Setelah menerima foto dan informasi lengkap mengenai Afsha Cailey, Kanit Emir segera mengutus bawahannya untuk menyebar mencari gadis yang sudah ia masukkan dalam daftar pencarian orang hilang.
Semua foto Afsha sudah disebar sampai ke beberapa kota dan tinggal menunggu informasi saja sambil menunggu hasil penyelidikan dari Kanit Emir dan rekannya.
Satu hari berlalu, Caley sampai tidak tenang seharian menunggu kabar dari kantor kepolisian. Maka ia pun mencoba menghubungi nomor Kanit Emir.
“Halo Kanit Emir bagaimana perkembangan investigasi putri ku, apa sudah ada petunjuk ?” tanyanya setelah telepon tersambung.
“Oh tuan Cailey.” Kepala Unit reserse itu langsung tahu siapa peneleponnya. “Maaf tuan kami sudah berusaha keras dan masih terus melakukan investigasi hingga sekarang namun kabar mengenai petunjuk putri anda, kami belum mendapatkannya.
“Baik Kanit Emir, terima kasih.” pria itu kemudian mengakhiri panggilannya dan terlihat kecewa.
Beberapa hari berlalu di lain tempat di kota As Sani, terlihat Afsha yang masih berada di sebuah penginapan menghabiskan hari-harinya di sana dengan tenang.
“Bagaimana acara perjodohan kemarin ?” gumamnya duduk bersandar ke dinding dan menghadap ke arah jendela yang terbuka sambil menikmati angin yang berhembus masuk ke kamar.
“Untunglah aku bisa kabur dari acara perjodohan itu dan juga senang, ayah tidak menemukan keberadaanku saat ini.” Afsha tersenyum kecil mensyukuri keberuntungannya sendiri.
“Tapi tak ada yang bisa kulakukan di sini to kill my time.” gumamnya lagi dan berpikir mencari kesibukan apa yang bisa ia lakukan.
Ya, akhirnya ia merasakan juga hidup tanpa gadget, juga tanpa ada seseorang yang menemaninya setiap hari seperti di rumah yang tentunya membuatnya merasa kesepian.
“Ya, untuk mengisi waktu kosong ku maka aku bisa berkeliling ke daerah ini untuk melihat-lihat sekitar juga membeli sesuatu.” pikirnya.
Afsha kemudian keluar dari penginapan menuju ke pusat kota As Sani yang belum pernah dikunjunginya selama ini.
“Wah disini ramai sekali. Bahkan lebih ramai dari kota Doha, tempat tinggal ku.” pekik Afsha setelah turun dari sebuah taksi yang menurunkannya di pusat perbelanjaan.
Ia pun masuk ke salah satu mall. Awalnya hanya untuk melihat-lihat saja namun akhirnya ia pun tertarik membeli berbagai barang di sana yang menurutnya bagus.
“Sepertinya saldo di atm-ku masih cukup untuk beberapa bulan ke depan.” gumam gadis itu setelah membayar beberapa barang yang sudah dibelinya.
Sudah puas dengan membeli beberapa barang, Afsha yang terbiasa makan masakan koki di rumah ingin mencoba jenis makanan di kota itu.
“Aku tentunya akan rugi jika tidak mencicipi masakan khas kota ini jika aku masih berada di sini.”
Afsha pun mencoba beberapa varian makanan di sana sampai puas ia kembali ke penginapan.
“Bagaimana kabar Rafi ?” tiba-tiba saja ia terpikirkan pada adiknya dan juga rindu padanya. Semoga saja ayah tidak memarahinya karena aku memberikan ponselku pada anak itu.”
Selain adiknya, ia pun terpikirkan pada teman-temannya.
“Coba saja ada ponsel aku pasti bisa menelepon salah satu temanku.” ia baru menyadari Jika dia tak punya ponsel dan seharusnya saat masih berada di mall tadi ia membeli ponsel baru.
Beberapa hari berlalu di kota Doha. Keluarga Cailey masih kebingungan dan menunggu kabar terbaru mengenai putrinya yang menghilang hingga saat ini.
Suatu pagi, secara tak sengaja Afsha membaca koran yang ada di hotel untuk mengisi waktunya. Ia membolak-balik koran yang dipegangnya hingga ia berhenti pada sebuah halaman, tepatnya sebuah halaman beriklan eksklusif.
...Daftar pencarian orang hilang. Jika ada seseorang yang bertemu dengan gadis bernama Afsha Cailey dengan ciri-ciri berikut bisa melaporkannya pada petugas polisi dengan nomor yang sudah dicantumkan....
“Apa ? Berita mengenai diriku sampai ke kota ini ?” Afsha tak menyangka saja pencarian untuk melacak keberadaan dirinya sangat cepat. “Jika aku terus berada di sini mungkin aku akan ketahuan.”
Afsha menoleh ke kiri-kanan dan menyobek halaman koran yang menampilkan pencarian dirinya saat tak ada orang di sana.
“Tak ada yang boleh mengetahui diriku.”
Afsha kemudian menyimpan potongan koran yang ia sobek lalu mengembalikan koran yang sudah selesai ia baca ke tempatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
agen hijau
Masa org nomor satu ato dua ga bisa cari anaknya yg hilang
2023-02-03
0