Keesokan harinya di pagi hari Mark terlihat bangun pagi seperti biasanya. Ia berjalan menuju ke dapur di mana di sana terlihat asap mengepul yang baunya lezat.
Ya, Fiona setiap hari memasakkan sarapan untuk tuannya juga memasak makan malam jika pria itu tidak keluar membeli makanan.
“Tuan, kau sudah bangun.” ucap Fiona sembari menghidangkan makanan ke meja yang barusan selesai ia masak. “Tuan sarapannya sudah siap.”
Mark hanya mengangguk sambil menarik kursinya ke belakang kemudian duduk.
“hmm...” Mark segera menyantap hidangan sarapan pagi di depannya. Ia beruntung sekali sejak kehadiran Fiona di rumahnya ia tak pernah repot-repot memasak untuk dirinya sendiri dan tinggal request saja makanan sudah jadi beberapa saat setelahnya.
“Tuan rasanya kurang bagaimana ?” Fiona ikut duduk sambil menatap intens tuannya.
“Pas sekali. Aku suka.”
Fiona tersenyum lebar mendengar pengakuan dari tuannya sekaligus pujian untuknya.
“Tuan bagaimana dengan side job sebagai model peraga di butik kemarin ?” Fiona bertanya karena belum ada kabar dari tuannya sejak dari kemarin entah itu karena lupa atau karena alasan lainnya.
“Oh ya benar aku kemari juga untuk membicarakan hal itu pada mu.” Mark seketika menaruh sendoknya tatkala teringat tujuan awalnya ke sana.
“Tuan Jimmy menyetujui persyaratan yang ku ajukan padanya jadi sekarang bersiaplah dan aku akan mengantarmu setelah selesai sarapan.”
“Benarkah ?” Fiona terlihat senang sekali sampai dia berdiri dari kursi dan melonjak kegirangan.
“Cepat bersiap.” ucap Mark melihat gadis itu yang masih belum keluar dari dapur setelah sekian menit.
“Baik, tuan.”
Beberapa menit kemudian tepat di saat Mark sudah selesai makan, Fiona selesai bersiap.
“Tuan kenapa menatapku seperti itu ?” tanyanya saat melihat tatapan aneh dari tuannya.
“Oh... tidak apa-apa” jawab Mark segera mengalihkan pandangan karena sejujurnya ia melihat gadis itu terlihat sangat cantik sekali dalam pakaian yang dikenakannya saat ini.
“Apa yang ku pikirkan ? Dia hanyalah manekin saja.” gumam Mark berulang kali mengingatkan dirinya sendiri sambil berjalan mengikuti Fiona yang sudah mendahuluinya.
Seperti biasa, gadis itu menjadi manekin tempat di saat pintu terbuka dan ia pun langsung membawanya masuk ke mobil.
“Kita sudah tiba di butik Grimme Shine.” ucap Mark setelah beberapa menit berkendara dan berhenti di depan sebuah butik yang besar dan juga mewah.
Ia pun keluar dari mobil dengan membawa Fiona masuk ke dalam butik.
“Oh, tuan Mark.” sapa tuan Jimmy saat mengetahui kedatangan pria itu. “Silahkan sebelah sini nanti biar asistenku yang mendandaninya.” menunjukkan tempat sekaligus meminta Mark meninggalkan manekin di sana.
“Tuan Jimmy aku titip pada manekin ku. tolong jaga dia dengan baik.” Mark berpesan pada pemilik butik tersebut kemudian kembali masuk ke mobilnya setelah melihat pria itu mengangguk padanya.
Sempat ada perasaan aneh pada tuan Jimmy saat Mark begitu memperlakukan manekin itu sangat istimewa.
“Mungkin karena manekin itu sangat disayanginya jadinya dia sangat peduli dan perhatian.” tuan Jimmy mengangkat kedua tangannya lantas masuk ke ruangan tempat manekin tadi berada.
Di sana seorang designer yang Iya sewa dan pekerja kan khusus untuk butiknya sedang mengganti baju manekin dengan model baju keluaran terbaru yang akan ia luncurkan hari ini.
“Apa ku bilang, manekin ini benar-benar pantas membawakan desain mu, Julia.” tuan Jimmy memuji mereka.
“Kurasa tuan benar-benar memilih manekin yang tepat kali ini. Entah kenapa aku merasa manekin ini seperti hidup saja karena terlihat begitu natural.” tutur Julia menyetujui ucapan bosnya itu.
“Kita tunggu saja hasilnya Apakah menaikkan ini benar-benar seperti magnet yang akan menyedot banyak perhatian serta pembeli.” tambah Julia.
Wanita itu kemudian segera membawa menaikkan tersebut ke depan dan menempatkannya sedemikian rupa agar tampak menarik dan menjadi pusat perhatian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments