Ayah Afsha, Cailey semakin panik saat bertanya pada driver nya yang mengatakan tidak mengantar putrinya.
“Ya, Disya dia bilang tadi pergi ke sana, bukan ?” pekik pria itu teringat putrinya sebelumnya berpamitan main ke salah satu temannya.
Ia pun segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Disya yang ia simpan. Cailey menyimpan nomor semua teman Afsha untuk jaga-jaga saja. Dan ternyata kali ini memang berguna.
“Halo.... apakah benar ini dengan Disya ?” ucap Cailey setelah teleponnya tersambung.
“Ya, benar. Maaf ini dari siapa dan ada apa ?” balas suara seorang gadis.
“Ya, aku adalah ayahnya Afsha. Apa dia ada di sana ?” tanyanya tak sabar.
“Afsha tidak ada di sini om.”
Cailey benar-benar tak percaya pada apa yang diucapkan oleh teman putrinya tersebut, jelas-jelas tadi Afsha berpamitan ke sana.
“Tadi sore putriku bilang main ke tempatmu.”
“Tidak ada om, Afsha memang tidak ke sini. Mungkin saja dia main ke rumah Alya.” balas Disya memberitahukan teman lainnya yang biasa sering dikunjungi oleh Afsha.
“Baik, terima kasih. Semoga dia ada di sana.” Cailey segera mematikan teleponnya dengan Disya. Ia kemudian segera mencari nama Alya di ponselnya
Namun lagi-lagi teman putrinya itu bilang jika Afsha tidak ada di sana dan menyebutkan nama teman lain yang sering dikunjungi oleh Afsha.
“Dimana dia sebenarnya ?” pria itu kemudian mencoba menghubungi nomor teman Afsha lainnya beberapa kali. “Dia tak ada di manapun.
Ia menyerah untuk menelepon setelah 20 kali menelepon teman putrinya dengan hasil yang sama, Afsha tak ada di tempat mereka.
“Ayah kenapa ?” ucap Rafi pesan pernapasan dengan ayahnya yang terlihat bingung.
“Kakak mu hilang. Nomornya juga tak bisa dihubungi.”
Rafi sampai melongo saking terkejutnya bagaimana bisa hal itu terjadi mengingat kakaknya itu tidak ada masalah sama sekali sebelumnya.
“Ponsel mu, kemarikan ponselmu.” pria itu tiba-tiba mau minta ponsel yang sedang dibawa oleh Rafi.
“Ini ayah.”
“Rafi.... !!!” bentak pria itu sampai Rafi menutup kedua telinganya karena saking kerasnya. “Ini kan ponsel kakakmu bagaimana bisa ada di tanganmu ?” menatap dengan tatapan tajam.
“K-kakak memberikannya padaku.” jawab Rafi terbatas sekaligus gemetar takut dengan kemarahan ayahnya.
“Kau... akan mendapatkan hukuman setelah kakakmu ketemu !” sekarang terjawab sudah Kenapa nomor putrinya tidak aktif.
Ibu yang dari tadi diam hanya melihat saja, kini mendekati suaminya.
“Ayah cobalah untuk lebih sedikit tenang. Jika Ayah marah-marah seperti itu tetangga depan rumah akan mendengarnya.” ucap ibu dengan ada pelan untuk menenangkan suaminya.
Cailey menarik nafas kasar sambil mengusap wajahnya menatap istrinya.
“Ayah sudah malam lebih baik kita istirahat saja. Mungkin Afsha ada di rumah tantenya.”
Ya, Afsha sering main ke rumah tantenya bahkan menginap di sana selama beberapa hari.
Pria itu pun kemudian menurut apa kata istrinya dan masuk ke kamar.
“Oh untunglah... gunung merapinya batal meletus.” Rafi mengusap dadanya dengan naga dan segera berlari masuk ke kamarnya.
Keesokan harinya ibunya Afsha mencoba menghubungi adiknya, Maryam. Untuk menanyakan apakah putrinya menginap di sana.
“Oh dia ternyata juga tidak ada di sana.”
Cailey semakin terlihat panik bercampur khawatir. Ia pun kemudian masuk ke sebuah ruang dan memeriksa semua CCTV yang ada di sekitar rumah.
“Dari rekaman CCTV di rumah ini tak ada yang menunjukkan kepergian Afsha.” desah Cailey dalam baru kali ini putrinya hilang atau tepatnya kabur dari rumah.
Tentu saja Cailey tidak melihat Afsha dalam rekaman cctv, karena gadis itu mengganti bajunya setelah bertemu dengan Pak Umar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
🌻Ruby Kejora
Boleh kak
2023-02-02
2