Eps. 18 Perfeksionis

Afsha berharap pria tersebut segera pergi dari sana karena selain mengawasi Ia juga kembali mengenal banyak lebar mengenai hasil cucuian Afsha.

“Bagaimana bisa ada noda tambahan di baju ku setelah kau selesai mencucinya ?” dr. Ammar mengecek hasil cucian pelayan barunya dan menunjukkannya langsung pada Afsha.

“Oh... aku sudah memasukkan banyak sabun tadi tapi kenapa malah jadi kotor ?” Afsha sendiri tak tahu mengapa hal itu terjadi.

“ck... harusnya kemarin aku tidak menerimamu sebagai pelayan disini karena mencuci baju saja kau tidak bisa.” dr. Ammar kembali mengomel seperti lebah yang sarangnya di lempari batu.

Sambil menarik nafas dengan kasar pria itu kembali mengambil sabun dan mengajari Afsha cara yang benar menggunakan detergent.

“Ingat setelah sabun di tuang air di aduk sampai semua sabun tercampur rata barulah mesin boleh di putar, jadi sabunnya tidak menggumpal dan mengotori pakaian.” ucap pria itu memberi contoh.

“Jika kau bisa sendiri kenapa tak melakukannya sendiri saja ?” gerutu lirih Afsha yang bisa didengar oleh dr. Ammar.

“Kau... ingat kau di sini adalah pelayan. Dan satu hal lagi yang perlu kau tahu bahwa kau sendiri yang memohon padaku pekerjaan ini.”

Selesai bicara pria itu segera pergi dari sana masuk ke sebuah ruangan.

“Untunglah dia segera pergi jika tidak telingaku pasti sudah meledak mendengar semua omelannya.” Afsha menarik nafas panjang dengan lega sekarang paling tidak telinga tidak berdengung.

“Apa yang bisa dilakukan pelayan baru itu.” dr. Ammar mengumpat sambil memakai seragamnya. “Aku berangkat sekarang.” sambil menenteng tasnya, ia pun keluar dari kamar dan masuk ke mobil menuju ke rumah sakit tempatnya bekerja.

“Hey Afsha apa yang kau lakukan ?” kak Amla tiba-tiba datang dan mengagetkannya saat ia melihat mobil hijau yang barusan meluncur dari rumah.

“Ahh tidak kak.” Afsha terkejut dan segera berbalik. “Aku hanya kebetulan saja melihat keluar jendela dan mendapati tuan Ammar sedang berangkat kerja.” terlihat sedikit salah tingkah dan khawatir akan salah menilai dirinya.

“Kau tertarik pada dr. Ammar ya ?” goda kak Amla yang langsung ditepis oleh Afsha. “Tentu saja tidak.” ia sama sekali tak tertarik pada pria tersebut yang menurutnya kasar dan bossy meski ia mengakui pria itu tak jauh dari kata tampan.

“Dia seorang dokter ?” tanya Afsha yang baru mengetahui profesi tuannya.

“Tepatnya dia seorang psikiater terkenal disini. Dan karena itu membuat waktunya cukup tersita dengan mengurusi semua pasiennya yang menyebabkannya belum juga mempunyai calon istri.”

Afsha hanya mengangguk saja mendengarnya meskipun dalam hati kembali mengutuk pria itu, “Sebagai dokter bukankah seharusnya ramah pada pasien ? Jika dia seperti itu lalu bagaimana pasiennya ?”

“Apa kau sudah selesai mencuci ?” pertanyaan Kak Amla membuyarkan lamunannya yang langsung di angguki oleh Afsha. “Jika begitu sekarang tugas mu adalah mengepel rumah ini.”

Pelayan itu sudah membawakan pel beserta ember di depan Afsha.

“Apa di sini tidak menggunakan vacuum cleaner ?” Afsha menatap alat pel yang sama sekali tidak pernah ia sentuh seumur hidupnya. Karena menurutnya seharusnya rumah semewah ini tidak menggunakan alat kuno seperti itu.

“Nyonya hanya meminta membersihkan ini rumah ini menggunakan vacuum cleaner untuk bagian ruang tamu dan teras saja, selebihnya dengan ini agar bersihnya maksimal.”

Afsha menelan salivanya dengan berat saat mendengar penjelasan dari Kak Amla. Terang saja rumah seluas ini dan harus mengepelnya sendiri dengan peralatan manual ? Mungkin saja ia akan pingsan sebelum pekerjaan itu selesai.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

Sabar ya Afsha .. itu kan pilihan mu sendiri yg lari dari rmh .. padahal bisa kan di bicarakan baik2 dlu .. jngn main kabur aja .. kasihan juga kedua orang tua mu dan juga adik mu ..

2023-02-08

1

lihat semua
Episodes
1 Eps. 1 Perjodohan
2 Eps. 2 Memberikan Ponsel
3 Eps. 3 Kabur Dari Rumah
4 Eps. 4 Afsha Hilang
5 Eps. 5 Kunjungan Rayhan
6 Eps. 6 DPO
7 Eps. 7 Belum Ada Kabar
8 Eps. 8 Pencopet
9 Eps. 9 Menangkap Pencopet
10 Eps. 10 Penginapan Baru
11 Eps. 11 Petir
12 Eps. 12 Kecurian
13 Eps. 13 Keluar Dari Penginapan
14 Eps. 14 Pusing Melanda
15 Eps. 15 Menjadi Pelayan
16 Eps. 16 Dimana ini?
17 Eps. 17 Cerewet
18 Eps. 18 Perfeksionis
19 Eps. 19 Masih Kotor
20 Eps. 20 Pel Kembali
21 Eps. 21 Rumah Sakit Aspetar
22 Eps. 22 Penghentian Investigasi
23 Eps. 23 Hari Gajian
24 Eps. 24 Hadiah Koin
25 Eps. 25 Menyemir Sepatu
26 Eps. 26 Tamu Di Depan Rumah
27 Eps. 27 Kepribadian Yang Lain
28 Eps. 28 Sebuah Timpukan
29 Eps. 29 Kembali Ke Kepribadian Utama
30 Eps. 30 Teringat Pada Safa
31 Eps. 31 Kembali Terusik
32 Eps. 32 Sebuah Tes
33 Eps. 33 Mencari Informasi Tentang Hana
34 Eps. 34 Obat Gratis
35 Eps. 35 Mencoba Obat
36 Eps. 36 Mencoba Obat
37 Eps. 37 Memaksa Minum Obat
38 Eps. 38 Kesalahan Saat Setrika
39 Eps. 39 Air Mata Bawang
40 Eps. 40 Mengusik Tidur
41 Eps. 41 Tetap Ketahuan
42 Eps. 42 Hukuman
43 Eps. 43 Kebaikan Hati dr. Ammar
44 Eps. 44 Berita Dari Surat Kabar
45 Eps. 45 Putri Yang Hilang
46 Eps. 46 Afsha Bebas
47 Eps. 47 Nomor Tak Dikenal
48 Eps. 48 Aroma Daging Kambing
49 Eps. 49 Kenalkan Aku Padanya
50 Eps. 50 Tertarik Pada Afsha
51 Eps. 51 Mengaku Sebagai Kekasih
52 Eps. 52 Undangan Pernikahan
53 Eps. 53 Pergi Ke Acara Pernikahan
54 Eps. 54 Berakting Sebagai Kekasih
55 Eps. 55 Berhasil Kabur
56 Eps. 56 Menghubungi Abizar Cailey
57 Eps. 57 Telepon Dari Ayah Afsha
58 Eps. 58 Bertemu dr.Ammar
59 Eps. 59 Permintaan Pertama
60 Eps. 60 Palm Tree Island Qatar
61 Eps. 61 Bertemu Dengan Abizar
62 Eps. 62 Permintaan Kedua Afsha
63 Eps 63 Ajakan Pulang
64 Eps. 64 Pulang Paksa
65 Eps. 65 Mencari Masalah
66 Eps. 66 Di Usir Dari Rumah
67 Eps. 67 Mengantar Afsha Pulang
68 Eps. 68 Sampai Di Rumah
69 Eps. 69 Menolak Reward
70 Eps. 70 Hati Yang Kosong
71 Eps. 71 Saling Teringat
72 Eps. 72 Obat Habis
73 Eps. 73 Mengkonsumsi Obat Lama
74 Eps. 74 Menurtup Jam Praktek Kerja
75 Eps. 75 Menyadarkan Afsha
76 Eps. 76 Mencuri First Kiss
77 Eps. 77 Saling Memikirkan
78 Eps. 78 Saling Merindukan
79 Eps. 79 Mengungkap Rasa
80 Eps. 80 Menunggu Reaksi
81 Eps. 81 Hubungan Resmi
82 Eps. 82 Semakin Rindu
83 Eps. 83 Mengunjungi Afsha Lagi
84 Eps. 84 Berkunjung Ke Kantor
85 Eps. 85 Alergi Bunga
86 Eps. 86 Pengajuan Syarat
87 Eps. 87 Tunangan Dadakan
88 Eps. 88 Sepasang Cincin
89 Eps. 89 Ke Rumah dr. Ammar
90 Eps. 90 Bertemu Nyonya Fatima
91 Eps. 91 Rencana Nyonya Fatima
92 Eps. 92 Ngantuk Berat
93 Eps. 93 Reaksi Alergi Obat
94 Eps. 94 Interogasi
95 Eps. 95 Mengungkap Jati Diri
96 Eps. 96 Berkunjung Ke Rumah Afsha
97 Eps. 97 Pembatalan Sepihak
98 Eps. 98 Belum Mendapat Restu
99 Eps. 99 Permohonan Resign
100 Eps. 100 Sepucuk Surat
101 Eps. 101 Pernikahan
102 Eps. 102 Kelahiran Buah Hati
