Eps. 16 Dimana ini?

“Kau yakin dia akan menjadi pembantu di sini ?” tanya ibu dr. Ammar menegaskan kembali. “Dia bukan kekasih mu, kan ?”

“Tentu saja bukan, ibu.” jawab dr. Ammar tegas menatap tepat ke mata ibunya.

“Ya...” wanita itu tahu saat ini putranya tidak berbohong padanya dari nada serta pembawaan bicaranya. “Bawa dia ke kamar pelayan dan dia akan mulai bekerja besok pagi.”

“Tentu saja ibu.”

“Terimaksih nyonya sudah berbaik hati padaku.” ucap Safa sambil menunduk sembari tersenyum kecil dengan memegang perutnya yang semakin perih.

“Oh.... beri dia makan di dapur.” ucap ibunya dr. Ammar mendengar suara perut keroncongan yang begitu keras.

“Terimakasih, nyonya.” Safa kembali mengucapkan terima kasih pada nyonya rumah.

“Ayo ikut aku sekarang ke belakang.” dr.Ammar kemudian berjalan sambil menunjukkan arah ke mana Safa harus mengikutinya. “Baik tuan.”

“Ini kamar mu.” dr. Ammar menunjuk sebuah kamar yang terletak paling ujung dari 5 kamar yang ada.

“Baik, tuan.”

Para pelayan lainnya yang ada di sana seketika keluar dari kamar begitu mendengar suara tuan muda mereka.

“Tuan muda apa ada yang bisa kami bantu ?” ucap salah satu pelayan mewakili dari empat pelayan yang ada.

“Tidak aku kemari hanya ingin menunjukkan kamar pada pelayan baru ini.”

Empat wanita yang berusia hampir sama dan berada di usia sekitar empat puluh tahunan menatap gadis muda yang berdiri di samping tuan mereka.

“Ini Safa.” pria itu memperkenalkan pelayan baru pada pelayan lama di sana. “Dari kiri bi Amla, sebelahnya lagi bi Zaitun, di sampingnya bi Zaitun bi Cala dan yang terakhir bi Fajar.” beralih memeperkenalkan empat pelayannya pada Safa.

“Ya, tuan.” jawab Safa sambil mengingat dan menghafal nama pelayan tadi.

“Bi pelayan ini belum makan, tolong beri dia makan.” dr. Ammar meminta salah satu pelayannya karena mendengar bunyi perut Safa lagi.

“Safa ikut aku.” salah satu pelayan, bi Zaitun segera maju dan mengajak Safa masuk ke dapur.

“Ini makan mu.” wanita itu mengambilkan makan dan menyerahkannya pada Safa. “Besok untuk sarapan pagi dan seterusnya kau bisa ambil sendiri di sini.”

Safa mengangguk sembari menerima piring yang diberikan padanya.

“Ish... kau tidak makan berapa hari ?” tanya bi Zaitun menggelengkan kepalanya saat melihat cara makan Safa yang sangat cepat dan belepotan.

“Aku belum makan seharian ini hanya minum seteguk air saja.”

Wanita itu menatap pelayan baru itu dengan iba. “Kasihan dia masih muda sekali tapi ternyata seorang tunawisma.”

“Taruh di sana piring kotornya. Sekalian cuci saja daripada besok pagi menumpuk.”

“Ya, kak Zaitun.” Safa pun pembawa piring kotor ke tempat cucian dan mencucinya sekalian.

Setelah selesai, bi Zaitun mengajak Safa kembali ke kamarnya. Sebelum gadis itu tidur Ia menjelaskan apa saja tugasnya besok pagi.

“Kriek.” satu jam setengahnya Safa menutup pintu kamar dan beristirahat dengan pikiran yang sudah tenang tak ada tekanan.

Pagi harinya dia membuka mata.

“Ohh... aku ada di mana ?” gumamnya melihat tempat yang saat ini asing baginya. Dan tentu saja ia sama sekali tak ingat apa yang terjadi pada dirinya semalam.

“Ini rumah siapa ?” menatap ke sekeliling dengan aneh sembari mengingat apa yang terjadi pada dirinya. Belum sempat ia mengingat seseorang membuka pintu kamarnya.

“Safa kau sudah bangun ?” ucap salah satu pelayan masuk ke kamar.

“Ya, sudah.” jawabnya sambil mengerutkan keningnya dan bertanya-tanya siapa wanita tersebut. Dan lagi wanita itu memanggilnya dengan sebutan Safa. “Oh apakah semalam wanita tua itu mengambil alih tubuhku ?”

Ya, karena pikirannya sudah tenang maka ia pun kembali ke kepribadian utamanya.

