Ibu
32
32. Menculik Riana
33
33. Syukurlah Datang
34
34. Bisik-Bisik Tetangga
35
35. Tidak Tahan
36
36. Tentang Hati
37
37. Surat Perjanjian
38
38. Jadi Asisten Lagi
39
39. Kolornya
40
40. Membuat Cemburu
41
41. Di Mobil
42
42. Parfum
43
43. Menghilangnya Sang Bos
44
44. Galau
45
45. Melihatmu
46
46. Besok Menikah
47
47. Tidak Jadi Marah
48
48. Isi Kolor
49
49. MP +
50
50. Rumah Baru
51
51. Natasya Ke Kantor
52
52. Image
53
53. Seretaris Itu, Istriku
54
54. Bertemu Pak Rudy
55
55. Kunjungan Sahabat
56
56. Masalah Daby
57
57. Gaya Baru
58
58. Menjemput Di Stasiun
59
59. Gaya Nungg!n9
60
60. Pertemuan Tak Terduga
61
61. Hantu Gentayangan
62
62. Tamu
63
63. Drama In Dosiar
64
64. Enam Belas Tahun Lalu
65
65. Sepasang Suami Istri
66
66. Cerita Bu Naimah
67
67. Meminta Sampel
68
68. Semoga Kabar Baik
69
69. Hasilnya
70
70. DNA Yang Cocok
71
71. Keakraban Riana Dan Bu Naimah
72
72. Melahirkan
73
73. Emir Syahban Wijaya
74
74. Kegelisahan Riana
75
75. Apa? Menikah?!
76
76. Ekspart 1
77
77. Ekspart 2
78
78. Ekspart 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!