Mark yang mencoba memejamkan matanya tetap tak bisa tidur dan akhirnya beralih menatap Fiona.
“Ohh... meskipun tertidur kau tetap cantik.” gumam Mark terus terang memuji Fiona.
Ia pun menatap gadis itu dari dekat. “Sungguh perpaduan mata, hidung dan bibir yang sempurna.” tiba-tiba saja ia merasa jantungnya kembali berdegup kencang hanya melihat gadis itu dari dekat.
“Oh apa yang ku pikirkan dia hanyalah manekin.” Mark menegaskan dirinya jika wanita yang tidur di sampingnya hanyalah sebuah boneka saja dan tak belum merasakannya apalagi sampai gemetar berada di dekatnya.
“Seandainya saja kau benar seorang manusia pasti aku akan menjadikan mu milik ku.” Mark kembali menepuk pipinya atas perkataan tak sadar yang barusan diucapkannya.
Tak mau berpikiran aneh-aneh maka ia memunggungi Fiona. Namun beberapa menit kemudian sungguh tak disangka gadis itu malah tidur memeluknya dari belakang.
“Fiona kau...” Mark mengira gadis itu bangun lalu menoleh ke belakang, betapa terkejutnya dia ternyata gadis itu masih memejamkan matanya. “Oh apa yang kau lakukan pada ku ?” jantung Mark kembali berdegup kencang mendapati mereka berdua sedekat ini di tempat tidur.
Mark mencoba memejamkan matanya kembali namun mendengar degup jantungnya sendiri ia tak bisa tidur.
“Sebaiknya aku bergeser menjauh saja darinya.” Mark bergeser menjauh dari Fiona sambil menyingkirkan tangan gadis itu dari tubuhnya.
“huft...” Mark bernafas lega. “Akhirnya aku bisa tidur dengan tenang.”
Ternyata di tengah tidurnya Mark kembali terjaga saat merasakan ada yang memeluk pinggangnya.
“Oh Fiona... kenapa dia tidur memelukku lagi ?” Mark membuka matanya dan mendapati tangan Fiona memeluknya erat.
“Gadis ini... apa dia terbiasa tidur bersama seseorang atau benda lain seperti ini ?” Mark kembali menyingkirkan tangan Fiona dari tubuhnya namun pelukan itu amatlah erat sehingga ia kesulitan dan menyerah untuk meninggalkannya setelah berusaha melepaskannya berulang kali.
“Oh aku harus tidur.” Mark pun mencoba untuk cuek dan memunggungi kembali Fiona karena hari hampir pagi.
Satu jam kemudian terlihat Fiona menggerakkan bibirnya. “Fizzy... kau lembut sekali.” gadis itu tersenyum dan melihat dalam mimpinya boneka singa kesayangannya yang selama ini menjadi teman tidurnya ketemu dan sedang ia peluk erat.
Pagi harinya Fiona bangun lebih dulu. “Sudah pagi rupanya.”
Ia teringat semalam bermimpi memeluk boneka yang merupakan teman tidurnya. “Oh ya ampun... apa yang kulakukan ?” pekiknya segera menarik tangannya dari pinggang tuannya yang masih terlelap tidur.
“Kukira aku memeluk singa itu, ternyata aku malah memeluk tuan. Semoga saja dia tidak marah padaku.” Fiona sama sekali tak menyangka bagaimana bisa ia tidur memeluk tuannya sendiri.
Fiona menatap wajah tuannya lekat-lekat sebelum beranjak dari tempat tidur. “Tuan... hidung mu mancung sekali dan dagu mu yang terbelah membuatmu terlihat semakin maskulin.” ucapnya tanpa sadar memuji ketampanan tuannya sambil mengusap lembut pipi tuannya.
“Fiona ?” tiba-tiba saja Mark bangun karena merasakan sentuhan lembut di wajahnya.
Sontak saja Fiona segera menarik tangannya dari sana. “Aku tidak sadar apa yang kulakukan padanya tadi.” ia pun segera turun dari tempat tidur.
“Oh aku harus mandi sekarang.” ucapnya tiba-tiba dan berlari keluar dari kamar tuannya.
“Ada apa dengannya ?” Mark menatap ke arah luar kamar dan gadis itu sudah menghilang dengan cepat. “Apa manekin perlu mandi ?” tanyanya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Barusan aku merasakan ada sesuatu yang lembut mengusap pipiku, apakah itu dia yang mengusap nya ?” Mark duduk dan menyentuh pipinya. Jantung nya kembali berdetak kencang saat ia memikirkan Fiona.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
pusat herba
Semoga saja mark tidak gila
2023-02-05
0