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Eps. 1 Perjodohan
2
Eps. 2 Memberikan Ponsel
3
Eps. 3 Kabur Dari Rumah
4
Eps. 4 Afsha Hilang
5
Eps. 5 Kunjungan Rayhan
6
Eps. 6 DPO
7
Eps. 7 Belum Ada Kabar
8
Eps. 8 Pencopet
9
Eps. 9 Menangkap Pencopet
10
Eps. 10 Penginapan Baru
11
Eps. 11 Petir
12
Eps. 12 Kecurian
13
Eps. 13 Keluar Dari Penginapan
14
Eps. 14 Pusing Melanda
15
Eps. 15 Menjadi Pelayan
16
Eps. 16 Dimana ini?
17
Eps. 17 Cerewet
18
Eps. 18 Perfeksionis
19
Eps. 19 Masih Kotor
20
Eps. 20 Pel Kembali
21
Eps. 21 Rumah Sakit Aspetar
22
Eps. 22 Penghentian Investigasi
23
Eps. 23 Hari Gajian
24
Eps. 24 Hadiah Koin
25
Eps. 25 Menyemir Sepatu
26
Eps. 26 Tamu Di Depan Rumah
27
Eps. 27 Kepribadian Yang Lain
28
Eps. 28 Sebuah Timpukan
29
Eps. 29 Kembali Ke Kepribadian Utama
30
Eps. 30 Teringat Pada Safa
31
Eps. 31 Kembali Terusik
32
Eps. 32 Sebuah Tes
33
Eps. 33 Mencari Informasi Tentang Hana
34
Eps. 34 Obat Gratis
35
Eps. 35 Mencoba Obat
36
Eps. 36 Mencoba Obat
37
Eps. 37 Memaksa Minum Obat
38
Eps. 38 Kesalahan Saat Setrika
39
Eps. 39 Air Mata Bawang
40
Eps. 40 Mengusik Tidur
41
Eps. 41 Tetap Ketahuan
42
Eps. 42 Hukuman
43
Eps. 43 Kebaikan Hati dr. Ammar
44
Eps. 44 Berita Dari Surat Kabar
45
Eps. 45 Putri Yang Hilang
46
Eps. 46 Afsha Bebas
47
Eps. 47 Nomor Tak Dikenal
48
Eps. 48 Aroma Daging Kambing
49
Eps. 49 Kenalkan Aku Padanya
50
Eps. 50 Tertarik Pada Afsha
51
Eps. 51 Mengaku Sebagai Kekasih
52
Eps. 52 Undangan Pernikahan
53
Eps. 53 Pergi Ke Acara Pernikahan
54
Eps. 54 Berakting Sebagai Kekasih
55
Eps. 55 Berhasil Kabur
56
Eps. 56 Menghubungi Abizar Cailey
57
Eps. 57 Telepon Dari Ayah Afsha
58
Eps. 58 Bertemu dr.Ammar
59
Eps. 59 Permintaan Pertama
60
Eps. 60 Palm Tree Island Qatar
61
Eps. 61 Bertemu Dengan Abizar
62
Eps. 62 Permintaan Kedua Afsha
63
Eps 63 Ajakan Pulang
64
Eps. 64 Pulang Paksa
65
Eps. 65 Mencari Masalah
66
Eps. 66 Di Usir Dari Rumah
67
Eps. 67 Mengantar Afsha Pulang
68
Eps. 68 Sampai Di Rumah
69
Eps. 69 Menolak Reward
70
Eps. 70 Hati Yang Kosong
71
Eps. 71 Saling Teringat
72
Eps. 72 Obat Habis
73
Eps. 73 Mengkonsumsi Obat Lama
74
Eps. 74 Menurtup Jam Praktek Kerja
75
Eps. 75 Menyadarkan Afsha
76
Eps. 76 Mencuri First Kiss
77
Eps. 77 Saling Memikirkan
78
Eps. 78 Saling Merindukan
79
Eps. 79 Mengungkap Rasa
80
Eps. 80 Menunggu Reaksi
81
Eps. 81 Hubungan Resmi
82
Eps. 82 Semakin Rindu
83
Eps. 83 Mengunjungi Afsha Lagi
84
Eps. 84 Berkunjung Ke Kantor
85
Eps. 85 Alergi Bunga
86
Eps. 86 Pengajuan Syarat
87
Eps. 87 Tunangan Dadakan
88
Eps. 88 Sepasang Cincin
89
Eps. 89 Ke Rumah dr. Ammar
90
Eps. 90 Bertemu Nyonya Fatima
91
Eps. 91 Rencana Nyonya Fatima
92
Eps. 92 Ngantuk Berat
93
Eps. 93 Reaksi Alergi Obat
94
Eps. 94 Interogasi
95
Eps. 95 Mengungkap Jati Diri
96
Eps. 96 Berkunjung Ke Rumah Afsha
97
Eps. 97 Pembatalan Sepihak
98
Eps. 98 Belum Mendapat Restu
99
Eps. 99 Permohonan Resign
100
Eps. 100 Sepucuk Surat
101
Eps. 101 Pernikahan
102
Eps. 102 Kelahiran Buah Hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!