“Sekarang tugasmu adalah mencuci baju tuan muda.” ucap wanita itu menambahkan yang membuat Afsha syok sekali mendengarnya.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

kasihan juga Afsha .. pastilah tersiksa setiap kali kepribadian lain mengambil alih tubuh nya .. semoga Dr. Ammar bisa mengetahui nya

2023-02-08

1

pusat herba

pusat herba

Apa ga nyesel nanti Afsha

2023-02-05

0

lihat semua
Episodes
1 Eps. 1 Perjodohan
2 Eps. 2 Memberikan Ponsel
3 Eps. 3 Kabur Dari Rumah
4 Eps. 4 Afsha Hilang
5 Eps. 5 Kunjungan Rayhan
6 Eps. 6 DPO
7 Eps. 7 Belum Ada Kabar
8 Eps. 8 Pencopet
9 Eps. 9 Menangkap Pencopet
10 Eps. 10 Penginapan Baru
11 Eps. 11 Petir
12 Eps. 12 Kecurian
13 Eps. 13 Keluar Dari Penginapan
14 Eps. 14 Pusing Melanda
15 Eps. 15 Menjadi Pelayan
16 Eps. 16 Dimana ini?
17 Eps. 17 Cerewet
18 Eps. 18 Perfeksionis
19 Eps. 19 Masih Kotor
20 Eps. 20 Pel Kembali
21 Eps. 21 Rumah Sakit Aspetar
22 Eps. 22 Penghentian Investigasi
23 Eps. 23 Hari Gajian
24 Eps. 24 Hadiah Koin
25 Eps. 25 Menyemir Sepatu
26 Eps. 26 Tamu Di Depan Rumah
27 Eps. 27 Kepribadian Yang Lain
28 Eps. 28 Sebuah Timpukan
29 Eps. 29 Kembali Ke Kepribadian Utama
30 Eps. 30 Teringat Pada Safa
31 Eps. 31 Kembali Terusik
32 Eps. 32 Sebuah Tes
33 Eps. 33 Mencari Informasi Tentang Hana
34 Eps. 34 Obat Gratis
35 Eps. 35 Mencoba Obat
36 Eps. 36 Mencoba Obat
37 Eps. 37 Memaksa Minum Obat
38 Eps. 38 Kesalahan Saat Setrika
39 Eps. 39 Air Mata Bawang
40 Eps. 40 Mengusik Tidur
41 Eps. 41 Tetap Ketahuan
42 Eps. 42 Hukuman
43 Eps. 43 Kebaikan Hati dr. Ammar
44 Eps. 44 Berita Dari Surat Kabar
45 Eps. 45 Putri Yang Hilang
46 Eps. 46 Afsha Bebas
47 Eps. 47 Nomor Tak Dikenal
48 Eps. 48 Aroma Daging Kambing
49 Eps. 49 Kenalkan Aku Padanya
50 Eps. 50 Tertarik Pada Afsha
51 Eps. 51 Mengaku Sebagai Kekasih
52 Eps. 52 Undangan Pernikahan
53 Eps. 53 Pergi Ke Acara Pernikahan
54 Eps. 54 Berakting Sebagai Kekasih
55 Eps. 55 Berhasil Kabur
56 Eps. 56 Menghubungi Abizar Cailey
57 Eps. 57 Telepon Dari Ayah Afsha
58 Eps. 58 Bertemu dr.Ammar
59 Eps. 59 Permintaan Pertama
60 Eps. 60 Palm Tree Island Qatar
61 Eps. 61 Bertemu Dengan Abizar
62 Eps. 62 Permintaan Kedua Afsha
63 Eps 63 Ajakan Pulang
64 Eps. 64 Pulang Paksa
65 Eps. 65 Mencari Masalah
66 Eps. 66 Di Usir Dari Rumah
67 Eps. 67 Mengantar Afsha Pulang
68 Eps. 68 Sampai Di Rumah
69 Eps. 69 Menolak Reward
70 Eps. 70 Hati Yang Kosong
71 Eps. 71 Saling Teringat
72 Eps. 72 Obat Habis
73 Eps. 73 Mengkonsumsi Obat Lama
74 Eps. 74 Menurtup Jam Praktek Kerja
75 Eps. 75 Menyadarkan Afsha
76 Eps. 76 Mencuri First Kiss
77 Eps. 77 Saling Memikirkan
78 Eps. 78 Saling Merindukan
79 Eps. 79 Mengungkap Rasa
80 Eps. 80 Menunggu Reaksi
81 Eps. 81 Hubungan Resmi
82 Eps. 82 Semakin Rindu
83 Eps. 83 Mengunjungi Afsha Lagi
84 Eps. 84 Berkunjung Ke Kantor
85 Eps. 85 Alergi Bunga
86 Eps. 86 Pengajuan Syarat
87 Eps. 87 Tunangan Dadakan
88 Eps. 88 Sepasang Cincin
89 Eps. 89 Ke Rumah dr. Ammar
90 Eps. 90 Bertemu Nyonya Fatima
91 Eps. 91 Rencana Nyonya Fatima
92 Eps. 92 Ngantuk Berat
93 Eps. 93 Reaksi Alergi Obat
94 Eps. 94 Interogasi
95 Eps. 95 Mengungkap Jati Diri
96 Eps. 96 Berkunjung Ke Rumah Afsha
97 Eps. 97 Pembatalan Sepihak
