Mark mengemudikan mobil birunya menuju ke lokasi galeri pameran lukisan. Jalanan tampak bersalju di musim salju kali ini. Di beberapa ruas jalan bahkan salju setebal 5 cm terlihat menutupi semua jalan.
“Untung lah aku sudah memakai pakaian hangat hari ini.” Mark menutup resleting jaket bulunya yang masih terbuka.
“brrr...” Fiona yang sudah kembali menjadi wujud manusia terlihat gemetar dengan suhu udara di sekitar. “hachi.... !” bahkan beberapa kali gadis itu pun bersin.
“Pakaiannya terlalu tipis di musim dingin seperti ini.” Mark menoleh ke samping menatap Fiona yang mengenakan gaun tipis. Ia pun segera mengalihkan pandangannya saat terlihat sedikit belahan dadanya sebelum ia mimisan.
“ckiit...” Pria itu tiba-tiba menghentikan mobilnya di tengah jalan tepatnya di depan sebuah butik pakaian wanita.
“Fiona kau tunggu di sini sebentar.” Mark segera membuka mobil dan turun dari sana.
“Tuan, kau mau kemana ?” tanyanya yang tak dijawab meskipun pria itu mendengarnya namun terlalu begitu saja.
Bukan maksud Mark untuk mengabaikan Fiona namun ia buru-buru dan butuh waktu untuk menjelaskannya.
“Tolong bungkus ini.” di dalam butik, Mark memilih jaket hangat juga syal untuk Fiona.
Ia pun segera bergegas menuju ke mobilnya setelah menyelesaikan pembayaran.
“Ini untuk mu.” Mark menyerahkan satu tas kecil yang di bawanya dan langsung di terima oleh Fiona. “Pakailah itu agar tubuhmu hangat.” tambahnya lagi.
“Terimakasih tuan.” Fiona tersenyum kecil kemudian segera mengambil isinya lalu mengenakannya. “Hangat dan cantik sekali tuan.” Meskipun buru-buru, Mark memilihkan jaket yang modis juga syal yang cocok untuk Fiona.
Mark hanya mengangguk saja melihat gadis itu menyukai pilihannya dan segera mengemudikan mobilnya kembali menuju ke galeri seni.
“Kita sudah sampai.” Mark memarkirkan mobilnya kemudian turun dari sana. Ia mengeluarkan semua kan canvas yang ada di mobil terlebih dulu barulah membawa Fiona.
“Hei Mark kali ini kau bawa manekin juga kemari ?” ucap Zed, pelukis lain yang juga ikut dalam pameran lukisan kali ini saat melihat sebuah manekin yang ditata sedemikian rupa di samping lukisan milik Mark yang dipamerkan.
Ya, Mark memang sengaja menaruh Fiona di dekat lukisannya seolah menawarkan lukisannya pada para pengunjung yang ada di sana.
“Ya, Zed manekin ini adalah Barang kesayanganku di rumah jadi aku membawanya kemari.”
Tentu saja Fiona bisa mendengar percakapan mereka meskipun tidak bisa bergerak. “Apakah, yang dikatakan tuan itu memang benar ?” dalam hati gadis itu merasa tersipu menjadi barang kesayangan milik tuannya.
Dua jam kemudian acara resmi pameran lukisan dibuka. Terlihat banyak pengunjung yang mulai berdatangan dan semakin lama semakin lama.
“Lihat itu lukisan siapa yang berada di sebelah manekin ?” seorang pengunjung menjadi tertarik melihat manekin itu yang terlihat berbeda daripada yang lainnya sehingga menuju ke sana.
“Ternyata lukisan Mark Elton.”
“Tapi kenapa kali ini dia juga memajang lukisan pemandangan ?” seru pengunjung lain yang baru melihat lukisan realis karya Mark. “Kurasa pemandangan ini juga bagus. Aku ambil ini saja.”
“Aku juga belum mempunyai lukisan realis pelukis Mark Elton.” pengunjung lain ikutan mengambil lukisan surealis.
Selama acara pameran berlangsung dengan adanya Fiona di sana membuat lukisan karya Mark menjadi pusat perhatian di sana.
“Aku tak menyangka dengan adanya Fiona di sini cepat laku daripada biasanya.” gumam Mark dari sebuah ruangan menatap ke tempat galeri lukisannya dipamerkan.
“Aku senang sekali melihat banyak orang di sini. Pikiran ku jadi fresh. Aku juga bisa melihat lukisan karya pelukis lainnya.”
Fiona tersenyum dalam hati dimana sebelumnya ia merasa penat dan sekarang hilang seketika.
🌻🌻
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments