Afsha tak sadarkan diri di tengah hujan di tengah gelapnya malam tanpa ada yang mengetahui keberadaannya di sana dimana semua orang sudah terlelap dalam tidurnya.
Keesokan paginya gadis itu membuka mata.
“Ah apa yang terjadi padaku ? kenapa aku ada di sini ?” ia terkejut melihat dirinya berada di luar penginapan dengan kondisi sangat berantakan juga baju yang basah serta sama sekali tak mengingat apa yang terjadi pada dirinya semalam hingga ia tidur di bawah pohon.
“Aneh sekali aku padahal semalam sudah minum obat tapi kenapa ini bisa terjadi ?”
Ya, Afsha mengidap mental disorder. Dia menderita skizofrenia yang mempengaruhi ingatan serta memori di otaknya. Dan obat yang sering ia bawa kemana-mana juga rutin ia konsumsi adalah obat untuk penyakitnya itu yang belum juga sembuh sampai saat ini.
“Untunglah aku tidak melakukan hal aneh-aneh.” Afsha pun segera kembali ke kamarnya.
Beberapa jam setelahnya gadis itu kembali meminum obat meskipun ia tak merasakan kepalanya pusing yang biasanya merupakan gejala awal dari penyakitnya akan kambuh.
“haah...” Afsha menghela nafas panjang setelah mengingat jumlah saldo di rekeningnya yang semakin hari semakin berkurang.
“Aku harus mencari pekerjaan setelah ini. Jika tidak mungkin saja saldo ku akan habis cepat atau lambat.” tiba-tiba ia pun teringat pada keadaan di rumah di mana tanpa perlu meminta semuanya sudah tersedia dan tercukupi.
“Tapi jika aku pulang maka aku akan segera menikah dengan pria yang tidak kukenal. Aku tidak mau itu.” ia sempat merindukan Ayah dan Ibunya namun setelah mengingat rencana mereka maka ia pun enggan untuk kembali ke sana lagi.
Beberapa hari kemudian di sore hari. Gadis itu keluar dari penginapan. Ia berniat hanya untuk jalan-jalan saja agar lebih mengenal daerah situ.
“Jadi di sini banyak perusahaan mungkin saja aku bisa melamar di perusahaan ini beberapa hari nanti.” gumamnya berdiri di seberang jalanan menatap ke kawasan yang padat dengan gedung bertingkat.
Ia pun kemudian duduk sejenak di kursi panjang yang ada di bawah sebuah pohon.
“Oh angin di sini segar sekali.” Afsha masakan semilir angin yang bertiup dan membuatnya menguap berkali-kali. Entah Kenapa dia pun merasa nyaman dan mulai mengantuk.
Afsha tertidur di kursi. Tanpa sepengetahuanya dari kejauhan ada beberapa pasang mata yang sedari tadi mengawasinya.
“Bos ada korban baru. Kita bisa bergerak sekarang.” ucap seorang pria terlihat sangar pria di sampingnya.
“Benar mumpung suasana sedang sepi.”
Kedua pria yang ternyata adalah pencuri menghampiri Afsha yang sedang terlelap tidur.
“Kita ambil isinya saja agar tidak membangunkannya.”
“Siap bos.” jawab seorang pencuri dengan lirih.
Mereka kemudian segera beraksi. Salah satu pencuri mengeluarkan pisau lipat dan menyayat bagian atas tas korban sementara pencuri lain mengawasi keadaan sekitar.
“Cepat ambil sebelum gadis ini bangun.” ucap bos pencuri.
Dan dia pun menuruti perkataan bosnya dan memasukkan tangannya dalam tas mencari benda yang berharga.
“Ini dia bos aku sudah mendapatkan dompetnya.” menunjukkan dompet coklat dari dalam tas korban.
“Cepat pergi dari sini.”
Kedua pencuri tadi kemudian segera pergi pada saat dan menghilang secepat mungkin.
“Astaga aku ketiduran.” 30 menit kemudian Afsha membuka matanya. “Aku harus kembali sekarang.”
Afsha melihat ke sekitar di mana hari hampir saja gelap dan Ia pun segera beranjak dari kursi panjang kembali ke penginapan.
Malam hari saat ia mengambil tas yang ia taruh di meja ia terkejut saat bagian atas tasnya robek tanpa sebab.
“Kenapa ini robek ?” Afsha Dia mempunyai feeling negatif segera membuka tasnya dan mengeluarkan isinya.
“Dompet ku... dimana dompet ku ?” ia pun panik saya tak menemukan dompetnya di manapun.
“Apakah seseorang sudah mencurinya ?” seketika ia pucat pasi setelah mencari berulang kali dan masih belum juga menemukan dompetnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
neng ade
kecerobohan yg fatal !!
2023-02-08
1
pusat herba
Mantab
2023-02-05
0