Manekin tadi berdiri sambil menyentuh pantatnya yang terasa sakit setelah terbentur keras ke lantai.
“Sakit sekali rasanya tulang ekor ku rasanya hampir patah saja.” pekik manekin tersebut kemudian berjalan menuju ke tempat tidur.
“Ohh... ini pasti mimpi. Aku yakin ini mimpi seperti biasanya.” Mark semakin berkeringat dingin saat mendengar manekin tersebut berbicara jelas layaknya manusia.
“plak.” ia pun menampar pipinya sendiri dengan keras. “Auwh.” Mark merasa pipinya panas kala ia memukulnya. “Pasti aku berhalusinasi.”
Ya, terkadang karena kelelahan akibat terlalu lama menghabiskan waktu untuk melukis sampai hal yang penuh pria itu sering kurang tidur yang membuatnya berhalusinasi.
“Dimana obat ku ?” Mark keluar dari kamar menuju ke kotak obat yang ada di koridor lalu segera meminumnya.
“Dimana aku sekarang ?” ucap manekin tadi setelah mengedarkan pandangan ke sekeliling dan mendapati tempat itu asing baginya. “Oh...tubuh ku sekarang halus...” terkejut melihat kondisi kulitnya saat ini. “Bukankah aku terkena luka bakar ? Tapi kenapa malah halus dan selembut lilin ?” pikirnya lagi lebih terkejut mendapati tubuhnya yang seperti lilin.
Untuk meyakinkan dirinya sendiri Ia pun mencubit tangannya.
“Astaga ini benar lilin bukan kulit.” pekiknya terkejut bukannya kulit yang tertarik saat ia mencubitnya melainkan mengelupas seperti remahan.
“Apa aku menjadi boneka ?” pekik manekin tersebut masih tak percaya dengan pembuktiannya. Ia menemukan cermin di kamar Mark dan melihat pantulan dirinya di sana. “Bagaimana aku bisa menjadi manakin seperti ini ?”
Mark kembali ke kamarnya setelah menaruh segelas kosong kembali ke meja. “Argh.... !” kembali menjerit saat masuk ke kamar dan melihat manekin tadi sedang bercermin.
“K-k-kau... manekin ku bagaimana bisa kau hidup seperti itu ?”
“Aaahh.... !” Manekin tadi juga ikut berteriak terkejut melihat Mark, pria yang sama sekali tak dikenalnya masuk begitu saja ke kamar.
“Jangan berteriak Ini kamarku dan juga rumahku.” manekin tadi pun terdiam tidak berani berteriak lagi.
“Katakan pada ku bagaimana bisa kau membawa ku kemari.” ucap manekin tadi berbalik dan mundur saat Mark berjalan maju mendekatinya. Kini malah dia yang terlihat takut.
Mark menarik nafas kasar menatap sosok cantik di depannya. “Aku tidak mengerti maksud mu.”
Mark memejamkan mata kenapa setelah meminum obat ia masih juga berhalusinasi. Namun ia mencoba untuk tenang dan tidak takut lagi.
“Aku Mark pemilik mu, tepat nya aku yang menciptakan dirimu.”
“Menciptakan aku ?” Mark hanya menggangguk menanggapinya. “Aku tidak mengerti maksudmu.” balas manekin tersebut mengerutkan keningnya.
“Oh.... apa ini sebenarnya ?” gumam manekin tadi terpikir keras namun sayang sekali Ia tetap tak bisa memahaminya.
Ding-dong
Bunyi jam dinding berdentang dua kali.
“Astaga... sudah hampir pagi. Aku bisa gila jika menanggapi dia seperti ini.” Mark mengusap wajahnya dengan membuang nafas kasar.
“Cukup. Aku tidak mau menanggapi halusinasi ini lagi lebih baik aku tidur.” Mark tak ingin bicara panjang lebar lagi dengan manajemen tersebut. Ia pun kembali merebahkan dirinya di tempat tidur, menarik selimut menutupi tubuhnya.
“Pria yang aneh.” Manekin tadi hanya diam menatap Mark.
Lima menit setelahnya ternyata Mark sudah kembali tertidur pulas. Sedangkan manekin tadi berjalan keluar kamar dan melihat ke seisi rumah Mark.
Dua jam kemudian ia merasa ngantuk dan melihat sofa empuk di sebuah ruangan dan merebahkan dirinya di sana.
Pagi harinya Mark bangun. Ia menoleh ke samping. “Dimana manekin ku ?” tak menemukan manekinnya di sana.
“Aneh sekali, tidak mungkin bukan mananya itu hidup dan bisa berjalan layaknya manusia ?”
Mark melompat turun dari tempat tidurnya. Ia kemudian mencari manekin miliknya.
“Astaga bagaimana dia bisa pindah di sini ?” pekiknya terkejut saat menenukan manekin itu berbaring di sofa ruang tengah.
“Argh...” lebih terkejut lagi saat ia merasakan ada sesuatu yang menyentuhnya. Pandangan nya tertuju pada jemari manekin yang bergerak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
neng ade
haha .. lucu juga serem juga ada thor .. lucu aja ketika sama2 berteriak dan terkejut ... 😁
2023-02-01
1