Afsha sudah memikirkan masak-masak sebelumnya setelah membaca surat kabar yang memberitakan dirinya masuk dalam daftar pencarian orang hilang.
“Aku harus segera pindah dari sini. Jika tidak maka staf yang ada di penginapan ini pasti akan mengenaliku dan melaporkannya. Aku tidak ingin pulang ke rumah.” Afsha bergumam sebelum memejamkan matanya di malam hari.
Keesokan paginya ia pun segera berkemas mengemasi semua barangnya dan tak lama setelahnya ia segera check out dari penginapannya saat ini.
“Lalu di mana aku harus menginap setelah ini ?” Afsha berjalan tanpa arah di tepi trotoar sambil menyeret koper nya.
Karena belum sarapan pagi setelah keluar dari penginapan maka ia pun mencari tempat makan terlebih dulu untuk mengisi perutnya.
“Akhirnya aku menemukan tempat makan juga.” setelah 60 menit berjalan akhirnya Afsha menemukan sebuah tempat makan kecil yang terlihat ramai.
Gadis itu pun kemudian duduk di sebuah kursi kosong sambil memesan menu makanan.
“Ini nona pesanan anda.” beberapa menit setelahnya seorang pelayan mengantarkan thareed ke meja Afsha, sebuah sup kaldu daging domba.
“Terimakasih.”
Afsha segera menyantap sup kaldu domba pesanannya itu. Ia menaruh tas dan koper yang di bawanya di lantai, fokus untuk makan.
Dari luar tempat makan terlihat beberapa orang lelaki yang menatap ke arah tempat makan dengan tetapan aneh tanpa sepengetahuan semua pengunjung tempat makan yang sibuk dengan hidangan mereka masing-masing.
“Semua pengunjung terlihat membawa tasnya dengan aman.”ucap seorang pria berkumis keriting pada temannya.
“Lihat itu ada satu pengunjung yang menaruh tasnya ke lantai.” tunjuk pria lain ke arah Afsha yang sama sekali tidak mempedulikan tasnya.
“Ya benar. Apa dia tidak tahu di tempat ini dia bisa kehilangan barang berharganya ?”
Ya, di kota As Sani ini banyak pencuri yang berkeliaran yang mengincar siapa saja yang lengah di tempat umum. Jika tidak berhati-hati maka akan menjadi korban pencurian.
“Sepertinya dia pengunjung baru di tempat ini jadi tidak tahu kondisi di sini.”ucap pria berkumis keriting menanggapi.
Mereka menyusun rencana kilat dan kemudian segera beraksi.
Pria berkumis keriting masuk ke tempat makan saat banyak pengunjung yang berdiri di dekat target. Sementara pria lainnya berdiri di dekat tas Afsha berada.
“bugh.” pria berkumis keriting sengaja menabrak pengunjung lain di depannya untuk memgalihkan perhatian target.
“Maaf nona, aku tak sengaja menginjak kakimu.” ucap seorang pengunjung wanita sambil mengangkat kakinya segera dari kaki Afsha.
“Ya, tak apa.”
Saat itulah pria lainnya beraksi dan segera membawa semua tas Afsha saat gadis itu masih bicara dengan pengunjung wanita yang menginjak kakinya tadi.
Setelah pengunjung tadi pergi, Afsha meluruskan kakinya untuk memeriksanya. “Untunglah tidak lecet.”
Secara tak sengaja ia merasakan sisi kosong di dekat kakinya. “Tas ku kemana ?”
Betapa terkejutnya dia saat melihat tasnya raib dari sana. “Astaga tas ku di curi.” pekikya segera mengedarkan pandangan ke sekitar untuk mencari tas dan barang berharga yang ada di dalamnya.
“Atau pria itu yang mencurinya dari ku ?” Afsha melihat seorang pria yang mirip preman berlari dan ternyata memang membawa tasnya.
“Tunggu ! Berhenti !” teriak Afsha berlari dari tempat makan. “Kembalikan tas ku !” teriaknya lagi mengejar pencopet tadi.
“bugh...” tak sengaja ia menabrak seorang pria berpakaian serba putih yang akan masuk ke tempat makan.
“Gadis itu... hey !” teriak pria itu terlihat kesal melihat gadis yang menabraknya barusan berlari begitu saja tanpa meminta maaf padanya. “Anak muda zaman sekarang tak punya sopan santun.” ucap pria tersebut kemudian berlalu dan masuk ke tempat makan.
“Berhenti kalian !” Afsha sama sekali tak menghiraukan panggilan pria tadi dan terus mengejar pencopet yang masih berusaha kabur darinya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
agen hijau
Menunya serba daging ya tu
2023-02-03
0