12. Mengajak Ke Rumah

Sesuai janjinya, Ethan membawa Jhonson dan pacarnya Daby bertemu dengan kedua orang tuanya. Rencananya dia akan menikahi Daby tahun depan karena dia merasa sudah pantas menikah. Dan setelah tahun depan selesai masa tugasnya di kantor papanya, dia akan menikah dan tinggal di Inggris bersama Daby.

"Kamu mengenalkan kami pada kedua orang tuamu apa mereka tahu tentang kami?" tanya Jhonson.

"Ya tahu, bahkan papa dan mamaku tahu kalau aku punya pacar Daby." jawab Ethan.

Jhonson diam, dia melirik pada Daby lalu menatap jalanan dari kaca jendela di sampingnya. Dia merasa khawatir pertemuan mereka dengan kedua orang tua Ethan.

Daby hanya tersenyun saja ketika Ethan membicarakan tentang keduanya. Sesekali dia melirik pada Jhonson dari kaca spion.

"Emm, Ethan. Kita ke rumah orang tuamu hanya memperkenalkan saja atau ada sesuatu yang di bicarakan lagi?" tanya Daby.

"Ada yang lainnya juga sayang. Nanti aku beritahu setelah sampai di rumah dan bertemu dengan kedua orang tuaku. Kamu tidak sabar ingin dengar apa yang akan aku bicarakan nanti?" tanya Ethan menoleh pada Daby.

"Ya, tentu saja. Bisa kamu bisikkan padaku apa yang ingin kamu bicarakan nanti? Ya, supaya aku bisa bersiap dan bicara lebih sopan sama papa dan mamamu. Agar aku tidak terlihat memalukan." kata Daby.

"Sesuatu yang penting sayang, kamu jangan khawatir. Ini bukan masalah sikapmu pada papa dan mamaku, dan pokoknya ini kejutan untukmu." kata Ethan dengan senyuman di bibirnya.

Daby hanya tersenyum saja, dia melirik lagi ke kaca spion. Melihat Jhonson yang masih saja terlihat masam wajahnya. Ethan pun menatap Jhonson dari kaca spion, tampak dia heran dengan sahabatnya itu.

"Hei bro, apa yang kamu pikirkan? Kamu takut bertemu dengan papaku? Bukankah kamu sudah pernah bertemu dengan papaku di sana?" tanya Ethan.

"Emm, tidak apa-apa. Hanya lagi malas bicara saja, jangan pikirkan aku." kata Jhonson.

"Oke, kamu diam saja tidak masalah. Nanti aku minta pendapatmu tentang rencanaku." kata Ethan.

"Rencana apa?" tanya Jhonson kini penasaran apa yang di katakan Ethan.

"Rahasia. Nanti saja kuberitahu jika sudah memberitahu kedua orang tuaku." kata Ethan masih membuat teka teki.

Daby dan Jhonson saling pandang dari kaca spion, mereka memikirkan apa yang akan di bicarakan Ethan dengan orang tuanya.

Kini mobil memasuki area rumah besar dan luas. Taman di depan sangat luas, dan taman itu di tumbuhi bunga-bunga yang di pelihara oleh mama Ethan. Nyonya Hana, dia ikutan hoby suaminya berkebun. Hanya saja nyonya Hana menanam bunga yang dia suka, sedangkan suaminya menanam pohon buah-buahan di halaman belakang.

Ethan menghentikan mobilnya di halaman rumah yang luas, dia keluar di susul oleh Daby dan Jhonson. Tampak keduanya takjub dengan rumah besar milik orang tua Ethan tersebut.

"Rumahmu besar Ethan." kata Daby melihat sekeliling rumah itu dengan seksama.

"Ini rumah orang tuaku, bukan milikku." kata Ethan.

"Sama saja kan?" kata Jhosnon menimpali.

"Bukanlah bro. Ini milik papa dan mamaku, sedangkan milikku ya apartemen di pinggir kota itu. Sudahlah, jangan membahas hal tidak penting. Ayo masuk." kata Ethan menarik tangan Daby.

Mereka masuk ke dalam rumah besar pak Wijaya itu. Ethan membawa keduanya ke halama belakang, di mana kedua orang tuanya pasti ada di saja sedang merawat kebun. Sampai di sana, Ethan menyuruh Jhonson dan Daby duduk di kursi yang biasa untuk mengobrol.

"Aku menemui papa dulu, kalian duduk saja di sini. Nanti pelayan akan membawakan cemilan untuk kalian." kata Ethan.

"Oke."

Ethan tersenyum, dia lalu melangkah meninggalkan keduanya. Jhonson menatap Daby yang tampak menatap kepergian Ethan.

"Kamu takjub dengan apa yang di miliki Ethan?" tanya Jhonson.

"Apa yang kamu pikirkan? Aku hanya terkejut saja, jangan menyangkaku yang tidak-tidak Jhonson." kata Daby.

"Emm, baguslah. Berarti aku tidak khawatirkan kamu. Tapi, aku memikirkan apa yang akan di bicarakan oleh Ethan dengan kedua orang tuanya? Apa kamu tidak merasa curiga dan cemas?" tanya Jhonson.

"Sudahlah, kita dengarkan saja apa yang akan dia bicarakan. Yang jelas hubungan kita akan baik-baik saja, kamu jangan khawatir." kata Daby lagi.

Jhonson tersenyum, dia merasa lega sekali dengan ucapan Daby tersebut. Dia hanya merasa bersalah telah memiliki apa yang jadi milik sahabatnya itu. Tetapi dia juga tidak bisa mengelak akan perasaannya pada Daby, dan lagi Daby menyambutnya. Jadi, tidak ada yang salah. Hanya menunggu waktu saja. Begitu pikir Jhonson.

Ethan dan kedua orang tuanya pun datang. Tidak seperti nyonya Hana yang antusias bertemu dengan pacar dan sahabat anaknya. Tapi berbeda dengan pak Wijaya, menatap Jhonson dan Daby biasa saja. Bahkan terlihat dingin, tapi dia menghormati kedatangan pacar dan sahabat anaknya itu.

"Halo tuan Wijaya, selamat bertemu kembali." sapa Jhonson bersalaman dengan pak Wijaya.

"Ya, kamu sekarang berbeda." jawab pak Wijaya.

"Oh ya? Hahah! Tuan Wijaya bisa saja." kata Jhonson.

"Ya, mungkin karena telah menikmati apa yang seharusnya bukan milikmu." kata pak Wijaya.

Jhonson diam, dia mengerutkan dahinya tidak mengerti apa yang di katakan oleh papanya Ethan itu.

"Jangan pikirkan dengan ucapanku. Ayo silakan duduk lagi, dan wanita ini adalah pacarmu Ethan?" tanya pak Wijaya.

"Benar pa. Aku berniat mengenalkan Daby dengan papa dan mama. Karena nantinya aku mau serius menjalankan hubungan dengan Daby." kata Ethan.

"Oh Ethan, maksud kamu akan serius dengan gadis ini? Dia cantik dan murah senyum." kata nyonya Hana menatap Daby dengan senang sekali.

"Hahah! Mama suka dengan Daby?" tanya Ethan.

"Tentu saja pilihanmu mama selalu suka dan mendukungmu." kata nyonya Hana.

Daby hanya tersenyum saja mendengar pembicaraan Ethan dan mamanya tanpa dia mengerti. Jhonson sendiri mengartikan percakapan mereka kalau Ethan memang suka sekali dengan Daby dan mamanya juga menyukai Daby.

"Apa yang akan kamu bicarakan Ethan? Kamu sepertinya akan bicara penting." kata pak Wijaya.

"Iya pa. Tapi aku tidak mau buru-buru mengatakannya pa, kita bisa bicara sambil makan siang. Ini sudah pukul satu siang." kata Ethan.

"Kalian belum makan?" tanya nyonya Hana.

"Iya ma, dan memang rencanaku mau mengajak mereka makan di sini dan sekaligus membicarakan hal lain yang sangat penting papa dan mama mengetahuinya." kata Ethan.

"Ya baiklah, menghormati tamu itu penting. Jadi ayo kita makan siang dulu." kata pak Wijaya.

Ethan mengajak Daby dan Jhonson masuk kembali menuju ruang makan. Mereka akan makan siang dengan orang tua Ethan. Meski Jhonson merasa gelisah, tapi dia berusaha untuk bersikap santai dan akrab dengan papa dan mama Ethan.

Sedangkan Daby sendiri merasa canggung, dia selalu melirik ke arah pak Wijaya yang tampak kurang suka dengannya. Tapi tangannya selalu di pegang oleh Ethan, mau tidak mau Daby mengikuti apa yang di lakukan oleh Ethan padanya.

_

_

********************

Terpopuler

Comments

Aidah Djafar

Aidah Djafar

wah lgsg to the poin't pak Wijaya ngomngny ke Jhonson 🤦 yg pasti pak Wijaya udah nyelidikin perselingkuhan kekasih Ethan Daby dan sahabatny Jhonson 🤔

2023-09-20

0

꧁༒☬SCORPIO☬༒꧂

꧁༒☬SCORPIO☬༒꧂

Pak Wijaya udah tau semua

Cemungut Author.......

2023-02-21

1

nuna jimin🧸🧸

nuna jimin🧸🧸

ada yg takut ketauan
...lnjut thor

2023-02-14

0

lihat semua
Episodes
1 01. Kedatangan Ethan
2 02. Peralihan Pimpinan
3 03. Tugas Baru jadi Bos Baru
4 04. Di Kerjai
5 05. Datang Ke Rumah Pak Wijaya
6 06. Jadi Asisten Pribadi
7 07. Mengantar Pulang
8 08. Menjemput Riana
9 09. Di Apartemen
10 10. Sahabat Dan Pacar
11 11. Makan Di Pinggir Jalan
12 12. Mengajak Ke Rumah
13 13. Pembicaraan Di Meja Makan
14 14. Riana Kesal
15 15. Memarahi Sang Boss
16 16. Di Pesawat
17 17. Kejutan Dari Sahabat Dan Kekasih
18 18. Hubungan Yang Retak
19 19. Nasehat Penumpang Pesawat
20 20. Cerita Pak Wijaya
21 21. Mode Dingin
22 22. Meminta Maaf
23 23. Ngambek
24 24. Meminta Cuti
25 25. Bertemu Natasya
26 26. Nomor Kontak
27 27. Izin Cuti
28 28. Pulang
29 29. Ribut Masalah Dukun Parjo
30 30. Cerita Marni
31 31. Menyentuh Hati Ibu
32 32. Menculik Riana
33 33. Syukurlah Datang
34 34. Bisik-Bisik Tetangga
35 35. Tidak Tahan
36 36. Tentang Hati
37 37. Surat Perjanjian
38 38. Jadi Asisten Lagi
39 39. Kolornya
40 40. Membuat Cemburu
41 41. Di Mobil
42 42. Parfum
43 43. Menghilangnya Sang Bos
44 44. Galau
45 45. Melihatmu
46 46. Besok Menikah
47 47. Tidak Jadi Marah
48 48. Isi Kolor
49 49. MP +
50 50. Rumah Baru
51 51. Natasya Ke Kantor
52 52. Image
53 53. Seretaris Itu, Istriku
54 54. Bertemu Pak Rudy
55 55. Kunjungan Sahabat
56 56. Masalah Daby
57 57. Gaya Baru
58 58. Menjemput Di Stasiun
59 59. Gaya Nungg!n9
60 60. Pertemuan Tak Terduga
61 61. Hantu Gentayangan
62 62. Tamu
63 63. Drama In Dosiar
64 64. Enam Belas Tahun Lalu
65 65. Sepasang Suami Istri
66 66. Cerita Bu Naimah
67 67. Meminta Sampel
68 68. Semoga Kabar Baik
69 69. Hasilnya
70 70. DNA Yang Cocok
71 71. Keakraban Riana Dan Bu Naimah
72 72. Melahirkan
73 73. Emir Syahban Wijaya
74 74. Kegelisahan Riana
75 75. Apa? Menikah?!
76 76. Ekspart 1
77 77. Ekspart 2
78 78. Ekspart 3
Episodes

Updated 78 Episodes

1
01. Kedatangan Ethan
2
02. Peralihan Pimpinan
3
03. Tugas Baru jadi Bos Baru
4
04. Di Kerjai
5
05. Datang Ke Rumah Pak Wijaya
6
06. Jadi Asisten Pribadi
7
07. Mengantar Pulang
8
08. Menjemput Riana
9
09. Di Apartemen
10
10. Sahabat Dan Pacar
11
11. Makan Di Pinggir Jalan
12
12. Mengajak Ke Rumah
13
13. Pembicaraan Di Meja Makan
14
14. Riana Kesal
15
15. Memarahi Sang Boss
16
16. Di Pesawat
17
17. Kejutan Dari Sahabat Dan Kekasih
18
18. Hubungan Yang Retak
19
19. Nasehat Penumpang Pesawat
20
20. Cerita Pak Wijaya
21
21. Mode Dingin
22
22. Meminta Maaf
23
23. Ngambek
24
24. Meminta Cuti
25
25. Bertemu Natasya
26
26. Nomor Kontak
27
27. Izin Cuti
28
28. Pulang
29
29. Ribut Masalah Dukun Parjo
30
30. Cerita Marni
31
31. Menyentuh Hati Ibu
32
32. Menculik Riana
33
33. Syukurlah Datang
34
34. Bisik-Bisik Tetangga
35
35. Tidak Tahan
36
36. Tentang Hati
37
37. Surat Perjanjian
38
38. Jadi Asisten Lagi
39
39. Kolornya
40
40. Membuat Cemburu
41
41. Di Mobil
42
42. Parfum
43
43. Menghilangnya Sang Bos
44
44. Galau
45
45. Melihatmu
46
46. Besok Menikah
47
47. Tidak Jadi Marah
48
48. Isi Kolor
49
49. MP +
50
50. Rumah Baru
51
51. Natasya Ke Kantor
52
52. Image
53
53. Seretaris Itu, Istriku
54
54. Bertemu Pak Rudy
55
55. Kunjungan Sahabat
56
56. Masalah Daby
57
57. Gaya Baru
58
58. Menjemput Di Stasiun
59
59. Gaya Nungg!n9
60
60. Pertemuan Tak Terduga
61
61. Hantu Gentayangan
62
62. Tamu
63
63. Drama In Dosiar
64
64. Enam Belas Tahun Lalu
65
65. Sepasang Suami Istri
66
66. Cerita Bu Naimah
67
67. Meminta Sampel
68
68. Semoga Kabar Baik
69
69. Hasilnya
70
70. DNA Yang Cocok
71
71. Keakraban Riana Dan Bu Naimah
72
72. Melahirkan
73
73. Emir Syahban Wijaya
74
74. Kegelisahan Riana
75
75. Apa? Menikah?!
76
76. Ekspart 1
77
77. Ekspart 2
78
78. Ekspart 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!