Afsha sebelum tidur mengingat kembali berapa lama waktu baginya tinggal di penginapan Alwadi.
“Seingat ku hari ini adalah hari terakhir yang kubayar di penginapan ini.” gunanya sambil tutup bersandar ke dinding dan menyangga kepalanya dengan tangan. “Astaga berarti besok aku harus keluar dari tempat ini. Mana aku sudah tak ada uang lagi.”
Gadis itu menarik nafas kasar dan mulai berpikir bagaimana hidupnya mulai besok. Bagaimana ia harus makan jika atm-nya sudah hilang dan tak ada uang cash sama sekali di dompetnya.
“Aku harus minta tolong pada siapa ?”
Afsha benar-benar putus asa karena biasanya hidup berkecukupan dan sekarang harus mencari sendiri untuk bertahan hidup di luar.
“Kepalaku rasanya berat jika memikirkan semuanya.” ia pun menaruh kepalanya di atas bantal yang lembut untuk mengistirahatkannya sejenak dari beban yang sudah menantinya esok hari.
Keesokan paginya Afsha terlihat sedang berkemas dan menuju ke resepsionis penginapan.
“Nona aku mau cek out hari ini dan tidak meneruskan menginap di sini.” lapernya pada petugas resepsionis penginapan.
“Baik nona.” petugas resepsionis kemudian mengurus nya setelah Afsha menyerahkan kunci kamar pada mereka.
Afsha kemudian berjalan keluar dari penginapan tanpa arah tujuan yang jelas dan terus melangkah tanpa henti.
Hingga 2 jam lamanya sudah ia merasakan kakinya cukup lelah untuk melangkah ia pun berhenti di depan bangunan yang merupakan kompleks pertokoan besar yang ia temukan sehari sebelumnya.
“Aku akan mencoba bertanya mungkin saja di sana membutuhkan seorang karyawati.” gumam Afsha sambil duduk sebentar untuk meluruskan kakinya juga menata nafasnya.
Afsha kemudian bangkit dari tempat duduknya setelah rasa lelahnya berkurang.
“Dari mana dulu aku harus mulai bertanya ?” ia tampak bingung karena di sana ada banyak pertokoan juga kantor setelah tiba di Kompleks tersebut.
Afsha langsung bergerak cepat dan memulai dari toko yang ada di sisi timur.
“Permisi apakah di sini butuh karyawati ?” Afsha bertanya pada seorang wanita yang ia tugas sebagai pemilik dari sebuah toko bakery.
“Maaf nona untuk saat ini kami tidak memerlukan karyawan baru.”
Afsha kembali melangkahkan kakinya menuju ke toko yang ada di sebelahnya. “Tuan apakah di toko anda butuh seorang karyawan ?”
“Maaf nona toko baju kami baru mendapatkan seorang karyawati satu hari yang lalu.”
Afsha tak mengenal Allah meskipun mendapatkan penolakan telah mencoba bertanya pada 10 pertokoan di sana.
“Permisi tuan apakah anda membutuhkan seorang karyawan di sini ?” tanya nya pada seseorang setelah 20 kali bertanya.
“Maaf nona, toko kami tidak berencana menambah karyawan.”
Afsha tampak kecewa namun ia belum menyerah dan masih akan kembali bertanya pada perkantoran yang ada di kompleks tersebut.
“Permisi tuan, apakah di sini ada lowongan kerja ?” tanya Afsha Saya seorang petugas security yang ada di depan sebuah perkantoran.
“Nona terlambat baru saja hari ini perusahaan kami mereka karyawan baru.”
Lagi-lagi Afsha ribet kecewa oleh jawaban dari petugas tersebut. Ia pun belum putus asa dan kembali bertanya pada beberapa perusahaan lainnya.
“Susah sekali mencari pekerjaan di sini meskipun itu hanya buruh kecil.” Afsha harus kecewa setelah menanyai seluruh perusahaan yang ada di kompleks tersebut. Ia tak tahu Kenapa nasib malang menimpa dirinya setelah dompetnya hilang tak mendapatkan pekerjaan.
“Bagaimana aku bisa makan besok ?” gadis itu kembali berjalan keluar dari kompleks pertokoan dan menyusuri jalanan untuk melanjutkan mencari pekerjaan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
neng ade
maka nya Afsha jngn suka menantang petir !! semoga kamu cepat mendapatkan pekerjaan .. tapi lebih baik lagi jika kamu pulang ..
2023-02-08
1
🌻Ruby Kejora
Maaf eps 13 krmr salah up eps. 20 kak
Human error. Penulis sedang ngantuk dan pusing... Maafkan,.. 😣
2023-02-05
2