Hingga sore hari, Cailey masih berupaya mencari putrinya yang entah hilang atau kabur dari rumah itu hingga ia lupa waktu.
“Ding-dong...” Bel pintu rumah berdering.
Ayah dan ibu yang berada di ruang tengah dan baru saja duduk belum ada semenit setelah menanyai semua pelayanan yang ada di rumahnya, apakah mereka melihat Afsha atau tidak berdiri bersamaan.
“Mungkin itu Afsha.” ucap ibu petugas berjalan menuju ke ruang tamu.
“Ya...” wanita itu harus menelan kekecewaannya saat melihat yang datang bukannya putrinya melainkan tamu, tepatnya dua orang lelaki.
“Apakah tuan Cailey ada ?” ucap saya seorang lelaki yang berusia lebih tua, sebaya dengan umur suaminya.
“Astaga ! Apa mereka tamu yang Ayah maksud kemarin ?” ibunya Afsha menatap pemuda yang berdiri di samping pria seusia suaminya. “Ada... silahkan masuk dulu.”
Dua lelaki tadi kemudian masuk setelah dipersilahkan.
“Ayah ada tamu.” ibunya Afsha kembali ke ruang tengah untuk memberitahu suaminya.
“Astaga... aku baru ingat hari ini Samir dan putranya akan kemari.” pekik Cailey terkejut kemudian menoleh ke arah jam yang ada di dinding sisi timur.
Pria itu menarik nafas panjang karena ya sama sekali belum ada persiapan untuk menemui mereka.
“Jadi pemuda itu yang akan Ayah kenalkan pada Afsha ?” tanya ibu sudah menduganya.
“Ya... tapi bagaimana sekarang, bahkan Afsha juga tidak ada.” keluh pria itu kembali menarik nafas berat.
“Ayah ganti baju saja dulu baru temui tamu mu.” ibu memberi saran praktis agar tamunya tidak menunggu terlalu lama, “Masalah Afsha bisa jelaskan pada mereka pelan-pelan.”
Cailey kemudian segera masuk ke kamar dan berganti baju. Istrinya pun ikut berganti baju.
“Maaf membuat kalian berdua lama menunggu.” Cailey masuk ke ruang tamu bersama istrinya dan duduk di sofa, berhadapan dengan tamunya.
“Cailey kami datang memenuhi panggilan mu. Lalu di mana putrimu yang akan kau kenalkan pada putraku ?” tanya Samir yang melihat hanya ada istrinya di sana.
Suasana terlihat canggung setelah pertanyaan meluncur dari bibir Samir.
“Ah ya... kami minta maaf pada kalian berdua.” Cailey mencoba untuk tenang dan berharap temannya itu tidak kecewa padanya. “Afsha, putri kami sedang tidak ada di tempat dia hi--
“Afsha sedang liburan ke rumah neneknya beberapa hari yang lalu dan ternyata belum pulang sampai sekarang.” potong sang istri langsung begitu mendengar suaminya akan mengatakan yang sebenarnya.
“Sayang sekali kami tak bisa bertemu dengannya padahal kami sudah meluangkan waktu sibuk kami.” jawab Samir yang tak bisa menutupi kekecewaannya.
“Maaf... kami benar-benar minta maaf pada kalian berdua. Ya kau tahu sendiri ibu ku sangat menyayangi putriku dan dia menahan Afsha lebih lama lagi karena selama beberapa bulan terakhir ini ia hanya sendirian di rumah.” jelas Cailey panjang kali lebar menceritakan sebuah kebohongan yang ternyata di percaya oleh temannya juga putra temannya itu.
“Mungkin nanti kita bisa mengadakan janji ketemu lagi setelah putri kami pulang.” sambung Cailey sambil tersenyum kecil.
“Oh ya... siapa nama putra mu ini ?” Cailey menatap sosok pemuda yang duduk di depannya.
“Rayhan, om.” jawab pemuda itu dengan sopan dan tersenyum kecil.
Ibunya menatap sosok pemuda berwajah putih bersih juga berhidung mancung di depannya itu. “Sayang sekali Afsha tidak berjumpa dengannya. Jika ia berjumpa dengan pemuda ini mungkin saja ia akan tertarik padanya.” ibunya Afsha sangat menyayangkan sekali hal itu.
Rayhan menatap ke dinding di mana di sana terdapat foto keluarga Cailey.
“Apakah itu yang namanya Afsha ?” Rayhan menatap foto gadis manis seumuran hampir sama dengan dirinya sedang tersenyum lebar di tengah anak lelaki dan perempuan.
Meskipun tak ada Afsha disana, mereka akhirnya mengobrol dan suasana yang awalnya tegang menjadi cair.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
sigigi manis
Tp jika berjodoh rayhan ttp bsa bertemu dg Afsha
2023-02-03
0