Fiona benar-benar merasa seolah menjadi model sungguhan. Ia begitu senang desainer tuan Jimmy beberapa kali mengganti pakaian yang ia peragakan saat ini.
“Kenapa aku merasa manekin ini seperti tersenyum dan berterima kasih padaku ?” gumam Julia setelah mengganti pakaian yang terakhir kali dipakai oleh Fiona dan menempatkannya kembali ke butik tepat di sebelah pintu masuk.
“Mungkin hanya perasaanku saja karena manekin ini benar-benar cantik.” gumamnya lagi kemudian kembali masuk ke ruangan lain untuk mengganti manekin yang lainnya dengan pakaian desain terbarunya.
“Pakaian ini pantas sekali denganku dan lagi aku sangat menyukai model ini.” batin Fiona tersenyum dalam hati menatap pakaian bermotif floral selutut yang di krnakannya dari pantulan cermin.
Julia datang lagi ke depan dengan membawa manekin lainnya dan menaruhnya di samping Fiona.
Fiona mengajak bicara manekin tersebut setelah desainer itu pergi dari sana.
“Hai... aku Fiona apakah kau sudah lama berada di sini ? Aku baru hari ini ke sini.”
Hening tak ada jawaban dan Fiona kembali mengulangi pertanyaannya pada manekin di sampingnya.
“Oh... dia juga tak menjawab pertanyaanku.” ia menatap manekin lainnya. “Apa mungkin mereka semua tidak seperti ku ?”
Fiona terlihat kecewa karena sebenarnya ia ingin mempunyai teman tapi rupanya yang ada di sana adalah manekin asli bukan seperti dirinya.
“Tak apalah dengan menjadi model peraga saja aku sudah sangat senang sekali.” batinnya menghibur dirinya sendiri yang saat ini kesepian.
“klak.” beberapa pengunjung membuka pintu dan masuk ke butik.
Mereka melihat langsung ke manekin yang ada di sana termasuk dirinya.
“Aku mau baju model ini. sepertinya ini cocok untuk pertemuan dinerku besok malam dengan Steward.” ucap seorang pengunjung wanita melihat sebuah gaun pada salah satu manekin yang ada di sana.
“Aku mau mencoba yang ini dulu, tolong ambilkan untukku.” pengunjung wanita itu meminta pelayan yang ada di dekatnya untuk mengambilkan nya.
“Ini nona silakan dicoba.” pelayan melepas pakaian yang ada di manekin dan memberikannya pada pengunjung wanita tadi karena di sana hanya ada satu gaun saja dengan satu desain dan tidak memperbanyaknya untuk menjaga kualitas dari butik tersebut.
Sementara pengunjung lain berhenti di depan Fiona dan melihatnya.
“Tolong aku mau mencoba ini.” ucap pengunjung wanita itu tertarik dan ingin mencobanya.
“Baik nona, silakan dicoba.” pelayan tadi melepas pakaian yang dikenakan oleh Fiona saat ini dan menyerahkannya pada pengunjung tadi.
“Astaga jangan lepas pakaiannya di sini.” pekik Fiona setelah mendapati tumbuhnya sekarang ini polos. “Aku bugil sekarang. Untung saja tak ada yang melihatku.” ia merasa risih tak mengenakan pakaian juga merasa malu terlihat bugil.
Ternyata pengunjung yang mencoba pakaian yang diperagakan Fiona tadi tertarik dan membelinya.
“Oh My God tolong cepat pakaikan aku pakaian segera.” pekik Fiona dalam hati karena sudah satu jam setelah pelayan tadi melucuti pakaian yang dikenakan ya hingga saat ini dia belum mendapat pakaian gantinya.
🌻
🌻
Sore harinya Mark datang ke butik untuk menjemput Fiona. Ia masuk dan menemui tuan Jimmy.
“Tuan Mark apakah aku bisa mengambil Fiona sekarang ?” tanya Mark di sebuah ruangan bersama pemilik butik tersebut.
Tuan Jimmy kembali mengerutkan keningnya. “Fiona ? Apa itu manekin anda ?”
Mark mengangguk sambil tersenyum kecil telah keceplosan.
Tuan Jimmy merasa aneh saja bahkan tuan Mark sampai memberinya nama juga.
“Oh ya silakan bawa tuan manekin anda setelah pelayan yang ada di sini mengganti bajunya.”
Mark menunggu dan beberapa saat kemudian seorang pelayan menyerahkan menaikkan itu padanya denhan pakaian aslinya.
“Benar-benar aneh pria itu. Apa dia juga memberi nama belakang manekinnya ?” tuan Jimmy masih terpikirkan pada nama manekin tadi sambil menggelengkan kepala menatap kepergian tuan Mark dari butiknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments