Eps. 4 Bukan Halusinasi

Manekin tadi berdiri sambil menyentuh pantatnya yang terasa sakit setelah terbentur keras ke lantai.

“Sakit sekali rasanya tulang ekor ku rasanya hampir patah saja.” pekik manekin tersebut kemudian berjalan menuju ke tempat tidur.

“Ohh... ini pasti mimpi. Aku yakin ini mimpi seperti biasanya.” Mark semakin berkeringat dingin saat mendengar manekin tersebut berbicara jelas layaknya manusia.

“plak.” ia pun menampar pipinya sendiri dengan keras. “Auwh.” Mark merasa pipinya panas kala ia memukulnya. “Pasti aku berhalusinasi.”

Ya, terkadang karena kelelahan akibat terlalu lama menghabiskan waktu untuk melukis sampai hal yang penuh pria itu sering kurang tidur yang membuatnya berhalusinasi.

“Dimana obat ku ?” Mark keluar dari kamar menuju ke kotak obat yang ada di koridor lalu segera meminumnya.

“Dimana aku sekarang ?” ucap manekin tadi setelah mengedarkan pandangan ke sekeliling dan mendapati tempat itu asing baginya. “Oh...tubuh ku sekarang halus...” terkejut melihat kondisi kulitnya saat ini. “Bukankah aku terkena luka bakar ? Tapi kenapa malah halus dan selembut lilin ?” pikirnya lagi lebih terkejut mendapati tubuhnya yang seperti lilin.

Untuk meyakinkan dirinya sendiri Ia pun mencubit tangannya.

“Astaga ini benar lilin bukan kulit.” pekiknya terkejut bukannya kulit yang tertarik saat ia mencubitnya melainkan mengelupas seperti remahan.

“Apa aku menjadi boneka ?” pekik manekin tersebut masih tak percaya dengan pembuktiannya. Ia menemukan cermin di kamar Mark dan melihat pantulan dirinya di sana. “Bagaimana aku bisa menjadi manakin seperti ini ?”

Mark kembali ke kamarnya setelah menaruh segelas kosong kembali ke meja. “Argh.... !” kembali menjerit saat masuk ke kamar dan melihat manekin tadi sedang bercermin.

“K-k-kau... manekin ku bagaimana bisa kau hidup seperti itu ?”

“Aaahh.... !” Manekin tadi juga ikut berteriak terkejut melihat Mark, pria yang sama sekali tak dikenalnya masuk begitu saja ke kamar.

“Jangan berteriak Ini kamarku dan juga rumahku.” manekin tadi pun terdiam tidak berani berteriak lagi.

“Katakan pada ku bagaimana bisa kau membawa ku kemari.” ucap manekin tadi berbalik dan mundur saat Mark berjalan maju mendekatinya. Kini malah dia yang terlihat takut.

Mark menarik nafas kasar menatap sosok cantik di depannya. “Aku tidak mengerti maksud mu.”

Mark memejamkan mata kenapa setelah meminum obat ia masih juga berhalusinasi. Namun ia mencoba untuk tenang dan tidak takut lagi.

“Aku Mark pemilik mu, tepat nya aku yang menciptakan dirimu.”

“Menciptakan aku ?” Mark hanya menggangguk menanggapinya. “Aku tidak mengerti maksudmu.” balas manekin tersebut mengerutkan keningnya.

“Oh.... apa ini sebenarnya ?” gumam manekin tadi terpikir keras namun sayang sekali Ia tetap tak bisa memahaminya.

Ding-dong

Bunyi jam dinding berdentang dua kali.

“Astaga... sudah hampir pagi. Aku bisa gila jika menanggapi dia seperti ini.” Mark mengusap wajahnya dengan membuang nafas kasar.

“Cukup. Aku tidak mau menanggapi halusinasi ini lagi lebih baik aku tidur.” Mark tak ingin bicara panjang lebar lagi dengan manajemen tersebut. Ia pun kembali merebahkan dirinya di tempat tidur, menarik selimut menutupi tubuhnya.

“Pria yang aneh.” Manekin tadi hanya diam menatap Mark.

Lima menit setelahnya ternyata Mark sudah kembali tertidur pulas. Sedangkan manekin tadi berjalan keluar kamar dan melihat ke seisi rumah Mark.

Dua jam kemudian ia merasa ngantuk dan melihat sofa empuk di sebuah ruangan dan merebahkan dirinya di sana.

Pagi harinya Mark bangun. Ia menoleh ke samping. “Dimana manekin ku ?” tak menemukan manekinnya di sana.

“Aneh sekali, tidak mungkin bukan mananya itu hidup dan bisa berjalan layaknya manusia ?”

Mark melompat turun dari tempat tidurnya. Ia kemudian mencari manekin miliknya.

“Astaga bagaimana dia bisa pindah di sini ?” pekiknya terkejut saat menenukan manekin itu berbaring di sofa ruang tengah.

“Argh...” lebih terkejut lagi saat ia merasakan ada sesuatu yang menyentuhnya. Pandangan nya tertuju pada jemari manekin yang bergerak.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

haha .. lucu juga serem juga ada thor .. lucu aja ketika sama2 berteriak dan terkejut ... 😁

2023-02-01

1

lihat semua
Episodes
1 Eps. 1 Pameran Lukisan
2 Eps. 2 Nightmare
3 Eps. 3 Kejadian Aneh
4 Eps. 4 Bukan Halusinasi
5 Eps. 5 Pemberian Nama
6 Eps. 6 Kembali Menjadi Manekin
7 Eps. 7 Noda Cat
8 Eps. 8 Membeli Baju Baru
9 Eps. 9 Mencoba Baju Baru
10 Eps. 10 Tidak Waras
11 Eps. 11 Menumpang Tidur
12 Eps. 12 Sebuah Pelukan
13 Eps. 13 Ikut Pameran
14 Eps. 14 Dewi Fortuna
15 Eps. 15 Pengunjung Dari Butik
16 Eps. 16Tawaran Kerja
17 Eps. 17 Jawaban Untuk Tuan Jimmy
18 Eps. 18 Hari Pertama Di Butik
19 Eps. 19 Cepat Pakaikan Bajuku
20 Eps. 20 Omzet Meningkat
21 Eps. 21 Populer
22 Eps. 22 Bertemu Manajer Agency Model
23 Eps. 23 Mengambil Alih Kontrak
24 Eps. 24 Pindah Kerja
25 Eps. 25 Membersihkan Noda Cat
26 Eps. 26 Pergi Ke Stark Model
27 Eps. 27 Sesi Pemotretan
28 Eps. 28 Gagal Fokus
29 Eps. 29 Menghindar
30 Eps. 30 Demam
31 Eps. 31 Demam Turun
32 Eps. 32 Lelah
33 Eps. 33 Mencuri Dengar
34 Eps. 34 Hanya Kebetulan
35 Eps. 35 Rasa Iri
36 Eps. 36 Membakar Galeri
37 Eps. 37 Aroma Minyak
38 Eps. 38 Penyebab Kebakaran
39 Eps. 39 Terpukul
40 Eps. 40 Mark Demam
41 Eps. 41 Mampir Ke Galeri
42 Eps. 42 Tak Bisa Melukis
43 Eps. 43 Pikiran Rileks
44 Eps. 44 Ide Mengalir
45 Eps. 45 Ikut Pameran
46 Eps. 46 Pesanan Banyak
47 Eps. 47 Rival Baru
48 Eps. 48 Mood Kembali Hilang
49 Eps. 49 Pernyataan Cinta
50 Eps. 50 Balasan Dari Fiona
51 Eps. 51 Kembali Melukis
52 Eps. 52 Bermanja
53 Eps. 53 Tambalan Sementara
54 Eps. 54 Rekaman CCTV
55 Eps. 55 Terungkapnya Pelaku
56 Eps. 56 Elvis Kabur
57 Eps. 57 Tetangga Baru
58 Eps. 58 Lukisan Tak Ternilai
59 Eps. 59 Lukisan Viral
60 Eps. 60 Rekening Gendut
61 Eps. 61 Kencan Private
62 Eps. 62 Foto Viral
63 Eps. 63 Menguping
64 Eps. 64 Elvis Pulang
65 Eps. 65 Pemantik Api Yang Tertinggal
66 Eps. 66 Lukisan Cantik
67 Eps. 67 Mencuri Lukisan
68 Eps. 68 Lukisan Yang Hilang
69 Eps. 69 Akun Terblokir
70 Eps. 70 Mengosongkan Rumah
71 Eps. 71 Jalanan Mirip Dengan Masa Depan
72 Eps. 72 Janji Fiona
73 Eps. 73 Membantu Nona Pearl
74 Eps. 74 Menculik Fiona
75 Eps. 75 Fiona Hilang
76 Eps. 76 Sampai Di Rumah Elvis
77 Eps. 77 Laporan Kehilangan
78 Eps. 78 Menjual Fiona
79 Eps. 79 Membuat Ulang Fiona
80 Eps. 80 Tak Sama
81 Eps. 81 Kebakaran
82 Eps. 82 Fiona Berpamitan
83 Eps. 83 Elvis Tertangkap
84 Eps. 84 Di Ujung Asa
85 Eps. 85 Kejadian Berulang
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Eps. 1 Pameran Lukisan
2
Eps. 2 Nightmare
3
Eps. 3 Kejadian Aneh
4
Eps. 4 Bukan Halusinasi
5
Eps. 5 Pemberian Nama
6
Eps. 6 Kembali Menjadi Manekin
7
Eps. 7 Noda Cat
8
Eps. 8 Membeli Baju Baru
9
Eps. 9 Mencoba Baju Baru
10
Eps. 10 Tidak Waras
11
Eps. 11 Menumpang Tidur
12
Eps. 12 Sebuah Pelukan
13
Eps. 13 Ikut Pameran
14
Eps. 14 Dewi Fortuna
15
Eps. 15 Pengunjung Dari Butik
16
Eps. 16Tawaran Kerja
17
Eps. 17 Jawaban Untuk Tuan Jimmy
18
Eps. 18 Hari Pertama Di Butik
19
Eps. 19 Cepat Pakaikan Bajuku
20
Eps. 20 Omzet Meningkat
21
Eps. 21 Populer
22
Eps. 22 Bertemu Manajer Agency Model
23
Eps. 23 Mengambil Alih Kontrak
24
Eps. 24 Pindah Kerja
25
Eps. 25 Membersihkan Noda Cat
26
Eps. 26 Pergi Ke Stark Model
27
Eps. 27 Sesi Pemotretan
28
Eps. 28 Gagal Fokus
29
Eps. 29 Menghindar
30
Eps. 30 Demam
31
Eps. 31 Demam Turun
32
Eps. 32 Lelah
33
Eps. 33 Mencuri Dengar
34
Eps. 34 Hanya Kebetulan
35
Eps. 35 Rasa Iri
36
Eps. 36 Membakar Galeri
37
Eps. 37 Aroma Minyak
38
Eps. 38 Penyebab Kebakaran
39
Eps. 39 Terpukul
40
Eps. 40 Mark Demam
41
Eps. 41 Mampir Ke Galeri
42
Eps. 42 Tak Bisa Melukis
43
Eps. 43 Pikiran Rileks
44
Eps. 44 Ide Mengalir
45
Eps. 45 Ikut Pameran
46
Eps. 46 Pesanan Banyak
47
Eps. 47 Rival Baru
48
Eps. 48 Mood Kembali Hilang
49
Eps. 49 Pernyataan Cinta
50
Eps. 50 Balasan Dari Fiona
51
Eps. 51 Kembali Melukis
52
Eps. 52 Bermanja
53
Eps. 53 Tambalan Sementara
54
Eps. 54 Rekaman CCTV
55
Eps. 55 Terungkapnya Pelaku
56
Eps. 56 Elvis Kabur
57
Eps. 57 Tetangga Baru
58
Eps. 58 Lukisan Tak Ternilai
59
Eps. 59 Lukisan Viral
60
Eps. 60 Rekening Gendut
61
Eps. 61 Kencan Private
62
Eps. 62 Foto Viral
63
Eps. 63 Menguping
64
Eps. 64 Elvis Pulang
65
Eps. 65 Pemantik Api Yang Tertinggal
66
Eps. 66 Lukisan Cantik
67
Eps. 67 Mencuri Lukisan
68
Eps. 68 Lukisan Yang Hilang
69
Eps. 69 Akun Terblokir
70
Eps. 70 Mengosongkan Rumah
71
Eps. 71 Jalanan Mirip Dengan Masa Depan
72
Eps. 72 Janji Fiona
73
Eps. 73 Membantu Nona Pearl
74
Eps. 74 Menculik Fiona
75
Eps. 75 Fiona Hilang
76
Eps. 76 Sampai Di Rumah Elvis
77
Eps. 77 Laporan Kehilangan
78
Eps. 78 Menjual Fiona
79
Eps. 79 Membuat Ulang Fiona
80
Eps. 80 Tak Sama
81
Eps. 81 Kebakaran
82
Eps. 82 Fiona Berpamitan
83
Eps. 83 Elvis Tertangkap
84
Eps. 84 Di Ujung Asa
85
Eps. 85 Kejadian Berulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!