98 Eps. 98 Belum Mendapat Restu
99 Eps. 99 Permohonan Resign
100 Eps. 100 Sepucuk Surat
101 Eps. 101 Pernikahan
102 Eps. 102 Kelahiran Buah Hati
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Eps. 1 Perjodohan
2
Eps. 2 Memberikan Ponsel
3
Eps. 3 Kabur Dari Rumah
4
Eps. 4 Afsha Hilang
5
Eps. 5 Kunjungan Rayhan
6
Eps. 6 DPO
7
Eps. 7 Belum Ada Kabar
8
Eps. 8 Pencopet
9
Eps. 9 Menangkap Pencopet
10
Eps. 10 Penginapan Baru
11
Eps. 11 Petir
12
Eps. 12 Kecurian
13
Eps. 13 Keluar Dari Penginapan
14
Eps. 14 Pusing Melanda
15
Eps. 15 Menjadi Pelayan
16
Eps. 16 Dimana ini?
17
Eps. 17 Cerewet
18
Eps. 18 Perfeksionis
19
Eps. 19 Masih Kotor
20
Eps. 20 Pel Kembali
21
Eps. 21 Rumah Sakit Aspetar
22
Eps. 22 Penghentian Investigasi
23
Eps. 23 Hari Gajian
24
Eps. 24 Hadiah Koin
25
Eps. 25 Menyemir Sepatu
26
Eps. 26 Tamu Di Depan Rumah
27
Eps. 27 Kepribadian Yang Lain
28
Eps. 28 Sebuah Timpukan
29
Eps. 29 Kembali Ke Kepribadian Utama
30
Eps. 30 Teringat Pada Safa
31
Eps. 31 Kembali Terusik
32
Eps. 32 Sebuah Tes
33
Eps. 33 Mencari Informasi Tentang Hana
34
Eps. 34 Obat Gratis
35
Eps. 35 Mencoba Obat
36
Eps. 36 Mencoba Obat
37
Eps. 37 Memaksa Minum Obat
38
Eps. 38 Kesalahan Saat Setrika
39
Eps. 39 Air Mata Bawang
40
Eps. 40 Mengusik Tidur
41
Eps. 41 Tetap Ketahuan
42
Eps. 42 Hukuman
43
Eps. 43 Kebaikan Hati dr. Ammar
44
Eps. 44 Berita Dari Surat Kabar
45
Eps. 45 Putri Yang Hilang
46
Eps. 46 Afsha Bebas
47
Eps. 47 Nomor Tak Dikenal
48
Eps. 48 Aroma Daging Kambing
49
Eps. 49 Kenalkan Aku Padanya
50
Eps. 50 Tertarik Pada Afsha
51
Eps. 51 Mengaku Sebagai Kekasih
52
Eps. 52 Undangan Pernikahan
53
Eps. 53 Pergi Ke Acara Pernikahan
54
Eps. 54 Berakting Sebagai Kekasih
55
Eps. 55 Berhasil Kabur
56
Eps. 56 Menghubungi Abizar Cailey
57
Eps. 57 Telepon Dari Ayah Afsha
58
Eps. 58 Bertemu dr.Ammar
59
Eps. 59 Permintaan Pertama
60
Eps. 60 Palm Tree Island Qatar
61
Eps. 61 Bertemu Dengan Abizar
62
Eps. 62 Permintaan Kedua Afsha
63
Eps 63 Ajakan Pulang
64
Eps. 64 Pulang Paksa
65
Eps. 65 Mencari Masalah
66
Eps. 66 Di Usir Dari Rumah
67
Eps. 67 Mengantar Afsha Pulang
68
Eps. 68 Sampai Di Rumah
69
Eps. 69 Menolak Reward
70
Eps. 70 Hati Yang Kosong
71
Eps. 71 Saling Teringat
72
Eps. 72 Obat Habis
73
Eps. 73 Mengkonsumsi Obat Lama
74
Eps. 74 Menurtup Jam Praktek Kerja
75
Eps. 75 Menyadarkan Afsha
76
Eps. 76 Mencuri First Kiss
77
Eps. 77 Saling Memikirkan
78
Eps. 78 Saling Merindukan
79
Eps. 79 Mengungkap Rasa
80
Eps. 80 Menunggu Reaksi
81
Eps. 81 Hubungan Resmi
82
Eps. 82 Semakin Rindu
83
Eps. 83 Mengunjungi Afsha Lagi
84
Eps. 84 Berkunjung Ke Kantor
85
Eps. 85 Alergi Bunga
86
Eps. 86 Pengajuan Syarat
87
Eps. 87 Tunangan Dadakan
88
Eps. 88 Sepasang Cincin
89
Eps. 89 Ke Rumah dr. Ammar
90
Eps. 90 Bertemu Nyonya Fatima
91
Eps. 91 Rencana Nyonya Fatima
92
Eps. 92 Ngantuk Berat
93
Eps. 93 Reaksi Alergi Obat
94
Eps. 94 Interogasi
95
Eps. 95 Mengungkap Jati Diri
96
Eps. 96 Berkunjung Ke Rumah Afsha
97
Eps. 97 Pembatalan Sepihak
98
Eps. 98 Belum Mendapat Restu
99
Eps. 99 Permohonan Resign
100
Eps. 100 Sepucuk Surat
101
Eps. 101 Pernikahan
102
Eps. 102 Kelahiran Buah Hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!