Hingga malam hari ia pun terus berjalan menyusuri jalanan yang panjang dengan kaki yang terasa sudah mati rasa tak tahu berapa jauh sudah ia berjalan.
“Ohh... perut ku....” Afsha Berhenti sejenak dan duduk di tepi jalan sambil memegang perutnya yang kini terasa perih sekali. Sejak tadi pagi dia belum makan sama sekali, bahkan ia belum minum seteguk air pun.
“Apakah aku akan menjadi tunawisma dan mengais sampah ?” gumamnya miris saat melihat ada pejalan kaki lainnya Kenapa kan mengait sampah tak jauh dari tempatnya berada.
Afsha menarik nafas panjang dan berpikir apa sebaiknya kembali pulang saja karena ia tak mau menjadi gelandangan.
Dua jam berlalu dan ia pun kembali berjalan bermaksud bertemu dengan seseorang yang akan memberinya sedikit makan ataupun seteguk minuman.
“Di sana banyak orang yang sedang makan.” ia pun berhenti di depan sebuah rumah sakit di mana banyak para pengunjung pasien yang sedang duduk di beberapa kursi tunggu setelah keluar dari kantin.
“Mungkin saja akan ada satu atau dua orang yang akan mengasihiku.” gumamnya sangat berharap meskipun mendapatkan satu bungkus nasi saja.
Tanpa ia minta tiba-tiba di tengah jalan ia merasakan pusing yang hebat.
“Oh... kepala ku...” Afsha merasakan kepalanya berat sekali yang membuatnya hingga berhenti di tengah jalan. “Obat ku...” gumamnya hampir hilang kesadaran.
“din... din...” suara klakson yang dibunyikan beberapa kali dengan keras di tengah jalan saat melihat sosok gadis yang menyeberang namun berhenti di tengah jalan.
“Hey cepat minggir atau kau memang ingin ditabrak ?” ucap seseorang dari mobil setelah mengerem mendadak.
Afsha yang kaget sampai terjatuh dan ia pun bangkit masih dengan kepala yang pusing hingga dia tak tahu lagi apa yang terjadi pada dirinya.
Ya, gadis itu adalah pengidap skizofrenia dengan ketergantungan obat dari dokter untuk penyakitnya itu. Jika dalam posisi terdesak atau suatu kondisi yang menyebabkan pikirannya tertekan atau terganggu maka dia akan hilang kesadaran dan digantikan oleh karakter lain yang mendiami tubuhnya.
“Hey kau punya mata tidak ?” gadis itu ternyata balas marah pada si pengemudi yang mengumpat padanya.
Terlihat gadis itu matanya berubah tajam dan nada bicaranya tinggi tidak seperti sebelumnya.
“Hey kau gadis sudah jelas-jelas kau yang salah tapi malah menyalahkan aku.” protes pengemudi tersebut tak mau kalah.
“Gadis... gadis...dari tadi kamu manggilku gadis. Asal kau tahu saja aku ini orang tua berusia 50 tahun dan Kau harus bicara yang sopan pada orang tua seperti ku.”
Pengemudi pria tadi tersentak kaget mendengar apa yang barusan diucapkan oleh gadis itu.
“ck... jadi gadis ini gila. Percuma saja jika aku ngomong dengan orang gila. Bikin capek saja.” pria tadi pun tak mau menghabiskan waktunya untuk berdebat dan memilih mengalah saja tak melanjutkan perdebatan mereka yang mungkin tak akan ada akhirnya.
Afsha kemudian kembali menyeberang setelah mobil tadi berlalu. Ia pun sampai di depan rumah sakit di mana banyak orang yang sedang duduk di ruang tunggu sambil makan.
Gadis itu lama menatap seseorang yang sedang makan dengan air liur yang menetes.
“Oh menjijikkan sekali gadis itu.” ucap seorang wanita menatap pada Afsha kemudian segera pindah tempat sebelum selera makannya hilang.
“Orang sekarang tak punya perasaan dan rasa iba pada orang tua sedikitpun.” gumamnya kesal.
Ia pun kembali berjalan dan tak sengaja menabrak seorang pria berbaju serba putih yang berjalan dengan terburu-buru keluar dari rumah sakit.
“Maaf.” ucapnya pada pria tadi.
Pria tadi berhenti dan menatap Intens gadis yang ada di hadapannya. “Bukankah dia gadis yang tempo hari bertemu di tempat makan dan menabrak hingga lenganku lebam tapi tak mau minta maaf padaku. Aneh sekarang dia mau minta maaf padaku.” pria itu masih menatap intens gadis di depannya.
“Tuan... apakah kau bersedia memberiku sebungkus makananan ?” ucap Afsha membuat pria tersebut mengerutkan keningnya.
Tak ada respon dari pria tersebut dan gadis itu berniat mengetuk hatinya kembali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
neng ade
jadi yg sekarang ada di tubuh Afsha seorang wanita berusia 50 thn .. kepribadian ganda ..
2023-02-08
1
pusat herba
Pulang saja ke rumah mu
2023-02-05
0